
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Jam 10 pagi amar dan asti datang ke rumah kontrakan ibu nya dengan membawa mobil yang sengaja amar sewa. Tidak mungkin membawa ibu nya dengan mengendarai motor.
" Mas apa aku hari ini cantik ?" Tanya asti tiba - tiba.
" Istri ku itu selalu cantik, tumben kamu tanya seperti itu dek ?" tanya amar heran.
" Pengen aja tanya seperti itu mas, karena mas juga tidak pernah memuji ku cantik. Jadi aku fikir aku ini tidak cantik di mata mas amar. " Ucap asti serius.
" Kamu itu cantik dek, aku memilih mu bukan karena kecantikan semata. Tapi kebaikan mu dan ketulusan mu, cantik itu relatif. Kamu itu istri ku yang paling cantik, cantik di luar dan di dalam. Walaupun mas tidak pernah memuji mu cantik bukan berarti kamu tidak cantik. Percayalah kamu itu cantik dan selalu cantik di mata mas " Seru amar sambil mengusap kepala asti dengan lembut.
Asti langsung tersentuh dengan perkataan amar, selama ini asti mengira jika amar tidak mengagumi nya. Ternyata dia salah, amar sangat menyayangi nya dan menghormatinya. Benar, cantik itu relatif dan kecantikan juga bukan untuk di banggakan.
" Sudah yuk mar berangkat " Seru tini yang baru saja keluar dari rumah kontrakan dengan mendorong kursi roda ibu siti.
" Ehh.. sudah siap ya, maaf ya mbak tidak bantuin ibu siap - siap " Seru asti merasa tidak enak.
Asti dan amar memang sengaja menunggu di teras sambil berbincang - bincang.
" Iya santai aja " Jawab tini singkat.
Amar mengambil alih kursi roda ibu siti dan mendorong nya ke arah mobil. Harun langsung berlari membuka kan pintu mobil dan membantu amar mengangkat ibu nya ke dalam mobil. Setelah semua nya naik ke mobil amar pun menjalankan mobil nya meninggalkan halaman kontrakan dan menuju rumah delia.
" Aku kok takut ya mbak ?" Seru harun tiba - tiba memecah keheningan.
" Takut kenapa run ?" Asti langsung menyahut.
" Hemmm...takut tidak di maafkan sama mbak delia. Karena aku sudah banyak menghina dan merendahkan mbak delia. Bahkan saat dia sudah menikah dengan pak Juna juga aku masih saja menghina nya, emm.. aku juga takut sama pak juna " Ucap harun memang raut wajah nya memancarkan kekhawatiran.
__ADS_1
" Sudah jangan berprasangka buruk dulu. Delia dan keluarga nya pasti memaafkan nya. Yang penting kamu benar - benar tulus meminta maaf nya. " Ucap tini mencoba mengembalikan semangat percaya diri harun.
Harun hanya mengangguk pelan, lalu harun memandang ke arah luar sambil terus berperang dengan pemikiran nya sendiri. Setelah menempuh perjalanan empat puluh menit mobil amar sudah berhenti di depan gerbang rumah juna. Pak satpam menanyakan perihal kedatangan mereka, setelah mendapat izin akhirnya mobil amar di persilahkan masuk ke halaman rumah.
* Wahh rumah mantan istri mas amar besar juga ya, suasana nya juga enak. Kapan mas amar bisa membuatkan aku rumah yang nyaman seperti ini * Gumam asti saat turun dari mobil.
" Mar, kira - kira mereka menerima kedatangan kita tidak ya ? " Tanya tini yang tiba - tiba juga ragu.
" Kita coba dulu ya mbak, tadi pak satpam kan sudah memberitahu yang punya rumah. Buktinya kita di izinkan masuk " Jawaban amar menyakinkan tini.
Belum juga para tamu mengetuk pintu, delia sambil menggendong babby hana membuka kan pintu untuk para tamu tak di undang nya.
" Ehh.. Assalamualaikum " Seru semua tamu serempak.
" Waalaikumsalam, mari masuk semua nya " Sambut delia dengan sangat ramah.
Semua tamu delia mengangguk dan berjalan masuk secara bergantian. Kini mereka sudah duduk di ruang tamu yanh cukup besar, delia masuk ke dalam kamar untuk menidurkan baby hana yang memang sudah kenyang minum asi dan tetridur. Sedangkan babby haikal sudah lebih dulu tertidur.
" Silahkan diminum " Ucap bibik sambil meletak kan minuman dan makanan ringan.
" Terimakasih bik " Seru semua nya.
" Maaf ya tadi lagi nidurin si kembar dulu " Ucap delia dengan tidak enak hati nya.
" Iya tidak apa - apa del, kami yang seharus nya minta maaf karena datang ramai - ramai begini. Seharus nya kami kasih kabar dulu kalau mau datang ke rumah mu, jadi tidak mengganggu istirahat kalian " Ucap tini.
