
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Keesokan hari nya Amar pulang dari kantor sekitar jam 5 sore. Amar langsung pulang menuju rumah kontrakan nya, rumah baru nya akan dia tempati saat sudah menikah dengan Kartika. Lagi pula rumah kontrakan nya masih ada waktu 2 bulan lagi.
Saat amar turun dari motor amar di kagetkan dengan seseorang yang duduk di teras kontrakan nya. Amar kenal betul siapa orang yang duduk dengan menyunggingkan senyum manis kearah nya. Asti , Asti yang ada di teras kontrakan amar. Asti sengaja datang dan menunggu amar pulang dari kantor.
" Hai mas amar ! Maaf ya aku datang tanpa mengabari mu terlebih dahulu. Biar kejutan untuk mu, oh iya mas kamu apa kabar ?" Tanya asti dengan ramah dan lembut dia menyapa amar.
" Kabar ku baik. Kamu ngapain datang kesini ? Tidak baik seorang perempuan datang kerumah laki - laki. Apalagi laki - laki itu tinggal sendirian, maaf aku tidak bermaksud mengusir mu. " Ucap amar hati - hati takut menyinggung asti.
" Oh.. Maaf mas. Kita bisa mengobrol di teras saja tidak perlu masuk ke dalam kontrakan. Ada yang ingin aku bicarakan sama mas amar, dan aku harap mas amar ada waktu untuk mendengarkan apa yang akan aku sampaikan " Ucap asti terlihat sedikit memaksakan kehendak nya.
Amat terdiam , dia mencoba memikirkan perkataan Asti. Sebisa mungkin amar tidak membuat asti salah paham agar dia tidak mengamuk. Jika sampai dia mengamuk pasti masalahnya akan runyam dan tidak enak dengan warga sekitar.
Amar terlihat mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Diki.
[ Dik, asti ada di kontrakan ku. Aku khawatir dia akan membuat ulah , kamu tahu sendirikan aku tidak mau untuk rujuk. Dia datang pasti akan mengajak rujuk, apa aku kasih tahu jika aku sudah mau menikah saja ya. Biar dia tidak berharap terus ] Tulis Amar dan mengirim nya kepada diki.
Tidak menunggu balasan pesan dari diki, amar langsung memasukan kembali ponsel nya kedalam kantong celana nya. Lalu dia duduk di kursi yang masih kosong, amar sengaja tidak membuka pintu kontrakan nya.
" Apa yang ingin kamu bicarakan Asti. Mungkin bisa kamu mulai dari sekarang, karena ini sudah semakin sore dan aku juga baru pulang kerja, belum makan dan mandi. " Ucap amar yang sebenarnya secara halus mengusir asti dari kontrakan nya.
" Emm.. Mas amar kalau mau mandi ya mandi saja dulu tidak apa - apa. Dan makanan nya bisa aku masakin atau aku belikan di luar." Ucap asti menunjukan perhatian nya kepada amar.
" Tidak perlu, sudah tidak pantas kita seperti itu. Sekarang kita ini hanya MANTAN suami istri saja. " Ucap amar dengan menekankan kata mantan agar asti sadar diri.
Namun seoalah asti tidak perduli dengan perkataan amar yang mengingatkan dia hanya seorang mantan istri. Dia justru beranjak dari duduk nya untuk membelikan amar makanan.
__ADS_1
" Aku belikan makanan dulu ya mas " Seru Asti.
" Tidak perlu Asti. Sekarang cepat katakan saja apa yang ingin kamu bicarakan, karena aku juga capek mau istirahat. !" Ucap amar tegas.
Asti kembali duduk, dia menatap amar dengan intens. Amar merasa risih dengan tatapan mata asti yang begitu tajam menatap nya.
" Emm...mas amar. Apa mas tidak mau hidup bersama ku lagi. Aku ingin kita rujuk mas, dan memulai kehidupan seperti dulu lagi. " Ucap asti jujur.
" Kamu bisa mendapatkan laki - laki yang lebih dari ku asti. Laki - laki yang mapan dan bisa membelikan apa yang kamu inginkan. Maaf asti aku tidak bisa menerima ajakan mu untuk rujuk. " Ucap amar menolak dengan halus ajakan asti untuk rujuk.
" Kenapa mas ? Apa ada wanita lain di hati mu ?" Tanya asti penasaran.
" Iya, dan sebentar lagi aku akan menikah. Maaf, aku capek dan aku juga butuh istirahat. Kamu pulanglah karena sebentar lagi akan magrib" Amar mengusir asti.
Asti terlihat kesal karena amar menolak nya bahkan dia mengusir nya. Apalagi saat mengetahui amar menolak nya karena perempuan lain, membuat asti semakin tidak terima.
