Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Mencari barang bekas


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


" Mana hutang nya mbak rosa ? Kata nya tiga hari lagi, ini sudah 4 hari loh mbak. Kalau memang tidak bisa bayar itu kasih tahu dong mbak, jangan malah menghindar seperti ini. Ehh... datang - datang kok mau ngutang lagi. " Ucap ibu barkah pemilik warung.


Rosa memang datang lagi ke warung untuk berhutang, namun ibu barkah si pemilik warung tidak akan memberikan hutangan lagi. Cukup sekali saja dia memberi rosa hutangan, karena warung nya memang kecil jika terus dihutangi pasti modal nya juga akan habis.


" Maaf bu saya belum ada uang. Suami saya belum mengirim uang, mungkin memang sedikit terlambat " Jawab rosa terus beralasan suami nya belum mengirim uang.


" Sudahlah sana jangan banyak alasan lagi, kalau kamu tidak punya uang lebih baik pergi saja dari sini. Hutang mu yang 30 ribu aku iklaskan saja hitung-hitung bersedekah sama kamu. Daripada nganggur lebih baik kamu mulung atau ngamen di sana juga bisa dapat duit" Seru ibu barkah kesal.


Hah ?


Mengamen dan mulung?


Apa rosa harus mengamen dan mulung, tapi bagaimana dia bertahan hidup jika uang dan pekerjaan saja tidak punya. Bahkan sekarang wajah nya sudah polos tanpa mek up, karena mek up nya sudah habis dan dia tidak membeli nya lagi.


" Kalau tidak boleh hutang juga tidak masalah, jangan marah-marah dong bu" Seru rosa pergi dengan menggerutu.


Rosa pun pergi meninggalkan warung ibu barkah, dia berjalan ke arah pasar yang tidak jauh dari kontrakan nya. Sepertinya dia akan mencari pekerjaan di pasar, dia tidak malu lagi karena memang tidak ada orang yang mengenal nya. Wajah nya semakin kusam dan tirus , bahkan saat ini rosa hanya mengenakan kulot dan kaod oblong yang kebesaran. Baju - baju bagus nya sudah dia jual murah untuk membeli obat nya 2 hari yang lalu.


" Masak aku jadi kuli panggul " Gumam rosa dalam hati nya sambil melihat ke arah kuli panggul yang berlalu lalang membawa barang belanjaan.


Rosa memilih mengambil barang - barang bekas saja dari pada menjadi kuli panggul. Hari ini rosa akhirnya menjadi seorang pemulung pekerjaan yang sama sekali tidak pernah dia bayang kan selama hidupnya.


" Kalau mulung jangan asal ambil barang orang ya . Lihat - lihat dulu itu barang masih di pakai atau tidak " Seru ibu - ibu penjual sembako.


" Iya bu. Saya cuma mengambil kardus bekas yang sudah usang ini" Ucap rosa sambil menunjuk kardus - kardus yang sudah kotor di dekat kotak sampah.


" Itu kamu ambil saja tidak apa - apa " Ucap penjual sembako itu ke arah tumpukan kardus bekas mie instan dan botol - botol minuman yang berserakan.

__ADS_1


" Iya bu terimakasih " Ucap rosa dengan senang. Karena bayangan mendapat uang semakin dekat , kardus dan botol bekas itu lumayan banyak sehingga karung rosa cepat penuh.


Selama 3 jam rosa memulung akhirnya karung nya pun sudah penuh sehingga rosa kesusahan untuk membawa nya. Rosa mencari - cari tempat pengepul barang bekas seputaran pasar tapi belum dia temukan juga. Lalu dia melihat sesrorang yang baru saja pulang sekolah dan menanyakan nya.


" Dek tahu tempat pengepul barang - barang bekas ?" Tanya rosa.


" Oh di sana mbak dekat rumah saya " Jawab anak itu.


" Terimakasih dek " Jawab rosa singkat.


Rosa berjalan dengan sedikit menarik karung rongsokan nya, setelah 5 menit berjalan rosa sampai di tempat pengepul barang - barang bekas. Barang yang rosa kumpulkan tadi kini sudah di timbang.


" 15 ribu " Jawab bapak pengepul.


Apa ? 15 ribu ?


Rosa tidak percaya jika hasil mulung nya 3 jam lebih dan satu karung penuh hanya mendapat hasil 15 ribu. Dapat apa uang 15 ribu, hanya bisa untuk membeli sebungkus nasi pakai telor saja. Dan itupun hanya untuk satu kali makan.


" Cuma 15 ribu pak ? Apa tidak bisa di tambah lagi pak? Kasihan saya dari tadi pagi belum makan, mana saya sakit. " Tanya rosa dengan wajah memelas penuh harap.


" Kalau tidak mau ya sudah" Seru bapak pengepul.


Setelah menerima bayaran rosa pun kembali mengambil karung nya dan menerima bayaran nya senilai 15 ribu. Uang 15 ribu itu akan rosq gunakan untuk beli makan, berhubung sudah jam 1 siang rosa pun langsung beli nasi sebungkus pakai telor, beruntung nasi pakai telor masih boleh 12 ribu dan sisa 3 ribu bisa untuk beli roti nanti malam, untuk makan malam nya.


