Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Pernikahan dan gugatan


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹.


.


.


.


💞💞💞💞💞


Tanpa sepengetahuan delia, hari ini amar melaksanakan pernikahan siri nya dengan rosa. Keluarga amar semua ikut menyaksikan, begitupun dengan orang tua rosa juga ikut menghadiri pernikahan amar dan rosa. Orang tua rosa tidak tahu jika amar masih menjadi suami wanita lain. Yang orang tua tahu amar sedang proses cerai dan belum ada surat resmi dari pengadilan, jadi hanya bisa menikahi rosa secara siri.


Ibu siti terlihat bahagia saat rosa sudah resmi menjadi menantu nya. Menantu yang sesuai dengan keinginannya. Kaya, cantik dan berpendidikan dengan gelar sarjana.


" Akhirnya nak rosa resmi menjadi istri amar, ibu bahagia sekali mempunyai menantu seperti nak rosa. " Ucap ibu siti sambil memeluk rosa.


" Rosa juga senang bu bisa menjadi istri mas amar, pokok nya rosa akan menjadi istri dan menantu yang baik. Mas amar itu lelaki idaman rosa, sudah lama rosa jatuh cinta kepada mas amar " Ucap rosa.


" Terimakasih nak rosa " Ucap ibu siti.


* Delia maafkan mas ya dek, mas harus menikah dengan rosa karena mas ingin membahagiakan ibu. Mas juga ingin punya istri yang bisa mas banggakan. Tapi kamu akan tetap menjadi istri mas * Gumam amar dalam hati nya.


Rosa melirik amar yang terlihat termenung, rosa tahu jika amar saat ini memikirkan delia. Rosa tidak akan membiarkan amar terus memikirkan delia, rosa mendekati amar dan memeluk lengan amar.


" Mas kamu tidak bahagia dengan pernikahan kita ?" Tanya rosa pura - pura cemberut.


" Eh.. bahagia kok sayang. Mas sangat bahagia, kamu itu istri ku yang paling cantik siapa pun pasti akan bahagia bersanding dengan wanita secantik kamu " Ucap amar merayu rosa agar rosa tidak cemberut lagi.

__ADS_1


" Ah mas kamu terlalu menyanjung ku " Seru rosa dengan manja.


Acara pernikahan rosa sudah selesai, hanya acara sederhana saja yang di hadiri kedua belah pihak keluarga dan para saksi saja. Keluarga amar dan keluarga rosa sudah pulang ke rumah nya masing - masing, begitupun yang lain nya. Tinggal lah sepasang pengantin baru yang sedang berbahagia.


" Mas kamu malam ini menginap disini kan ?" Tanya rosa dengan manja.


" Iya sayang , selama 3 hari mas akan menginap di rumah mu. Pokok nya kita akan ber dua terus, selama tiga hari ini kita akan menghabiskan waktu bersama. Mas sudah bilang sama delia jika mas ada tugas ke luar kota selama 3 hari. " Ucap amar sambil memeluk rosa dari belakang.


" Emmh mas tolong lepaskan kancing kebaya ku bagian belakang " Ucap rosa meminta tolong.


" Di kamar saja yuk, biar tidak ada yang melihat" Ucap amar dengan senyum jahil.


Rosa tahu apa yang di inginkan amar , rosa pun menngangguk dan mereka berdua masuk kamar dan berolah raga di siang hari bolong, kapan pun mereka mau mereka akan melakukan nya tanpa kenal waktu dan tempat.


******


" Kamu sudah yakin dengan keputusan mu del ?" Tanya mpok onah memastikan keputusan delia.


" Delia harus yakin mpok, ini yang terbaik untuk delia. Buat apa dia terus bertahan dengan laki macem amar, kalau saya jadi delia sudah saya habisi dia dari dulu. Delia saja yang terlalu bodoh dan main perasaan, kalau aku sudah ku becek - becek laki seperti amar ." Ucap mona menjawab pertanyaan mpok onah.


Mona dan mpok onah hari ini ikut menemani delia untuk mendaftarkan gugatan perceraian nya ke kantor pengadilan agama. Delia yakin dengan keputusan nya sedikit pun tidak ada keraguan.


