Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Ribut di jalan


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


" Bagaimana persiapan pernikahan mu Run , surat-surat nya sudah selesai apa belum ?" Tanya tini kepada harun.


Pernikahan harun dan novi tinggal satu bulan lagi dan semua persiapan sudah hampir semua nya selesai. Harun tidak mengadakan pesta mewah , novi dan keluarga nya tidak menuntut pesta mewah. Bagi mereka yang penting sah dan hikmat saja.


" Sudah mbak, untuk bingkisan harun serahkan sama mbak ya. Soal begituan harun kan tidak tahu, dulu saat masih ada ibu itu sudah jadi urusan ibu " Ucap harun mengingat ibu nya yang sudah tiada.


" Iya beres " Jawab tini singkat.


" Mbak kalau aku sudah menikah nantikan aku dan novi akan mengontrak sendiri. Mbak tidak apa - apa kan tinggal sendirian atau mbak mau ikut kami pindah di kontrakan kami?" Ucap harun.


" Mbak akan tetap tinggal di sini run, kamu dan novi mulai kehidupan kalian berdua secara mandiri. Ingat jangan pernah mengulangi kesalahan di masalalu, nanti author marah sama kamu dan kasih kamu kehidupan yang pedih " Ucap tini sambil terkekeh.


" Sudah seperti dunia novel saja mbak " Ucap harun ikut tertawa.


Tok Tok Tok


Pintu kontrakan tini di ketuk, seperti nya ada tamu yang datang ke kontrakan nya.


" Assalamualaikum " Ucap seseorang dari luar.


" Waalaikumsalam " Jawab harun dan tini bersamaan


Ceklek..


Pintu kontrakan tini terbuka dan betapa terkejutnya tini saat mendapati mantan adik ipar nya berdiri tepat di hadapan nya. Kali ini rani dan rendi yang datang berkunjung ke kontrakan.


" Rani, rendi ... !!" Seru tini sedikit kaget.


" Iya mbak.. maaf kami mengganggu, emm kami datang kesini hanya ingin mengantarkan ini saja mbak. " Seru rani memberikan selembar kertas undangan.


" Apa ini. ?" Tanya tini sambil melihat kertas yang di berikan rani.


" Itu undangan tujuh bulanan mbak, saya harap mbak dan mas amar serta harun bisa datang. Sekalian nitip punya mas amar ya mbak. " Ucap rani sembari memberikan undangan untuk amar.


Tini mengangguk dan mengambil undangan yang di berikan oleh rani.


" Masuk dulu yuk Ran, Ren.. " Ajak tini dengan ramah.


" Tidak usah mbak, kami buru - buru mbak. Jangan lupa dateng ya mbak, acara nya besok malam. " Ucap rani dengan ramah nya.

__ADS_1


" Insya Allah ya Ran " Jawab tini dengan lembut.


Rani dan rendi pun berpamitan, setelan tamu nya pulang tini menutup pintu nya kembali dan menghampiri harun yang ada di belakang.


" Siapa mbak ?" Tanya harun yang memang tidak tahu siapa yang datang.


" Rani sama suami nya, dia ngasih undangan tujuh bulanan. Acara nya besok malam, amar juga di undang kok" Seru tini .


Harun tidak mau berkomentar hanya mengangguk pelan saja, bagi nya rani sekarang sudah masalalu. Rani sudah bahagia dengan keluarga baru nya, dan dia sendiri pun sebentar lagi akan menikah dan bahagia dengan novi. Saat ini yang terpenting adalah saling mendoakan kebaikan dan kebahagiaan bersama.


" Mbak ke rumah mpok onah dulu ya Run, kamu tidak keluar kan ?" Tanya tini.


" Tidak mbak , memang kenapa ?" Tanya harun.


" Mbak pinjam motor nya kalau kamu tidak keluar " Seru tini.


" Oh... iya mbak bawa saja, hari ini harun mau istirahat di rumah saja. Akhir - akhir ini pekerjaan harun banyak banget makanya sampai lembur di showroom " Jelas harun.


" Ya sudah mbak mau siap - siap dulu " Ucap tini lalu bangkit dan berlalu masuk ke kamar nya.


Setengah jam bersiap tini pun akhirnya berangkat ke rumah mpok onah dengan mengendarai motor harun. Sebelum ke rumah mpok onah tini mampir ke toko kue terlebih dahulu untuk barang bawaan menjenguk mpok onah, iya mpok onah memang sudah dua hari tidak masuk kerja karena sakit.


Tiiinnnnnn......


Suara klakson panjang dari motor yang di kendarai tini sangay nyaring terdengar sehingga mengundang perhatian orang-orang sekitar.


Suara seseorang dan benda bawaan jatub begitu saja di atas aspal. Tini langsung menepikan motot dan melihat orang yang hampir saja dia tabrak.


" Makdnya kalau nyebrang hati- hati " Ucap seseorang yang sudah membawa orang yang hampir tini tabrak tadi ke tepi jalan.


Orang itu hanya diam sambil mengusap siku nya yang mengeluarkan darah. Tini pun sudah bergabung dan menghampirinya.


" Maaf.. mbak tidak apa - apa ? " Tanya tini dengan cemas.


