Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Trauma menikah


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Rosa sudah tidak melakukan pekerjaan haram nya lagi, tubuh nya pun sudah semakin membaik berkat obat dan vitamin yang rajin dia konsumsi. Tapi uang tabungan nya sudah semakin menipis karena harga obat dan vitamin ysng dia konsumsi tidaklah murah. Namun sifat dan sikap angkuh dan sombong rosa masih saja melekat, dia merasa bisa melakukan apa - apa sendiri.


Teman dan tetangga kontrakan sudah mulai jengah dengan rosa. Sifat rosa yang angkuh membuat mereka menjadi malas untuk membantu rosa.


Uhuk... uhukkk... uhukk


Uhukk.. uhukkk


Rosa batuk - batuk sembari menjemur pakaian di depan kontrakan nya. Para tetangga kontrakan sudah tidak ada yang perduli dengan rosa, hanya indri tetangga sebelah rosa yang masih mau menegur rosa.


" Mbak rosa lagi jemur pakaian ya? Sebelah sini aku pakek ya, aku juga mau jemur pakaian nih . " Seru indri dengan ramah.


" Jemur tinggal jemur saja kok repot " Jawab rosa ketus.


" Jangan ketus - ketus mbak, lihat tuh tidak ada tetangga yang mau menegur mbak lagi kan. Ingat mbak itu lagi sakit, penyakit mbak itu bisa kapan pun mengambil nyawa mu mbak, baik - baik lah sama orang terutama sama tetangga jadi kalau kamu sekarat atau mati ada yang mau mengubur mu.. " Ucap indri dengan berani nya.


" Jangan menasehati ku , aku tahu apa yang harus aku lakukan. Kalau kalian tidak mau menegur tuh ya terserah kalian, tidak membuat ku rugi kok " Seru rosa sambil menjemur pakaian nya yang terakhir.


" Mbak mungkin saja penyakit mbak itu teguran buat mbak, coba ingat - ingat mbak punya dosa dan salah apa sama orang. Segeralah minta maaf,siapa tahu dengan mbak minta maaf bisa membuat penyakit mbak sembuh atau setidak nya bisa meringankan penyakit mbak itu " Ucap indri dengan senyum mengejek rosa.


Rosa terdiam, sepertinya dia terpengaruh dengan ucapan indri. Indri memang kalau bicara suka benar asal ceplos dia wanita yang tak ubah nya seperti rosa tapi dia hanya bermain dengan pacar nya saja.


" Tidak perlu mengurusi diri ku, urusi saja dirimu sendiri. Pahaammm !!!" Ucap rosa lalu pergi meninggalkan indri yang masih belum selesai menjemur baju.


* Huuhhh... di kasih tahu malah seperti itu. Dasar rosa bodoh, masih untung aku berbaik hati mau menasehati nya. Dasar nya sombong angkuh, pantas saja yang lain tidak mau menegur nya. Makanya kalau main itu yang pintar, setidak nya pakai pengaman. Jangan asal enak terus terima uang senang .* Gumam indri menggerutu dalam hati nya.


" Sudah tahu orang nya sombong dan angkuh masih juga kamu ajak bicara Ndri " Ucap tetangga kontrakan.


" Iya dia memang sombong. Mau kemana kamu ?" Tanya indri.

__ADS_1


" Mau kedepan cari pembalut, kenapa mau nitip ?" Tanya tetangga.


" Oh tidak.. Lagi haid ya ? Libur dong nanti malam ? Haha haaa " Seru indri tertawa lebar.


" Biarin " Jawab nya singkat.


Tetangga itu pun lebih memilih segara meninggalkan indri yang masih terus tertawa.


********


Seperti hari- hari biasa nya amar di sibukkan dengan pekerjaan kantor nya. Setelah sehari libur kini pekerjaan sudah menumpuk di meja kerja nya.


" Banyak pekerjaan mu mar sehingga sepagi ini kamu sudah sampai kantor ?" Tanya diki yang juga baru saja sampai.


" Iya dik, biasa kalau habis weekend akhir bulan pekerjaan memang banyak. Nah kamu sendiri juga datang pagi, pasti banyak juga kerjaan kamu?" Tanya balik amar.


" Tahu aja kamu mar " Jawab diki sambil nyengir kuda.


" Sudah sana ke meja kerja mu, selesaikan tugas dengan baik, benar dan tepat waktu agar dapat bonus " Seru amat lagi.


" Bonus pasti dapat dong." Jawab diki singkat lalu berjalan menuju meja kerja nya.


Karyawan sudah mulai berdatangan dan menuju meja kerja nya masing - masing dan berkutat dengan segala pekerjaan sesuai dengan bagian nya masing - masing. Tanpa terasa sudah waktu nya istirahat makan siang, ada yang makan di kantin ada juga yang memilih makan di luar kantor dan ada juga yang memang sengaja membawa bekal dari rumah.


