Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Beli rumah


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞💞


Ternyata tini sangat mendukung jika amar dan kartika bersatu, terbukti tini beberapa kali datang ke toko tempat kartika bekerja untuk sekedar bertemu dengan kartika. Tini melihat kartika wanita yang baik dan bisa menjadi pendamping amar yang baik. Menjadi yang terakhir untuk amar.


" Mbak tini mau belanja apa ?" Tanya kartika menanyakan apa yang ingin di beli tini.


" Hari ini aku ingin bertemu delia, apakah delia ada ?" Tanya tini berbohong. Padahal dia sudah tahu jika delia tidak ada di toko.


Delia dan keluarga nya sedang berkunjung ke rumah mama mertua nya, yaitu di daerah XX . Tini tahu jika delia pergi dari Novi, karena selama 3 hari ini novi libur menjaga si kembar. Karena si kembar ikut pergi ke rumah oma nya.


" Mbak delia nya tidak ada mbak. Dia sedang bepergian ke rumah tante silvi, baru juga tadi pagi dia pergi nya mbak. Memang nya ada perlu apa mbak ?" Tanya kartika dengan ramah .


" Oh delia pergi. Hemmm... ya sudah nanti biar mbak telpon saja. Oh iya mana si yuni kok kamu sendirian saja ?" Tanya tini mengalihkan topik pembicaraan.


" Yuni hari ini tidak enak badan mbak jadi dia tidak masuk. Yang lain nya ada tuh lagi jaga di kasir, aku kalau tidak ada yuni ya fokus di sini mbak. Apalagi mbak delia tidak ada." Seru kartika serius.


" Ya sudah kalau begitu saya temani bekerja sambil mengobrol ya. Baru juga jam segini , mau pulang juga males banget. Di rumah juga bengong sendirian lebih baik disini nemanin kamu sambil bekerja " Ucap tini .


" Wahh... ide bagus nih mbak. Kalu begini aku kan jadi senang ada teman nya. " Jawab kartika dengan senang.


Kartika memang sedang santai karena pekerjaan nya sudah selesai dari tadi siang. Saat ini dia bisa sedikit bersantai. Beruntung ada tini yang menemani jadi dia tidak jenuh dan mengantuk.


" Kamu sudah punya pacar Kar?" Tanya tini mulai melancarkan aksi nya.


" Hahaaa... jangan tanya soal pacar dong mbak. Karenaaku sedih kalau membicarakan soal pacar. Pacar nya siapa yang mau kita bicarakan mbak.hahaaaa " Ucap kartika dengan tawa renyah nya.


" Memang nya kamu tidak punya pacar? Kenapa juga kamu jadi tertawa seperti orang tidak waras begitu,jangan - jangan kamu gila karena tidak punya pacar ya ?" Seru tini membuat kartika semakin tertawa lebar.


Haahaaa...Haaaahaaaaa

__ADS_1


Kartika tetawa dengan lebar, beruntung dia ada di dalam ruangan tertutup. Sehingga suara nya sedikit teredam, tidak melengking sampai luar.


" Kok tetawa sih kar ? Ngeri juga lama- lama dekat sama kamu " Seru tini sambil mendengus dengan kesal.


" Habis nya mbak lucu sih, bilang aku gila segala. " Seru kartika.


" Ya kalau belum punya pacar , ya cari pacar dong Kartika. " Ucap tini lagi.


" Nyari sih sudah mbak, tapi yang di cari tidak ketemu juga sih " Ucap kartika lagi.


" Sama adik ku mau ? Tapi dia sudah pernah menikah 3 kali dan 3 kali itu pun gagal . Kalau kamu mau sama amar ya tidak masalah , aku akan mendukung mu " Ucap tini sambil tersenyum simpul.


Kartika tidak bisa menjawab dia hanya bengong, dia merasa ada orang yang mendukung nya untuk mendekati amar. Tinggal usaha nya saja untuk lebih dekat dengan amar , karena selama ini mendakati amar memang belum membuahkan hasil yang maksimal.


" Belum tentu adik nya mbak tini mau?" Ucap kartika sambil tertawa.


" Kamu usaha terus untuk meluluhkan hati nya, aku tahu kamu juga naksir amar. Hayo ngaku ? " Seru tini sambil menjahili kartika.


" Emm... Anu.. Anu. Heheee... kok mbak tini tahu sih kalau aku juga naksir mas amar. " Jawab kartika terbata - bata.


