
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Pesta pernikahan telah usai satu hari yang lalu dan kini tinggal rasa capek dan lelahnya. Bagaimana tidak capek amar dan kartika juga ikut turun tangan membantu membereskan sisa - sia dari pesta. Mereka harus bersih - bersih rumah dan tidak mau mengandalkan bantuan dari warga. Warga juga sudah capek, mereka membantu dari sebelum acara dimulai sampai acara selesai.
" Mas, kita ini pengantin baru tapi malah kecapean karena bersih - bersih " Seru kartika sambil terkekeh.
" Lah memangnya kenapa ? Kan bersih - bersih juga karena ini sisa acara kita dek. Memangnya kamu mau capek karena yang lain ? Hemmm... Maksud kamu kamu mau capek malam pertama gitu ?" Tanya amar sambil tersenyum menggoda sang istri.
" Ihh... Apaan sih mas. Jangan mesum deh " Jawab kartika malu - malu.
" Jangan malu - malu begitu dong dek. Kita memang belum melakukan nya karena dirumah masih banyak saudara. Tapi nanti saat kita sudah pindah akan aku buat kamu tidak bisa berjalan. " Ucap amar semakin menggoda kartika.
Saat ini wajah kartika sudah memerah seperti udang rebus. Dia malu mendengar perkataan absurd dari sang suami. Walaupun amar sudah menjadi suaminya kartika tetap saja malu - malu kucing.
" Amar , kartika " Panggil ibu kartika .
" Iya bu " Seru amar dan kartika berbarengan.
" Sudah dulu bersih - bersih nya. Kalian itu pengantin baru loh, apa tidak mau mesra - mesraan saja di kamar. " Ucap sang ibu tak kalah absurd.
Huuuffff
Kartika hanya menghela nafas panjang. Cocok sekali menantu dan mertua kalau dijadikan satu, sama - sama absurd kalau bicara. Padahal kartika juga sama saja , hanya masih malu - malu kucing.
" Apaan sih bu. Pengantin - pengantinnya kan sudah kemarin lusa, sekarang sudah kembali lagi ke habitat nya. " Ucap kartika yang mendapat sentilan di kening oleh ibunya.
Pleetaaak
" Aauuoowww sakit bu" Ucap kartika sambil mengusap kening nya yang sakit.
" Makanya kalau ngomong itu yang bener. Habitat.. Habitat kamu kira apaan kembali kehabitatnya. Nah begini ini kelakuan si kartika nak amar , kamu jangan kaget sama sifat aslinya. Satu lagi yang mungkin kamu belum tahu jika kartika ini orangnya ceroboh. " Ucap ibu kartika.
" Iya bu " Jawab amar singkat sambil tersenyum.
" Sudah sekarang kita masuk. Kalian cuci tangan dulu, setelah itu kita makan siang sama - sama. Itu paklek dan bulek mu siang ini juga mau pada pulang. " Seru ibu kartika lalu berjalan meninggalkan amar dan kartika.
__ADS_1
Amar dan kartika berjalan mendekati kran air yang ada di samping rumah untuk mencuci tangan. Setelah selesai cuci tangan mereka berdua pun masuk ke rumah dan ikut duduk lesehan di ruang tamu , keluarga besar dari ibu dan ayah kartika memang masih berkumpul di rumah kartika dan siang ini mereka akan pulang ke daerahnya masing - masing.
*******
Tini dan lala berbelanja di supermarket , tini belanja untuk kebutuhan bulanan. Tini membawa troly dan lala duduk di dalam troly itu sambil bernyanyi dengan riang. Dari dulu jika diajak belanja ke supermarket lala memang paling senang duduk di dalam troly.
" Ma ,jangan lupa beli cocis cama cucu nya lala ya ma." Ucap lala kembali mengingatkan sang mama.
" Iya sayang mama ingat kok. Terus lala mau apalagi ?" Tanya tini dengan sabar dan lembut.
" Lala mau buah jeluk cama cemangka ma " Ucap lala lagi.
" Ok..anak mama duduk anteng saja di troly ya , biar mama yang dorong sambil mencari barang-barang yang mau kita beli " Ucap tini sambil mengacungkan jempol tangan nya.
" Ciap mama " Seru lala sambil tangan diangkat seperti orang yang hormat.
Tini terus menyusuri rak demi rak untuk mencari barang yang memang hendak dia beli. Setelah barang - barang yang dicari sudah dapat semua, kini tini dan lala berpindah ke bagian buah dan sayuran segar. Saat sudah di tempat buah dan sayuran tiba - tiba tini dikagetkan dengan seseorang yang memanggilnya.
" Tini. " Panggil seorang wanita paruh baya yang sangat tini kenal dengan baik.
" Ibu jujuk. Ibu apa kabar ? Lama sekali kita tidak bertemu. ?" Tanya tini menyapa dengan sangat ramah dan sopan.
" Alhamdulillah ibu baik Tin. Kamu sendiri bagaimana ? Duhhh... Anak cantik ini siapa tin ?" Tanya ibu jujuk sambil mengusap pipi lala.
Lala yang masih tetap duduk di dalam troly pun langsung mengulurkan tangan nya untuk menyalami ibu jujuk.
" Anak pintar. " Ucap ibu jujuk sambil mengusap kepala lala dengan pelan.
