
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Hari terus berlalu, hubungan lala dan tini semakin dekat. Bahkan saat tini libur kerja dia mengajak lala jalan - jalan. Lala anak yang penurut dan semenjak dekat dengan tini dia menjadi anak yang periang. Banyak orang yang mengira jika lala adalah anak tini. Bahkan lala juga sering menginap di kontrakan tini dan pagi di jemput joko.
Seperti hari ini joko menjemput lala karena semalam menginap di kontrakan tini. Namun saat joko menjemput lala, tiba - tiba lala meminta papa nya juga tinggal dengan tini.
" Papa apan mau inggal cama mama. Lala mau bobok cama mama papa. " Celetuk lala membuat joko bingung harus bagaimana menjelaskan nya.
Sedangkan tini pura - pura tidak mendengar, dia sendiri tidak menyangka jika lala akan bicara seperti itu. Justru tini merasa tidak enak, dia takut jika joko salah paham , mengira tini yang mengajari lala bicara seperti itu.
" Hemmm... Sayang kita pulang dulu yuk, mama tini hari ini mau kerja. Besok kalau mama tini libur lala bisa main lagi dan menginap lagi disini. " Ucap joko mengalihkan pembicaraan .
" Lala mau bobok cama mama dan papa " Seru lala lagi sambil cemberut dan bahkan hampir saja menangis.
Joko semakin bingung karena lala sudah mau menangis bahkan mata nya sudah memerah dan berkaca - kaca. Dia tidak tega melihat anak nya menangis.
" Iya sayang nanti kita bobok sama - sama tapi sekarang kita pulang dulu ya. " Seru joko merayu lala agar mau pulang.
Sontak hal itu membuat tini langsung menatap joko. Tini tidak suka joko menjanjikan hal yang tidak mungkin kepada anak sekecil lala. Suatu saat lala pasti akan menagihnya lagi sampai keinginan nya terpenuhi.
" Mas kenapa janjiin hal yang tidak mungkin kepada lala?" Tanya tini tidak suka sedikit berbisik agar tidak di dengar lala.
" Maaf , aku tidak mau melihat lala menangis. Apa kamu sudah punya calon suami ?" Tanya joko membuat tini semakin tidak suka dengan pertanyaan joko.
" Maaf, aku sudah mau berangkat kerja mas. Maaf aku tidak bermaksud mengusir mu. Lain kali kita bicara lagi. " Ucap tini tegas.
" Baiklah. Aku dan lala pulang dulu ya tin, maaf sudah sering merepotkan mu. Lala ayo kita pulang, salim dulu sama mama ya. " Seru joko.
Lala pun langsung salim dan mencium tangan tini dengan takzim.
" Mama becok kita bobok cama papa ya ?" Seru lala dengan mata yang berbinar.
Tini pun tidak tega membuat lala sedih apalagi saat ini pasti lala sedang bahagia. Dengan terpaksa tini pun mengiyakan keinginan lala.
" Iya sayang " Jawab tini singkat.
__ADS_1
" Holeee... Holeee... Mama cama papa bobok cama lala. Holle mama lala mau bobok cama cama." Teriak lala gembira.
Lala tidak tahu di balik rasa bahagia nya itu ada dua orang dewasa yang sedang bingung dengan fikiran nya masing - masing. Bingung bahaimana cara menjaskan kepada lala, anak yang masih balita itu. Akhirnya tanpa adanya drama menangis lala mau di ajak pulang setelah apa yang diinginkan nya akan di tepati.
*********
Malam hari nya joko menghubungi amar untuk mengajak nya bertemu. Ada hal yang ingin joko bicarakan dengan Amar.
[ Mar , kamu ada waktu tidak ? Ada yang ingin aku bicarakan kepada mu ] Seru Joko menghubungi amar.
Amar sendiri saat ini ada di kontrakan nya , tidak pergi kemana - mana karena nanti dia mau menjemput kartika untuk mengantarkan dia pulang.
[ Aku ada di kontrakan mas. Mas joko ke kontrakan saja nanti aku sharelok ] Ucap amar.
[ Baiklah , aku ke kontrakan mu sekarang mumpung masih jam 7 malam. ]
[ Iya mas aku tunggu ]
Setelah sambungan telepon terputus , amar mengirim alamat dan lokasi kontrakan nya. Tidak menunggu lama, sekitar 30 menit joko sudah sampai di depan kontrakan amar.
" Kontrakan mu dekat sama tempat kerja mu mar ?" Tanya joko.
" Iya mas sengaja cari yang dekat dengan kantor , rumah amar juga tidak terlalu jauh dari kantor sekitar 30 menit juga sampai. Biar tidak terjebak macet mas. " Jawab amar sambil terkekeh.
