
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Acara tujuh bulanan kehamilan rani berjalan dengan lancar, acara cukup ramai. Keluarga rendi pun banyak yang datang. Delia dan juna juga datang, namun untuk amar dan harun tidak bisa datang karena amar harus lembur sedangkan harun tidak tahu apa alasan nya tidak bisa datang. Amar dan harun hanya menitip salam lewat kakak nya, Tini.
" Ran, mbak pamit pulang duluan ya ? Kasihan si kembar nih sudah pada ngantuk " Ucap delia berpamitan.
" Iya mbak, terimakasih ya sudah mau datang ke acara tujuh bulanan ini." Jawab rani dengan sangat ramah.
" Sama - sama ran, mbak doa kan semoga saat proses lahiran nanti semua nya lancar. Sehat ibu dan bayi nya. aamiin " Ucap delia tulus.
" Aamiin " Jawab rani dan rendi bersamaan.
" Pulang dulu ya Ren, ingat sudah besar tuh jangan di lembur terus kasihan nanti babby nya kecepit " Ucap juna setengah berbisik di telinga rendi.
" Tenang saja Jun, aku tidak main kasar. Main nya pelan tapi pasti. " Jawab rendi sambil tertawa.
Semua yang ada di sana ikut tertawa setelah mendengar perkataaan dari rendi. Rani sendiri menjadi malu mendengar perkataan absurd dari sang suami. Acara pun selesai dan semua tamu undangan sudah pulang ke rumah nya masing - masing.
" Mas tadi memang kamu bisikin apa saat mau pulang ? Kok mas rendi sampai bicara absurd seperti itu ? Kasih tahu dong mas, aku kan ingin tahu juga." Tanya delia ingin tahu.
" Rahasia laki - laki dong sayang, masak iya perempuan mau tahu juga. Heheee.... di sini ada mbak Novi dan anak-anak jadi tidak usah dibahas ya sayang ku " Seru juna sambil meringis menahan tawa.
" Bisikan saja kalau gitu . Ehh... lagi pula anak - anak kan tidur dan dia juga tidak tahu apa yang kita bahas. Kalau mbak novi ya tidak masalah, lagi pula bukan rahasia yang patut harus di rahasiakan kan mas ?" Seru delia sambil memainkan alis nya.
Juna tetap menggelengkan kepala nya, dia akan memberitahu saat di rumah nanti. Tepat nya saat sudah berada di dalam kamar nya, sehingga bisa langsung dia praktekkan dengan sang istri.
" Oh lihat saja kamu Mas akan aku hukum seminggu berpuasa. " Seru delia mengancam.
__ADS_1
" Wah tidak bisa dong enak hati kamu nggak enak di saya" Ucap juna dengan wajah cemberut nya.
Delia mengerucutkan bibirnya sambil melirik ke arah suami nya. Sedangkan novi yang duduk di belakang sambil memangku hana justru mencoba menahan tawa nya yang hampir saja tidak bisa di tahan melihat keharmonisan juna dan delia.
" Mbak novi besok - besok kalau harun seperti mas juna seperti ini kamu hukum saja nov. Kaum pria ini memang mau nya menang sendiri " Gerutu delia sambil melirik ke arah suami nya yang fokus menyetir mobil.
" Iya mbak itu mah urusan kecil, pria kalau sudah di hukum untuk berpuasa pasti dia tidak tahan mbak. Ujung nya pasti merayu dan baik - baikin istri " Jawab novi dan di angguki setuju oleh delia.
" Kamu memang pintar Nov" Ucap delia mengacungkan jenpol tangan nya ke arah novi.
" Novi kan belajar nya dari mbak delia" Jawab novi sambil terkekeh.
Juna hanya garuk - garuk kepala sambil nyengir kuda, kali ini dia harus menerima kekalahan nya. Apalagi sang istri sudah mempunyai kongsi yang se frekuensi.
" Sudah sampai sayang ayok kita turun " Ucap juna.
" Iya mas, oh iya mas tolong turunkan barang anak - anak ya. Itu hana tidur jadi mbak novi biar langsung membawa hana ke kamar saja. Ini si haikal juga sudah tidur " Ucap delia.
" Iya sayang. Cepat tidurkan anak- anak di kamar nya setelah ini gantian kamu yang menidurkan anak kecil ku yang lain nya " Ucap juna cukup keras dan beruntung mbak novi sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah.
