Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Kebahagiaan delia


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Menjadi pengangguran memang enak tidak perlu capek - capek untuk bekerja, makan dan minum sudah tersedia. Namun pusing nya saat melihat dompet kosong dan tabungan sudah habis. Itulah yang saat ini di rasakan rosa, uang nya sudah habis hanya tinggal beberapa ratus lagi.


Rosa memaksa harun untuk bekerja, terserah pekerjaan apa saja yang penting ada pemasukan. Namun harun terap menolak untuk bekerja karena dia menganggap rosa masih banyak uang.


" Mas kerja sih ? Aku juga butuh kamu nafkahi loh mas. Jangan menganggur terus, kalau terusan menganggur begini lama - lama kita tidak bisa makan " Ucap rosa kesal.


" Kok tidak bisa makan ? kamu kan masih ada uang tabungan banyak ros ?" Ucap harun saat rosa meminta nya untuk bekerja.


" Walaupun aku ada tabungan lama - lama tabungan ku juga habis mas. Apa mau selama nya kamu mengandalkan ku" Jawab rosa ketus.


" Iya besok aku cari kerja " Jawab harun singkat. Cari aman saja daripada dia menolak pasti akan terjadi keributan.


Ibu siti menghampiri harun dan rosa dengan wajah cemas, karena tini belum pulang juga.


" Kok kakak mu tini jam segini belum pulang ya Run? Biasa nya kalau tidak tengah malam ya pagi dia pulang. Ini sudah jam sebelas siang kok belum pulang , ibu hubungi juga tidak bisa " Tanya ibu siti mencemaskan keberadaan tini.


" Mbak tini sudah dewasa bu, dia sudah tahu jalan pulang. Mungkin dia lagi asik sama teman kencan nya, sudah tidak perlu di cemaskan dia nanti bakalan pulang " Ucap harun.


Benar saja baru juga harun selesai bicara ada motor yang masuk ke pekarangan rumah, tini di antar pulang oleh seseorang yang tidak dia kenal.


" Loh.. loh ini anak saya kenapa ? Bapak apakan dia ?" Tanya ibu siti sambil mata nya melotot.


" Maaf bu.. jangan salah paham dulu. Tadi saya menemukan mbak ini dalam keadaan pinsan di bawah pohon. Sekitar satu jam saya menunggu mbak nya siuman baru saya antar kesini. Sepertinya mbak nya korban perampokan. " Ucap tukang ojek yang mengantar tini pulang.


Mata ibu siti langsung beralih menatap tini, wajah tini terlihat lebam, rambut nya acak - acakan dan kaki nya juga lecet- lecet.


" Bu kepala ku pusing " Seru tini.

__ADS_1


" Iya kamu duduk dulu disini, terimakasih sudah mengantar anak saya pulang. " Ucap ibu siti berterimakasih.


Tukang ojek itu pun lsngsung pergi, dia memang murni hanya berniat untuk menolong tanpa meminta bayaran ataupun imbalan dari keluarga tini.


Ibu siti langsung ke dapur membuatkan teh hangat dan mengambil air untuk mengompres luka lebam tini di area wajah.


" Kenapa bisa seperti ini sih tin ? Oh iya mana motor kamu, bukan nya semalam kamu bawa motor. " Tanya ibu siti sambil membersihkan luka tini.


" Aku di rampok bu. Motor, uang, ponsel dan semua nya yang aku miliki di ambil bu. Bahkan aku di gilir sama ke tiga perampok itu bu. Badan ku sakit semua bu " Ucap tini sambil menangis.


Rampok ?


Jadi benar mbak tini di rampok ?


Harun serius mendengarkan cerita dari kakak nya, begitupun dengan rosa. Sebejat - bejat nya rosa dia tidak pernah melayani pria langsung 3 sekaligus dalam semalam, apalagi langsung bergiliran seperti itu. Rosa membayangkan nya pun menjadi takut.


" Kita harus lapor polisi. Motor dan yang lain nya harus bisa kembali." Seru ibu siti.


" Bagaimana mau lapor bu, yang ada aku juga akan kena imbas nya. Mereka akan bertanya kenapa tengah malam aku bisa ada di tempat sepi seperti itu. Sudah lah yang penting aku selamat, sekarang aku mau istirahat saja. Tolong jangan berisik, biarkan aku beristirahat " Ucap tini dengan serius.


Tanpa menunggu jawaban dari sang ibu, tini langsung bangkit dari duduk nya. Dengan badan sempoyongan dia berjalan menuju kamar nya.


" Ayuk " Jawab harun.