" Aku yakin mpok, ini sudah jadi keputusan ku. Ini yang terbaik, aku tidak mau terus di rendahkan dan di injak - injak oleh keluarga mas amar. Akan ku buktikan jika aku bisa tanpa mereka. Lagi pula buat apa aku bertahan, sedang kan suami ku saat ini sudah menikahi wanita lain. Bodoh jika aku terus bertahan mpok, bahkan sebenarnya aku menyesal kenapa tidak dari awal aku menggugat mas amar. " Ucap delia penuh percya diri.


" Bagus, aku mendukung mu del. Lelaki seperti amar memang tidak pantas di pertahan kan. Sampah harus dengan sampah, amar dan rosa itu tak ubah nya sekantong sampah yang saling bertemu dan melebur jadi satu." Seru mpok onah.


Gugatan cerai sudah di daftarkan , dua minggu lagi akan ada surat panggilan sidang pertama. Saat surat sampai di tangan amar, delia yakin amar pasti akan syok dengan gugatan perceraian nya.

__ADS_1


Delia sebenarnya juga sudah membeli rumah baru, rumah dengan harga yang cukup mahal. Letak rumah tidak jauh dari toko, bangunan rumah dua lantai sederhana tapi terlihat elegant. Usaha delia dalam dua bulan terakhir ini meninggkat 100 % karena delia juga sudah mulai menerima kerja sama dengan beberapa toko dan para resseler. Banyak toko - toko kecil yang berbelanja di toko nya dan para resseler online juga banyak yang mengambil di toko nya.


Dalam seminggu saja delia bisa menghasilkan omset bersih sekitar 45 juta. Bagaimana delia tidak cepat beli rumah. Rumah itu sengaja di beli untuk aset dan tempat tinggal nya saat resmi bercerai dengan amar.


" Ini rumah kamu del ?" Tanya mpok onah sambil terus mengelilingi setiap sudut rumah delia.


" Iya mpok , rumah ini aku beli dengan hasil keringat ku sendiri mpok. Semoga di rumah ini kehidupan ku akan lebih baik dan kebahagiaan akan terus bersama ku." Ucap delia penuh harap.


" Aamiin " Ucap mpok onah dan mona bersamaan.


" Kapan - kapan boleh dong aku main kesini del ?" Tanya mpok onah lagi.


" Boleh banget mpok, mpok sudah aku anggap kakak ku sendiri. Mpok lah yang banyak membantu ku, dulu saat aku sakit cuma mpok yang menolong ku. Keluarga mas amar tidak perduli dan mas amar pun saat itu keluar kota, kalau tidak ada mpok onah aku tidak tahu bagaimana dengan nasib ku mpok " Ucap delia mengingat setiap kebaikan mpok onah.


Delia mengajak mona dan mpok onah berkeliling melihat rumah baru nya. Sebenar nya rumah ini bukan rumah baru, tetapi rumah lama di renovasi oleh pemilik lama nya sehingga terlihat seperti rumah baru bangun. Dan bersyukur delia sangat menyukai rumah nya dan langsung membeli nya secara kontan.


" Rumah ini pasti mahal ya del, ini ada berapa kamar del ?" Tanya mpok onah ingin tahu.


" Ada 4 kamar mpok, 2 di lantai bawah dan dua lagi di lantai atas. Untuk mahal tidak nya ya tergantung kantong nya saja mpok, menurut ku sih mahal karena aku harus menguras tabungan ku untuk membeli rumah ini. Aku doa kan semoga mpok onah bisa membeli rumah yang lebih bagus dari ini " Ucap dan doa delia untuk mpok onah.


" Aamiin... Aamiin " Seru mpok onah.


Setelah puas melihat - lihat rumah delia , mona dan mpok onah betistirahat di ruang keluarga. Mereka bertiga tiduran di atas karpet lebar, seperti nya mereka memang sangat lelah karena hari ini banyak acara. Mona yang baru mengenal mpok onah beberapa hari sudah mulai akrab, mereka sangat cocok. Sama - sama suka kepo dan sama - sama bisa di percaya. Mereka berdua juga senang bercanda sehingga timbul ke akraban antara mpok onah dan mona.


******


MAAF YA KAK BARU BISA UP 🙏🙏

__ADS_1


AUTHOR TETAP MEMINTA DUKUNGAN NYA UNTUK KARYA - KARYA AUTHOR. ❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2