Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Pekerjaan tetap


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Di kantin tempat kerja amar.


" Bagaimana ? Apa kamu mau aku kenalkan dengan kakak ipar ku ? Dia cantik, tidak banyak tingkah dan memang belum pernah menikah. Tapi.... " Ucapan diki terhenti.


Diki menghentikan perkataan nya, seperti nya tidak pantas dia membicarakan soal kakak ipar nya karena memang bukan ranah nya. Diki hanya ingin mencarikan jodoh untuk kakak ipar nya saja, masalah yang di alami kakak ipar nya biarlah kakak ipar nya sendiri yang menceritakan kepada calon suami nya nanti.


" Aku sudah menemukan wanita yang bisa membuat hati ku bergetar kembali dik. Tapi aku tidak tahu dia tinggal dimana dan entah aku bisa ketemu dia kembali atau tidak " Ucap amar terdengar pasrah.


" Kamu ketemu dimana ?" Tanya diki serius. Diki ikut senang saat amar menceritakan ada wanita yang sudah bisa menggetarkan hati nya.


" Di mini market. " Jawab amar singkat.


Diki mengangguk kan kepala nya sambil terus mendengarkan cerita Amar.


" Kenapa kamu tidak meminta nomor ponsel nya, kalau kamu sudah punya nomor ponsel nya kan gampang. Kapan pun kamu bisa menelpon dan janjian ketemu dia " Ucap diki lagi.


Huffttt....


Amar menghela nafas panjang. Jangan kan untuk meminta nomot telepon, saat itu berkenalan saja jantung amar sudah tidak aman.


" Begini saja bagaimana kalau kamu kenalan dulu sama kakak ipar ku. Besok lusa kan week end , aku tidak menyuruh mu harus menikah dengan nya. Tapi kamu coba mengenal dia saja dulu. Bagaima mau tidak ?" Tanya diki.


Amar mencoba memikirkan perkataan diki, memang tidak ada salah nya juga sih mengenal terlebih dahulu. Siapa tahu jodoh, kita tidak pernah tahu kapan dan dimana akan bertemu dengan jodoh.


" Baiklah aku akan mencoba untuk mengenal nya, tapi jika hati ini menolok tolong jangan marah. Dan persahabatan kita jangan sampai rusak hanya karena masalah ini. " Ucap amar penuh harap.

__ADS_1


Persahabatan nya dengan diki memang sudah cukup lama, ribut - ribut kecil dalam persahabatan mereka sudah sering terjadi. Tapi justru itulah bumbu dalam persahabatan mereka.


"Kamu ini jangan ngomong begitu dong mar, persahabatan kita ini sudah lama tidak akan rusak hanya karena masalah seperti ini. Nanti aku juga mau tanya sama kakak ipar ku dulu, kalau dia juga setuju nanti aku kabari tempat kalian bertemu. Semoga saja memang kalian berjodoh " Seru diki sambil memainkan alis mata nya.


Tanpa terasa jam istirahat makan siang sudah mau habis, amar dan diki kembali masuk ke dalam kantor untuk memulai pekerjaan nya lagi.


*******


Tini sudah mulai jenuh berada di rumah, kerjaan nya hanya makan tidur saja. Bahkan harun semenjak kecelakaan itu sudah tidak mau mengojek lagi, padahak motor pun sudah selesai di betulkan dan memakai uang tini. Berapa pun uang yang kita punya kalau tidak bisa mengaturnya pasti akan habis juga.


" Bu, uang ku sudah menipis. Kalau begini terus kita bisa kelaparan. Tolong bilang sama harun untuk bekerja kembali bu, motor juga sudah ada. " Ucap tini mulai mengeluhkan keadaan.


" Ibu malas bicara sama harun tin, dia selalu membantah ibu. Kamu saja yang bicara sama dia, ibu sudah cukup pusing dengan diri ibu sendiri. Ibu tidak bisa banyak bergerak, kamu lihat sendiri bagaimana kondisi kaki ibu Tin. " Ucap ibu siti dengan wajah bersedih.


Tiba - tiba harun datang dari arah luar, entah darimana dia. Setiap hari kerjaan nya hanya nongkrong dengan teman - teman nya dan pulang - pulang makan dan minta uang.


" Bagi uang dong mbak ?" Seru harun seenak nya bicara.


" Uang apalagi run ? Kamu kira mbak ini gudang uang ? Kalau mau uang itu kerja run, kerja !! " Ucap tini cukup keras.


Tini di buat kesal dengan tingkah seenak nya harun, mungkin harun kira uang itu turun langsung dari langit. Ya walaupun dia mencari nya tidak perlu capek - capek, tetapi tetap saja tini harus keluar tenaga .


" Ya sudah sekarang kamu minta saja uang sama amar . Amar memang bodoh, mau saja dia menjadi sapi perah kalian. Jujur aku sekarang kasihan dengan amar, dua kali menikah tapi hancur semua. " Ucap tini seakan menyesal.


