Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Rumah sakit


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Rumah Sakit


Disini, di rumah sakit medika sehat saat ini ibu siti sedang di tangan oleh dokter di UGD. Ibu siti di larikan ke rumah sakit lantaran tadi terjatuh dan tidak sadar kan diri. Dengan di bantu tetangga tini membawa ibu siti ke rumah sakit.


" Bagaimana keadaan ibu saya dok ?" Tanya tini kepada dokter yang menangani ibu siti yang baru saja keluar dari ruangan UGD.


" Maaf mbak, seperti nya ibu anda harus di rawat beberapa hari untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan awal ibu anda terkena serangan jantung, nanti kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi. Sebentar lagi ibu anda akan di pindahkan ke ruang perawatan. Kalau begitu silahkan anda urus administrasi nya terlebih dahulu " Ucap dokter.


" Serangan jantung ? Sejak kapan ibu punya sakit jantung ? Setahu saya ibu tidak punya penyakit jantung dok?" Tanya tini yang masih belum percaya.


" Mungkin ibu anda tidak pernah memeriksakan kesehatan nya jadi sakit nya tidak terdeteksi. Atau bisa karena faktor lain misal nya karena stress atau banyak fikiran. Kalau begitu saya permisi " Seru dokter dengan ramah.


Tini hanya mengangguk pelan, pikiran nya masih tertuju kepada ibu nya. Bahkan biaya rumah sakit pun dia belum tahu dapat darimana. Minta dengan amar pun tini malu, setelah perlakuan ibu nya terhadap amar ,apa amar masih mau menolong ibu nya.


" Saat seperti ini hanya amar yang bisa di andalkan. Tapi aku malu, bagaimana ini ? Apa amar mau menolong membiayai rumah sakit ibu? " Tanya tini pada diri nya sendiri.


Di saat dia kebingungan tiba - tiba harun datang dengan nafas tersengal - sengal.


" Mbak bagaimana keadaan ibu?" Tanya harun.


" Ibu terkena serangan jantung. " Jawab tini singkat.


" Apa ? Serangan jantung ? Ibu ada - ada saja, dapat darimana kita uang untuk biaya rumah sakit mbak? Mas amar, iya mas amar. Dia pasti bisa membiayainya " Seru harun langsung tertuju kepada amar.


" Aku tidak tahun run, kamu tungguin ibu aku mau urus administrasi nya dulu, kalau untuk DP aku masih ada uang. Setelah itu aku mau pulang sebentar mengambil pakaian ganti. " Ucap tini terlihat kebingungan.


" Mbak jangan lupa hubungi mas amar, kabari jika ibu masuk rumah sakit. " Seru harun.


Tini tidak menjawab namun hanya mengangguk pelan. Setelah mengurus administrasi ibu nya , Tini langsung pulang untuk mengambil keperluan ibu nya selama di rumah sakit.Tadi tini hanya membayar uang DP nya saja karena uang tini sangat menipis.

__ADS_1


" Sisa nya aku harus mencari kemana ? " Seru tini yang kini sedang berdiri di pinggir jalan menunggu angkutan umum yang lewat.


" Atau aku tinggalkan saja ibu di rumah sakit , terserah bagaimana nanti dia mengurus sendiri. Tapi ,.. " Tini bermonolog dengan perasaan nya sendiri.


Angkot yang di tunggu tini pun berhenti di depan tini, tini langsung masuk ke dalam angkot. Saat ini fikiran tini sedang kacau. Dia kasihan dengan ibu nya, tapi dia juga kesal dengan kelakuan ibu nya.


*******


Tini sudah kembali ke rumah sakit dan sekarang sedang berada di ruang perawatan ibu nya. Ada dokter dan suater yang sedang memeriksa ibu siti.


" Bagaimana dok ? Kenapa tangan ibu saya sebelah kanan tidak bisa bergerak ?" Tanya tini.


Saat ibu siti sadar tadi dia berusaha untuk duduk, namun dia kaget saat mendapati tangan kanan nya seperti tidak ada tenaga, bahkan di gerak kan pun susah.


" Maaf mbak, dengan berat hati saya harus berkata jujur jika ibu anda saat ini stroke. Tubuh bagiab kanan nya mati, dan bahkan beliau juga susah untuk berbicara. " Ucap dokter menjelaskan kondisi ibu siti.


" Apa ibu saya masih bisa sembuh dok ?" Tanya tini.


" Saya sebagai dokter tidak bisa menjanjikan tapi hanya bisa mengusahakan. " Ucap dokter membuat tini semakin down.


