
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞
Pertengkaran nya dengan rani tempo hari membuat harun tidak betah di rumah. Bahkan melihat wajah rani pun memvuat harun selalu ingin marah. Saat pulang bekerja harun tidak langsung pulang tapi dia lebih memilih nongkrong dengan teman - teman nya di cafe yang tidak jauh dari tempat nya bekerja.
" Kamu kenapa sih run kok kelihatan nya lagi banyak fikiran begitu ? Ribut sama bini kamu ? " Tanya teman harun.
" Tidak " Jawab harun singkat.
" Lagi pula bini kamu itu kurang apalagi sih, sudah cantik, modis dan pekerjaan nya juga menjamin masa tua nya. Soal mertua mu kamu tidak perlu pusing, yang penting anak nya tidak ada masalah. " Ucap teman harun.
* Tidak masalah darimana yang ada dia biang nya masalah * Harun nerutuki ucapan teman nya dalam hati.
Harun hanya mengangguk dan memaksakan senyum nya, dia berharap teman - teman nya jangan sampai tahu soal rani yang bukan sarjana dan PNS kalau teman - teman nya tahu bisa malu bahkan sangat malu.
" Aku pulang duluan ya run " Ucap teman harun.
" Iya hati - hati. Aku mau menghabiskan kopi ku dulu, kopi kamu nanti biar saya yang bayar " Ucap harun.
" Ok. Terimakasih ya " Ucap teman harun sambil menepuk punggung harun lalu pergi meninggalkan harun sendiri.
Harun masih ingin berlama - lama nongkrong di cafe itu, lagi pula baru jam tujuh malam. Cafe masih lama tutup nya.
" Itu bukan nya mbak rosa ? tapi kok sendirian, mas amar kemana ?" Ucap harun pada dirinya sendiri.
Saat ini rosa datang ke cafe untuk menghilangkan suntuk nya. Dia sebal dengan amar karena dari kemarin dia sibuk mengurusi kakak nya tini. Apalagi di tambah gosip tentang kedekatan joko dan delia, rosa tidak suka jika amar masih saja memikirkan delia meskipun dengan alasan mengurus masalah mbak tini.
" Mbak rosa " panggil harun sambil mengangkat tangan nya.
Mendengar ada orang yang memanggil nya, rosa langsung mencari sumber suara yang memanggil nya. Saat mengetahui harun yang memanggil nya dia pun tersenyum dan menghampiri meja harun.
__ADS_1
" Harun tumben kamu nongkrong ?" Tanya rosa lalu duduk di kursi seberang harun yang tadi di duduki oleh teman harun.
" Lagi pengen saja mbak. Sesrkali juga butub hiburan,bosan di rumah terus " Jawab harun sambil memandang ke arah kakak ipar nya.
Rosa heran mengapa harun bilang bosan di rumah , padahal dia paling suka di rumah apalagi kalau sudah sama istri nya pasti akan di dalam kamar terus. Entah apa saja yang di lakukan nya dengan sang istri, pasti olah raga berjam - jam.
" Mbak kok sendiri? Mana mas amar ?" Tanya harun.
" Oh .. emmh.. mas amar lagi banyak pekerjaan jadi aku kesini sendiri. " Jawab rosa berbohong.
" Ya sudah kita gabung saja mbak daripada duduk sendiri - sendiri. Mbak mau pesan apa ? Malam ini biar saya yang traktir " Ucap harun sambil tersenyum ke arah kakak ipar nya.
Rosa yang dari pada di pandang harun menjadi salah tingkah. Karena tidak biasa nya harun memandang nya secara intenrs dan tersenyum manis kepada rosa.
" Boleh , aku pesan latte panas sama cake saja " Ucap rosa.
Harun langsung memanggil pelayan dan memesankan makanan dan minuman untuk kakak ipar nya. Setelah pelayan pergi pandangan harun tidak lepas dari wajah kakak ipar nya.
" Kamu kenapa memandang ku terus run ? ada yang salah ya dengan mek up ku ?" Tanya rosa sambil memegang kedua pipi nya.
" Oh tidak ada yang salah kok dengan mek up mbak rosa. Cuma mbak rosa malam ini cantik banget,mas amar benar - benar betuntung banget mendapatkan istri secantik mbak rosa. Pantas saja dia tergoda dengan mbak rosa dan melepaskan mbak delia, mbal rosa saja secantik ini. " Ucap harun terlihat seperti sedang merayu kakak ipar nya sendiri.
Harun hanya terkekeh mendengar ucapan rosa.