" Tidak apa - apa kok mbak lagi pula kami tidak sibuk dan memang lagi santai saja ini. Ngomong - ngomong tumben datang kesini mbak ? Apa ada yang penting, ehh maaf lupa. Waktu itu kan aku yang memang menyuruh mbak main ke rumah, maaf ya mbak lupa " Ucap delia sambil terkekeh.
Juna hanya diam menyimak apa yang di perbincangkan oleh istri nya dan para tamu nya. Sesekali juna pun ikut tertawa.
" Del, kedatangan kami kesini karena kami semua ingin meminta maaf sama kamu, sama juna dan tante silvi. Kami tahu kesalahan kami banyak bahkan tidak dapat terhitung lagi. Dari hati kami yang paling dalam, kami memohon maaf yang sebesar - besar nya dan tolong maafkan semua kesalahan kami. " Ucap tini yang akhir nya mewakili keluarga nya untuk meminta maaf.
Juna dan delia hanya saling pandang, mereka ber dua tidak menyangka jika kedatangan keluarga amar untuk meminta maaf. Juna pun melihat keseriusan dan ketulusan dari tatapan mata para tamu nya, dengan senang hati delia dan juna memaafkan kesalahan keluarga amar. Namun tidak tahu dengan mama silvi karena mama silvi punya masalalu yang sangar menyakitkan dengan ibu siti.
" Insya Allah kami berdua sudah memaafkan kalian semua " Ucap delia.
" Iya kami sudah memaafkan kalian dan kami harap setelah ini hubungan kita menjadi lebih baik jangan lagi ada benci di antara kita " Ucap juna dengan bijak.
__ADS_1
" Mau apa mereka datang kemari?" Tanya seseorang yang baru saja masuk dari arah belakang.
Semua pandangan langsung tertuju ke arah sumber suara. Terlihat mama silvi berjalan dengan tegas mendekati para tamu nya. Pandangan mama silvi tertuju lurus kearah ibu siti.
" Siti ? Apa yang terjadi dengan mu ?" Seru mama silvi saat melihat kondisi ibu siti dari dekat.
Kaki lumpuh, bibir agak miring , serta tubuh yang kelihatan semakin kurus dan lemah.
" Duduk dulu ma " Ucap juna menepuk kursi yang ada di samping nya.
Mama silvi mengangguk lalu duduk di samping juna.
* Ternyata mertua delia masih terlihat cantik , awet muda. Beruntung sekali sih delia punya mertua secantik itu dan baik banget. Ihhh... apaan sih. Kenapa aku jadi iri begini . Ya Allah jangan sampai aku punya penyakit iri lagi. * Ucap asti dalam hati nya.
" Siiill.. vi. Maaf kan aa..aku. Aku sudah banyak salah sama kamu. To..loong maafkan semua kesalahan ku silvi. " Seru ibu siti terbata - bata.
" Aku memang kesal, marah bahkan aku ingin sekali menghajar mu siti. Tapi aku masih punya akal sehat jika kejahatan tidak harus di balas dengan kejahatan , bahkan aku sama sekali tidak membenci mu. Siti aku sudah melupakan semua nya. Biarlah yang lalu menjadi pelajaran hidup kita, dan jangan sampai terulang lagi kepada anak cucu kita. Jauh sebelum kamu meminta maaf aku sudah memaafkan mu " Ucap mama silvi dengan bijaksana.
Dendam memang tidak akan menjadikan hidup seseorang bahagia. Dan kejahatan tidak harus di balas dengan kejahatan.
" Terimakasih tante sudah memaafkan semua kesalahan ibu kami. Disini saya mewakili keluarga benar - benar meminta maaf. Dan saya harap tante dan keluarga bisa memaafkan kami semua terutama ibu kami" Seru amar ikut berbicara.
" Semua nya sudah tante maaf kan mar " Ucap mama silvi dengan senyum mengembang di bibir nya.
Namun tiba - tiba mama silvi berjalan mendekati ibu siti dan berjongkok di hadapan ibu siti yang memang tetap duduk di kursi roda nya.
" Siti, sekali ini saja aku minta tolong sama kamu. Dimana keberadaan mas hartawan, aku hanya ingin menjelaskan semua kesalah pahaman yang pernah terjadi di antara kami. Umur manusia tidak ada yang tahu, aku ingin menjelaskan semua nya sebelum sang pencipta mengambil ku " Ucap mama silvi sambil menggenggam tangan ibu siti.
Hartawan ?
* Apa aku harus memberitahu keberadaan hartawan kepada silvi * Gumam ibu siti dalam hati nya.
********
KLIK LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏🙏❤❤
AUTHOR HANYA MINTA KE IKHLASAN DUKUNGAN DARI PARA PEMBACA SEMUA NYA 😘😘😘
__ADS_1
MAAF AUTHOR TIDAK BISA BALAS KOMEN SATU PERSATU 🙏🙏
TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