" Kamu sudah menikah ya tin ? Kok tidak mengabari ibu sih tin ?" Tanya ibu jujuk.
" Maaf bu, hanya akad nikah di KUA saja kok bu. Mohon doa nya saja semoga rumah tangga tini selalu bahagia sampai jannah ya bu. " Ucap tini.
" Aamiin.. doa terbaik untuk mu ya tin " Seru ibu jujuk sambil mengusap lengan tini.
Mereka terlibat obrolan ringan , ibu jujuk sama sekali tidak menyanyakan soal amar. Dia tidak mau merusak suasana pertemuan nya dengan tini, biarlah urusan amar akan langsung dia bicarakan dengan amar.
" Ibu sudah selesai belum?" Tanya asti yang tiba - tiba menghampiri ibu jujuk dengan troly yang sudah terisi setengahnya.
* Ini asti ? Wahh... Apa yang dikatakan novi memsng benar. Asti sudah seperti artis ibu kota, mek up nya lumayan tebal dan pakaiannya mini sekali. Aku yang dulu wanita nakal saja tidak pernah memakai baju seperti itu, hemm keluar dari RSJ bukannya sembuh tapi malah tambah gil.* Gumam tini dalam hatinya sambil memperhatikan penampilan asti.
Ibu jujuk tahu arti tatapan tini , sebenarnya ibu jujuk juga malu jiks keluar dengan asti dengan pakaiannya yang super seksi.
" Loh ini mbak tini kan ?" Seru asti sambil menunjuk ke arah tini.
__ADS_1
" Hai asti apa kabar " Ucap tini sambil mengulurkan tangannya.
" Baik mbak. Cuma hatiku yang tidak baik karena sampau sekarang mas amar belum mau untuk rujuk dengan ku. Bantuin dong mbak , bujuk mas amar agar dia mau rujuk dengan ku. Aku sekarang sudah berubah dan tidak akan banyak menuntut dia lagi. " Ucap asti tak tahu malu langsung mengungkapkan keinginan nya kepada mantan kakak iparnya, Tini.
Tini berfikir mungkin lebih baik asti tahu jika amar sekarang sudah menikah. Kemarin memang rencana pernikahan amar di tutup- tutupi agar asti tidak mengacaukan nya. Sekarang amar dan kartika sudah menikah jadi tidak ada yang perlu di tutupi lagi.
" Emm... Tapi amar sekarang sudah menikah " Ucap tini jujur agar asti tidak terus menerus mengharapkan amar.
" Apa ? Sudah menika?" Tanya ibu jujuk dan asti bersamaan.
Ibu jujuk sangat kecewa mendengar amar sudah menikah, padahal waktu itu dia menolak rujuk dengan asti beralasan belum mau berumah tangga dulu. Tapi nyatanya sekarang dia sudah meniksh. Pupus sudah harapan ibu jujuk untuk menyatukan amar dan asti.
Tak kalah terkejutnya dengan asti, dia syok dan langsung bengong saat mendengar kabar amar sudah menikah dengan wanita lain.
" Mbak tini tidak berbohong kan ?" Tanya asti menolak untuk percaya.
" Amar sudah menikah asti dan aku tidak berbohong." Ucap tini lebih menyakinkan asti.
* Tidak mungkin ! Mas amar itu akan rujuk dengan ku jadi tidak mungki dia menikahi wanita lain. Tapi kalau ini benar , aku tidak akan tinggal diam dan aku akan merebut mas amar dari tangan pelakor sialan itu * Gumam asti dengan kesal.
Ibu jujuk takut jika asti akan mengamuk di tempat umum seperti ini. Dengan lembut dia mengusap lengan asti agar asti tidak terbawa emosinya. Bisa fatal jika asti mengamuk di temlat umum seperti ini, malu tujuh turunan .
" Ma, ayok kita beli jeluk cama cemangka nya. Lala cudah capek ma duduk di tloli ini." Ucap lala mengagetkan tini.
" Ya Allah... Iya sayang maafkan mama ya. Mama sampai lupa kalau belum beli jeruk sama semangka yang kamu minta sayang. Ya sudah yuk sekarang kita ambil buah - buahan sama sayuran. " Ucap tini yang memang lupa dengan permintaan lala karena terlalu serius berbicara dengan asti dan ibu jujuk.
" Emm... Asti, ibu jujuk maaf bukan nya tidak mau berlama - lama mengobrol dengan kalian. Tapi sepertinya lala juga sudah capek dan mengantuk, jadi tini mau lanjut belanja dan pulang. " Ucap tini merasa tidak enak.
Ibu jukuk mengangguk pelan seraya berkata dengan nada bicara yang sudah tidak seramah tadi dan tinipun menyadari perubahan ibu jujuk.
" Iya tidak apa - apa !. Asti ayuk kita lanjut belanja " Seru ibu jujuk sambil menarik tangan asti menjauh dari tini.
Tini hanya bisa bersabar, dia tahu jika asti dan ibunya tidak suka mendengar kabar pernikahan amar. Mereka sangar berharap dan menginginkan amar rujuk dengan asti , agar asti bisa sembuh.
" Kita lanjut belanja buah dan sayur ya sayang, setelah selesai baru kita pulang" Ucap tini dan di angguki oleh Lala.
********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏🙏🙏
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK 🙏❤️❤️ AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT.
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️
__ADS_1