
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞
Sore hari yang indah, amar kembali mendatangi rumah delia. Pulang dari kantor amar sengaja datang ke rumah delia untuk memberikan ucapan dan kado ulang tahun untuk delia. Dengan semangat 45 amar mengendarai motor nya dan langsung berbelok ke pekarangan rumah delia.
Sebelum ke rumah delia, amar terlebih dulu datang ke toko dan karyawan toko memberi tahu jika delia sudah pulang dari toko dari siang tadi.
" Aku sengaja pulang cepat untuk memberikan delia kejutan, semoga dengan begini delia akan kembali membuka hati nya untuk ku "Ucap amar dengan langkah pasti menuju pintu rumah delia.
Tok Tok Tok
Amar mengetuk pintu rumah delia, tidak menunggu lama pintu pun terbuka dan delia langsung kaget dengan kedatangan amar.
" Selamat ulang tahun delia " Seru amar sambil memberikan buket bunga dan kado yang sudah rapi terbungkus.
Delia tidak menyangka jika amar masih mengingat hari ulang tahun delia, padahal delia sendiri saja lupa jika hari ini dia ulang tahun.
* Seandainya semua ini terjadi saat kita masih menjadi sepasang suami istri mas, pasti kebahagiaan ku semakin lrngkap. Kenapa aku jadi melo begini, aku tidak boleh bersedih..* Gumam delia dari dalam hati nya.
" Kok diam ? terima dong buket dan kado nya " Seru amar tersenyum.
" Terimakasih " Jawab delia singkat sambil menerima buket bunga dan kado dari amar.
Amar senang akhirnya delia mau menerima hadiah pemberian nya.
" Maaf mas, tolong jangan salah paham dulu. Aku menerima pemberian mu ini karena aku menghargai usaha baik mu dan terimakasih masih mengingat hari ulang tahun ku. Kita tidak bisa seperti dulu lagi, antara kamu dan aku adalah sebagai mantan istri dan mantan suami. " Ucap delia membuat senyum di bibir amar tiba - tiba memudar.
" Tapi del, aku masih sangat mencintai mu. " Jawab amar .
" Kamu bukan mencintai ku mas , tapi kamu lebih ke teropsesi dengan apa yang aku miliki saja. Apa jika aku miskin kamu masih mau meminta rujuk dengan ku? Tentu saja tidak kan ? Kamu sudah betistri mas , tidak pantas bersikap seperti ini. Tolong mas segeralah pulang dan jangan ganggu hidup ku lagi, aku sudah memaafkan mu tapi bukan berarti aku mau rujuk dengan mu " Seru delia.
Amar mengepalkan ke dua tangan nya, penolakan demi penolakan dari delia membuat dirinya terhina. Tapi amar hanya bisa menahan emosi dia tidak mau meluapkan nya di depan delia agar nama nya tetap baik di depan delia.
__ADS_1
" Apa kesempatan untuk ku sudah tidak ada lagi del ? Aku janji akan memperbaiki diri ku . Dan aku juga akan menceraikan rosa dan menjadikan mu wanita ku satu-satu nya. " Ucap amar dengan memohon penuh harap.
" Maaf mas aku tidak bisa. Aku bukan wanita seperti rosa yang mau menjalin hubungan dengan suami orang. Permisi " Seru delia langsung menutup pintu dengan kuat.
Brakkkk
Pintu tertutup dan delia mengunci nya dari dalam. Terdengar amar terus memanggil - manggil nama nya dengan sangat keras.
" Delia.. !! Delia . . buka pintu nya del. Aku masih belum selesai bicara. Tolong buka dulu pintu nya " Teriak amar dari luar.
Amar tidak perduli jika saat ini ada beberapa tetangga yang mengintip nya dan membicarakan nya. Sebelum nya delia memang sudah membuat laporan ke RT jika dia seorang janda, dan amar adalah mantan suami nya. Ada beberapa tetangga yang memang mengenali amar dan delia dari dulu, sehingga mereka tidak menganggap delia janda yang nakal.
******
Ting...
[ Del, malam ini mama ku mengundang mu untuk makan malam ke rumah. Kalau kamu bersedia jam tujuh malam aku akan menjemput mun]
Juna mengurim pesan undangan makan malam untuk delia.
" Undangan makan malam dari tante silvi. Bagaimana ini, apa aku harus menerima undangan nya atau aku menolak nya. " Ucap delia pada diri nya sendiri.