" Akhirnya hari ini aku bisa makan juga. Untuk besok aku tidak tahu, badan ku rasa nya mulai sakit - sakit dan lemas lagi, kepalaku juga pusing. Aku mau istirahat saja dulu agar tubuhku segar kembali " Ucap rosa sambil memegang kepala nya yang mulai terasa sakit.


Hidup rosa sekarang benar - benar memprihatinkan, di tengah sakit yang dia derita , dia harus bekerja keras demi menghidupi dirinya sendiri untuk sesuap nasi. Apa yang ingin di makan nya hari esok akan dia cari di esok hari lagi.


*********


" Bagaimana keadaan asti , dik?" Tanya amar kepada diki saat baru saja keluar dari gedung perusahaan tempat nya bekerja.


Diki menggelengkan kepala nya sambil mengangkat ke dua tangan dan bahu nya. Pasal nya dia sudah lama tidak menjenguk asti, bukan nya tidak mau menjenguk. Di saat di jenguk justru asti akan mengamuk dan menjerit - jerit tidak karuan, bahkan tidak segan untuk melukai siapa pun yang ada di dekat nya.


" Aku sudah lama tidak menjenguk mbak asti, kamu tahu sendirikan bagaimana mbak asti saat terakhir kali aku jenguk. Dia akan mengamuk, jadi aku malas menjenguk nya Mar" Ucap diki menjelaskan.


Amar mengangguk paham karena saat itu diki memang sudah pernah cerita dan menunjukan bekas cakarsn yang ada di tangan nya akibat cakaran dari Asti saat mengamuk.

__ADS_1


" Hhuuufftt.... kasihan juga nasib asti " Seru amar pelan.


" Kamu kasihan, apa kamu mau balik lagi sama dia ?" Tanta diki sambil mengernyitkan kening nya.


" Kasihan bukan berarti juga harus balikan atau rujuk jan dik, aku hanya kasihan melihat nasib nya yang membuat keluarga nya sedih. Apalagi ibu jujuk pasti sedih melihat anak nya seperti itu. " Ucap amar menjelaskan.


" Iya aku juga cuma bercanda kok Mar..Ya sudah ayok kita pulang, lihat sudah sepi. Kita kalau mau ngobrol jangan di sini, bisa di usir pak satpam nanti kita " Ucap diki sambil melihat kesekeliling nya karena memang parkiran kantor sudah sepi hanya tinggal beberapa orang saja.


Amar dan diki pun keluar dari parkiran dan berpisah tepat di depan gerbang perusahaan. Arah jalan pulang mereka berbeda arah, amar yang memang kontrakan nya lebih dekat hanya perlu 10 menit sudah sampai di kontrakan nya.


" Baru pulang mas amar " Sapa pak Rt saat amar baru saja turun dari motor nya.


" Eh.. Pak Rt iya pak. Pak Rt darimana ?" Tanya amar ramah.


" Tadi dari rumah warga yang di ujung jalan sana mas, anak nya sakit dan harus di bawa ke rumah sakit. Tapi kasihan mereka tidak ada biaya, jadi saya sebagai Rt akan membantu dengan mengupayakan meminta sumbangan kepada warga." Ucap pak Rt dengan wajah serius nya.


Amar tergerak untuk membantu tetangga nya itu , dia mengambil dompet dalam kantong belakang celana nya lalu menarik 5 lembar uang berwarna merah dari dompet nya dan memberikan nya langsung kepada pak Rt.


" Hemm... pak Rt ini saya ada sedikit rezeki semoga bisa membantu warga yang sakit. Semoga bisa sedikit meringan kan. " Seru amar sambil memberikan uang nya kepada pak Rt.


" Terimakasih ya mas, padahal ini baru rencana saya tapi mas amar sudah lebih dulu memberi bantuan. Rencana habis magrib nanti saya mau musyawarahkan dulu dengan yang lain nya. " Seru pak Rt tidak enak hati.


" Iya pak tidak apa - apa. " Jawab amar dengan senyum ramah nya.


" Ini saya catat dulu ya mas " Ucap pak Rt


" Hemmm... jangan di catat atas nama saya ya pak. Tulis saja hamba Allah" Ucap amar tidak mau amal baik nya di ketahui oleh yang lain nya.


" Masya Allah, iya mas. Alhamdulillah akhirnya nak sholeh bisa di bawa ke rumah sakit. Kalau begitu saya permisi ya mas, sudah mau magrib. " Ucap pak Rt menjabat tangan amar.


Setelah pak Rt pulang amar pun masuk ke dalam rumah nya, rumah kontrakan nya terasa hampa dan sepi. Hal seperti ini sudah terbiasa bagi amar, dia akan mengusir rasa sepi dengan bermain game di ponsel nya bahkan terkadang dia bawa jalan - jalan keliling alun - alun.


*******


Jangan lupa mampir di karya terbaru AUTHOR ya kak " PERJODOHAN PENGGANTI " ❤️❤️❤️


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤️❤️

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️


__ADS_2