Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Rumah baru delia


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


.


💞💞💞💞💞


Amar mencari delia di tempat kerja nya, dia datang sendirian tanpa rosa. Jika rosa tahu sudah pasti rosa akan melarang nya. Amar datang dengan mengendarai motor nya, tanpa ragu amar langsung masuk ke Toko DL Shop dan langsung menuju meja kasir bertanya langsung kepada kasir.


Yuni yang menjaga kasir dan dia juga tahu jika amar adalah suami delia, dia belum tahu jika delia sedang proses cerai jadi dia memberitahu keberadaan delia.


" Mbak delia nya ada ?" Tanya amar masih dengan bahasa sopan.


" Bapak suami nya mbak delia kan ?" Tanya yuni .


" Iya saya amar suami delia, delia nya ada dimana kok tidak kelihatan.?" Tanya amar sambil pandangan nya mengelilingi sekitar ruang toko.


" Mbak delia hari ini tidak ke toko pak. Kata nya tadi mau ke rumah baru dulu untuk beres - beres. " Ucap yuni berkata jujur.


Amar bingung saat yuni bilang rumah baru, tapi amar tidak punya fikiran aneh. Mungkin amar mengira jika delia sedang membersihkan rumah kontrakan baru nya sehingga dia tidak masuk kerja.


" Oh iya maaf mbak tadi saya kira dia ke toko, boleh minta alamat nya mbak " Ucap amar.


Yuni mengernyitkan kening nya dia heran kenapa amar sebagai suami tidak tahu alamat rumah baru nya. Padahal mereka adalah sepasang suami istri.


" Saya lupa alamat rumah nya mbak, karena ini kan rumah baru delia dia yang mengurus semua nya. Saya sibuk ke kantor" Ucap amar berbohong karena dia tahu jika yuni heran dengan pertanyaan nya.


Yuni baru ingat delia memang pernah bilang jika suami nya belum tahu tentang rumah baru nya apalagi alamat nya. Akhir nya yuni pun memberi alamat baru rumah delia kepada amar.


Dengan senang hati amar menerima alamat yang di berikan oleh yuni. Setelah menerima alamat rumah delia, amar langsung pergi dari toko dan menuju rumah delia sesuai dengan alamat yang ada di tangan nya.


Setelah menempuh perjalanan 20 menit amar sampai di depan rumah, rumah yang cukup besar dan elegant.


" Apa benar ini rumah kontrakan baru delia ? Ini besar sekali dan mewah. Apa delia punya uang untuk mengontrak rumah sebesar ini ?" Tanya amar pada diri nya sendiri.

__ADS_1


Amar mencocokan alamat sesuai dengan kertas yang dia bawa, ternyata alamat nya sama dan amar pun yakin jika ini adalah rumah kontrakan delia yang baru. Amar langsung masuk ke halaman rumah dan menuju pintu rumah.


Tok Tok Tok


Ceklek...


" Mas amar ?" Seru delia kaget karena amar datang ke rumah baru nya.


" Ternyata benar ini rumah kontrakan mu yang baru dek ? Besar juga ya, apa gaji nya tidak habis untuk memgontrak rumah sebesar ini ?" Ucap amar langsung bicara tanpa menunggu delia menyuruh nya masuk terlebih dahulu.


* Kenapa mas amar bisa tahu alamat rumah ku ? Atau jangan - jangan tadi dia ke toko dan yuni yang memberitahu nya ? Emhh tak masalah juga sih jika dia tahu , lagi pula dia tahu nya jika ini rumah kontrakan* Gumam delia dalam hati nya.


" Mau apa lagi kamu menemui ku mas ? Kamu sudah terima surat dari pengadilan kan ? Aku harap kamu bisa menghadiri sidang pertama perceraian kita " Ucap delia tetap berdiri di depan pintu tanpa menyuruh amar masuk terlebih dahulu.


Saat ini delia hanya sendiri di rumah, mpok onah sudah pulang sejam yang lalu. Delia takut jika amar akan nekat untuk melakukan hal - hal yang tidak baik sehingga delia tidak mempersilahkan amar masuk.


" Kita bicara di dalam saja dek " Ajak amar.


" Tidak ada lagi yang perlu di bicarakan mas. Kita sudah proses cerai, ada rosa yang bisa mengurus mu. Dia istri pilihan mu. " Seru delia.


" Aku masih mencintai mu dek. Aku tidak mau berpisah dari mu. Aku tidak mencintai rosa dek " Ucap amar berbohong.


Amar tetap tidak mau pergi , dia ingin terus mempertahan kan delia ada di sisi nya. Sebisa mungkin amar akan merayu delia agar dia mau mencabut gugatan perceraian nya.


" Dek mas mohon tolong cabut gugatan cerai itu . Hubungan kita masih bisa di perbaiki " Ucap amar tanpa berdosa.