" Aku iya kan saja lah undangan dari tante silvi, tidak enak kalau menolak nya " Seru delia.
[ Sampaikan kepada tante silvi kalau aku mau menerima undangan nya mas. Tapi tidak usah di jemput ya mas, aku nanti datang sendiri. ] Balas delia.
[ Baiklah, nanti aku sampaikan kepada mama. Terimakasih sudah mau datang ]
[ Sama - sama mas ]
Delia meletak kan ponsel nya di atas meja. Dia mengambil kado pemberian amar tadi lalu membuka nya.
" Apa sih isi nya " Ucap delia penasaran sambil membuka kado dari amar.
" Cincin ! Ini cincin mirip banget dengan cincin ku yang di jual waktu mabak tini butuh uang untuk tambahan belu motor. Kenapa mas amar bisa tahu persis bentuk nya " Seru delia .
Delia membuka kertas kecil yang ada di dalam kotak, dan membaca nya.
[ Selamat ulang tahun ya del. Maaf mas hanya bisa memberikan kado kecil ini untuk mu, ini cincin mas pesan sesuai dengan cincin mu yang waktu itu pernah terjual. Semoga kamu menyukai nya ] isi surat amar.
__ADS_1
" Terimakasih mas kamu sudah mengembalikan apa yang menjadi hak ku " Ucap delia.
Delia meletakkan kembali cincin dalam kotak nya dan menyimpan nya di laci meja samping kamar nya.
Waktu terus berjalan dan saat ini delia sudah berada di rumah juna memenuhi undangan makan malam dari ibu silvi. Ibu silvi sangat senang saat delia bersedia datang memenuhi undangan nya, dia memasak banyak untuk menyambut delia.
" Makan yang banyak ya del, tante tadi sengaja masak banyak untuk kamu. Tapi tante tidak tahu makanan kesukaan mu. Ini ada tumis kangkung sama ayam bakar, ini makanan kesukaan juna.
" Saya juga menyukai kangkung sama ayam bakar tante, itu makanan favorite saya." Ucap delia.
" Wah kok bisa sama begitu ya, jangan - jangan kalian ini jodoh loh " Ucap tante silvi yang melirik ke arah juna.
Juna terlihat salah tingkah, sang mama sudah berhasil membuat nya mati kutu di hadapan delia. Juna memang sudah berterus terang dengan mama nya jika dia menyukai delia dan hendak menjadikan delia istri nya. Mama juna sangat senang jika delia menjadi menantu nya, masalah status tidak jadi masalah.
" Sudah makan saja dulu ya, nanti kita terusin ngobrol nya " Ucap juna sambil melirik delia yang terlihat sangat cantik.
Juna terus mencuri pandang ke arah delia yang duduk di samping nya , mama juna hanya tesenyum sambil menggelengkan kepala nya melihat kelakuan juna.
Setelah makan malam delia membantu membereskan meja makan dan membantu mencuci piring, sedangkan mama juna membuat teh hangat. Kini mereka sudah duduk di ruang keluarga.
" Delia belum kefikiran untuk menikah lagi ?" Tanya mama juna.
" Hemm... bagaimana ya tante, emm.. aku masih trauma dengan masalalu ku tante. Dulu aku di hina oleh keluarga mantan suami ku karena aku bukan wanita berpendidikan karena aku hanya tamatan SMP. Hinaan nya masih membekas sampai sekarang. Apa ada lelaki yang bisa menerima segala kekurangan ku, apalahi sekarang status ku janda " Ucap delia berkata jujur.
Delia tidak tahu kenapa bisa bicara sejujur ini dengan mama juna, padahal biasa nya dia tidak akan pernah membuka masalalu nya kepada orang lain kecuali dengan sahabat nya mona.
" Semoga kamu mendapatkan suami yang lebih baik dari mantan suami mu dulu. Kamu jangan beranggapan kalau pria itu sama saja. Kalau kamu beranggapan seperti itu, kamu akan susah mendapat pengganti mantan suami mu" Ucap mama juna menasehati delia.
Juna hanya menyimak pembicaraan antara mama nya dan delia.
* Semoga kelak kamu bisa membuka hati mu untuk ku * Gumam juna.
" Aamiin, terimakasih tante " Jawab delia.
******
TETAP DUKUNG SEMUA KARYA AUTHOR YA KAK 🙏❤
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🥰❤