Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Jadi romantis


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Selesai perawatan Kartika buru - buru meninggalkan salon, dia malas terlalu lama bersama asti yang ada perkataan asti semakin ngelantur dan tidak masuk akal. Dia berniat menceritakan pertemuannya dengan Amar , agar Amar bisa hati - hati dengan Asti.


Kartika mengambil ponsel nya dan menghubungi Amar, namun sampai panggilan ke dua telepon dari kartika belum juga di angkat oleh Amar.


" Mungkin mas amar sedang sibuk karena hari ini dia terakhir kerja, besok kan dia sudah cuti. " Ucap kartika bermonolog sendiri.


Kartika menunggu taksi online menjauh dari salon agar saat asti keluar salon tidak melihatnya. Setelah lima menit menunggu taksi online pesanan kartika sudah datang, kartika masuk kedalam mobil dan meminta sopir segera melajukan mobil nya.


" Bagaimana ya reaksi mbak asti kalau tahu aku akan menikah dengan mas amar. Hiiiih... Kok aku jadi takut ya, takut jika dia mengamuk dan menyakiti ku " Ucap asti sambil mengingat bagaimana dulu saat asti mengamuk di toko.


* Tadi mbak asti bilang mas amar belum mau di ajak rujuk. Apa jangan - jangan mereka sudah pernah bertemu ?* Gumam kartika dalam hatinya.


Kartika nanti akan menanyakan semuanya kepada Amar, dia mengirim pesan kepada amar agar menemui nya saat sudah pulang dari kantor.


[ Mas , sepulang kantor nanti bisa kan ke rumah ? Ada yang ingin aku tanyakan sama kamu] Tulis kartika


Pesan pun sudah terkirim dan hanya cek dua abu - abu berarti pesan memang sudah terkirim dan belum di baca oleh amar.


" Sudah sampai mbak " Ucap sopir taksi.


" Oh iya pak.. Ini ongkos nya pak. Kembalian nya untuk bapak saja " Seru kartika.


" Terimakasih mbak " Ucap pak sopir berterimakasih.


Kartika hanya tersenyum lalu turun dari mobil, mobil pun meninggalkan pekarangan rumah kartika. Kartika di sambut oleh ibu nya di teras rumah.


" Kok baru pulang si kar, itu sudah di tunggui sama bapak. " Seru ibu kartika.


Haahhh ?


Kartika lupa jika tadi saat dia mau pergi bapak nya menitip untuk dibelikan pakan ayam. Dan kartika lupa membelikan nya.

__ADS_1


" Aduhh bu kartika lupa beli makanan ayam bapak. Bapak marah tidak ya bu ?" Tanya kartika sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Mana ibu tahu. Sudah sana temui bapak kamu. " Ucap ibu nya kartika lalu masuk ke dalam rumah.


Kartika mengikuti ibu nya masuk ke rumah dan langsung menghampiri ayah nya yang ada di halaman belakang.


" Pasti lupa ?" Ucap pak parman.


" Maaf pak, nanti kartika suruh dion saja yang belikan ya. Tadi pulang dari salon langsung pesan taksi jadi lupa mampir ke toko makanan ayam nya. " Ucap kartika menjelaskan.


" Telat. Itu bapak sudah minta dion beli langsung 10 kg " Ucap pak parman sambil menunjuk ke arah kantong plastik yang berisi makanan ayam.


Kartika hanya nyengir kuda sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Ting


Ada pesan masuk di ponsel kartika, sepertinya balasan dari amar. Kartika lebih memilih membuka pesan itu di kamar, kartika pun masuk kamar dan membuka pesan masuk tadi.


[ Iya dek nanti malam mas kerumah,memang nya ada hal apa yang ingin kamu sampaikan ?] Balas amar penasaran.


[ Nanti saja kalau sudah bertemu aku kasih tahu ] Balas kartika.


[ Ya sudah, ini mas sudah mau pulang kok. ]


Kartika menyimpan ponselnya di atas meja rias nya, dia menyambur handuk yang tergantung di balik pintu lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Padahal dia baru dari salon untuk perawatan seluruh tubuh, tidak mandipun tidak masalah.


**********


" Jadi tadi kamu bertemu asti ? Dan dia memberitahu kamu jika dia ingin mengajak mas rujuk ?" Tanya amar pelan agar tidak terdengar oleh orang tua kartika.


Kartika sudah menceritakan tentang pertemuan nya dengan asti saat di salon tadi. Semua yang di katakan asti tentang amar sudah di sampaikan juga oleh kartika kepada sang calon suaminya itu.


" Iya mas. Emm... apa benar jika kalian berdua sudah bertemu. ?" Tanya kartika ragu - ragu.


