
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Satu bulan sudah berlalu dan semenjak harun menikah dengan rani, ibu siti maupun tini jarang sekali datang kerumah kontrakan delia untuk sekedar sarapan atau pun meminta stock bahan makanan, namun semua itu membuat delia semakin tenang.
Sudah dua bulan amar juga tidak pernah memberi delia uang belanja lagi, lebih tepat nya semenjak delia bekerja amar sudah tidak memberikan nafkah lahir nya lagi. Kemarin amar baru saja gajihan dan jika hari ini amar tidak memberi uang bulanan lagi kepada delia,berarti genap 3 bulan amar tidak menafkahi delia.
" Dek kok sarapan nya cuma nasi goreng saja ? tidak akan telur atau apa gitu ?" Tanya amar saat duduk di meja makan . Dan di meja makan hanya terhidang sepiring nasi goreng polos tanpa ada campuran sosis, telur atau bakso.
" Memang nya mas memberi saya uang untuk beli bahan makanan ?" ucap delia akhirnya mulut nya berani menanyakan perihal uang.
" Kamu kan ada uang gaji mu dek, masak beli telur atau sosis saja tidak sanggup sih. Pelit amat jadi istri, perhitungan kamu dek. " Ucap amar pura - pura memasang wajah cemberut nya.
Brakk
Delia membanting sapu yang sedari tadi dia pegang, hati nya memanas saat amar mengatakan delia pelit dan perhitungan.
" Apa kamu bilang mas ? Aku pelit dan perhitungan ? Apa aku tidak salah dengar mas ? Selama dua bulan ini kamu tidak memberi ku uang belanja tapi sampai sekarang kamu masih bisa makan makanan yang cukup enak, baru sekarang kamu makan seperti ini kamu bilang aku pelit dan perhitungan !!" Ucap delia marah.
" Apa ? Dua bulan mas tidak memberimu uang bulanan ? Masak sih dek mas tidak memberimu uang bulanan ?" Ucap amar sambil terus berfikir.
Amar pun ingat jika selama dua bulan ini uang nya selalu di pinjam rosa 2 juta. Amar sampai lupa dikira nya uang itu sudah amar berikan kepada delia. Padahal amar sudah berniat memberi delia uang bulanan 2 juta dengan rincian 1,5 juta untuk uang makan dan 500 ribu untuk keperluan pribadi delia.
" Maaf mas lupa dek. Mas kira sudah mas kasih karena uang nya memang sudah tidak ada di dalam tas , tidak tahu nya uang itu memang dua bulan itu di pinjam teman kantor mas, ini mas baru ingat. " Ucap amar tidak sepenuh nya berbohong.
" Kamu bisa baik dengan orang lain, kamu bisa perduli dengan orang lain tapi kamu dzolim dengan istri mu sendiri mas ! Dua tahun lebih aku menikah dengan mu, dan asal kamu tahu mas nafkah 1,5 juta yang kamu berikan selama ini itu tidak cukup untuk 1 bulan mas. Itu hanya cukup sampai dua minggu saja karena selama dua tahun keluarga mu sering makan disini, dan masih juga mengambil stock bahan makanan dan selalu meminta duit dan bilang nya pinjam tapi sampai sekarang nihil. Kalau untuk kita berdua 1,5 juta itu cukup untuk kita mas, tapi kalau untuk keluarga mu juga tidak cukup !! Biaya dapur bisa sampai 3 juta mas !! tahu kamu 3 juta mas, 3 juta !!" Ucap delia marah dan kesal. Delia pun mengeluarkan semua keluh kesah nya yang selama ini dia pendam. Pagi ini semua nya delia curahkan karena sudah tidak sanggup lagi berpura - pura kuat.
__ADS_1
Amar hanya bisa tertunduk lesu setelah mendengar semua yang sudah di sampaikan oleh delia. Amar tidak berani menatap wajah istri nya, rasa bersalah nya terlalu besar sehingga bibir nya seaakan kelu dan sulit untuk mengeluarkan suara.
" Kenapa kamu diam mas ? Kenapa ?Apa kamu marah, apa kamu ingin menampar ku atau memukul ku ?" Seru delia makin berani.
Delia sudah seperti orang yang kerasukan, dia marah - marah dengan tatapan mata tajam seperti pedang yang siap menghunus lawan nya.