" Siapa wanita itu mas ? Apa dia lebih baik dari ku ?" Tanya asti terdengar meninggikan suara nya.
" Sudahlah asti jangan cari ribut lagi. Bukan nya dulu kamu yang memintaku untuk menceraikan mu karena kamu tidak mau hidup serba pas - pasan dengan ku. Tolong Asti jangan gangu aku , kita sudah bukan siapa - siapa lagi. Sekarang kamu pulanglah, tidak enak dilihat tetangga karena sudah mau magrib " Seru amar bangkit lalu membuka kunci pintu nya.
Amar masuk meninggalkan asti yang masih diam di tempat duduk nya. Tidak lupa amar mengunci kembali pintunya .
" Mas amar aku pulang dan aku akan datang lagi, aku tidak akan menyerah sampai kamu mau rujuk dengan ku !" Teriak asti sebelum dia pergi meninggalkan rumah kontrakan amar.
Setelah itu asti pun pulang dengan berjalan kaki sampai depan gang dia baru memesan ojek online.
[ Maaf mar aku baru membaca pesan mu. Iya lebih baik kamu katakan saja yang sejujur nya agar mbak asti tidak berharap terus sama kamu. Jika mbak asti berulah kamu segera telepon aku. ] Balas Diki.
Dengan cepat amar membalas pesan dari diki.
[ Aku sudah mengatakan yang sejujur nya kepada Asti. Tapi sepertinya dia masih tetap tidak terima dengan keputusan ku. Sekarang dia sudah pulang setelah aku usir secara halus. Dik, tolong jangan kamu kasih tahu siapa wanita yang akan menjadi istri ku. Aku takut , asti akan melukai atau menyakiti Kartika ] Balas amar cukup panjang.
[ Kamu tenang saja aku dan ajeng tidak akan memberitahu mbak asti ]
[ Terimakasih ]
__ADS_1
[ Sama - sama bro ]
Ojek online yang mengantarkan asti sudah sampai di depan rumah nya. Setelah menerima bayaran nya ojek online itu pun pergi dan asti masuk ke dalam rumah. Dia langsung memanggil - manggil adik ipar nya.
" Diki... Diki... Kamu dimana ?" Seru asti berteriak sehingga seluruh penghuni rumah langsung menghampirinya.
" Ada apa asti ? Pulang - pulang kok teriak - teriak ini masih magrib. Sebaiknya kamu mandi, terus sholat magrib." Ucap ibu jujuk menasehati asti.
" Itu nanti saja bu. Oh iya dik kamu pasti tahukan wanita yang akan menjadi istrinya mas amar. Cepat katakan siapa wanita itu ?" Tanya asti tetapi dia memaks.
* Ini kenapa penampilan mbak asti seperti ini. Pakaian nya sangat tidak sopan, hanya mengenaka kaos pendek yang ketak dan kerah nya juga menampakan belahan dada nya serta celana yang hanya di atas lutut. Astagfirullah... Kalau seperti ini aku jadi tidak nyaman tinggal disini * Gumam diki dalam hatinya.
Ajeng yang melihat suami nya hanya diam saja pu tahu apa yang fikirkan oleh suaminya. Pasti sedang mengomentari pakaian kakak nya.
" Apa ? Jadi amar mau menikah lagi ?. Padahal aku sudah memintanya untuk rujuk dengan asti dan dia menolak nya. Ini malah mau menikah dengan wanita lain ?" Seru ibu jujuk terdengar tidak suka dengan kabar pernikahan amar.
" Aku tidak tahu mbak. Aku tahu amar mau menikah juga baru tadi siang,saat makan siang di kantor " Jawab diki berbohong karena dia sudah berjanji sama amar untuk tidak memberitahu asti.
Asti menatap tajam diki,dia tidak percaya dengan yang di ucapkan oleh adik ipar nya itu.
" Jangan bohong kamu. !" Seru asti tidak suka.
" Aku tidak berbohong mbak. Kalau tidak percaya tanya saja sama ajeng, baru saja aku bercerita sama ajeng. " Ucap diki melirik istrinya sambil mengedipkan mata nya.
Ajeng tahu kode yang diberikan suaminya.
" Iya mbak baru saja selesai sholat magrib tadi mas diki bercerita kepada ku. Jadi mas diki tidak tahu siapa wanita itu, karena mas Amar memang belum memberitahu siapa calon istrinya dan kapan acara nya kami juga belum tahu. " Ucap ajeng menjelaskan.
Tidak ada jawaban lagi dari asti, dia pun pergi meninggalkan kumpulan keluarga nya dan masuk kamar sambil membanting pintu dengan cukup keras.
Brraakk......
*******
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️❤️
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE , KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK 🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️