Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Asti belanja


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


" Mas maafkan aku . Karena aku memaksa mas untuk kerumah ibu , mas jadi seperti ini. Aku benar - benar minta maaf mas. " Seru asti penuh penyesalan.


Saat ini amar duduk terdiam di atas kursi tamu, dia masih melamunkan kenyataan yang baru saja dia ketahui. Semua nya seakan seperti mimpi, ibu yang selama ini dia sayangi dan dia hormati ternyata menyimpan sejuta kebencian kepada nya bahkan rasa benci itu ada dari semenjak dia ada dalam kandungan.


Amar pun tidak menyangka jika selama ini dia adalah anak dari hasil perselingkuhan ibu nya.


" Kamu tidak salah dek, justru mas sangat berterimakasih kamu tadi memaksa ke rumah ibu. Hati kecil mas tadi juga menginginkan mendatangi ibu. Kalau tadi kita tidak ke rumah ibu, rahasia ini pasti tidak akan terbuka dan semakin lama ibu membohongi ku " Ucap amar dengan lesu.


" Mas istirahat saja ya, aku mau memasak untuk makan malam dulu. " Seru asti.


Amar mengangguk pelan, dia menyandarkan kepala nya pada sandaran kursi. Badan amar benar - benar capek, begitupun dengan fikiran nya. Baru saja dia merasakan kebahagiaan kini dia sudah di kejutkan dengan rahasia yang selama ini di simpan rapat - rapat oleh ibu nya.


" Ya Allah begitu banyak cobaan yang menghampiri ku " Seru amar.


Amar memejam kan mata nya dan tanpa terasa dia pun tertidur.


" Mas.. mas.. mas amar bangun " Seru asti membangunkan amar.


" Emm... dek sudah jam berapa ini, sudah hampir jam tujuh mas. Cepat segera sholat magrib keburu waktu nya habis. Maaf aku tadi memasak di dapur sampai lupa membangunkan mas. " Seru asti tidak enak hati.


" Iya dek gak apa - apa. Adek sudah sholat?" Tanya amar.


" Aku sedang kedatangan tamu bulanan mas, baru sore tadi sehabis sholat azar. Sudah cepat sana sholat. " Ucap asti.


Amar langsung beranjak dari duduk nya dan langsung mengambil wudhu untuk menjalankan sholat magrib nya yang hampir saja habis. Selesai sholat magrib amar tidak langsung keluar, dia langsung menunggu sampai masuk waktu isya. Sepuluh menit menunggu akhir nya adzan isya pun berkumandang, amar bergegas menjalankan sholat isya.


" Maaf ya dek mas tadi tidak bantuin kamu masak. " Ucap amar saat makan malam.


" Tidak apa - apa mas. Oh iya mas besok sudah mulai masuk kerja kan ?" Tanya asti.


" Iya dek besok mas sudah mulai masuk kerja, jarak kantor dari sini tidak jauh kok. Hanya perlu waktu sepuluh menit saja. Adek gak apa - apa kan kalau mas tinggal di kontrakan sendiri.?" Ucap amar serius.

__ADS_1


" Tidak apa - apa dong mas, aku kan sudah besar bukan anak kecil yang takut di tinggal orang tua nya ke pasar " Seru asti sambil tersenyum.


Amar tersenyum melihat senyum bahagia nya asti. Selesai makan malam amar membantu asti membereskan meja makan dan mencuci piring yang kotor.


********


Delia semakin di sibukkan dengan bayi kembar nya, usia bayi kembar delia saat ini sudah 1 bulan. Bayi kembar berbeda jenis kelamin itu sekarang semakin gemuk dan aktif, bahkan minum asi nya pun semakin kuat. Beruntung asi delia sangat melimpah sehingga dia pun sering memompa asi nya dan manaruh nya di kulkas, untuk jaga - jaga jika suatu saat delia harus mengecek toko tanpa membawa dua bayi kembar nya.


" Bu, maaf hari ini delia titip si kembar ya bu. Delia mau toko. Gak lama kok bu mungkin cuma 2 atau 3 jam saja, ada barang masuk dan delia harus ikut mengecek nya dulu. " Ucap delia kepada mama mertua nya.


" Iya del. Kamu pergi saja, nanti mama pasti jagain si kembar, ada bik jum juga kan di rumah. " Seru mama silvi.


" Iya ma terimakasih. " Seru delia lagi.


Delia pun pergi ke toko dengan mengendarai mobil sudah pasti nya di antar oleh pak supir. Juna tidak mengizinkan delia mengendarai mobil sendiri, apalagi dia belum lama melahirkan.


Mobil delia sudah sampai di toko, karena tidak lama pak sopir memilih untuk menunggu delia saja. Dia ikut masuk untuk melihat - lihat toko.