" Sepertinya dia itu tadi melamun mbak,maka nya nyebrang tidak lihat - lihat " Jawab orang pengguna jalan lain.


" Iya itu, besok - besok hati - hati mbak " Seru yang lain nya lagi.


Sedangkan wanita yang hampir tini tabrak itu pun masih saja diam dan tidak mau menganggkat kepala nya. Dia seperti nya malu untuk melihat ke arah tini.


Tini mencoba melihat luka yang ada di siku wanita itu, luka itu tidak parah hanya lecet dan sedikit berdarah.


" Saya bawa ke dokter ya mbak " Ucap tini mencoba bertanggung jawab.


" Tidak perlu" Jawab nya singkat.


Tini hafal betul siapa pemilik suara itu , ya suara itu adalah milik mantan adik ipar nya.


" Rosa !!" Lirih tini kaget.

__ADS_1


" Iya aku rosa ! Kenapa ? kamu senang kan melihat hidup ku seperti ini ? Jadi jangan pura - pura perduli kamu " Seru rosa kesal.


" Apaan sih kamu Ros ? Di tanya baik - baik kok malah nyolot" Ucap tini juga kesal.


" Mbak kenal orang ini ?" Tanya salah satu pengguna jalan yang lain nya.


" Iya.. maaf ya pak bu sudah mengganggu perjalanan nya " Ucap tini.


Para pengguna jalan itu hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan rosa dan tini. Kini tinggal rosa dan tini yang ada, sepertinya mereka memang masih ada yang ingin di bicarakan.


" Kenapa kamu jadi pemulung begini ? Kemana kesombongan yang kemarin - kemarin kamu miliki ? Baru bulan lalu kita ketemu di rumah sakit, ehh hari ini ketemu lagi dengan keadaan yang berbeda alias kamu yang sudah tidak punya apa - apa lagi. Ini lah hukum karma atas apa yang sudah kamu lakukan kepada adik - adik ku. Karena wanita seperti mu rumah tangga adik ku semua nya berantakan dan hancurm.!!" Ucap tini dengan nada merendahkan rosa.


" Jaga mulut kamu perempuan l@cur... !! Adik mu itu yang memang mudah di goda, dasar keluarga gila " Ucap rosa dengan berani.


" Apa pun yang kamu ucap kan aku tidak perduli, lihat saja sekarang dirimu seperti apa ? Lihat hukuman dari Allah sudah menghampiri mu, segeralah tobat dan meminta maaf kepada orang - orang yang sudah kamu sakiti. Jangan sampai Allah murka kepada mu " Ucap tini cukup membuat hati rosa terhenyak.


Rosa terdiam dan memikirkan apa yang barusan di ucapkan oleh tini. Namun dia tidak mau terlihat lemah di hadapan tini, sebisa mungkin dia menyangkal akal sehat nya sendiri untuk menerima semua ucapan tini.


" Jangan sok suci dan jangan menggurui ku, lihat dulu bagaimana dirimu !" Jawab rosa ketus.


" Aku memang bukan wanita baik, bahkan aku juga banyak salah dan dosa tapi aku mencoba memperbaiki diri ini untuk menjadi lebih baik lagi. " Seru tini.


" Helehhh.... lebih baik darimana ? kamu itu cuma bagus luar nya saja , tapi dalam nya busuk. Dasar wanita mandul " Ucap rosa sinis.


Plakk Plakk


Dua tamparan mendarat di pipi kurus rosa, tini tidak terima saat ada orang yang menghina nya mandul. Mandul tidak nya bukan tini yang meminta, mungkin sudah garis dari sang maha pencipta. Jika di suruh memilih tini pasti akan memilih menjadi wanita yang sehat.


" Kamu tidak berhak menghina ku. Aku memang mandul tapi aku tidak pijik dengan menelantarkan anak kandung nya sendiri. Apa ? Haahh... Jangan kira aku tidak tahu kamu sudah memberikan anak mu kepada orang lain ? Sadar rosa anak itu titipan Allah yang harus kita jaga dan kasihi bukan malah kamu telantarkan begitu " Ucap tini membuat rosa semakin tidak bisa tenang.


" Bukan urusan mu. " Jawab rosa singkat.


" Memang bukan urusan ku, setidak nya aku bukan wanita berhati iblis seperti mu " Seru tini lagi.


" Awas minggir " Ucap rosa mendorong tubuh tini dan hampir saja tini terjatuh.


Rosa mengambil karung nya dan segera berjalan menjauh dari tini. Malas lama - lama berhadapan dengan tini , yang ada akan semakin membuat dia emosi dan malu. Rosa pergi menjauh dengan masih terus menggerutu.


* Rosa sekarang hanya seorang pemulung !! Hemmm.... hukum karma berlaku untuk mu Rosa * Gumam tini di dalam hati nya sambil menatap kepergian rosa yang semakin menjauh.


Tini pun kembali menghampiri motor nya dan kembali melajukan motor nya ke sebuah toko kue yang memang letak nya sudah tidak jauh dari tempat kejadian dia hampir menabrak rosa tadi.


********


Jangan Lupa mampir di karya terbaru AUTHOR " PERJODOHAN PENGGANTI " 🙏❤️❤️❤️


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2