" Makan yuk mar " Ajak diki menghampiri amar.


" Ayokk , kita makan di kantin kantor saja ya. Karena aku sudah lapar banget, tadi pagi tidak sempat sarapan cuma minum segelas teh manis saja " Ucap amar sambil nemegang perut nya yang sudah berbunyi.


" Jangan di biasakan tidak sarapan mar, ingat kalau kamu sakit tidak ada yang merawat mu. Kasihan juga itu lambung kalau tidak di isi makanan " Seru diki menasehati amar.


" Iya, ya sudah yuk ke kantin. " Ajak amar lalu berjalan lebih dulu.


Setelah sampai di kantin amar memesan satu piring nasi dan satu mangkuk soto ayam beserta gorengan nya lengkap, tidak lupa es teh jeruk manis nya tidak ketinggalan biar makan siang nya makin mantap.


" Doyan apa lapar mar ?" Tanya diki melihat amar makan dengan lahab.


" Dua - dua nya dik, sudah cepat makan jangan terus memandangi ku. Nanti kamu bisa jatuh cinta , kan repot aku harus berurusan sama ajeng. Tahu sendiri jika berurusan sama emak - emak sama saja cari mati." Ucap amar bercanda.


Uhukkk uhuukkk

__ADS_1


Diki langsung tersedak dan batuk - batuk mendengar perkataan amar. Dengan cepat diki menyambar minuman nya dan meminum nya sampai tinggal setengah nya saja.


" Awas kamu mar gara - gara kamu aku jadi tersedak begini. Bercanda mu tidak asik " Gerutu diki sedikit kesal dengan amar .


" Makanya kalau makan ya makan saja jangan sambil memandangi ku." Seru amar sambil meletakkan sendok di mangkuk soto yang sudah kosong.


Amar sudah menyelesaikan makan siang nya, sedangkan makanan diki tinggal setengah nya. Selesai makan amar menghidupkan rokok nya sembari menunggu diki menyelesaikan makan.


" Mar, kamu tidak ada rencana untuk menikah lagi ?" Tanya diki di sela - sela makan nya.


" Aku masih ingin sendiri, menikmati kesendirian ku. Menikah bukan hal yang mudah dik, aku sudah tiga kali menikah dan semua nya gagal. Jadi aku tidak mau buru - buru menikah " Jawab amar jujur.


" Apa belum ada wanita yang menempati hati mu ?" Tanya diki lagi.


Amar menggeleng sambil menikmati sebatang rokok nya dan mengepulkan asap nya tinggi - tinggi.


" Kalau memang sudah ada yang cocok di hati kamu nikahin saja mar, jangan terlalu lama sendiri. Ingat umur semakin hari bertambah , apa kamu tidak ingin mempunyai keturunan ?" Tanya diki dan berhasil membuat amar mengalihkan pandangan nya ke arah diki.


" Aku tidak tahu dik " Jawab amar terlihat pasrah begitu saja.


Diki tidak membahas soal asti sama sekali, karena dia menghargai amar . Tidak mau membahas hal yang sudah berlalu, jadi diki mencoba menanyakan soal pendamping hidup kepada amar.


" Aku doa kan semoga kamu mendapatkan istri yang lebih baik. Sebagai teman hanya doa yang bisa aku berikan kepada mu Mar. " Ucap diki sambil menyudahi makan siang nya.


" Aku trauma, aku takut gagal untuk yang kesekian kali nya dik. Mungkin aku memang di takdirkan untuk sendiri , tapi hanya waktu yang bisa menjawab dik " Seru amar terdengar pasrah dengan jalan kehidupan nya.


" Jangan bicara seperti itu,Allah menciptakan manusia itu secara berpasang - pasangan. Allah sudah menyiapkan jodoh terbaik untuk mu, mungkin saja ada orang di sekitar mu, orang yang kamu kenal atau siapa kita kan tidak tahu. Jodoh,rezeki,maut semua jadi rahasia Allah mar. " Ucap diki menasehati amar agar tidak trauma dan tidak berkecil hati .


" Iya dik , tapi apa aku ini masih pantas untuk bahagia ?" Tanya amar .


" Semua manusia itu pantas bahagia mar " Jawab amar singkat.


Perbincangan mereka pun selesai karena jam istrirahat sudah mau habis. Sebelum masuk ke ruang kerja nya, amar dan diki ke mushola terlebih dahulu untuk maksanakan sholat dzuhur yang tertunda karena mereka makan siang terlebih dahulu.


********


Sabar amar jodoh mu lagi OTW ❤❤


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH YANG BANYAK DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK . AGAR AURHOR SEMAKIN SEMANGAT UP NYA 🙏❤❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2