" Maaf kan aku dek, ternyata aku selama ini sudah dzolim kepada mu. Tapi selama ini bagaimana kamu menutupi semua kebutuhan rumah jika uang itu tidak cukup ? Karena kamu tidak meminta uang tambahan lagi kepada mas ? Terus kamu dapat uang darimana ?" Tanya amar beruntun karena dia bingung dan penasaran delia dapat uang darimana untuk menutupi kekurangan nya.
Sesaat suasana berubah menjadi hening, delia terdiam tanpa ada sedikit pun air mata yang keluar dari mata indah nya. Delia juga belum menjawab pertanyaan amar darimana dia mendapatkan uang.
" Jawab dek, darimana kamu dapat uang ?" Tanya amar lagi.
" Dari jualan Online ! " Akhirnya delia jujur jika dia berjualab online.
" Jualan online?" Tanya amar ingin lebih menyakinkan pendengaran nya.
Jam yang tergantung di dinding sudah menunjukan pukul tujuh pagi lewat lima belas menit. Amar tidak jadi sarapan dan memilih segera berangkat ke kantor. Dia tetap menghampiri delia dan mengulurkan tangan nya namun delia tidak mau menerima uluran tangan amar.
" Mas berangkat ya dek " Seru amar sebelum keluar rumah, delia tetap diam saja.
********
" Kok kamu lesu amat sih mar, sakit ya ?" Tanya diki yang menghampiri amar ke meja kerja nya.
Diki sengaja menghampiri amar karena di lihat nya amar tidak semangat kerja dan seperti nya amar memang sedang ada masalah.
__ADS_1
" Aku hanya sedikit pusing saja dik, mungkin karena tadi aku tidak sarapan. Aku bangun kesiangan dan bekal yang di siapkan delia lupa aku bawa, mau makan di kantin males banget" Ucap amar berbohong.
" Tinggal order nanti pelayan kantin tinggal nganter kesini kok repot - repot amat sih mar" Ucap diki sambil menggelengkan kepalanya.
" Jam kerja diki, ini masih jam kerja. Tidak boleh makan di jam kerja apalagi di bawa di meja kerja begini. Tadi aku sudah makan roti sama teh kok, sudah sana kembali ke meja kerja mu " Ucap amar mengusir diki agar diki tidak banyak tanya lagi.
" Iya - iya aku akan balik ke meja kerja ku. Oh iya hampir lupa ini undangan tolong sampaikan kepada istri mu, ini undangan tujuh bulanan. Ajeng mengundang istri mu jadi tolong kamu berikan kepada istri mu, ingat jangan sampai lupa" Seru diki.
" Iya " Jawab singkat amar sambil mengambil undangan yang di berikan diki lalu memasukan nya ke dalam tas kerja nya.
Undangan tujuh bulanan memang di khusus kan untuk wanita saja. Ajeng hanya mengadakan acara oengajian untuk ibu - ibu saja, karena ajeng tidak mau pengajian tujuh bulanan nya terlalu ramai dan acara nya tidak hikmat.
" Amar ini aku buatkan teh hangat untuk kamu supaya badan kamu segar, sedari tadi aku perhatikan kamu lemas banget. Kenapa ? apa tidak di kasih jatah sama istri mu " Ucap rosa dengan nada genit nya .
" Terimakasih rosa cantik kamu memang mengerti yang aku ingin kan. Bukan masalah jatah itu kok, aku memang rada pusing saja ini.Mungkin karena kecapean dan kurang istirahat. " Jawab amar .
" Oh ya sudah buruan di minum teh nya mumpung masih hangat, aku balik ke meja kerja ku lagi ya. Emhh... kalau perlu apa - apa lagi panggil saja aku " Ucap rosa.
" Baik rosa cantik " Seru amar menggoda rosa.
Wajah rosa bersemu merah karena amar menyebut nya rosa cantik. Rosa selalu menunjukan perhatian nya untuk amar dan amar pun menyambut dengan baik perhatian yang di berikan oleh Rasa. Tanpa amar sadari amar sudah membuat rosa berharap lebih kepada nya, rosa sebenar nya sudah jatuh cinta kepada Amar dari tiga tahun yang lalu saat dia pertama kali bekerja di perusahaan ini. Namun saat itu rosa sudah menikah dan amar sudah pacaran dengan delia.
********
Bibit pelakor sudah mulai muncul. Lihat saja nanti bakal Author buat pelakor menyesal.
__ADS_1
YUK TERUS DUKUNG KARYA AUTHOR YA KA, DENGSN CARA LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤
TERIMAKASIH 🙏🙏