
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹.
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Bukan hanya amar saja yang ikut datang menjemput asti, tetapi diki juga ikut menjemput. Mereka berdua datang dengan mengendarai mobil yang diki pinjam dari salah satu teman kantor nya. Diki mengendarai mobil cukup cepat, karena masih siang hari jalanan cukup lenggang sehingga mereka cepat sampai.
Sesampai nya di toko, amar dan diki langsung masuk ke dalam toko dan di sambut oleh delia yang memang sengaja menunggu amar di dekat pintu masuk.
" Mana asti del? " Tanya amar langsung menanyakan asti.
" Ada di mushola mas, mari saya antar" Seru delia lalu berjalen mendahuli amar dan diki.
Amar dan diki mengikuti delia dari belakang, saat ini amar sangat menghawatirkan asti. Dia takut jika asti tidak dapat di kendalikan, apalagi ini di tempat umum jadi amar harus lebih hati - hati dalam menghadapi asti.
" Itu mbak asti mas. Aku tidak berani mendekat, takut jika dia melihat ku dia akan mengamuk lagi. Tadi dia mengamuk dan membuang - buang barang yang ada di ruangan ku. Maaf ya mas, ini semua gara - gara aku. "Ucap delia penuh penyesalan.
Amar melihat istri nya yang duduk di teras mushola sambi menyender dan memejamkan mata nya. Di samping asti ada dua satpam yang menjaga nya , untuk berjaga - jaga jika asti akan mengamuk lagi.
" Kenapa kamu minta maaf? memang nya tadi apa yang terjadi del?" Kali ini diki yang bertanya.
" Mbak asti mengamuk karena tidak terima aku pecat mas " Seru delia memberitahu.
Pecat?
Delia di pecat?
Amar langsung beralih menatap ke arah delia , seakan mencari jawaban kenapa asti sampai di pecat. Padahal juga asti belum genap sebulan bekerja. Banyak pertanyaan dalam kepala amar yang ingin amar tanyakan. Sepertinya delia mengetahui keterkejutan amar dan diki, jadi delia pun menceritakan kejadian yang sebenar nya tanpa ada yang di tutupi sedikit pun.
" Jadi begitu cerita nya mas. Aku tidak mbak mau mbak asti semakin berulah jadi aku memecat nya. Bahkan mbak asti juga menghina ku dengan mengatakan aku wanita parasit. Maaf karena aku mbak asti jadi begini. Seru delia lagi tidak enak hati.
" Kamu tidak salah del, asti lah yang salah. Maaf ya kamu sudah di repotkan oleh kekacauan uang asti perbuat. Saya bawa asti puleng saja del, takut nanti dia mengamuk lagi " Ucap amar bijak menyikapi masalah.
__ADS_1
Amar dan diki sama sekali tidak menyalahkan delia, semua ini memang salah asti yang terlalu meremehkan pekerjaan. Apalagi memang asti sedang tidak baik - baik saja.
" Mas... " Seru asti saat melihat amar dan diki mendekati nya.
Asti bangkit dan langsung memeluk amar, dia menangis dalam pelukan amar. Ada rasa kasihan yang menjalar dalam hati delia melihat asti menangis seperti itu. Tapi apa boleh buat, asti tidak mungkin untuk di pekerjakan lagi. Mengingat sifat dan sikap asti yang memang tidak baik.
" Kita pulang ya dek" Ajak amar dengan lembut.
" Mas aku di pecat.. delia wanita pelit itu memecat ku " Seru asti sambil menunjuk ke arah delia yang berdiri tidak jauh di belakang amar.
Amar hanya bisa mengangguk agar asti tidak mengamuk.
" Kita pulang ya " Ajak amar dengan lembut.
" Delia itu belum bisa move on dari kamu mas. Dia masih tidak terima aku menjadi istri mu, jadi dia memecat ku begitu saja. " Seru asti lagi.
" Delia tidak seperti itu dek, dia memecat mu bukan karena masalah itu. Delia itu baik, coba saja kamu meminta maaf pasti dia memaafkan mu. " Seru amar lembut .
Asti langsung menatap delia, delia mencoba tersenyum namun asti tidak membalas senyum delia.
" Iya " Jawab singkat amar.
Amar menggandeng tangan asti, saat melewati delia tiba - tiba asti menghentikan langkah nya dan langsung menatap delia.
" Maaf " Ucap asti.
Hanya kata maaf itu saja yang keluar dari mulut asti tanpa ada yang lain nya. Delia terpana dengan kata maaf yang ke luar dari mulut asti , kenapa dengan mudah asti meminta maaf bahkan tidak ada kata-kata kasar yang di ucapkan lagi. Begitu cepat nya dia berubah dalam hitungan menit.
