
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Urusan mengantar Asti sudah selesai dan sekarang amar dan ajeng sudah pulang ke rumah nya sendiri. Diki dan Ajeng juga sudah dirumahnya, ibu jujuk memilih tinggal sendirian. Dia sudah meminta diki dan ajeng untuk kembali kerumah dan tinggal dengannya, tetapi ajeng dan diki menolaknya karena mereka lebih memilih hidup mandiri seperti dulu.
Sementara itu Joko dan Tini baru saja pulang dari dokter memeriksakan lala yang sedang demam. Tini sebagai seorang ibu sangat sedih saat melihat lala sakit dan tidak mau makan apa - apa.
" Lala mau makan apa sayang ? " Tanya tini dengan lembut.
" Iya sayang lala mau apa ? Nanti papa belikan, itu di depan ada martabak kesukaan Lala" Ucap Joko menunjuk tukang martabak yang mangkal di pinggir jalan.
" Lala idak mau makan Ma, Pa. Lala mau main cama adek kembal apa boleh ?" Seru lala lebih memilih main sama adik kembar.
Adik kembar yang dimaksud lala adalah Hana dan haikal. Mereka memang sering bermain bareng, apalagi jika siang hari lala memang sering minta antar kerumah delia untuk bermain dengan sikembar.
" Tapi ini sudah malam sayang, adek kembar juga pasti sudah tidur. Bagaimana kalau besok saja kerumah adek kembarnya. " Ucap Joko dengan lembut.
" Ndak mau Lala mau cekalang " Ucap lala dengan wajah cemberut.
Tini dan Joko pun saling lempar pandangan, mereka tidak enak jika bertamu malam - malam. Memang sih masih jam 8 malam tapi anak seusia sikembar biasanya sudah tidur.
" Kan baru dua hari sayang tidak ketemu si kembar, besok saja ya. Sikembar juga pasti sudah tidur , Tante dan om juna juga pasti sudah tidur. " Ucap tini terus merayu Lala.
" Ante delia cudah tidul juga ya ma, cama ante Ovi. ?" Tanya lala dengan wajah kurang bersemangat.
__ADS_1
" Iya sayang. Kalau tante novi dia sudah pulang kerumahnya. Sekarang kita pulang terus makan , minum obat habis itu bobok. Besok pagi bangun lala sudah sehat baru deh main kerumah sikembar." Seru tini dengan lembut.
Lala mengangguk dengan pelan, akhirnya dia mau untuk pulang. Lala tidur di pangkuan Tini dengan mengusap - usap perut tini. Akhir - akhir ini lala memang sering mengusap - usap perut tini. Tini tahu yang diinginkan Lala, dia ingin mempunyai adik bayi.
" Mas, lala sepertinya menginginkan seorang adik atau bisa dibilang dia ingin punya teman yang selalu bersamanya. Maafkan aku ya mas, aku tidak bisa memberikan adik untuk lala " Ucap tini dengan wajah sedih sambil mengusap kepala lala yang sudah terlelap.
" Masalah ini sudah pernah kita bahas, jangan di bahas lagi. Ok " Seru joko tersenyum manis kearah Tini.
" Iya mas " Jawab tini singkat.
Tanpa terasa mobil joko sudah berhenti di depan rumah. Joko turun lebih dulu lalu berlari membukakan pintu untuk tini, joko mengambil lala dalam pangkuan tini setelah itu tini turun dari mobil.
*******
Pagi harinya di kontrakan Amar, kartika yang sedang memasak tiba - tiba merasa mual. Beberapa kali dia ingin muntah tapi tidak jadi, dia pun memasak sambil mengenakan masker untuk menutup hidungnya.
" Dek, kenapa pakai masker segala ?" Tanya amar yang heran melihat tingkah kartika.
" Iya mas, tidak tahu kenapa aku mual mencium masakan ku ini. Mungkin lambungku sedang bermasalah karena semalam terlalu banyak makan sambal saat makan bakso. " Seru kartika.
