Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Keluarga benalu


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Dua bulan sudah berlalu.


Usia kehamilan delia sudah masuk bulan ke enam, karena mengandung anak kembar perut delia terlihat lebih besar. Kemana - mana delia harus di antar jemput oleh suami nya atau sopir pribadi yang sudah di siapkan oleh sang suami. Mona sahabat delia pun saat ini sedang hamil dua bulan, mereka jarang sekali bertemu karena memang tempat tinggal mereka berbeda butuh perjalanan hampir dua jam untuk samai ke tempat tinggal mereka.


Bicara soal rosa dan harun, saat ini kandungan rosa sudah memasuki usia 3 bulan. Sekitar 2 hari lagi kontrakan yang mereka tempati akan habis masa sewa nya. Mereka kebingungan karena tidak bisa membayar sewa untuk bulan berikut nya.


" Mas bagaimana ini ? Dua hari lagi sewa kontrakan ini habis ? Kalau kita tidak bisa membayar nya kita mau tinggal dimana ? Aku tidak mau tinggal di jalanan apalagi aku sedang hamil begini " Seru rosa terus menyecar harun dengan banyak pertanyaan, membuat harun kesal.


" Kamu bisa diam gak sih Ros. Semua ini gara - gara kamu !! Masalah di keluarga ku itu semua gara - gara kehadiran kamu. Kalau kamu tidak hadir di dalam keluarga ku semua ini tidak akan pernah terjadi. Mas amar tidak akan bercerai dengan mbak delia, begitupun aku tidak akan bercerai dengan rani. Semua ini gara - gara kamu, dasar perempuan pembawa sial !!." Ucap harun dengan kesal. Dia benar - benar kesal karena rosa sering mengomel dan marah - marah tidak jelas.


Ibu siti yang mendengar perdebatan antara anak dan menantu nya pun menjadi pusing. Hampir setiap hari harun dan rosa meributkan masalah yang hanya itu - itu saja.


" Harun , rosa ! Bisa tidak kalian sehari saja tidak ribut ? Kepala ibu pusing setiap hari mendengar kalian ribut. Harun sana pergi ngojek dan kamu rosa , jangan jadi pemalas dan jangan jadikan kehamilan mu alasan untuk tidak bekerja. Di luaran sana banyak wanita hamil yang mandiri dan bekerja menolong perekonomian suami nya. Sudah berbulan - bulan kamu jadi pengangguran dan bermalas - malasan. Kalau bukan karena sedang hamil sudah aku tendang kamu dari sini. Sana cari kerja jangan bisa nya cuma marah - marah ! Aku bosan melihat kalian setiap hari bertengkar. " Ucap ibu siti bicara cukup keras.


" Yang di katakan ibu benar. Kamu itu juga harus bekerja, jangan cuma mengandalkan dari hasil aku mengojek saja, kita butuh uang banyak untuk biaya persalinan mu juga. Lagi pula kamu juga bisa minta sama orang tua kamu, bukan nya kamu bilang orang tua kamu orang berada. Lantas kenapa selama kamu menganggur tidak meminta uang kepada nya ? Kan lumayan bisa untuk nambahin biaya makan kita. Bosan juga setiap hari makan tahu , tempe sama bayam. " Ucap harun dengan santai nya.


Rosa menjadi gugup dan salah tingkah, karena selama ini dia juga belum jujur kepada orang tua nya jika dia sudah bercerai dengan amar dan menikah dengan adik nya amar, Harun. Bahkan orang tua nya sendiri hanyalah seorang petani, kemewahan yang selama ini di nikmatinya adalah pemberian dari mantan suami rosa terdahulu. Dan sekarang kemewahan itu pun sudah hilang semenjak perceraian rosa dengan mantan suami pertama nya.

__ADS_1


" Kenapa harus orang tua ku ? Kamu kan suami ku jadi wajib kamu menafkahi ku . Jadi suami itu harus bertanggung jawab , jangan mau enak nya saja. Tiap malam minta di goyang tapi memberi nafkah semau nya, kerja tu yang bener jangan main - main." Jawab rosa mencoba berkilah.


" Terserah !!" Seru harun lalu pergi keluar dari rumah dan menuju motor nya yang ada di depan.


" Dasar istri parasit bisa nya cuma minta saja " Gerutu ibu siti.


