
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Satu minggu kemudian.
Amar dan Kartika datang kerumah kontrakan nya, lebih tepatnya rumah kontrakan yang sudah di tempati oleh Diki dan keluarga kecilnya. Mereka datang hanya untuk sekedar main saja, karena barang - barang amar yang ada di kontrakan sudah di angkut beberapa hari yang lalu. Setiap hari minggu kartika juga mendapat libur kerja dari toko.
" Kalian datang kok tidak kabar - kabar sih, kalau tahu kalian mau kesini aku kan siapin makanan untuk kalian. " Ucap ajeng tidak enak hati.
" Sudah tidak apa - apa mbak Ajeng, seperti siapa saja loh. Tidak perlu menyiapkan apa - apa kita kesini itu mau main bukan mau merepotkan mbak. Sudah mbak ajeng duduk saja disini tidak perlu masak ini itu segala " Seru kartika.
" Iya Jeng kamu tidak perlu repot - repot. Ini sudah cukup kok " Seru Amar ikut berkomentar.
Ajeng hanya mengangguk lalu duduk di samping suaminya. Sedangkan anaknya bermain diteras dengan anak tetangga.
" Bagaimana rumah yang kamu bilang itu Mar ? Apa jadu di jual ?" Tanya diki .
" Nah, kedatangan saya kesini juga mau membicarakan soal rumah itu. Rumah itu memang mau di jual sama pemilik nya, karena sudah hampir 2 tahun ini sang pemilik tinggal di luar kota dan selama hampir 2 tahun ini rumah itu hanya di kontrakan saja. Tapi sang pemilik sekarang mau menjualnya karena dia sudah tidak mungkin balik kesini, yang mengontrak tidak mau membeli karena setelah kontrak nya habis dia mau pindah kerumah baru nya. Tapi kamu tenang saja sekitar 2 bulan lagi kontrakan itu habis. " Ucap amar menjelaskan panjang lebar.
" Tidak masalah, 2 bulan lagi kan . Lagi pula kontrakan ini juga cuma aku bayar 6 bulan saja. Tapi kamu sudah bicarakan sama orang yang punya rumah ?" Tanya diki serius.
" Sudah , tapi aku bilang kamu mau lihat-lihat rumahnya dulu. Jadi nanti kapan kalian lihat saja dulu rumah nya. Kalau kalian cocok nanti orangnya akan pulang kesini untuk melakukan transaksi jual beli" Seru amar lagi.
Sedangkan dua orang wanita yang ada di ruangan itu hanya diam menyimak obrolan para lelaki. Sebelumnya diki memang sudah menceritakan kepada istrinya jika dia akan membeli rumah dengan uang tabungan nya tanpa harus menjual tanah warisan.
Tiba - tiba anak ajeng lari masuk ke dalam dengan wajah ketakutan.
__ADS_1
" Ada apa nak?" Tanya ajeng heran melihat anak nya yang ketakutan.
" Ada nek cama ante ati bun ?" Seru anak ajeng yang memang belum lancar bicaranya.
Ajeng dan yang lain nya paham dengan apa yang di ucapkan , mereka berempat langsung melongok keluar dan benar saja asti dan ibu jujuk sedang melangkahkan kakinya menuju kontrakan diki.
" Bagaimana ini mas ?" Seru ajeng takut apalagi ada kartik. Ajeng takut jika asti akan melukai kartika.
" Sudah tidak apa - apa jeng, mungkin sudah saat nya asti tahu siapa istri ku. " Jawab amar.
Sedangkan diluar asti yang melihat ada motor amar terparkir di depan kontrakan tersenyum senang, karena akhirnya bisa bertemu dengan amar. Jadi kedatangan nya kekontrakan diki tidak sia - sia.
* Ada motor mas amar ! Berarti mas amar sedang bertamu, akhirnya aku bisa melepas rindu dengan mas amar. I love you mas amar * Gumam asti dalam hatinya.
*******
Sementara itu di tempat lain delia dan juna sedang mengajak anaknya jalan - jalan di salah satu wahana permainan anak. Tanpa sengaja di tempat wahana permainan delia bertemu dengan tini dan joko yang juga sedang mengajak lala bermain.
