Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Rezeki tidak terduga


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Pagi hari yang cerah dan sejuk, amar mendatangi rumah kontrakan saudara nya. Sudah satu minggu amar tidak bertemu dengan saudara nya, tepat nya setelah tujuh hari meninggal nya ibu siti. Amar datang ke kontrakan sekaligus ingin berziarah ke makam ibu siti. Sebelum nya amar mampir terlebih dahulu membeli 3 bungkus bubur ayam lengkap dengan sate telur dan usus nya.


Amar datang di saat harun sedang mencuci motor , dan kakak nya tini sedang menyapu. Amar di sambut bahagia oleh ke dua saudara nya. Amar mengakui ke dua saudara nya itu kini lebih hidup mandiri dan saling mengasihi. Ada sedikit penyesalan dalam diri amar, kenapa tidak dari dulu mereka saling hidup rukun.


" Mas amar bawa apa itu ?" Tanya harun saat amar baru saja turun dari motor.


" Ini bubur ayam, kita sarapan sama - sama ya. Ini mbak tolong bawa masuk ke dalam " Seru amar memberikan kantong plastik yang berisi bubur ayam kepada tini.


Tini menerima nya dan membawa ke dalam, tini menyiapkan sendok dan teh hangat sebagai pelengkap sarapan nya.


" Mar, kirain kamu sudah melupakan kami " Ucap tini sambil terkekeh.


" Maaf mbak, kemarin - kemarin aku sibuk. Banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan cepat, oh iya run bagaimana pekerjaan mu ? apa kamu jadi mengambil tawaran juna ?" Tanya amar di sela sarapan nya.


" Belum mas. Aku masih mempertimbangkan nya, lebih tepat nya aku malu kembali lagi kesana. Apalagi jika bertemu dengan teman - teman ku yang bekerja disana. " Jawab harun.


" Apa pun keputusan mu semoga yang terbaik untuk mu. " Seru amar memberi semangat harun.


Mereka bertiga sudah selesai sarapan dan tini membereskan alat - alat yang tadi di pakai. Amar kembali ke motor nya mengambil satu kantong plastik yang tadi dia bawa dari rumah kontrakan nya.


" Mbak ini sayuran hasil aku menanamnya sendiri tadi lupa tidak aku turunkan dari motor " Seru amar sambil meletakkan kantong plastik di dekat kompor.


" Banyak banget mar. Kamu tanam sendiri ? " Tanya tini seolah tidak percaya.


" Iya mbak ini aku yang tanam, memanfaatkan halaman kosong depan kontrakan. Sebenarnya sudah dari dulu, biasa nya para tetangga yang ngambil. Tadi pagi aku lihat masih banyak jadi aku petik dan aku bawa kesini. Kalau kebanyakan bagi - bagi saja mbak sama tetangga " Ucap amar.


Tini memeriksa kantong plastik bawaan amar tadi, ada beberapa jenis sayuran hijau. Ada sawi, kangkung, tomat, cabai.


" Mbak bagi ke mpok onah juga ya mar ? Mpok onah sudah baik sama mbak, setiap pulang pergi saat kerja mbak nebeng dia terus. Nanti mbak anter ke rumah nya saja " Seru tini memisahkan sayuran untuk mpok onah.


" Iya mbak. Salam untuk mpok onah " Seru amar lalu kembali ke depan.

__ADS_1


Amar duduk di teras sambil melihat harun yang melanjutkan mencuci motor nya. Mau ziarah ke makam ibu nya tapi masih terlalu pagi, mungkin menunggu siangan dikit amar akan ke makam ibu nya.


" Mar, kamu masih lama tidak ? Kalau kamu masih lama disini, mbak pinjam motor kamu dulu. Mbak mau ke rumah mpok onah mengantarkan sayuran ini " Seru tini sambil mengangkat kantong plastik.


" Amar antar saja ya mbak. Sekalian jalan - jalan sudah lama juga amar tidak main ke sana. Mau ngobrol - ngobrol sama suami mpok onak juga. " Ucap amar lalu bangkit dari duduk nya.


" Oh..ok kalau begitu ayok berangkat sekarang " Seru tini menyetujui amar ikut.


" Run, nanti kalau mau pergi jangan lupa kunci pintu nya ya. Mbak mau ke rumah mpok onah dulu " Seru tini berpamitan kepada harun.


" Iya mbak " Jawab harun singkat.


Motor amar meninggalkan rumah kontrakan tini, dan melaju kencang membelah jalanan menuju rumah mpok onah. Mengunjungi rumah mpok onah membuat amar dan tini teringay tentang kenangan buruk, kenangan dimama saat dulu tini selalu menghina dan merendah kan delia. Mengingat bagaimana amar saat itu mengkhianati delia, sampai akhir nya delia pergi dari rumah kontrakan. Rumah peninggalan ayah nya kini sudah beralih menjadi milik orang lain.


********


" Terimakasih ya tin, mar sudah di bawain sayuran sebanyak ini. Ini bisa untuk stok seminggu, irit uang belanjalah " Ucap mpok onah dengan senang.


Mpok onah terlihat sangat senang saat tini datang membawakan sayuran untuk nya. Tini memang sengaja membagi lebih banyak kepada mpok onah.


" Sama- sama mpok . Oh iya mpok, suami mpok kamana kok tidak kelihatan ?" Tanya amar.