" Ibu mengatakan ku istri parasit? Hello... kalau aku parasit sini pulangin semua barang - barang yang pernah aku kasih ke ibu. Emas, tas mahal bahkan pakaian dan ponsel mahal yang pernah rosa kasih bawa sini. Yang ada ibu itu parasit, bisa ngabisin uang saja, judi dan berhutang" Seru rosa menjawab ucapan ibu mertua nya.


Ibu siti hanya bisa bersungut - sungut, lalu masuk ke dalam kamar nya untuk menghindari rosa. Yang dikatakan rosa memang benar, dulu rosa sangat royal kepada keluarga harun.


********


Di dalam kamar ibu siti menghubungi amar, dia meminta bantuan amar untuk membayarkan sewa kontrakan yang dua hari lagi akan habis.


[ Mar , tolong harun untuk membayar uang sewa kontrakan. Dua hari lagi sewa kontrakan ini habis, kalau harun tidak bisa bayar kami semua akan di usir. Kami harus tinggal dimana ? Apa kamu tega membiarkan kami tidur di jalanan ] Tulis ibu siti.


[ Amar tidak ada uang bu, amar juga banyak keperluan. Harus bayar kontrakan amar sendiri dan mencicil beli barang buat ngisi kontrakan amar, karena barang - barang amar banyak di kontrakan lama tidak amar bawa kan ?] Balas amar beralasan. Padahal kontrakan dia sudah lunas 1 tahun.


[ Jangan pelit kamu mar . Harun itu adik kamu, sudah sewajar nya kamu membantu nya. ]


[ Maaf bu, amar tidak ada uang. Kalau mau ini uang jatah bulanan ibu untuk bayar kontrakan, nanti amar transfer saja ke rekening ibu. Maaf amar tidak bisa menemui ibu karena harus lembur, jadi amar transfer saja. ]


[ Mana bisa begitu. Itu uang ibu, enak saja untuk bayar kontrakan ]


[ Mar, kirim 5 juta untuk bayar kontrakan dan uang bulanan ibu]


Amar membiarkan pesan beruntun dari ibu nya, tapi tetap saja ibu siti meneror amar dengan terus mengirim pesan bahkan mencoba menghubungi amar lewat sambungan telepon.

__ADS_1


[ Kamu jangan jadi anak durhaka mar ].


[ Ibu akan marah jika kamu tidak mau menuruti permintaan ibu ].


" Kurangajar , amar benar - benar sudah tidak perduli lagi dengan harun. Kalau begini terus bisa hidup di kolong jembatan si harun " Gumam ibu siti.


Sementara itu di tempat lain amar sedang bekerja namun konsentrasi nya hilang dan mood nya menjadi tidak bagus setelah menerima pesan dari ibu nya.


" Kamu kenapa lagi mar ? " Tanya diki yang melihat amar seperti hilang semangat bekerja.


" Pusing aku dik, keluarga ku benar - benar seperti benalu. Aku kerja banting tulang sendiri tetapi ibu dan adik ku terus saja menggerogoti ku. Kurang apa aku sama mereka dik, sampai mereka terus - terusan menjadikan aku mesin ATM nya. Semalam harun sudah menghubungi ku dan meminta uang 5 juta untuk bayar kontrakan dan biaya hidup. Aku jelas menolak nya karena aku tidak berkewajiban menafkahi nya. Ini ibu ku pun meminta uang yang sama dan alasan yang sama pula " Seru amar benar - benar frustasi.


Diki melihat kesekeliling nya beberapa karyawan mengalihkan pandangan nya ke arah mereka berdua. Dengan tatapan penuh tanda tanya.


" Ssttt... jangan keras - keras tidak enak mengganggu yang lain nya, ini masih jam kerja. Sudah sekarang kamu diam saja dulu, aku buatkan teh hangat untuk mu agar fikiran mu sedikit tenang. " Seru diki merasa tidak enak dengan karyawan yang lain


" Tidak usah dik, ini teh ku juga masih ada. Nanti kalau aku mau aku bisa buat sendiri atau minta tolong OB. Terimakasih sudah baik dengan ku " Seru amar.


" Sama - sama, ya sudah kalau begitu kita lanjut bekerja lagi. Jangan sampai kamu dapat surat peringatan dari boss " Ucap diki mebasehati amar.


Amar mengangguk pelan dan mulai fokus ke depan komputer nya lagi menyelesaikan pekerjaan nya yang sempat tertunda karena mood nya yang tiba - tiba tidak bagus.


*******


Rasain tuh para benalu kelabakan cari duit untuk bayar kontrakan. ❤❤


KLIK TOMBOL LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA. 🙏❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2