
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Kenyataan baru yang amar ketahui tentang istri nya membuat amar semakin tertekan, di antara mengikuti kemauan asti atau menolak nya. Penyakit hati yang di miliki asti sudah tergolong mendarah daging , bahkan kenyataan yang asti pernah depresi juga membuat amar semakin takut. Takut jika asti kembali depresi atau gangguan kejiwaan nya kambuh lagi.
Nyata nya asti memang suka marah - marah tidak jelas dan jika marah suka membuang - buang barang. Tapi setelah reda dia juga yang membereskan nya sendiri. Apa hal seperti itu bisa di bilang gangguan mental nya kembali.
Hari ini asti mendatangi DL Shop, karena yang dia tahu dari sosial media DL Shop sedang mencari karyawan baru. Asti berniat ingin melamar pekerjaan di DL Shop, dia tidak masalah jika toko itu milik delia.
" Maaf permisi mbak. Apa benar di sini lagi cari karyawan ?" Tanya Asti dengan ramah dan sopan.
" Iya benar mbak. Apa mbak nya mau melamar kerja disini ? " Ucap karyawan delia yang bernama kartika.
" Iya mbak dan ini surat lamaran saya, tapi saya hanya lulusan SMA saja mbak. Apa bisa di terima ya ?" Tanya asti sopan.
" Disini pendidikan tidak masalah mbak, yang penting rajin, ramah dan niat bekerja dengan sungguh - sungguh. Mari saya antar ke ruangan nya ibu delia, kebetulan beliau juga ada di sini. Sepertinya ini hari baik mbak nya deh bisa ketemu pemilik toko ini,dia biasa nya datang tidak pasti jam nya.." Ucap kartika sambil terkekeh.
Asti hanya tersenyum dan mengangguk saja. Dalam hati nya dia sangat berharap bisa di terima bekerja dan bisa dekat dengan delia walaupun tidak setiap hari bertemu. Dengan begitu dia akan tahu apa saja yang di lakukan delia. Sifat iri nya kembali muncul,bahkan dia tetopsesi ingin seperti delia.
Waahh gak beres nih , asti pasti sudah tidak waras.
Tok Tok Tok.
" Masuk " Seru delia dari dalam ruangan nya.
Ceklek... Pintu ruangan delia terbuka.
" Maaf bu mengganggu ini ada orang yang mau melamar pekerjaan. " Seru kartika.
__ADS_1
Delia langsung meletakkan pulpen di tangan nya dan mengalihkan pandangan ke arah kartika.
" Mbak asti" Seru delia pelan dan masih bisa di dengar oleh kartika dan asti.
Asti hanya tersenyum dan mengangguk kepada delia.
" Hemmm.. kartika kamu boleh kembali bekerja. Oh iya tolong sampaikan kepada yuni untuk mengirim laporan yang saya minta kemarin" Ucap delia.
" Siap buk " Seru kartika lalu keluar dari ruang kerja delia.
Delia menyuruh asti duduk di sofa yang ada di ruangan nya.
" Mbak asti beneran mau bekerja di sini ? " Tanya delia ingin menyakinkan asti.
" Yakin dong, aku sudah dua minggu cari perkerjaan tapi belum dapat juga. Kebetulan semalam lihat di sosial media jika toko mu mencari karyawan baru jadi aku langsung siapkan surat lamaran nya " Ucap asti dengan pasti.
" Baiklah mbak asti saya terima bekerja disini dan ini surat lamaran nya aku terima dan aku simpan ya mbak. Mbak asti mau mulai bekerja hari ini atau besok ? " Tanya delia lembut.
" Sekarang boleh " Jawab asti.
Delia meminta kartika untuk memberikan seragam karyawan kepada asti. Asti sangat senang akhirnya bisa bekerja, dan lebih bahagia nya lagi dia bekerja di toko milik delia. Semakin dekat dia bisa mengetahui apa saja yang di lakukan delia.
" Terimakasih kartika " Jawab singkat asti sambil menjabat tangan kartika.
* Hemmm... dengan begini aku bisa mengetahui apa saja yang di lakukan delia, dan apa saja yang di miliki delia. Dan aku bisa tahu rahasia delia bisa sesukses ini* Gumam asti dalam hati nya.
Saran author jangan mengharap tinggi - tinggi asti, nanti kalau hasil nya tidak sesuai ekspetasi jadi stress loh. Depresi lagi loh . hahaaa...
*******
" Kamu bekerja di toko nya delia dek?" Tanya amar kaget.
Delia menceritakan jika dirinya sudah mendapat pekerjaan. Dan bekerja di toko milik delia, berangkat jam setengah 8 pagi pulang jam 3 sore.