" Oh... suami ku kerja mar. Sekaranh dia kan kerja di toko nya delia sebagai supir, beruntung delia memberikan pekerjaan kepada suami ku mar. Kalau tidak entah mai bagaimana kami menjalankan hidup, mengandalkan gaji ku pun tidak cukup. Apalagi ada satu anak yang harus kami nafkahi, kebutuhan sekolah nya juga mahal. " Ucap mpok onah bersyukur.


" Suami ku sudah keluar mar, karena sesuatu hal yang membuat dia tidak betah. Sudah 3 bulan ini kerja sama delia. Aku tidak menyangka sekarang toko delia jadi sebesar itu, padahal dulu dia hanya jualan secara online. Nasib orang memang tidak ada yang tahu ya mar " Ucap mpok onah membuat amar salah tingkah.


Mpok onah memang tidak bermaksud menyindir amar maupun tini, yang di katakan mpok onah memang benar. Roda kehidupan itu berputar dan nasib orang tidak ada yang tahu.


" Mpok kontrakan samping kosong ya ?" Tanya tini mengalihkan pembicaraan.


" Iya, semenjak keluarga kalian pindah rumah itu hanya di tempati 2 bulan. Setelah itu orang nya pindah karena di kerjaan nya juga pindah di luar kota, setelah itu belum ada yang mengontrak juga. Kamu balik saja di kontrakan itu mar " Ucap mpok onah.


Amar menggelengkan kepala nya sambil tersenyum, dia tidak mau kembali ke rumah kontrakan nya yang dulu. Rumah kontrakan yang dulu dia tempati bersama delia, banyak kenangan manis nya di rumah itu bahkan ada kenangan pahit juga yang amar ciptakan di dalam rumah itu.


" Kontrakan yang sekarang lebih dekat dari kantor mpok, sepuluh menit sampai kantor " Ucap amar beralasan.


" Oh begitu...biar irit ongkos bensin ya mar " Jawab mpok onah terkekeh.


Amar dan tini juga ikut tertawa mendengar penuturan mpok onah yang memang bar - bar. Mpok onah orang nya memang baik,asik, cerewet di balik kecerewetan nya itu tersimpan sifat baik yang tidak semua orang punya.


" Minum dulu teh nya " Seru mpok onah.

__ADS_1


" Iya mpok " Jawab amar dan tini bersamaan.


" Maaf ya mar, tin .. Aku mau tanya sesuatu tapi kalian jangan marah ya. " Seru mpok onah.


" Iya mpok mau tanya apa ?" Tanya amar juga penasaran apa yang ingin mpok onah tanyakan.


Mpok onah menghela nafas dengan panjang sebelum memulai pembicaraan nya.


" Emmm.... apa benar rosa sekarang kerja jadi wanita penghibur ? Maaf ya tin, aku tidak bermaksud .... " Ucap mpok onah terhenti karena tini langsung memotong perkataan mpok onah.


" Tidak apa - apa mpok " Ucap tini paham apa yang mpok onah fikirkan.


Mpok onah pun akhir nya menceritakan soal pertemuan nya dengan rosa beberapa hari yang lalu. Saat itu mpok onah melihat rosa dan seorang lelaki paruh baya dan terlihat sangat mesra.


" Seperti nya memang seperti itu mpok. Tapi aku sudah tidak perduli dan tidak mau tahu lagi urusan rosa mpok. Aku sudah resmi bercerai dengan rosa bahkan harun juga sudah lama bercerai. " Ucap amar.


" Tapi anak yang rosa kandung ?" Tanya mpok onah yang memang belum tahu soal anak rosa.


" Itu bukan anak harun mpok " Tini langsung menjawab rasa penasaran mpok onah.


" Sudah ku duga. Wanita itu memang kurangajar !" Seru mpok onah justru terlihat marah seperti ada dendam tersendiri.


Obrolan mereka pun terhenti karena waktu sudah semakin siang, amar mengajak tini pulang karena amar mau ke makam ibu nya juga. Amar dan tini pulang meninggalkan rumah dan desa yang penuh kenangan itu. Setelah sampai rumah kontrakan tini turun dan amar langsung putar balik menuju makam ibu nya.


" Mas amar mana mbak?" Tanya harun yang melihat tini masuk seorang diri.


" Amar langsung ke makam ibu." Jawab tini singkat.


" Oh... Iya mbak tadi ada supir nya mbak delia datang nganterin ini, kata nya dari tante silvi " Ucap harun sambil menunjuk bok makanan susun tiga di atas meja.


Tini langsung membukanya, ternyata isi nya ada kue - kue, rendang daging dan capcai bakso.


" Memang nya ada acara apa mereka kirim makanan Run ?" Tanya tini.


" Syukuran pembukaan cabang showroom nya paj juna di kota XX. Mereka memang tidak memgundang mbak, karena acaranya di adakan di panti. Suami mbak delia hebat ya mbak, punya 3 showroom mobil yang besar sudah pasti bakal terjamin kehidupan mbak delia dan anak - anak nya nanti. " Seru harun seperti ada rasa penyesalan.


Tini hanya menanggapi dengan senyum tanpa mau mengucapkan kan sepatah kata pun. Sudah terlalu banyak kebaikan yang di berikan oleh delia dan mertua nya. Tini menyimpan makanan itu di dalam lemari makanan, sebelum nya dia juga memisahkan untuk di bawa pulang amar. Makanan nya terlalu banyak jadi tini juga membagi nya kepada amar.


* Alhamdulillah atas rezeki hari ini, terimakasih ternyata kami masih di kelilingi orang - orang baik * Gumam tini dalam batin nya.


**********

__ADS_1


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH SERTA RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2