Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Keluarga delia


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Kebahagiaan delia semakin lengkap dengan kehadiran dua bayi kembar sepasang lelaki dan perempuan yang semakin hari semakin menggemaskan. Juna setiap pulang bekerja selalu membawakan oleh - oleh untuk sang baby twins, padahal babby twins juga belum ngerti apa - apa.


" Mas tidak ke showroom ?" Tanya delia saat melihat jam dinding sudah tidak pagi lagi namun sang suami masih saja di rumah bermain dengan dua bayi nya.


" Hari ini mas males banget dek ke showroom , badan mas rasa nya capek banget. Mau istirahat saja di rumah sambil main sama si kembar. Lagi pula di showroom sudah ada orang kepercayaan mas kok " Ucap juna sambil mencium babby hana. Sedangkan babby haikal ada dalam pangkuan delia.


" Mas juna sakit ?" Tanya delia dengan wajah khawatir nya.


Juna hanya menggengkan kepala nya sambil tersenyum hangat kepada sang istri yang terlihat menghawatirkan nya.


" Mas tidak sakit istri ku sayang, mas hanya lelah saja. Mungkin karena seminggu ini sering bolak - balik ke shoroom pusat jadi sekarang baru berasa lelah nya. Sudah nanti istirahat juga hilang lelah nya. Oh iya mama kemana ? kok dari habis sarapan tadi tidak kelihatan?" Tanya juna mengalihkan topik pembicaraan nya agar delia tidak banyak bertanya lagi.


" Mama ada di taman belakang mas. Mama sedang sibuk sama taman bunga nya, semakin betah mama ada di taman. Itu taman sudah bermacam - macam isi nya mas. Ada bunga ada sayuran pokok nya komplit " Seru delia sambil terkekeh.


" Wahh kelihatan nya seru juga dek berkebun seperti itu. Nanti kalau ada waktu luang mau lah ikutan berkebun sama ibu " Seru juna dengan semangat.


" Iya mas memang seru, kadang kalau si kembar tertidur aku juga ikutan berkebun. " Tambah delia.


Si kembar saat ini sudah tertidur, delia dan amar menidurkan si kembar di kamar nya. Setelah si kembar sudah di pindahkan di kamar , juna dan delia menyusul mama silvi di kebun belakang.


" Loh kenapa kalian ikut kesini ? Mana si kembar ?" Tanya mama silvi dengan tangan sibuk mengaduk tanah dan pupuk yang akan dia pakai untuk menanam bunga - bunga mawar yang baru di beli nya kemarin sore.


" Si kembar tidur ma " Jawab delia singkat.


" Wah ternyata taman ini semakin asri berkat tangan dingin mama. Banyak bunga dan sayuran, oh iya ma ini bunga - bunga mau mama pindahin ke dalam pot - pot ini ya ?" Seru juna sambil menunjuk pot yang bertumpuk .


" Iya, kamu mau bantuain mama ? Memang nya kamu tidak ke showroom ?" Tanya mama silvi sambil memicingkan mata nya.

__ADS_1


" Hari ini juna mau di rumah saja ma , Oh iya sayang kamu cukup melihat saja ya jangan ikut main tanah nya ini. Nanti kalau si kembar bangun biar kamu bisa segera masuk ke rumah, kalau tangan kamu kotor kan nanti kelamaan harus cuci tangan dulu " Seru juna .


Delia hanya tersenyum sambil mengangguk, yang di ucapkan suaminya memang ada benar nya juga. Jadi delia hanya duduk sambil mengamati mama mertua nya dan sauami nya berkebun.


* Kenapa akhir - akhir ini aku sering merasa nyeri di bagian dada * Gumam juna sambil tangan nya terus memasukan tanah dan pupuk ke dalam pot.


" Juna untuk pot putih kamu isi bunga mawar ya, untuk pot yang hitam ini untuk aghlonema saja. Awas jangan sampai rusak, kalau sampai ada yang rusak atau patah pokok nya mama minta ganti. " Seru mama silvi mengancam juna.


" Iya ma ,tenang saja kalau cuma seperti ini mah kecil. Juna pasti bisa" Seru juna sambil mengacungkan jempol tangan nya.


Delia terus memperhatikan interaksi antara mama dan anak itu. Sesekali delia ikut tertawa saat mendengar perdebatan mama silvi dan juna. Juna usil senang menganggu mama nya dengan pura - pura merusak mawar - mawar mama silvi.


* Semoga kebahagiaan ini terus menghiasi rumah tangga kami. Izinkan kami bahagia dan melihat anak - anak kami tumbuh dewasa dan sukses * Gumam delia dalam hati nya.


********


Rumah kontrakan pinggiran kota.