" Iya mas dan sudah 3 hari ini loh aku bekerja mas, maaf ya aku baru cerita sama mas. Soal nya aku perhatiin mas akhir - akhir ini sibuk dengan urusan kantor jadi aku tunda untuk memberitahu mu. " Ucap asti dengan santai nya.
__ADS_1
" Terus apa kamu betah kerja disana dek ?" Tanya amar lagi.
" Betah mas. Delia ternyata tidak tiap hari datang ke toko, kadang dua hari sekali dia datang dan itu pun tidak lama. Kalau boss mah bebas ya mas, bisa datang dan pergi kapan saja. " Seru asti lagi membuat amar malas untuk menanggapi cerita asti.
Amar mencoba mencari topik pembicaraan lain agar asti tidak menceritakan soal delia terus menerus. Amar mulai tahu jika asti ingin seperti delia, dan itu membuat amar tidak nyaman.
" Dek, sudah dua bulan lebih loh kita menikah apa belum ada tanda - tanda sesuatu tumbuh di sini " Seru amar sambil mengusap perut asti dengan lembut.
" Aku tidak tahu mas . Tapi aku belum mau hamil jika kita belum punya rumah sendiri, aku tidak mau anak ku nanti tinggal di rumah kontrakan. Siapa tahu bisa sekalian beli mobil. " Jawab asti membuat amar hanya bisa beristighfar dalam hati.
" Dek, masalah rumah insya allah nanti kalau sudah ada rezeki nya pasti bisa kita beli dek. Sekarang kita tinggal di kontrakan dulu ya, jangan menginginkan sesuatu yang diri kita tidak mampu dek dan juga jangan pernah iri dengan apa yang di miliki orang lain. Karena iri itu tidak baik, iri itu bisikan setan. Mas ingin adek tampil apa ada nya dan bergaya sesuai kemampuan kita dek. Rezeki itu pasti ada dek" Ucap amar bicara dengan pelan dan lembut agar bisa di terima dengan baik oleh asti.
Sedikit - demi sedikit amar akan merubah sifat asti, setidak nya asti mau mendengarkan nasehat nya terlebih dahulu itu sudah bagus. Dengan begitu asti berarti patuh dan menghormati suami nya.
" Kok mas amar bicara seperti itu ?" Tanya asti sedikit heran karena amar seperti menyindir dirinya.
" Begitu bagaimana dek ? Mas bicara seperti itu sesuai loh dengan apa yang sudah pernah mas baca di internet dan buku dek. Di sana di jelaskan jika penyakit hati berupa iri dengki itu tidak baik. Bahkan akan merugikan diri kita sendiri, kita bisa di jauhi teman, di jauhi saudara. Dan penyakit iri itu tidak bisa sembuh jika dalam diri kita tidak ada keinginan untuk merubah pola fikir kita. " Ucap amar penuh kehati - hatian agar asti tidak curiga dan tidak tersinggung dengan ucapan nya.
Mungkin jika asti tahu jika ibu nya sudah menceritakan tentang sifat buruk nya kepada amar, pasti saat ini dia akan marah besar. Karena perkataan amar tadi sudah pasti di tujukan kepada dirinya.
" Oh sifat iri itu di benci Allah ya mas ?" Tanya asti.
" Iya dek , iri salah satu sifat yang di benci Allah . Semoga kita di jauhkan dari sifat seperti itu ya dek. Agar Allah tidak murka kepada kita, doa kan saja semoga mas tezeki nya lancar dan bisa membelikan apa yang adek ingin kan " Ucap amar sambil memeluk asti dari samping.
" Aamiin " Jawab asti.
* Kenapa perkataan mas amar tadi seakan tertuju kepada ku * Gumam asti dalam hati nya.
Amar bersyukur asti mau mendengarkan perkataan nya, semoga amar bisa merubah asti untuk lebih baik dan ada kemauan dari diri asti untuk merubah prilaku jelek nya. Sekuat apapun seseorang merubah prilaku orang lain, tidak akan pernah bisa jika orang yang ingin kita rubah tidak ingin berubah dan tidak ada kemauan untuk berubah.
* Perlahan - lahan semoga kamu mau berubah ya dek. Semoga marah - marah mu tempo hari juga bukan karena gangguan mental seperti yang pernah kamu alami.* Gumam amar dalam hati nya.
*******
Yang tidak suka dengan karya author PLEASE AUTHOR minta tolong jangan berkomentar yang bikin Author DOWN. 🙏🙏 Karena mencari ide dan menulis seperti ini itu bagi Author tidak lah mudah, butuh berhari-hari untuk menyusun nya.
__ADS_1
AUTHOR menerima saran dan kritik, tapi PLEASE pergunakan jari tangan untuk mengetik saran dan kritik yang membangun 🙏🙏
TERIMAKASIH 🙏❤