Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Amar mulai curiga


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Sepulang nya dari kantor amar sengaja menunggu mobil rosa keluar dari parkiran kantor. Saat mobil rosa keluar dari parkiran , amar langsung menghidupkan motor nya dan pelan - pelan mengikuti mobil rosa. Amar sengaja tukar pakai dengan motor diki agar rosa tidak! mencurigai nya


" Mau kemana sebenar nya rosa ini. Setiap pulang dari kantor selalu tidak langsung pulang, alasan nya kumpul dengan teman - teman nya " Seru amar terus mengikuti laju mobil rosa.


Mobil rosa berhenti di pinggir jalan tepat nya di depan shoow room tempat kerja harun.


" Loh rosa ini sebenarnya mau kemana ? Eh kenapa dia berhenti di depan show room tempat kerja harun, dan itu bukan nya harun yang masuk ke dalam mobil rosa " Ucap amar tetap fokus mengawasi mobil rosa.


Mobil rosa berjalan kembali amar pun terus mengikuti kemana mobil rosa pergi. Setelah 15 menit mobil rosa berhenti di salah satu cafe.


" Sepertinya mereka mau makan terlebih dahulu " Ucap amar.


Amar pun memarkirkan motor nya dan langsung masu ke dalam cafe , terus mengikuti kemana harun dan rosa duduk. Pandangan amar tertuju ke salah satu meja yang di tempati oleh harun dan rosa, tidak ada yang mencurigakan antara harun dan rosa. Mereka memang tidak mengumbar kemesraan di luar ruangang.


Amar berjalan mendekati meja harun dan rosa dan langsung menghampiri mereka berdua.


" Apa yang kalian lakukan disini ?" Tanya amar mengagetkan mereka berdua.


Harun dan rosa pun langsung terkejut dengan kedatangan amar yang secara tiba - tiba.


" Mas.. kamu ada disini ?" Tanya rosa terlihat gugup.


" Mas amar " Seru harun.


Amar menatap ke dua manusia itu secara bergantian, dia ingat jika diki pernah mengatakan kalau rosa tipe wanita yang doyan selingkuh. Apa jangan - jangan harun dan rosa ?


" Apa yang kalian lakukan disini ? Apa ada yang kalian sembunyikan dari ku ?" Tanya amar penuh selidik.


Harun dan rosa saling beradu pandang, mereka tidak mungkin mengatakan yang sesungguh nya. Bisa habis mereka berdua di hajar sama amar.


" Maaf mas, ini tidak seperti yang mas fikirkan. Aku dan harun kesini karena ingin menemui teman ku yang mau beli mobil. Dan aku menyarankan agar beli di show room tempat harun bekerja, dan sengaja aku mengajak harun agar dia yang menjelaskan langsung. Aku sebagai kakak ipar hanya ingin membantu harun saja mas, kalau teman ku jadi beli kan harun dapat bonus dari tempat kerja nya " Ucap rosa menjelaskan panjang lebar agar amar percaya dan tidak mencurigai nya.


" Iya mas yang di bicarakan mbak rosa benar " Ucap harun membenarkan ucapan bohong dari rosa.


Amar tidak begitu saja percaya dengan penjelasan rosa,bahkan dia mencurigai ada hubungan terselubung antara harun dan rosa. Tapi amar tidak mau menuduh tanpa bukti.

__ADS_1


" Sekarang mana teman mu itu ?" Tanya amar menatap serius rosa.


Rosa pura - pura menghubungi temannya, padahal dia hanya pencat - pencet ponsel nya saja dan pura - pura menelpon teman nya. Padahal data seluller pada ponsel nya sengaja dia matikan.


[ Hallo gis, kamu dimana ] Tanya rosa pura - pura menghubungi teman nya yang bernama gisel.


[ Apa? Anak kamu masuk rumah sakit dan kamu tidak bisa kesini ]


[ Oh ya sudah kalau begitu semoga anak mu cepat sembuh ya. ]


Rosa pura - pura mematikan sambungan telepon nya lalu memandang ke arah amar.


" Teman ku tidak jadi datang mas, anak nya masuk rumah sakit. Kata nya besok lusa dia mau datang langsung ke show room. " Ucap rosa masih tetap berbohong.


" Yah padahal sudah jauh - jauh datang kesini tapi gagal total deh. " Ucap harun pura - pura menyesal.


" Belum rezeki mu " Jawab amar singkat.


" Kalau begitu aku pulang saja ya, tidak enak menganggu kalian disini. " Ucap harun lalu beranjak dari duduk nya.


Melihat harun yang akan pergi membuat rosa cemberut, rosa pun langsung menghentikan harun.


" Kamu mau pulang naik apa ? Tadi kamu kesini kan bareng sama mbak run " Ucap rosa yang sebenar nya tidak rela jika harun pergi dari cafe


" Oh iya aku lupa hon.. eh mbak " Jawab harun hampir saja salah panggil.


" Sudah kamu duduk saja, ikut makan sama kami biar mbak yang traktir. Nanti pulang kamu bawa motor mas amar saja biar mas amar bareng sama mbak. Boleh kan mas " Seru rosa meminta persetujuan amar.


" Kamu di antar rosa saja biar mas yang bawa motor " Ucap amar.