" Tidak apa - apa mas ini sudah mau selesai kok, cuma masak nasi goreng sama telor ceplok saja aku mas. " Ucap kartika .
Amar mengangguk lalu mengambil panci kecil untuk merebus air , setelah merebus air amar mengambil dua cangkir untuk membuat teh.
Sesekali amar memperhatikan kartika, yang menutup hidungnya. Amar semakin heran kenapa kartika menutup hidungnya padahal dia sudah memakai masker.
" Sudah kamu duduk saja, itu tehnya sudah mas letakkan diatas meja. Ini biar mas yang melanjutkan" Seru amar yang merasa kasihan dengan kartika.
" Iya mas ini sudah selesai kok. Mas tinggal tuang kedalam piring saja. " Ucap kartika.
Amar menganggukkan kepalanya lalu mengambil dua piring dan dia isi dengan nasi goreng dan membawanya keatas meja makan.
__ADS_1
" Kamu izin saya ya dek, wajah kamu kelihatannya pucat banget itu. Mas juga mau izin saja,nanti mas antar periksa kerumah sakit. " Ucap amar .
" Tidak usah mas. Aku istirahat saja dirumah dan minum obat nanti juga sembuh,bukannya akhir - akhir ini kamu kan sibuk. Apalagi mau libur akhir tahun begini. Sudah mas masuk kerja saja, aku yang libur dan beristirahat. " Ucap kartika sambil mengusap lengan suaminya.
" Ya sudah sekarang kita sarapan dulu ya , setelah itu kamu minum obat dan istirahat. Nanti kalau ada apa - apa langsung telepon mas ya dek. " Ucap amar dengan penuh perhatian.
Kartika mengangguk, amar dan kartika pun mulai memakan nasi gorengnya. Kali ini rasa nasi goreng buatan kartika agak aneh, nasi goreng kartika asin sekali.
* Kenapa nasi goreng kartika asin sekali, tapi kartika terlihat biasa saja * Gumam amar dalam hatinya.
" Kenapa mas kok diam saja ? " Tanya kartika sambil mengunyak makanannya.
" Tidak apa - apa dek. Nasi gorengnya enak ya dek?" Seru amar sambil mengulas senyum.
" Enak dong mas ini kan buatan ku. Oh iya mas nanti pulang dari kantor tolong belikan martabak telor ya, aku ingin sekali makan martabak telor. Sebenarnya dari semalam aku ingin makan itu, tetapi perut ku semalam sudah kenyang dengan dua mangkuk bakso. " Seru kartika sambil terkekeh.
" Iya dek. Apa adalagi yang ingin kamu beli ?" Tanya amar.
" Tidak ada mas." Jawab kartika singkat.
* Kok nasi goreng kartika sudah mau habis, apa ada yang salah dengan nasi goreng di piring ku ini ? Tapi tadi dimasak menjadi satu, bahkan aku yang menuangnya kedalam piring* Gumam amar semakin bingung karena kartika sama sekali tidak terganggu dengan nasi gorengnya.
" Mas,aku masih lapar ! Mau lagi dong nasi gorengnya, tapi tadi aku hanya masak dua piring saja. Punya mas aku makan ya, mas nanti sarapan di kantor saja " Ucap kartika dengan wajah penuh harap.
" Iya sudah ini makan saja dek. " Seru amar sambil mendorong piringnya kearah kartika .
Amar ingin mengetahui reaksi kartika saat memakan nasi goreng nya. Dengan mata berbinar kartika langsung memakan nasi goreng amar, dalam sekejap nasi goreng itu sudah berpindah kedalam perut kartika.
* Kenapa dia tidak merasakan asin ? Apa mungkin lidahnya ada yang salah, atau lidahku yang salah. Ini benar - benar aneh, bahkan kartika pagi ini pun sedikit aneh. * Gumam Amar dalam hatinya.
*******
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤️❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️