* Sialan kenapa malam ini harun terlihat sangat berbeda sih. Dia terlihat lebih muda dan fresh, bahkan mas amar kalah tampan dari harun. * Gumam rosa terus memperhatikan harun.
*******
Masalah gosip delia dan joko sudah beres, semua itu juga berkat mpok onah yang ikut membela delia dan menyakinkan warga agar tidak terhasut oleh tini apalagi hanya dengan sebuah foto. Dan foto itu pun tidak ada mesra - mesra nya sama sekali, mulut nya tini saja yang memang lemes.
Delia sibuk dengan usaha nya sudah tidak memikirkan tentang gosip itu lagi, lagi pula semua nya juga sudah clear. Setelah dzuhur nanti delia akan menjenguk anak joko tentunya bersama mpok onah. Mpok onah sudah seperti satpam nya delia yang selalu siap sedia mengawal dan membela delia.
" Yun, nanti sekitar jam 4 aku mau pergi ya. Tolong kamu cek barang yang habis dan stock nya menipis. Besok aku mau belanja barang, seperti nya pecah belah juga banyak yang kosong. " Ucap delia.
" Siap ibu boss. Pecah belah memang banyak yang habis mbak. Terutama toples - topled cantik itu mbak, banyak di buru sama ibu - ibu. Padahal minggu kemarin kita stock dua gross loh mbak. Alhamdulillah laris manis, kalau begini terus mbak bisa cepat buka cabang " Ucap yuni.
" Aku belum kefikiran untuk buka cabang yun, satu ini saja hutang ku masih banyak apalagi jika buka cabang pasti hutang ku seperti gunung. " Ucap delia sambil terkekeh.
__ADS_1
" Tidak afdhol kalau tidak ada hutang mbak." Balas yuni sambil tertawa.
Jam di dinding toko sudah mrnunjukan pukul 4 sore, delia langsung keluar dari toko dan menuju rumah mpok onah menjemput mpok onah. Setelah sampai rumah mpok onah ternyata mpok onah sudah siap, merekapun langsung berangkat menuju rumah joko.
" Del kamu bawa kado apa ?" Tanya mpok onah.
" Aku cuma bawa baju 7 stel sama sepasang sepatu saja mpok, soal nya aku juga mau kasih amplop untuk rahma. Tadi nya cuma mau ngasih amplop tapi tidak enak kalau tidak ada bawaan mpok. " Ucap delia sambil mengendarai mobil nya.
" Iya juga sih del, aku juga cuma mau ngasih amplop saja del. Ya sudah kalau kamu sudah bawa bawaan jadi aku tidak perlu beli apa - apa, kan kamu baju tinggal ngambil di toko mu " Ucap mpok onah dengan nada bicara bercanda.
" Huuu mau cari enak nya saja mpok ini. " Seru delia lalu mereka berdua tertawa.
Mobil delia sudah sampai di depan rumah kontrakan joko. Rumah nya tidak terlalu kecil, cukup untuk keluarga kecil mereka. Delia dan mpok onah turun dari mobil sambil menenteng papper bag yang berisi baju untuk hadiah anak joko.
" Assalamualaikum " Seru delia dan mpok onah bersamaan.
" Waalaikumsalam, eh mpok onah. Ini mbak delia kan? yang pernah ketemu di alun - alun kota " Seru rahma menyambut kedatangan mpok onah dan delia.
" Iya mbak " Jawab delia ramah.
Rahma pun mempersilahkan tamu nya untuk masuk, saat mereka masuk ke dalam rumah bertepatan dengan motor joko yang berhenti di halaman rumah.
" Wah ada tamu " Ucap joko yang baru saja masuk.
" Iya mas ini ada mpok onah sama mbak delia. Lihat mereka membawakan pakaian segitu banyak nya untuk babby kita " Ucap rahma sambil menunjukan paper bag bawaan delia.
" Itu bukan dari aku tapi dari delia semua " Ucap mpok onah.
" Terimakasih ya del, nah " Ucap joko.
Joko mrmanggil mpok onah tidak pasti, kadang memanggil dengan mpok onah terkadang juga dia memanggil dengan onah. Joko dan mpok onah seumuran jadi mpok onah tidak mau di panggil mpok, tapi joko kadang sering lupa.
******
Bocoran dikit, untuk bab selanjut nya keluarga amar mulai tahu kalau delia pemilik DL Shop. ❤❤❤
TETAP TINGGALKAN LIKE, KONENTAR, VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA KAK. 🙏❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