
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Kartika menemui Delia di ruang kerja nya, ada hal yang ingin kartika sampaikan kepada Delia. Sebagai mantan istrinya Amar tentunya Delia tahu banyak tentang Amar. Bukan maksud untuk mengorek luka lama Delia, namun bagaimanapun Kartika harus memberitahu Delia tentang hubungan nya dengan Amar apalagi Delia sudah baik sekali dengan Kartika.
" Ada apa Kar ? Ini jam makan siang loh, tumben kamu menemui ku ? Apa kamu tidak mau makan siang dulu ?" Tanya Delia sambil memperhatikan kartika yang terlihat gugup.
" Saya nanti saja makan nya mbak, mbak aku mau bicara tapi tolong mbak jangan marah ya " Ucap Kartika.
" Tergantung apa dulu yang ingin kamu bicarakan ? Kalau soal naik gaji sudah pasti aku marah, heheee.... " Jawab delia sambil terkekeh.
" Bukan... bukan soal gaji mbak , tapi soal mas Amar " Seru Kartika membuat Delia langsung terdiam.
Mas Amar ? Ada apa dengan mas Amar ?
Banyak pertanyaan yang muncul begitu saja di benak Delia. Dia sangat penasaran dan heran kenapa kartika menanyakan soal Amar.
" Mas amar ? Memang nya ada apa dengan mas amar, Kar ? Apa dia punya masalah sam kamu ?" Tanya delia yang memang belum tahu hubungan kartika dan Amar.
" Tidak ada mbak. Emm.. mbak kalau aku punya hubungan dengan mas Amar apa mbak delia tidak marah ?" Tanya kartika dengan wajah serius.
Delia baru paham arah pembicaraan Kartika. Iya soal amar, delia memang pernah mendengar saat kartika dan yuni membicarakan soal Amar. Namun saat itu delia hanya mengira jika mereka hanya sekedar bergosip saja. Siapa sangka ternyata Kartika juga dekat dengan Amar.
" Maksud nya bagaimana Kartika?" Tanya delia memperjelas.
" Aku dan amar menjalin hubungan mbak , bahkan mas amar saat ini sedang berusaha menyakinkan kedua orang tua ku. Apa mbak tidak marah jika aku menikah dengan mas Amar ?" Tanya Kartika lagi.
" Untuk apa aku marah Kartika ? Kamu ini aneh - aneh saja, mas amar sekarang sudah menjadi masalalu ku. Jika kamu dan mas Amar akan menikah itu justru lebih bagus, setahu aku mas amar sekarang sudah lebih baik dari yang dulu. Dia sudah banyak berubah, aku hanya berharap kamu dan mas amar hidup bahagia selama nya. " Ucap Delia dengan senyum mengembang.
" Aamiin... Jadi mbak delia merestui hubungan ku dengan mas amar ?" Seru Kartika.
__ADS_1
" Iya aku merestui nya, lagi pula aku tidak punya hak untik melarang kalian menikah." Seru delia lagi.
" Terimakasih mbak delia " Seru Kartika dengan senang.
Kartika langsung memeluk Delia dengan erat , delia sampai susah untuk bernafas. Namun pelukan itu hanya sebentar karena ponsel delia tiba - tiba berdering ada panggilan masuk sehingga kartika melepas pelukan nya.
*********
" Mama.... " Seru anak kecil yang berumur sekitar 2 atau 3 tahun.
Tini yang baru saja keluar dari mini market dan menghampiri motor nya yang terparkir tiba - tiba di kagetkan oleh anak kecil yang tiba - tiba memanggil mama .Tini pun langsung mengalihkan pandangan ke sekitar nya dan di sana tidak ada orang lain selain dirinya dan anak kecil itu.
* Anak ini memanggil Mama ? Mana mamanya ? disini tidak ada orang lain selain aku.* Gumam Tini dengan heran.
" Mama " Seru anak itu lagi dengan mata berbinar sambil terus memandang ke arah tini.
Tini pun menghampiri anak perempuan itu dan mensejajarkan tubuh nya dengan anak itu. Anak itu sangat cantik dan menggemaskan.
" Kamu memanggil siapa sayang ?" Tanya Tini sambil memegang bahu anak perempuan itu.
" Mama.. cudah pulang ?" Tanya anak itu dengan binar bahagia dengan pandangan lekat ke arah tini.
" Aku mau gendong mama " Seru anak perempuan itu lalu mengulurkan ke dua tangan nya kepada Tini agar tini mau menggendong nya.
Tini di buat semakin bingung karena anak itu memanggilnya mama bahkan minta gendong juga. Namun tini pun tetap menggendong anak itu dan berniat mengantarkan nya pulang.