" Heiii tini... apa maksud kamu bilang amar di jadikan sapi perah ? Hah....!! Amar itu anak ku sudah sewajar nya dia menafkahi ibu, harun adik nya jadi tidak masalah kalau dia menafkahi adik nya. Jangan sok menyesal kamu, dulu kamu juga memanfaatkan amar kan.?" Seru ibu siti tidak suka dengan pernyataan dari tini.


" Terserah ibu sajalah, tini pusing. Tini mau keluar cari angin segar " Seru tini masuk ke dalam kamar untuk bersiap - siap.


" Sana pergi kalau pulang jangan lupa bawa uang yang banyak. Hidup kita itu perlu uang, jangan cuma mengandalkan gengsi. Bila perlu kamu temui amar dan minta uang sama dia, ibu mau ikut terapi kaki agar ibu bisa segera berjalan kembi. Bosan ibu di kursi roda terus " Ucap ibu siti.


Tini keluar rumah tanpa memperdulikan rengekan harun yang tetap neminta uang. Dia langsung mengendarai motor nya meninggalkan rumah kontrakan yang sempit itu.


" Bu bagaimana ini? Mbak tini tidak memberi ku uang, bensin motor ku sudah mau habis " Ucap harun bersedih.


" Ibu juga tidak punya uang. Makanya kamu kerja run, coba sana cari kerja. Gunakan ijazah sarjana kamu untuk melamar kerja, jangan bisa nya minta terus menerus. " Ucap ibu siti sewot.

__ADS_1


" Hari gini cari kerja susah bu. Harun mau langsung kerjaan yang enak agar menjadi orang yang sukses. " Jawab harun selalu itu dan itu.


Pekerjaan tidak akan datang dengan sendiri nya, kalau mau sukses kita harus berani menghadapi resiko, sukses itu butuh proses dan tidak ada yang instan. Segala bentuk apa pun pekerjaan kalau kita kerjakan dengan penuh keikhlasan dan cinta, suatu saat kesuksesan akan menghampiri kita. Jangan seperti harun, belum apa - apa sudah mau minta sukses. Sukses jadi pengangguran kali ya.


" Kamu kira ada pengangguran yang sukses ? Kalau ngomong itu di fikir dulu,kerja aja malas - malasan tapi mau sukses. Jangan banyak bermimpi run " Seru ibu siti.


Ibu siti memilih menjalankan kursi roda meninggalkan harun yang terus merengek minta uang. Bicara dengan harun bisa menaikan tendi darah, yang ada akan semakin emosi.


" Bu.. bagi uang nya dong bu untuk beli bensin " Seru harun.


" Tidak ada uang !!" Teriak ibu siti dari dalam kamar nya.


Harun memukul kan tangan nya pada dinding sampai tangan nya kesakitan. Dia frustasi susah sekali meminta uang kepada ibu nya dan kakak nya. Harun pun pergi lagi entah kemana, mungkin saja mau cari pekerjaan.


Sedangkan di tempat lain seperti biasa tini sedang menemui pelanggan nya. Pekerjaan seperti ini yang bisa tini kerjakan,karena tidak perlu capek - capek sudah bisa menghasilkan uang yang lumayan. Cukup menggerak tubuh nya dan memuaskan pelanggan nya uang sudah dia dapatkan.


Pelanggan tini rata - rata hanya membayar 500 ribu saja sangat beda jauh saat dia masih di kota. Sekali bermain uang 2 juta bisa dia dapatkan.Tapi tidak masalah bagi tini yang penting dia bisa mendapatkan uang untuk keperluan hidup nya, karena dia sudah tidak mau lagi meminta kepada amar.


" Kamu memang luar biasa sayang , besok lusa aku pasti akan memakai jasa mu lagi " Ucap pria paruh baya yang baru saja memakai jasa tini.


" OK Om aku tunggu kabar baiknya, nanti om tinggal telepon saja aku pasti akan datang " Seru tini yang masih terbaring di atas kasur.


" Kamu memang luar biasa,mau lagi dong " Seru pria paruh baya itu.


* Enak saja mau nambah, bayaran cuma 500 ribu mau nambah. Ogah amat * Gumam tini dalam hati nya.


" Tidak bisa, sesuai kesepakatan hanya untuk satu jam bermain. Kalau mau nambah harus tambah juga dong bayaran nya " Seru tini lalu bangkit dari kasur dan mengenakan pakaian nya di depan pria paruh baya tadi.


Pria itu hanya bisa menelan salivanya sendiri melihat tini berdiri di hadapan nya yang sedang memakai pakaian. Mau nambah pun tidak bisa karena uang nya pun sudah tidak cukup lagi, terpaksa hanya menelan saliva.


********


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN,VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤❤


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤

__ADS_1


__ADS_2