Disaat serba kekurangan seperti ini ibu nya harus di rawat di rumah sakit. Tidak ada cara lain selain menghubungi amar dan meminta bantuan amar. Setelah dokter dan suster keluar , tini juga ke luar dan meminta harun untuk menjaga ibu nya.


[ Hallo... Assalamamualaikum mbak ] Seru amar.


[ Waalaikumsalam, mar kamu dimana ? sibuk gak ? ] Tanya tini .


[ Aku ada di kontrakan mbak, baru saja pulang dari kantor ? Ada apa mbak ? kok suara mbak terdengar sedih begitu ?]


[ Mar, ibu masuk rumah sakit ? Ibu terkena serangan jantung dan mengalami stroke. Kamu bisa ke rumah sakit mar ? ]


[ Apa ? Ibu kena serangan jantung dan stroke ?]


[ Iya mar, ibu di rawat di rumah sakit medika sehat . Kalau kamu ada waktu tolong temui ibu ya mar, sebenci apa pun kamu sama ibu beliau tetap ibu mu. Mbak juga minta maaf ya mar kalau dulu sudah sering membuat hidup mu susah dan mengganggu rumah tangga mu ]


[ Sudah mbak aku sudah melupakan semua itu. Baiklah selepas magrib nanti amar ke rumah sakit. ]


[ Terimakasih mar, ibu di rawat di kamar Anggrek no 5 ]


[ Iya mbak ]

__ADS_1


Asti pun menutup sambungan telepon nya, lalu dia menikmati segelas kopi susun yang tadi dia pesan. Dia berlama - lama duduk di kantin rumah sakit seorang diri.


Sementara itu di rumah kontrakan amar sudah memberitahu istri nya jika ibu nya masuk rumah sakit. Amar berencana mengajak asti ke rumah sakit untuk menjenguk ibu nya.


" Kita berangkat jam berapa mas ?" Tanya asti .


" Habis magrib saja dek. Oh iya dek kamu sudah masak ya ? " Tanya amar .


" Sudah mas, aku masak ayam goreng , sambal teri sama sayur bening bayam. Seperti biasa sayuran tidak ketinggalan kan tinggal metik di depan " Ucap asti sambil menunjuk ke arah depan.


Amar tersenyum melihat istri nya yang terlihat makin cantik dan makin pengertian.


" Oh iya mas nanti makanan nya kita bawa ke rumah sakit saja ya. Kita sekalian bawain untuk mbak tini dan harun, nanti kita makan sama - sama " Ucap asti memberi ide.


" Iya dek. Sekarang kita sholat dulu yuk, setelah itu kita berangkat ke rumah sakit. " Ajak amar.


Amar dan asti pun menjalankan 3 rakaat nya secara berjamaah. Setelah selesain sholat magrib amar dan asti langsung berangkat ke rumah sakit.


" Bagaimana keadaan ibu mbak ?" Tanya amar saat sudah berada di ruangan ibu siti.


" Kamu bisa lihat sendiri mar keadaan ibu. " Jawab tini yang terlihat lelah.


Amar dan asti mendekati ranjang tempat ibu siti berbaring. Amar sedih melihat kondisi ibu nya yang terlihat lemah. Bahkan di kening nya pun ada perban, saat terjatuh tadi kening ibu siti berdarah.


" Ibu stroke mar, tubuh sebelah kanan nya mati dan kemungkinan ibu juga susah bicara. Mungkin ini hukuman untuk ibu karena dulu ibu sudah jahat sama bapak dan juga sudah jahat sama delia, ibu selalu menghina delia bahkan memfitnah delia bahkan ibu sangat membenci delia. " Ucap tini secara tiba - tiba membuat asti langsung menatap ke arah tini.


" Aku pun menyesal selama ini sudah membenci delia, sebenar nya delia itu wanita yang baik. Dia tidak pernah membalas apa yang selama ini sudah ibu lakukan kepada nya" Seru tini penuh dengan penyesalan.


" Delia pasti sudah memaafkan kita mbak, dia bukan pendendam. Nanti jika ibu sudah keluar dari rumah sakit kita sama - sama temui delia untuk meminta maaf. " Ucap amar.


* Kenapa pada bahas delia sih, disini yang istri nya mas amar itu aku bukan delia. Delia itu cuma masalalu nya mas amar. Sabar.. sabar Asti jangan terpsncing emosi * Gumam asti pada diri nya sendiri.


*******


Asti cemburu nih ? Hemmmm....


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤

__ADS_1


__ADS_2