Rosa sedang ******* - ***** perut nya karena sakit yang luar biasa. Sepertinya rosa ingin melahirkan namun rosa hanya seorang diri di kamar kontrakan nya yang kecil, dia tidak tahu harus minta tolong kepada siapa lagi.


" Apa aku sudah mau melahirkan , tapi bukan nya masih dua minggu lagi. Tapi kenapa sekarang sudah sakit sekali, aku sudah tidak tahan lagi. Aku harus minta tolong siapa " Seru rosa sambil merintih kesakitan.


[ Hallo mbak rosa.. kenapa jam segini belum datang juga ?] Tanya tari.


[ Tari tolong datang ke kontrakan ku ] Ucap rosa terbata - bata.


[ Mbak rosa kenapa ? Sakit atau mau melahirkan ?]


[ Tidak tahu tar, perut ku sakit banget ]


[ Ya Allah... aku langsung kesana mbak. ]


Setelah itu rosa langaung mematikan sambungan telepon nya. Dia terus berbaring di kasur sambil menunggu tari datang.


Setelah menunggu sepuluh menit tari datang dengan seorang bidan puskesmas. Tari langsung masuk ke dalam kontrakan rosa.


" Mbak rosa ini aku bawa ibu bidan untuk memeriksa mbak rosa" Ucap tari.

__ADS_1


Rosa hanya melirik sekilas dan menganggukkan kepala nya. Dia benar - benar sudah kesakitan.


" Saya periksa dulu ya mbak, tari kamu buatkan mbak rosa teh hangat atau air hangat, agar mbak rosa sedikit rileks " Seru ibu bidan .


" Iya bu bidan " Jawab tari.


Tari langsung menuju dapur sedangkan ibu bidan langsung memeriksa rosa. Rosa masih saja memegangi perut nya yang semakin sakit.


" Sepertinya mbak rosa mau melahirkan, ini sudah bukaan 4 " Seru ibu bidan.


" Tapi bukan nya dua minggu lagi " Seru rosa sambil meringis kesakitan.


" Iya mbak. Nama nya juga hanya prediksi mbak bisa maju dan juga bisa mundur. Lebih baik mbak saya bawa ke puskesmas saja ya mbak , tidak mungkin mbak melahirkan di sini. " Ucap ibu bidan.


Tari yang baru saja masuk dengan membawa segelas teh pun kaget saat ibu bidan bilang rosa mau melahirkan. Tari ikut senang saat mendengar rosa mau melahirkan, karena dia sangat menginginkan mempunyai adik tapi tidak bisa karena ibu nya seorang janda dan tidak mau menikah lagi.


" Mbak rosa mau melahirkan bu. ? Kalau begitu biar saya panggil bantuan untuk membawa mbak rosa ke puskesmas, pakai motor tidak apa - apa kan buk dekat juga " Ucap tari.


" Saya kan bawa motor tar, kamu bantu mbak rosa bangun dan bawa dia ke depan. Ibu tunggu di depan ya, kasih minum dulu teh nya sama mbak rosa " Ucap dokter dengan tenang agar rosa juga tidak panik.


Tari mengangguk lalu memberikan teh untuk rosa, setelah itu dia membantu rosa bangun dan membimbing rosa naik ke motor ibu bidan. Dengan susah payah rosa naik ke motor ibu bidan, rosa berpegangan erat di pinggang ibu bidan.


Sedangkan tari mengikuti di belakang dengan berjalan kaki, sebelum nya dia mampir ke warung ibu nya terlebih dahulu untuk memberitahu ibu nya jika rosa akan melahirkan.


" Apa ? Rosa mau melahirkan ? Semoga anak dan ibu nya baik - baik saja. Ya sudah kamu temani rosa di puskesmas,biar hari ini ibu jualan sendiri saja " Seru ibu menik.


" Iya bu. Kalau begitu tari ke puskesmas dulu ya bu. " Ucap tari berpamitan.


" Tari jangan lupa bawa perlengkapan bayi nya. Bawa aja seperlu nya, lagi pula nanti setelah melahirkan pasti dibawa pulang." Ucap ibu menik memgingatkan.


" Tapi peengkapan bayi mbak rosa memang dikit bu, cuma yang dari kita belikan itu. Ya sudah bu kalau begitu aku bawa motor nya ya, mau balik ke kontrakan mbak rosa ambil perlengkapan bayi nya " Ucap tari.


Tari langsung mengambil kunci motor yang tergantung dekat etalase dan langsung pergi mengendarai motor nys menuju rumah kontrakan rosa.


******


Like, komen, vote ,favorite serta berikan hadiah nya yang banyak dan rate bintang 5 nya kak 🙏❤❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤


__ADS_2