Amar memang belum menceritakan tentang pertemuan nya dengan asti minggu lalu. Tepatnya asti lah yang datang menemui amar kekontrakan.


" Seminggu yang lalu asti datang ke kontrakan dan mengajak mas rujuk. Tapi kamu jangan salah paham dulu kami hanya bicara di teras saja tanpa masuk kedalam rumah. Mas juga sudah menolak asti mentah - mentah, tapi ya begitu. Namanya juga orang stress dia tetap tidak terima dan akan terus mengejar mas." Ucap amar berkata dengan jujur.


" Terus ?" Tanya kartika ingin lebih banyak tahu.


" Terus mas usir dia, mas masuk kontrakan dan mas kunci pintunya. Akhirnya dia lelah juga dan memilih segera pergi dari kontrakan.

__ADS_1


Sedikitpun kartika tidak melihat kebohongan di wajah calon suaminya itu. Kartika percaya jika amar tidak akan mungkin mengkhianatinya apalagi untuk rujuk dengan asti.


" Aku percaya sama kamu mas. Tapi jika mbak asti menemui mu lagi apa kamu tidak akan tergoda ? Secara dia sekarang makin cantik dan seksi mas ? Mana tadi dia bilang sengaja perawatan hanya untuk menarik perhatian mu mas." Seru kartika dengan wajah masam.


" Kamu cemburu ya ? Wah ternyata kamu bisa cemburu juga ?" Seru amar menggoda kartika.


" Ihhhh percaya diri sekali sih. Siapa juga yang cemburu. " Seru kartika kesal.


" Bilang saja sih kalau cemburu.. Tapi mas suka kok kalau kamu cemburu, itu tandanya kamu cinta sama mas. Mau asti cantik , mau dia seksi mas tidak akan tergoda sama dia. Karena saat ini dihati mas hanya ada kartika seorang. " Seru Amar membuat kartika senyum malu - malu.


Kartika dibuat berbunga - bunga oleh amar. Selama menjalin hubungan dengan amar , baru kali ini amar berkata romantis. Kata - kata romantis yang selalu ingin kartika dengar dari mulut sang calon suami.


" Bapak sama ibu kemana dek ? Kok sedari tadi mas tidak melihatnya ?" Tanya amar yang memang dari dia masuk rumah tidak melihat calon mertuanya.


" Bapak sama ibu lagi ke rumah pak Rt dan para tetangga mas. Biasalah di kampung kalau mau hajatan sang tuan rumah mendatangi rumah - rumah untuk meminta bantuan tenaga . Ya seperti yang sudah aku ceritakan tempo hari sama mas. Sebenarnya tanpa didatangi mereka pasti akan membantu, tapi ya tidak enak kalau sebelumnya kita tidak ada omongan terlebih dahulu. " Ucap kartika menjelaskan.


Amar hanya mengangguk saja karena dia memang tidak paham dengan hal yang begituan.


" Jadi kita cuma berdua saja dirumah ?" Tanya amar.


" Ada dion tuh di kamarnya,mungkin main ponsel sambil mengerjakan tugas sekolah. Kenapa kok bertanya seperti itu ? Pasti mau macam - macam nih " Seru kartika waspada.


" Kalau mau macam-macam nanti saat sudah sah menjadj suami istri. Sekarang semacam saja boleh kan ?" Ucap amar menggoda kartika sambil memainkan alisnya.


" Ohhh... Tidak bisa. Kalau mau macam - macam atau semacam sekarang siap - siap saja aku beri tendangan yang sangat mematikan. Biarpun begini aku jagoloh bela diri. " Ucap kartika menantang amar.


" Wahh ternyata calon istriku ini pandai bela diri ya. Hemm...nanti kalau sudah menikah kita bela dirinya di atas ranjang saja ya biar seru dan asik. " Ucap amar sambil terkekeh.


* Ihh..kok mas amar malam ini mesum banget sih ? Biasanya tidak seperti ini . Atau jangan - jangan dia salah minum obat ?* Gumam kartika dalam hatinya.


" Jangan bicara mesum begitu mas, jangan aneh - aneh. Di kamar itu ada dion,nanti dia mendengar percakapan kita kan tidak enak. " Ucap kartika mengingatkan amar jika ada dion di dalam kamar nya.


" Mas lupa. Soalnya kalau sudah sama kamu ini bisa lupa segalanya. Ini juga sampai lupa waktu, hemm... Waktu cepat banget sih malamnya. Padahal baru sepuluh menit mas duduk disini.." Ucap amar.


Kartika benar - benar heran karena malam ini amar berbeda. Malam ini selain mesum dia jugas sok romantis dan ngegombal. Namun kartika senang melihat perubahan amar yang romantis begini, tidak kaku seperti biasanya.


*********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏🙏


JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK 🙏❤️❤️

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️


__ADS_2