" Hubungan kita sudah tidak bisa di perbaiki mas, kamu sudah selingkuh dan kamu sudah menikah tanpa persetujuan ku. Bisa saja aku melaporkan perselingkuhan kalian, tapi aku lebih memilih perceraian. Tolong jangan ganggu hidup ku lagi, aku bisa hidup tanpa kamu mas !!" Ucap delia lantang.


" Sombong kamu delia !! Baru juga bekerja jadi pelayan toko dan mengontrak rumah besar ini saja kamu sudah banyak gaya. Ingat delia kamu itu dulu bukan siapa - siapa, dulu kamu hanya wanita miskin, wanita kampung dan hanya tamatan SMP yang aku pungut dan aku nikahi sehingga derajat mu lebih terangkat. Sekarang punya uang sedikit saja sudah sombong !! " Ucap amar dengan penuh amarah. Dia marah karena delia terus menolak nya dan tidak mau mencabut gugatan perceraian.


Deg.


Bagaikan di hantam dengan batu yang besar, hati delia terasa sakit dan susah untuk bernafas. Delia menyesali kenapa baru sekarang dia mengetahui sifat amar yang sesungguh nya, ternyata dia selama ini merasa tertipu dengan kasih sayang amar.


" Aku memang miskin , aku wanita kampung. Tapi aku tidak pernah meminta mu untuk mengambil ku dan menikahi ku !! Apa kamu lupa , dulu aku sudah membatalkan rencana pernikahan kita karena keluarga mu tidak setuju kamu menikah dengan ku. Tapi apa ? Kamu yang tetap ingin melanjutkan hubungan kita dan akhirnya kamu menikahi ku tanpa restu dari ibu mu. " Ucap delia dengan berani.


Nafas delia tersengal - sengal dia sangat emosi hingga tidak bisa mengendalikan amarah nya. Delia langsung masuk dan menutup pintu dengan sangat kuat.


Brakk...

__ADS_1


Suara pintu itu cukup keras sehingga mengagetkan amar. Amar mencoba mengetuk pintu kembali namun tidak ada jawaban dari delia.


Tok Tok Tok


" Delia...Delia !! Buka pintu nya , aku belum selesai bicara. Dasar istri tidak tahu sopan santun, suami lagi bicara sudah pergi begitu saja. Lihat saja delia aku akan membuat mu menyesal sudah memperlakukan aku seperti ini. " Teriak amar di luar pintu.


" Kamu akan menyesal delia !! Aku pastikan kamu akan menyesal, perceraian ini tidak akan berjalan seperti yang kamu harapkan. " Seru amar lagi.


Sedangkan di dalam rumah delia sedang menangis sambil bersandar di daun pintu. Betapa bodoh nya delia selama ini tidak mengetahui watak asli suami nya. Beruntung sekarang dia sudah tahu sifat asli suami nya yang sekarang. Sehingga dia tidak akan tertipu lagi dengan kebaikan dan kasih sayang dari amar.


* Semoga Allah memperlancar urusan perceraian ku dengan mas amar. Allah sangat membenci perceraian tapi tidak melarang perceraian* Gumam delia dalam hati.


Di luar sana sudah tidak terdengar lagi suara amar, sepertinya amar sudah pergi meninggalkan rumah delia. Besok atau lusa delia yakin Amar pasti akan kembali lagi menemui nya.


Ting


Ponsel delia berbunyi ada pesan masuk lewat aplikasi hijau di ponsel nya.


[ Kamu menyerah juga wanita sombong. Akhirnya mas amar akan menjadi milik ku seorang ]


[ Semoga hari mu bisa bahagia tanpa mas amar. Oh iya jangan harap kamu dapat gono gini dari perceraian mu ini. ]


[ Rumah ini akan aku minta mas amar untuk mengalih kan nama pemilik nya atas nama ku. Jadi sedikit pun kamu tidak akan mendapat apa pun dari perceraian nanti. Kasihan sekali sih hidup kamu, suami menikah lagi dan harta pun tidak di bagi. ]


Pesan beruntun dari rosa masuk ke ponsel delia. Delia justru tertawa dan merutuki kebodohan rosa.


[ Ambil saja rumah itu jika itu bisa kamu lakukan, sampai kapan pun rumah itu tidak akan bisa di balik nama kecuali kamu membeli nya ] Balas delia.


[ Pasti bisa dong di balik nama, mas amar akan menuruti semua kemauan ku. Lagi pula rumah ini kan atas nama mas amarjadi lebih mudah dong balik nama tidak perlu aku harus membeli nya dulu ]


[ Bodoh !! 🤣🤣🤣] Tulis delia.


******


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH SERTA RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏🙏


AGAR AUTHOR SEMANGAT UP NYA ❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤

__ADS_1


__ADS_2