Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Akhirnya buka puasa


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Seminggu sudah amar menjadi suami kartika dan berarti sudah seminggu Amar tinggal dirumah orang tua kartika. Hari ini amar dan kartika akan pindah ke rumah baru yang dibeli amar, amar langsung memboyong kartika kerumah barunya.


" Kok langsung ke rumah baru mas ? Tidak ke kontrakan dulu, katanya kontrakan habisnya bulan depan " Ucap kartika.


" Iya dek, kita langsung tinggal dirumah kita sendiri. Kontrakan sekarang di tempati sama diki, dia di usir sama kakak ipar nya jadi dia yang nempati. Dia juga sudah memperpanjang kontrakan nya.." Ucap amar memberitahu kartika.


" Oh..begitu. Ya sudah kalau begitu, kasihan juga mereka mas. Untuk barang - barang apa mau mas ambil ?" Tanya kartika.


" Iya nanti kita ambil. Soalnya diki juga perlengkapan nya sudah lengkap. Barang - barang miliknya yang ada di rumah mertua nya juga sudah di angkut semua. Jadi dia meminta kita untuk mengambil barang - barang yang masih ada disana, agar bisa kita gunakan. " Seru amar menjelaskan.


Kartika mengangguk paham, kartika dan amar pun masuk kedalam rumah baru. Rumah yang baru pertama kali mereka tinggali, di rumah inilah mereka akan membangun mahligai rumah tangga.


" Kalau masih capek istirahat dulu dek, beres - beres nya nanti saja. " Ucap amar sambil meletakkan koper kartika.


" Tidak capek kok mas. Ohh iya aku kedapur dulu ya mas ambil minum." Ucap kartika .


Kartika pun berjalan menuju dapur, dia mengambil air minum di dalam kulkas. Saat membuka kulkas kartika kaget karena isi kulkasnya full dengan bahan makanan serta buah - buahan. Kartika mengambil sebotol air dingin lalu membawa nya ke kamar tidak lupa dia juga membawa gelas.


" Mas ini minum dulu, tadikan habis perjalanan jangan sampai sakit karena kurang minum. " Seru kartika menyodorkan segelas air putih yang baru saja dia tuang kedalam gelas.


" Terimakasih dek. Loh kok ada air dingin ? Seingat mas kulkas itu kosong dan belum mas sambungkan kelistrik. " Seru amar saat menerima gelas dari kartika.


" Isi kulkas juga full loh mas. Apa mungkin mbak tini sama novi ya yang mengisi kulkas itu. " Ucap kartika.


" Bisa jadi mereka, memangnya siapa lagi selain mereka. " Seru amar lalu meletakkan gelas di atas nakas samping kasur.


Amar memandangi kartika yang sedang menyusun pakaian di dalam lemari. Selama seminggu menjadi suami kartika amar belum melakukan nya, selain saat itu rumah orang tua kartika masih ramai dengan saudara , kartika juga sedang tanggal merah.


" Dek, tanggal merah nya belum selesai ya ?" Tanya amar sambil memeluk kartika dari belakang.


Tanggal merah?


Kartika bingung dengan tanggal merah yang dimaksud oleh suaminya. Dia pun berbalik badan dan saat ini mereka saling berhadapan.

__ADS_1


" Tanggal merah apa sih mas ? Tanggal cuti maksud kamu ? Kalau iya, dua hari lagi masa cuti kerja ku habis dan aku akan masuk kerja lagi. " Jawab kartika tidak menyambung dengan maksud amar.


" Bukan cuti dek. Tapi tanggal merah kamu itu belum selesai apa belum. Sekarang kan sudah di rumah kita sendiri jadi kita bisa melakukannya kapan saja. " Ucap amar dengan pandangan yang sudah mulai penuh dengan hasrat.


Kartika baru paham dengan maksud suaminya, tanggal merah yang dimaksud suaminya adalah masa haid nya. Kartika menahan tawanya saat mengingat tanggal merah yang di ucapkan oleh suaminya.


" Heeemmm.... Sudah belum ya ?" Seru kartika justru menggoda suaminya.


" Jangan bohong ya kalau bohong dosa loh." Ucap amar.


Kartika sebenarnya sudah selesai dari kemarin sore, bahkan dia pun sudah sholat. Sepertinya amar tidak menyadarinya.


" Ehh... Bukan nya subuh tadi kamu sudah sholat. Nahkan , berarti sudah selesai. " Seru amar langsung memeluk kartika.


Kartika tidak bisa berbohonh ataupun menolak permintaan suaminya. Apalagi itu sudah menjadi kewajibannya melayani sang suemi.


" Iya mas.. Apa mas mau melakukan nya sekarang ?" Tanya kartika penuh keyakinan.


" Apa boleh ?" Tanya amar memastikan.


Kartika mengangguk dengan yakin, dia harus merelakan apa yang sudah dia jaga selama ini untuk suaminya. Hari ini dia akan menjadi seorang istri seutuhnya untuk amar. Setelah mendapat persetujuan dari kartika amar pun langsung melancarkan aksinya, dia membawa kartika dan merebahkan di kasur.