" Selamat pagi ibu delia yang makin cantik " Seru yuni menyambut kedatangan delia.


" Pagi juga yuni yang cantik." Seru delia menggoda yuni


" Hehee... ibu delia bisa saja. Tapi nyata nya aku memang cantik sih." Seru yuni.


" Iya mbak, ini sudah saya cek semua tapi ada beberapa barang yang memang tidak ada mbak. Setelah aku tanyakan ternyata memang stock paprik nya kosong, kalau untuk barang yang lain nya aman kok. Ini nota nya bis mbak cek ulang " Seru yuni menyerahkan nota kepada delia.


Delia mengambil nota segepok yang di serahkan yuni lalu membawa nya masuk ke ruang kerja nya. Delia mulai mengecek nota barang masuk dan di cocokan nya dengan catatan yang dia terima.


" Kerja nya yuni ok juga. Coba kalau tidak ada yuni bisa kelabakan aku." Seru Delia.


Delia keluar dari ruangan nya dan menghampiri yuni.


" Yun toko ramai terus ya ?" Tanya delia.


" Alhamdulillah mbak , sepertinya pendapatan toko kita bulan ini meningkat. Boleh dong bulan ini kita dapat bonus. " Ucap yuni sambil terkekeh.


" Bisa, asal kalian lebih giat bekerja nya. Nanti pasti akan bonus jalan - jalan untuk kalian semua, kalian mau kemana ? Pantai atau kemana ?" Tanya delia.


Semua karyawan yang mendengar nya pun bersorak gembira sampai para pengunjung pun langsung mengalihkan pandangan nya ke arah delia dan yuni.


" Sstt... Jangan berisik. Ganggu yang lain, jangan senang dulu. Tadi aku kan belum mengesahkan hanya berniat saja " Seru delia sambil tersenyum.

__ADS_1


Tiba - tiba ada seorang wanita masuk dan langsung menghampiri delia yang memang berdiri di dekat meja kasir. Wanita itu mengira jika delia adalah karyawan toko .


" Permisi mbak, apakah disini menjual peralatan dapur?" Tanya wanita itu dengan ramah. Wanita itu adalah asti yang sengaja datang ke toko delia untuk berbelanja barang dapur yang harus dia ganti.


" Ada mbak. Mbak mau mencari apa ya ?" Tanya delia dengan ramah.


" Saya mau membeli kompor yang tungku dua mbak " Jawab asti dengan ramah.


Asti memang ingin mencari kompor tungku dua, karena kompor yang ada di kontrakan nya saat ini hanya kompor tungku satu jadi saat memasak harus bergantian.


Di rumah ibu nya sebenar nya peralatan dapur sudah lengkap, ajeng dan ibu sudah menyuruh membawa mana peralatan yang ingin di bawa. Karena ajeng pun sudah ada peralatan dapur di rumah kontrakan nya meskipun tidak banyak. Namun asti tidak mau dan membiarkan di pakai oleh ajeng, karena ajeng yang menempati rumah dan menjaga ibu nya, asti hanya membawa yang ringan - ringan saja.


" Oh ada mbak mari saya antar ke bagian peralatan dapur" Ucap delia dengan ramah. Dia melayani pelanggan nya tanpa meminta yuni atau yang lain mengganti kan nya.


Asti mengikuti langkah kaki delia menuju rak tempat kompor tersusun.


" Ini mbak silahkan di pilih " Seru delia .


" Iya mbak " Jawab asti singkat.


Asti melihat - lihat kompor yang berjajar rapi di rak, mulai dari yang harga biasa dan luar biasa pun ada tinggal memilih saja.


" Yang ini saja mbak. Saya juga mau cari wajan yang anti lengket mbak." Ucap asti.


" Oh iya mbak. Ada di sebelah sini " Ucap delia dengan ramah.


Setelah selesai memilih kompor dan wajan serta barang yang lain nya asti langsung membayar nya. Asti sepertinya akan memesan taksi online untuk membawa barang belanjaan nya.


" Mbak pulang nya di daerah mana ?" Tanya delia saat dia juga hendak pulang.


" Di daerah XX mbak. " Jawab asti ramah.


" Loh searah sama saya, kalau begitu bareng sama saya saja mbk. Kebetulan saya juga mau pulang. Kita bareng saja ya " Seru delia lagi.


" Apa tidak merepotkan mbak nya ?" Tanya asti tidak enak.


" Tidak mbak." Jawab delia yakin.


Asti pun setuju ikut dengan mobil delia, pak supir membantu asti memasukan barang belanjaan nya ke dalam mobil. Asti sangat berterimakasih kepada delia, berkat delia dia tidak perlu naik taksi online yang memang sedari tadi pesan tidak dapat juga.


******

__ADS_1


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2