" Iya mbak " Jawab delia singkat sambil menganggukkan kepala nya.
" Delia kami permisi, maaf sudah membuat keributan di tempat usaha mu. Untuk barang yang asti rusak nanti aku akan mengganti nya. " Ucap amar merasa tidak enak dengan delia.
" Iya mas.. Emm.. untuk kerusakan tidak perlu di ganti. Lagi pula tidak ada yang rusak kok mas , hanya berantakan saja. " Seru delia lagi.
" Baiklah, terimakasih ya del. " Ucap amar lalu kembali berjalan.
" Kamu tidak apa - apa kan del, mbak asti tidak melukai mu?" Tanya diki sebelum pergi.
__ADS_1
" Tidak mas, oh iya salam untuk ajeng ya mas. " Seru delia sambil tersenyum.
" Syukurlah kalau kamu tidak apa - apa. Tadi aku sempat khawatir jika mbak asti melukai mu, mohon di maklumi ya del. Ya sudah aku permisi. " Ucap amar.
Delia hanya tersenyum dan menganggukkan kepala nya. Saat ini hati delia sudah tenang karena asti sudah di bawa pergi oleh suami nya. Delia hanya berharap semoga asti tidak apa - apa, tidak seperti yang delia takut kan.
*********
Di kontrakan pinggir kota rosa menitipkan bayi nya kepada ibu menik. Dia beralasan ingin merantau ke luar kota mencari peruntungan. Namun ibu menik menolak nya, bukan tidak mau mengurus anak rosa tapi ibu menik juga punya kesibukan sendiri. Dia harus berdagang untuk menghidupi dirinya dan tari anak nya.
" Maaf rosa ibu tidak bisa membantu mu untuk merawat tegar. Kamu tahu sendiri ibu sibuk berjualan, sedangkan tari sekolah. Lebih baik kamu bawa saja anak mu itu, atau kamu titipkan kepada keluarga mu. Bukan nya kamu masih punya keluarga dan kedua orang tua mu juga masih hidup " Ucap ibu menik menolak secara halus.
" Tapi bu , kedua orang tua ku marah dan tidak mau menganggap ku anak. Bagaimana mereka mau merawat anak ku ?" Seru rosa.
" Amarah orang tua itu wajar rosa, mungkin saat itu orang tua kamu sedang di liputi amarah. Marah nya orang tua itu hanya sebentar, tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anak - anak nya. Datanglah ke orang tua mu, minta maaf baik - baik. Tanpa kamu minta maaf pasti mereka sudah memaafkan mu, apalagi sekarang ada tegar. Pasti mereka akan senang dan menerima tegar dengan baik. " Ucap ibu menik mencoba menasrhati rosa.
Rosa terdiam mencerna semua perkataan ibu menik, tapi dia tetap takut untuk pulang ke rumah orang tua nya. Dia takut jika di usir kembali.
" Emm... apa aku titipkan tegar di panti asuhan saja ya bu ?" Seru rosa membuat ibu menik geram.
" Kamu ini masih sehat, dan masih mampu menghidupi anak mu. Tapi kenapa kamu memilih menitip kan anak mu ke panti? Lebih baik titipkan kepada orang tua mu itu malah lebih bagus, kerja pun kamu tenang. Kalau kamu titipkan panti apa kamu bisa ikhlas jika anak mu di adopsi orang. Ingat Ros, anak mu itu sudah tidak punya ayah seharus nya kamu memberinya kasih sayang yang cukup jangan malah kamu jadi kan anak mu beban, lagi pula anak kamu baru umur satu bulan rosa. " Seru ibu menik menasehati rosa.
* Hah...bicara sama ibu menik ini memang susah. Maklum lah kesehariaan nya hanya dapur saja yang dia tahu * Gumam rosa dalam hati nya.
" Tidak tahulah bu nanti mau bagaimana. " Seru rosa.
" Selagi kamu masih betah bekerja sama saya , insya allah kebutuhan anak mu masih bisa kamu cukupi. Kamu tidak perlu memikirkan soal makan, makan bisa di warung. Uang gaji mu untuk beli keperluan mu dan anak mu. Kalau kontrakan mu ini sudah habis masa sewa nya, kamu bisa tinggal sama saya. Lagi pula saya juga cuma tinggal berdua sama tari. Masih ada satu kamar lagi yang bisa di tempati. " Ucap ibu menik lagi.
Rosa masih belum tahu harus bagaimana, mau pulang takut dengan amukan orang tua nya. Orang tua nya sangat membencinya karena prilaku nya yang suka selingkuh dan gonta - ganti laki - laki.
********
TINGGALKAN LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE DAN HADIAH NYA YA KAK. ❤❤
JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤
__ADS_1