" Rosa sebentar lagi jam makan siang, tolong ibu masak dong Ros. Kalau harus beli terus boros, mana amar sekarang ngasih jatah bulanan untuk ibu berkurang. Kamu juga sudah lama loh tidak memberi ibu uang belanja. Kalau begitu ibu minta uang untuk belanja nya." Ucap ibu siti.


Rosa hanya menatap malas ke arah ibu mertua nya. Dia sendiri saja lagi krisis uang, seenak nya saja minta uang belanja.


* Huufftt dasar ibu - ibu mata duitan. Suruh dong anak mu ini bekerja, enak saja mintak duit sama aku. * Gumam rosa dalam hati nya.


" Rosa tidak ada uang kas bu. " Ucap rosa beralasan lalu pergi masuk ke kamar nya.


Harun pun mengikuti rosa masuk ke kamar nya, entah apa yang mereka lakukan di dalam.kamar siang - siang bolong begitu.


********


" Mbak hasil penjualan kita bulan ini meningkat 40% loh mbak. Kita juga sudah punya banyak resseler bahkan ada yang dari luar negeri, mereka orang - orang indonesia yang bekerja di sana dan mencoba jualan online dan ngambil di toko kita " Seru yuni menyerahkan laporan keuangan kepada delia.

__ADS_1


Delia memeriksa nya dengan teliti, walaupun hanya tamatan SMP sebenar nya delia anak yang cerdas, Dia juga sudah bisa mengoperasikan laptop dan komputer dengan baik. Padahal hanya sesekali saja belajar dengan mona.


" Iya yun, aku sangat berterimakasih juga sama kamu dan karyawan semua nya. Akhirnya toko kita bisa di kenal banyak orang. Jangan lupa sisihkan untuk panti asuhan ya yun " Seru delia.


" Sudah aku transfer ke pengurus panti kok mbak. Ini bukti transfer nya " Seru yuni menunjukan bukti transfer yang sudah tercetak dan di letak kan di map biru beserta laporan keuangan.


" Alhamdulillah yun, akhirnya wanita yang dulu hanya di pandang sebelah mata dan di anggap parasit. Bahkan hanya lulusan SMP, sekarang sudah bisa memiliki toko yang lumayan besar. Bukan aku mau sombong, tapi semua ini berkat kerja keras ku. Alhamdulillah hutang di mona juga sudah lunas. " Seru delia mengucap syukur.


" Iya mbak alhamdulillah " Seru yuni.


Obrolan mereka terhenti karena ada mama mertua delia yang datang membawakan makan siang untuk menantu kesayangan nya. Padahal delia tidak meminta nya, delia sangat beruntung memiliki mama mertua sebaik mama silvi.


" Mama..kok datang tidak bilang - bilang sih " Seru delia menghampiri mama mertua nya.


" Surprise untuk menantu ku. Ini mama juga sudah bawakan makan siang untuk mu. Sup ayam kampung masih panas, yuk makan dulu " Ucap mama mertua delia.


" Kamu ikut makan juga yun " Ajak mama mertua delia.


" Tidak usah tante. Nanti yuni makan sama teman - teman saya. Kalau begitu saya permisi mbak, mari tante " Seru yuni sambil menganggukkan kepala nya.


Mama mertua dan delia membalas anggukan yuni dengan senyuman ramah nya.


Setelah yuni keluar, mama juna langsung membuka rantang makanan nya dan mengeluarkan isi nya. Sup ayan kampung masih mengepul, dengan sambal bawang pedas . Makanan itu hampir setiap hari yang delia request. Semenjak hamil delia sangat menyukai makan sup ayam kampung dengan sambal bawang pedas.


" Mama ikut makan juga dong " Seru delia.


" Iya sayang ini mama juga makan, kamu makan yang banyak biar ibu dan bayi nya sehat - sehat. " Ucap mama silvi.


" Terimakasih mama mertua ku yang baik. Delia makan ya ma, sudah tidak sabar ingin merasakan sup buatan mama. Padahal hampir tiap hari delia makan sup, sup buatan mama memang the best " Ucap delia sambil mengacungkan jempol tangan nya.


Mama silvi tersenyum melihat delia makan dengan lahap, dia ikut senang jika delia senang. Apa pun akan di lakukan nya untuk membuat delia senang, tenang, dan bahagia.


* Sehat - sehat terus untuk mu menantu ku agar kamu bisa menemani anak ku hingga kalian menua bersama. * Gumam mama silvi.


*******


Bahagia selalu delia ❤❤❤

__ADS_1


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA ❤❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤❤


__ADS_2