Harun dan rosa saling pandang dan saling melempar senyum. Akhirnya mereka bisa berduaan lagi tanpa di ganggu oleh amar.


******


" Kenapa tidak besok saja kamu pulangkan motor nya mar. Besok kita kan masih bekerja, bisa di tukar besok " Seru diki saat amar menukarkan motor nya kembali.


Amar hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan diki, wajah nya terlihat kusut seperti ada sesuatu yang sedang dia fikirkan.


" Kamu kenapa ? Apa kamu mengetahui sesuatu dari pengintaian mu tadi ?" Tanya diki yang sudah ikut duduk di kursi samping amar.


" Aku tidak melihat rosa menemui laki - laki dik. Tapi rosa datang menjemput harun adik ku di tempat kerja nya dan pergi ke cafe. Setelah aku tanya rosa bilang ada janji dengan teman nya yang ingin membeli mobil " Ucap amar mulai bercerita.


Amar pun mulai menceritakan apa yang tadi dia lihat dan dia dapatkan dari hasil mengikuti rosa. Diki mendengarkan nya dengan serius, dia menangkap ada sesuatu antara harun dan rosa.


* Pasti rosa dan harun ada main di belakang amar, aku tahu betul siapa rosa.Dulu cerai sama suami nya karena ketahuan beberapa kali selingkuh. Dasar wanita tidak tahu malu, adik ipar sendiri juga di embat. * Gumam diki dalam hati nya.

__ADS_1


" Terus kamu percaya begitu saja dengan mereka ber dua ?" Tanya diki serius.


" Terus aku harus apa? Memang begitu yang terjadi. Aku tidak mungkin mencurigi adik ku sendiri, gila saja aku kalau sampai mencurigai harun main serong dengan rosa. Rosa itu kakak ipar nya sendiri, istri kakak nya " Seru amar mencoba menolak prasangka buruk diki.


" Orang yang lahir dari rahim yang sama itu tidak menjamin mempunyai sifat dan kepribadian yang sama. Saudara kandung bisa juga menjadi musuh " Ucap diki.


Amar terus memikirkan ucapan diki, sebenarnya hati kecil nya juga menolal penjelasan dari rosa dan harun saat di cafe tadi. Namun amar tetap percaya harun tidak mungkin menusuk nya dari belakang.


Sedangkan di tempat lain saat ini harun dan rosa secang berada di dalam mobil menuju ke rumah ibu siti. Rosa mengantarkan harun pulang ke rumah.


" Sudah sampai honey " Seru harun .


" Kok cepat sekali sih sayang, padahal aku masih ingin bersama mu " ucap rosa memeluk harun seakan tidak mau berpisah dari harun.


" Kita turun dulu ya, kita ngobrol di dalam." Ucap harun.


Rosa mengangguk , mereka langsung turun dari mobil dan menuju ke rumah. Harun membuka pintu rumah dengan kunci cadangan yang selalu dia bawa.


" Kok sepi sayang " Ucap rosa yang sudah masuk ke dalam rumah.


Harun kembali menutup pintu dan mengunci nya dari luar. Setelah pintu benar - benar terkunci harun langsung memeluk rosa dari belakang.


" Honey aku sangat merindukan tubuh mu, dua hari aku tidak memeluk mu " Ucap harun.


" Sayang ini di rumah mu, bagaimana kalau orang rumah tahu. " Ucap rosa.


" Rumah ini kosong, tidak ada siapa - siapa di rumah ini. Hanya ada kita berdua di rumah. Jadi kita bisa melakukan nya di sini " Ucap harun dengan suara yang sudah mulai berbeda karena menahan sesuatu yang semakin bergejolak.


Rosa tersenyum senang dia pun langsung melemparkan tas nya ke atas sofa.Dia membawa harun duduk di sofa dan dia sendiri duduk di pangkuan harun dengan menghadap ke arah harun.


" Kita lakukan sayang " Bisik rosa di telinga harun.


Harun mengangguk dan menurunkan sesuatu yang harus di turunkan, sedangkan rosa tetap di pangkuan harun. Dia membiarkan harun melepas pakaian nya. Harun langsung melahap dua bukit dan meninggalkan gigitan cinta di bukit. Dia menjelajah ke arah lain dan meninggalkan banyak jejak.


Permainan mereka di lakukan di atas sofa tanpa takut ada yang mengetahui nya. Sama - sama pasangan yang sudah gila, tidak takut dengan yang nama nya dosa.


" Kamu luar biasa honey , kamu memang tahu yang aku inginkan. Semakin hari permainan mu semakin membuat ku gila. Seandainya saja kamu bukan istri kakak ku, aku pasti akan segera menikahi mu " Ucap harun sambil memeluk rosa yang kelelahan.


Rosa hanya mengangguk dan mengulas senyum untuk sang pujaan hati nya. Pujaan hati yang selalu membuat nya mabuk kepayang, sehari saja tidak berolah raga dengan harun membuat rosa sangat merindukan nya. Apalagi ini selama dua hari mereka meliburkam diri.


*****


GILA... BENAR GILA... TUNGGU SAJA SAAT KAMU KETANGKAP BASAH OLEH KAKAK MU RUN, HARUN.


AUTHOR YANG MENULIS SAJA IKUT GERAM DENGAN KELAKUAN MEREKA. 🙏🙏

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🥰❤


__ADS_2