" Sebentar lagi mas, tunggu amar menikah. Biar serba baru hehee " Seru amar.
Joko mengangguk sambil tersenyum menanggapi perkataan amar. Akhirnya joko pun memulai membuka pembicaraan nya.
" Mar, apa mbak mu itu sudah punya pacar atau calon suami? " Tanya joko langsung.
Amar sudah paham arah pembicaraan joko, apalagi kalau bukan masalah ingin rujuk dengan tini. Sebagai adik amar setuju - setuju saja karena amar juga tahu tini masih mencintai joko.
" Mas mau rujuk dengan mbak tini ?" Tanya amar langsung pada intinya biar tidak berte - tele.
" Kalau tini mau sih begitu, anak ku juga senang dengan tini. Bahkan menganggap tini itu mama nya, aku pun masih punya rasa untuk tini." Ucap joko bicara jujur.
" Setahu ku mbak tini tidak sedang dekat dengan lelaki manapun. Sampai detik ini dia masih sendiri dan tidak mau menikah lagi karena dia belum bisa melupakan mantan suami nya yang dulu menikahinya tanpa memandang siapa mbak tini, dia tidak mempermasalahkan masalalu mbak tini. " Ucap amar justru membuat joko penasaran.
Nyali joko langsung menciut saat amar bicara, dia mengira tini sudah pernah menikah lagi dan saat ini masih mencintai mantan suaminya itu.
" Maksud kamu tini masih mencintai mantan suaminya ?" Tanya joko memperjelas semua nya.
" Iya betul " Jawab amar singkat.
__ADS_1
" Berarti aku tidak ada harapan lagi untuk rujuk dengan tini. Kasihan lala pasti dia sangat sedih, padahal dia sudah senang saat tini hadir dalam hidup nya. Dia sudah menganggap tini mama nya sendiri. " Ucap joko dengan wajah sedih nya. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana sedih nya lala saat mengetahui tini tidak bisa menjadi mama nya.
Hahaaaa... Haaahaaa
Tanpa di duga justru amar tertawa dengan lantang membuat joko heran dengan tingkah amar.
" Kenapa kamu tertawa Mar ? Kamu senang karena aku bersedih ?" Seru joko.
" Mas joko ini aneh. Tidak tahu atau memang tidak peka? Mbak tini itu sampai detik ini belum pernah menikah lagi, atau sejak bercerai dari mas joko mbak tini belum pernah menikah. Mas tahu sendiri bagaimana masalalu mbak tini, dia pun tidak bisa memiliki keturunan. Hal itulah yang membuat dia tidak mau menikah lagi. Dan ada hal lain juga yaitu karena dia masih mencintai mas joko. Selebihnya mas joko bisa tanya langsung sama mbak tini, aku tidak berhak untuk bicara" Ucap amar menjelaskan dengan detail agar joko tidak salah paham.
" Maksud kamu tini masih mencintai aku ? Kalau begitu ada kemungkinan dia mau rujuk dengan ku ?" Tanya joko mencari jawaban.
" Kalau soal itu mas bicarakan dan tanyakan langsung sama mbak tini. Aku tidak tahu apa yang diinginkan mbak tini. " Ucap amar lagi.
Joko mengangguk paham dengan apa yang di sampaikan amar. Setelah dirasa cukup apa yang di bicarakan nya dengan amar, joko pun pamit pulang.
" Sekalian saja mas kita keluar sama - sama. Aku mau menjemput kartika di toko nya delia, calon istri ku kerja disana. " Ucap amar memberitahu.
" Haahhh... Kerja di toko nya delia ? Berarti delia tahu kalau kamu mau menikahi karyawan nya ?" Tanya joko.
" Tahu, nanti kapan - kapan aku ceritain sama mas. Yuk sekarang kita berangkat , setengah jam lagi kartika pulang. " Seru amar mempersingkat waktu.
" Iya yok " Jawab joko
Joko dan amar keluar dari kontrakan sama - sama dan mengendarai motor nya masing - masing menuju tujuan nya masing. Tepat di perempatan mereka berbeda arah, joko belok ke kanan dan amar masih lurus. Tepat saat sampai di depan toko, kartika pun baru keluar dari toko dan langsung menghampiri amar yang baru saja sampai.
" Langsung pulang ya mas, sudah malam juga ini. " Ucap kartika.
" Baik calon istriku." Jawab amar dengan mesra.
" Calon suami ku memang pintar " Seru kartika juga dengan suara mesra nya.
Hahaaaa... Haaahaaaa
Mereka berdua pun menertawakan kekonyolan mereka berdua.
**********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️
JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA 🙏❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️
__ADS_1