Bukkk... Bukkk
" Aaouwww.. sakit sayeng " Seru juna sambil mengusap lengan nya.
" Heleh manja..begitu saja sakit " Seru delia kesal.
" Benar sakit loh sayang, kalau sakit begini kan aku tidak bisa di atas berarti kamu yang harus di atas " Seru juna semakin membuat delia geram
" Mas Juna ... !!!" Geram delia lalu meninggalkan juna yang masih berdiri di samping mobil sambil tertawa lepas.
Juna sangat senang mihat ekspresi wajah delia yang sedang kesal. Karena menurut nya sangat menggemaskan.
*********
Rosa mendatangi counter hanphone yang letak nya ada di depan pinggir jalan raya, padahal tidak jauh dari kontrakan nya ada counter juga tapi rosa malas karena dia masih marah sama pemilik counter gara - gara pasword Wifi yang di ganti.
__ADS_1
Kali ini dandanan rosa lebih rapi dan bersih, dia memakai baju bagus yang dia punya. Baju yang tersisa karena yang lain baju - baju bagus nya juga sudah dia jual di toko yang menjual pakaian bekas.
" Mau cari apa mbak?" Tanya pegawai counter dengan ramah.
" Saya mau menjual handphone ini mbak " Ucap rosa sambil mengeluarkan ponsel dari dompet lusuh yang dia bawa.
" Saya lihat dulu ya mbak mondisi ponsel nya " Ucap karyawan lalu mengambil ponsel yang di berikan oleh rosa.
Karyawan itu mulai memeriksa ponsel rosa , sebagai karyawan counter handphone dia harus teliti sebelum membeli handphone bekas atau seken.
" Apa masih ada charger nya mbak ?" Tanya sang karyawan.
" Ada mbak , ini " Ucap rosa.
Setelah melakukan pemeriksaan ponsel rosa hanya bisadi hargai senilai 900 ribu saja. Rosa sangat terkejut pasal nya ponsel itu pun belum lama, belum genap satu tahun. Tepat nya saat pertama kali kenal dengan budi , rosa di belikan ponsel baru oleh budi. Dan saat itu harga nya sekitar 3,5 juta.
" Padahal ponsel itu masih bagus kan mbak , itu juga belum ada satu tahun. Saat itu saya beli harga 3,5 juta.Apa tidak bisa di tambah lagi mbak. " Ucap rosa memohon.
" Hemmm... bagaimana ya mbak. Ya sudah genapin 1 juta saja ya mbak. Bagaimana mau tidak ?. " Tanya karyawan counter.
" Huuufff... ya sudahlah mbak satu juta tidak apa - apa. Daripada ponsel itu juga nganggur di rumah, rusak saja kalau tidak di pakai, karena aku tidak sanggup membeli pulsa dan internet nya " Seru rosa dengan wajah sedih nya.
Karyawan counter itu pun mengambil uang satu juta dan memberikan langsung kepada rosa. Setelah menerima uang rosa langsung pergi ke pasar untuk membeli baju yang agak bagus, kali ini rosa membeli 2 kulot dan 2 kaos oblong dan 1 daster. Rosa berbelanja pakaian menghabiskan uang 200 ribu.
Setelah selesai belanja rosa langsung pulang ke kontrakan nya, sebelum nya dia membeli nasi bungkus dengan ayam bakar. Lalu mampir ke rumah pemilik kontrakan untuk membayar kontrakan 500 untuk dua bulan kedepan.
" Huuff... habis juga uang nya, tinggal 250 ribu. Yang penting aku sudah bayar kontrakan jadi aman untuk dua bulan kedepan. " Seru rosa sambil membongkar barang belanjaan nya tadi.
" Dulu satu baju bisa seharga 200 ribu sekarang 5 baju seharga 200 ribu.... Haa.. haaa Hidup ku memang lucu. " Ucap rosa menertawakan nasib nya.
Rosa membuka nasi bungkus nya dan memakan nya dengan lahab. Sudah hampir sebulan dia tidak makan ,makanan yang enak. Setiap hari hanya tahu tempe saja itu pun sehari makan sekali saja.
********
AUTHOR LAGI SENANG SAMA KEHIDUPAN ROSA YANG MEMPRIHATINKAN 🙏🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, JANGAN LUPA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️