" Ma, itu ante deia " Ucap lala sambil menunjuk ke arah delia dan juna yang sedang menunggu si kembar bermain di arena mandi bola.
" Iya kita samperin mereka saja yuk. " Seru joko.
Akhirnya tini dan keluarga kecilnya pun menghampiri delia dan juna.
" Delia kamu disini juga ?" Sapa tini mengagetkan delia.
" Eh mbak tini bikin kaget saja. Iya nih mbak sesekali mengajak si kembar jalan - jalan. Wahh ada si cantik, lala cantik tidak mau main mandi bola. Itu adek kembar lagi main." Seru delia menunjuk ke arah hana dan haikal yang terlihat bahagia bermain.
" Ma, pa.. Lala main cama adek kembal ya. " Ucap lala meminta izin.
" Iya sayang papa beli karcis masuknya dulu ya. " Ucap joko langsung ke loket tempat pembelian karcis.
Hanya butuh waktu 3 menit karcis sudah ada di tangan joko, joko pun langsung mengantarkan lala untuk masuk ke arena permainan mandi bola.
__ADS_1
" Jangan kesana - sana ya nak, disebelah sini saja sama adek kembar. Adek kembar juga hanya tante bolehin disebelah sini saja, biar enak mengawasinya.." Seru delia saat lala sudah bergabung dengan si kembar.
Lala tidak menjawab tetapi hanya mengangguk dan mengacungkan dua jempol tangan nya saja.
" Joko apa kabar ?, dari tadi belum sempat menyapa " Seru juna mengulurkan tangan.
" Kabar baik Jun " Jawab joko menyambut uluran tangan juna.
" Bagaimana toko , lancar kan ?" Tanya juna.
" Alhamdulillah toko semakin lancar. Semenjak aku menikah dengan tini toko semakin ramai dan menerima banyak pesanan barang. " Ucap joko penuh rasa syukur.
Kedua pria itu sibuk membicarakan soal pekerjaan dan usahanya masing - masing. Sedangkan tini dan delia pun terlibat obrolan yang cukup serius, apalagi kalau bukan bergosip seputaran asti.
" Aku justru kasihan sama kartika del, baru pengantin baru tapi harus di recokin sama asti. Kamu tahu sendiri asti itu kan tidak waras, takut - takut dia mulukai kartika . " Seru tini dengan mata tetap memperhatikan lala yang sedang bermain.
" Beberapa hari yang lalu kartika sudah cerita soal asti dan ibu jujuk yang terus meminta mas amar untuk menikahinya. Sampai rela mau jadi istri kedua , wanita mana yang rela berbagi suami dengan wanita lain. Beruntung kartika ini orang nya tidak cemburuan dan dia bisa menyikapi masalah dengan dewasa. Dia juga bisa memahami keadaan asti yang memang tidak waras. Ehhh... Kok aku bisa ngatain asti tidak waras " Seru delia .
" Tidak apa - apa, orang nya tidak ada juga. Asti memang tidak waras, heran saja aku sama ibu jujuk. Kenapa asti di keluarin dari rumah sakit, kalau sampai terjadi seseuatu dengan rumah tangga amar dan kartika aku tidak akan tinggal diam. Akan aku masukan lagi si Asti ke rumah sakit jiwa. " Ucap tini dengan geram.
" Jangan emosi dulu mbak. " Seru delia sambil terkekeh.
Tanpa terasa anak - anak sudah lama bermain dan mereka juga sudah kelelahan. Delia dan tini pun mengajak anak - anaknya keluar dari wahana mandi bola. Juna yang melihat anak nya sudah keluar dari wahana pun langsung menghampiri delia dan menggendong haikal sedangkan delia menggendong hana.
" Kita makan siang dulu yuk ?" Ucap joko.
" Boleh , kita cari tempat yang menunya cocok untuk anak - anak." Jawab juna.
Mereka semua pun keluar dari tempat wahana permainan dan menuju tempat yang cocok untuk makan siang. M
* Aku tidak menyangku hubungan ku dan mbak tini akan sebaik ini. Dulu saat aku masih menjadi adik iparnya jangankan jalan bareng, untuk menegurpun jarang sekali. Ternyata ada hikmah dibalik setiap kejadian yang sudah aku alami.* Gumam delia dalam hatinya .
********
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️