" Nama kamu siapa sayang ? Rumah kamu dimana? Tante antar pulang ya?" Tanya tini dengan lembut.
" Lala , mama cudah pulang ? Lala tangen mama, mama jangan pelgi - pelgi lagi ya. " Ucap anak itu dengan suara cedal nya.
* Ini sebenarnya anak nya siapa sih? Kok orang tua nya membiarkan anak ini bermain sendiri, ini kan bahaya. Mana banyak motor dan mobil juga . Kalau dia bermain di jalan terus asal nyebrang bahaya sekali. * Gumam Tini dalam hati nya.
Tini tidak tahu harus membawa anak itu kemana, tini pun masuk kembali ke dalam mini market sambil menggendong Lala. Tini ingin bertanya kepada karyawan mini market siapa tahu mereka mengenali anak yang bernama Lala itu. Namun karyawan mini market tidak ada yang mengenali anak itu.
" Kamu rumah nya mana sayang ? Tante antar pulang ya.?" Seru Tini dengan lembut.
" Aku mau itut mama " Anak itu merengek ingin ikut Tini.
__ADS_1
" Tante ini bukan mama kamu, Lala tante antar pulang saja ya ? Lala tahukan arah jalan ke rumah lala?" Tanya tini lagi.
Lala hanya menggelengkan kepalanya , lalu tanpa di duga tiba - tiba lala menangis dengan kencang sampai Tini bingung bagaimana mendiamkan anak itu. Tidak ada pilihan lain selain mengajak lala pulang ke rumah kontrakan nya. Sebelumnya Tini meninggalkan nomor ponsel nya kepada karyawan mini market, siapa tahu orang tua lala mencari ke minimarket.
Tini pulang dengan mengendarai motor nya, dengan lala tini bonceng di depan. Lala sangat senang, tetlihat dia tidak henti - hentinya tersenyum dan bernyanyi - nyanyi kecil.
" Bagaimana jika aku dituduh menculik anak ini ? Hemm... tapi karyawan minimarket tadi kan sudah tahu jika aku menanyakan tentang anak ini. Aku juga sudah meninggalkan nomor ponsel ku " Ucap tini bermonolog dengan dirinya sendiri.
Motor tini bethenti tepat di halaman rumah kontrakan nya, lala terdiam karena merasa asing dengan rumah yang ada di hadapan nya. Namun saat tini mengajak nya turun dia langsung cepat turun dari motor dan minta di gendong lagi.
" Turun sebentar ya, tante buka pintu nya dulu " Seru tini menurun kan Lala.
Pintu terbuka , tini dan lala masuk ke dalam rumah. Lala sendiri terus memandangi isi dalam rumah yang menurut nya sangat asing.
" Mama..ini lumah mama ? Mama idak mau pulang di lumah sama papa ?" Tanya Lala heran.
" Papa? Papa lala rumah nya dimana ? Nanti setelah tante mandi lala tante antar pulang ya ? " Seru tini dengan lembut agar Lala tidak takut.
" Tidak mau , lala mau cama mama. Lala tangen mama, cudah lama - lama mama tidak pulang. Lala kan angis da cedih ma. Papa nya telja telus , aku itut mama aja " Seru lala , biarpun bicaranya belum seberapa jelas tapi tini bisa memahami kata - kata lala.
Hufff...
Tini semakin bingung dengan lala, pulang tidak mau dan mau nya hanya dengan tini. Jika tini tahu alamat rumah lala sudah pasti tini akan mengantarkan pulang.
" Bagaimana jika orang tua anak ini mencari - cari anak nya. Pasti saat ini orang tua nya sedang kebingungan mencari anak nya " Ucap tini dengan dirinya sendiri.
" Ya sudah sekarang lala duduk disini nonton Tv saja ya, tante mau masak dulu. Lala tidak boleh kemana - mana atau keluar dari sini ya? " Seru tini dengan lembut.
" Iya ma. Lala mau makan ma, lala lapel " Seru lala dengan mata berbinar.
" Iya tante masak dulu ya " Jawab tini singkat.
Lala mengangguk paham, dan mata nya pun tertuju kelayar televisi yang sedang menayangkan kartun dua anak kecil botak.
Tini sendiri sedang sibuk di dapur, dia memasal yang cepat dan praktis saja. Ayam goreng dan sayur bening bayam. Setelah makan nanti dia akan menghubungi Amar untuk membantunya mencari tahu orang tua Lala. Karena tini tidak mau Lala terlalu lama di kontrakan nya, tini hanya takut jika dia di tuduh menculik lala.
*******
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️