Tidak tahu siapa yang memulai kini mereka sudah sama - sama polos. Amar melakukannya dengan hati - hati dan pelan. Dia tahu ini pengalaman pertama kartika sehingga dia tidak mau membuat kartika kesakitan , walaupun awalnya memang pasti sakit.


" Maaf... Sakit ya dek. Aku akan melakukannya dengan pelen - pelan. " Seru amar.


" Tidak apa - apa mas, bukannya jika baru pertama kali memang akan sakit. Tapi setelah itu rasa sakitnya akan hilang dan berganti nikmat yang tiada tara " Ucap kartika , padahal dia sendiri tidak tahu. Dia hanya mendengar dari teman - temannya yang sudah menikah.


" Iya dek kamu benar " Ucap amar.


Amar pun melanjutkan permainan yang sempat terhenti tadi dan akhirnya amar berhasil membuat kartika melayang - layang. Kedua nya benar - benar sudah dimabuk olah raga, awalnya memang sakit tapi lama - lama sakit itu hilang dan membuat kartika ketagihan.


Mereka bermain cukup lama sampai mereka kelelahan dan kartika pun tertidur. Amar menutupi tubuh kartika dengan selimut tebal.


" Terimakasih istriku, kamu sudah menjaga apa yang kamu punya untuk ku. " Ucap amar sambil mencium kening kartika.


Amar turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Selesai mandi amar berganti pakaian , setelah selesai dia nenuju dapur untuk memasak makan siang untuk dirinya dan istrinya.


********


Tok Tok Tok


Asti datang ke kontrakan amar , asti belum tahu jika amar sudah tidak tinggal di kontrakan lagi. Bahkan kontrakannya di tempati ajeng pun dia tidak tahu.

__ADS_1


Ceklekk ....


Pintu terbuka dan keluarlah ajeng. Asti sangat terkejut saat melihat ajeng yang membukakan pintu.


" Ajeng " Seru asti kaget.


" Mbak asti ! Mbak asti mau apa datang kesini . Mau nyari mas amar ? " Tanya ajeng.


" Iya. Mana amar? Dan kenapa kamu ada disini ?" Tanya asti tidak suka.


" Mas amar sudah tidak tinggal disini lagi. Kontrakan ini sudah kami tempati dari beberapa hari yang lalu, tepatnya saat kalian mengusir kami." Ucap ajeng dengan ketus.


Ajeng tahu betul jika kakak nya ini memang sudah tidak bisa berfikir baik, bisa dibilang sudah kurang waras. Tapi dia tidak mau terus menerus mengalah dengan asti. Jika ajeng terus mengalah justru asti akan semakin seenaknya.


" Sekarang mas amar tinggal dimana ?" Tanya asti sama sekali tidak menggunakan bahasa yang sopan.


" Kalau soal itu aku tidak tahu. Mbak bisa tanyakan saja kepada keluarga nya. Karena aku dan mas diki tidak tahu dimana mas amar tinggal. Dan jika sudah tidak ada kepentingan lain lebih baik mbak pulang saja." Jawab ajeng berbohong.


" Cihhh... Sombong banget sih kamu ? Aku ini kakak kandung mu !! Tega ya kamu mengusir aku ?" Seru asti mulai kesal.


" Lebih tega aku atau mbak asti ? Mbak asti loh malam - malam tega mengusir kami apalagi aku punya anak kecil. Sudahlah sana pergi, aku repot. Aku mau masak !!" Seru ajeng sambil mendorong asti keluar.


Braaakk.


Ceklek.. Ceklekk..


Ajeng menutup pintu dengan keras dan langsung menguncinya kembali agar asti tidak bisa masuk dan membuat keributan.


" Awas kamu Jeng. Ingat jika kamu butuh bantuan ku. Sampai kapanpun aku tidak akan membantu mu. Mulai sekarang kamu bukan adik ku lagi !! Kita bukan saudara lagi !!" Teriak Asti denga lantang.


Ajeng hanya bisa mengusap dada nya sambil terua meristighfar. Dia tidak mau menanggapi ucapan kakaknya, saat ini diam justru lebih baik. Di tanggapin pun pasti asti akan semakin tidak terima dan akan mencari - cari masalah.


* Huuuhhh.... Sampai kapan mbak Asti akan begini. Kalau tahu akan seperti ini lagi, saat ibu membawa mbak asti pulang langsung aku balikan lagi ke rumah sakit. Dia itu jiwa nya sudah terganggu dan susah untuk sembuh. Cuma kadang - kadang saja dia memang terlihat seperti baik - baik saja. Semoga mbak asti tidak mengganggu rumah tangga mas amar dan kartika * Gumam ajeng dalam hatinya.


Suara asti sudah tidak terdengar lagi, ajeng mengintip dari balik jendela. Dan benar saja asti sudah tidak ada, dan barulah hati asti lega.


*******


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️❤️


JANGAN LUPA KLIK LIKE, KOMENTAR , VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK. 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2