" Doakan saja ya mbak semoga mas amar bisa membuka hati nya untuk ku. " Ucap kartika.


" Aamiin" Jawab tini mengaminkan ucapan kartika.


Hari pun sudah semakin sore, akhirnya setelah puas berbincang dengan kartika , tini memilih segera pulang dengan menaiki ojek online yang sudah di pesan nya. Hati tini sedikit lega setelah mengetahui jika kartika juga menyukai amar. Sepertinya kartika dan tini harus bisa bekerja sama untuk membuka hati amar.


********


Amar mendatangi salah satu agen property, dia di temani diki sang sahabat yang sangat setia mendampingi nya. Di saat yang lain menjauhi amar karena keegoisan nya dulu, diki tetap ada di samping amar untuk menyadarkan amar.


" Kamu serius mau beli rumah di kawasan perumahan ini mar?" Tanya diki dengan serius.


" Serius dik , memang nya ada apa ? Apa ada yang salah kalau aku beli rumah di daerah sini ?" Tanya amar bingung.


" Tidak ada yang salah sih, tapi komplek perumahan ini kan sama dengan komplek rumah delia. Hemm... hanya beda blok nya saja. " Ucap diki memberitahu.


Amar sendiri justru lupa jika rumah yang akan dia beli berada satu komplek dengan delia. Hanya beda cluster dan blok saja. Tapi mau bagaimana lagi amar sudah suka dengan rumah nya, bagaimana pun tetap akan amar beli.

__ADS_1


" Tidak apa - apa dik. Tah aku dan delia sudah masa lalu , dia sudah bahagia dengan juna. Hubungan kami juga hanya sebatas teman saja. Apa tidak masalah kan aku beli rumah ini ?" Ucap amar meminta pendapat diki lagi.


" Kalau aku sih tidak masalah mar, tadi aku hanya mengingatkan kamu saja. Siapa tahu kamu tidak siap bertetangga dengan mantan istri mu. Ya sudah kalau kamu suka dengan rumah ini, besok kita datang lagi kesini untuk melakukan proses jual beli nya " Seru diki memberikan saran.


" Iya benar kamu dik, besok - besok kamu juga beli rumah saja di daerah sini. Hemm.. biar kita bertetangga " Ucap amar.


" Nanti aku bicara dulu sama ajeng, untuk tabungan insya allah sudah ada. Tapi kami sudah ada tanah pemberian orang tua ajeng tapi lihat nanti deh " Seru diki.


Amar dan diki pun menemui penjual rumah yang akan amar beli.


" Bagaimana pak? cocok dengan rumah nya ?" Tanya pak berto penjual rumah.


" Cocok pak, jadi kapan kita bisa transaksi jual beli nya. Dan apa saja yang harus saya siapkan ?" Tanya amar.


" Bapak siapkan saja syarat - syarat untuk proses pembuatan surat atau settifikat rumah nya. Nanti saya bantu proses semua nya bapak terima jadi semua nya, insya allah proses lancar dan cepat " Seru berto dengan ramah.


" Iya pak besok siang saat jam istirahat kantor , saya datang ke kantor bapak untuk membawa syarat -syarat yang di butuh kan. " Ucap amar.


" Baik pak , saya tunggu " Jawab amar.


Setelah puas melihat - lihat rumah yang akan di beli. Amar dan diki pun pulang, karena hari sudah semakin sore jadi mereka memutuskan untuk langsung pulang tanpa mampir untuk nongkronh terlebih dahulu.


" Langsung pulang ya mar ?" Tanya diki.


" Iya dik, sudah sore ini. " Jawab amar.


" Ohh... ya sudah kita berpisah di sini ya. " Seru diki lalu membelokkan motor nya ke arah jalan menuju rumah nya.


Sedangkan amar juga melajukan motor nya ke arah jalan menuju rumah kontrakan nya. Setelah 40 menit motor amar sudah berhenti tepat di depan rumah kontrakan nya.


" Sepi juga ya.. apa besok setelah aku punya rumah juga seperti ini. Setiap pulang kantor selalu sepi begini, hemmm... semoga saja aku bisa menemukan seseorang yang bisa menerima segala kekurangan ku dan masalalu ku. Aku tidak mungkin hidup sendiri terus, aku juga ingin memiliki keturunan agar hidup ku lebih lengkap lagi. " Gumam amar penuh harap.


*********


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA SERTA JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2