
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Keesokan harinya, Delia di temani Juna sang suami yang selalu setia dan menyayanginya sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit dimana saat ini rosa sedang di rawat. Delia juga sudah mengabari Rani dan keluarga amar tentang permintaan maaf dari Rosa.
Rani hanya menitip salam saja kepada Rosa , karen Rani belum bisa pergi jauh - jauh karena dia baru melahirkan tiga hari yang lalu dan tidak mungkin untuk keluar rumah .
" Kira - kira rosa sakit apa ya mas ?" Tanya Delia penasaran.
" Mana mas tahu sayang. Doakan saja yang terbaik untuk dia" Jawab juna tetap foku dengan setir mobil nya.
" Iya mas " Jawab delia singkat.
Setelah empat puluh menit mobil yang di kendarai Juna sudah sampai di depan rumah satit XX. Setelah memarkirkan mobil nya, juna dan delia langsung masuk ke dalam rumah sakit. Delia bertanya kebagian informasi tempat kamar rawat inap rosa.
" Terimakasih suster " Seru delia saat sang suster memberitahu ruang perawatan rosa.
" Sama - sama bu , ini memang sudah menjadi kewajiban kami bu. " Jawab sang suster denga ramah .
Delia dan Juna pun langsung menuju dimana ruangab rosa berada. Setelah hampir 5 menit mencari ruangan Rosa, kini delia dan juna sudah berada di depa kamar rawat Rosa.
Tok Tok Tok
Tidak ada yang menyahut sama sekali, karena rosa di dalam hanya sendirian dan dia sedang tertidur.
Cekleeeekkkkk...
Delia membuka pintu kamar rawat rosa lalu masuk dan di ikuti Juna dari belakang. Delia dan Juna mendekati bangsal rosa dan terlihat rosa yang memeng sedang tertidur. Badan rosa yang kurus membuat delia semakin kasihan dan prihatin melihat nya.
" Mas, kenapa badan rosa kurus banget ?" Tanya Delia kepada suaminya.
" Mungkin penyakitnya sudah menggerogoti tubuh nya. Tetap doa kan yang terbaik untuk rosa "Ucap juna mengingatkan delia.
Merasa ada orang di samping nya dan memperhatikan nya, rosa terbangun dan mencoba membuka mata nya pelan - pelan.
" Delia " Seru rosa saat sudah membuka mata nya dang menyadari delia dan suaminya ada di samping nya.
" Haai rosa apa kabar ? Sebenarnya kamu sakit apa sampai badan mu kurus seperti ini?" Tanya delia sambil menyapa delia.
__ADS_1
Rosa hanya menggeleng dan tersenyum tipis saja tanpa membetitahu dia sakit apa. Dia tidak mau delia merasa jijik dengan nya , apalagi saat mengetahui sakit yang dia derita, Rosa juga tidak mau di kasihani. Tujuan nya mengundang delia datang karena dia hanya ingin meminta maaf kepada Delia.
" Delia... maaf. Maafkan aku jika selama ini aku sudah banyak salah sama kamu. Tolong maafkan semua kesalahan ku Del" Seru rosa dengan suara lemah nya.
" Aku sudah memafkan mu Rosa. Jauh sebelum kamu meminta maaf aku sudah memaafkan mu. Sekarang yanf terpenting kamu sembuh dan bisa segera beraktifitas kembali." Seru delia sambil memegang tangan rosa yang kurus.
" Terimakasih delia " Jawab rosa dengan senyum tulus nya.
Dokter masuk ke dalam ruang perawatan rosa untuk memeriksa keadaan Rosa. Setelah selesai memeriksa rosa dia pun keluar dan di ikuti oleh juna sedangkan delia ada di dalam bersama rosa.
Di ruangan dokter saat ini juna sedang berbicara empat mata dengan dokter yang menangani Rosa.
" Kalau boleh tahu bapak ini apa nya pasien ?" Tanya dokter sambil melepas kaca matanya.
" Istri saya saudara nya Rosa dokter. " Jawab juna berbohong.
" Rosa mengidap HIV " Seru dokter membuat Juna kaget mendengar pengakuan dari sang dokter.
HIV ?
Rosa mengidap HIV ?
Juna benar - benar tidak menyangka jika ternyata penyakit HIV itu yang sudah menggerogoti tubuh rosa sampai tubuh rosa kurus tinggal tulang.
" Apa bisa di sembuhkan dokter ?" Tanya Juna.
" Daya tahan tubuh nya sengat lemah. Kemungkinan selama ini pasien tidak mengkonsumsi obat-obatan yang sudah di sarankan oleh dokter dan dia juga tidak menjaga pola hidup sehat nya. Menurut pengakuan nya dia sudah mengetahui sakit nya ini dari 6 bulan yang lalu " Ucap dokter menjelaskan.
" Terus bagaimana untuk kelanjutan nya dok ?" Tanya juna ingin tahu lebih banyak lagi.
" Melihat dari kondisinya yang semakin melemah bahkan dari kemarin di rawat belum ada perubahan. Pasien tidak bisa bertahan lama lagi, tapi semua kembali kepada Allah karena dia yang punya hidup dan matinya manusia " Ucap dokter menjelaskan.
Juna mengangguk paham apa yang di sampaikan oleh dokter. Setelah urusan dengan dokter selesai dia pun keluar ruangan dokter dan kembali menemui delia di kamar rawat rosa.
" Bagaimana mas ?" Tanya delia ingin segera tahu.
" Kita bicara di luar saja " Jawab delia sedikit berbisik.
Delia pun mengikuti saran suami nya, karena memang rosa sedanh tidur , delia dan juna lebih memilih berbicara di luar agar tidak mengganggu rosa atau jangan sampai di dengar rosa. Setelah di luar juna langsung menceritakan semua yang tadi di sampaikan oleh dokter kepada delia.
" Ya Allah... HIV mas ? Dan sudah begitu parah nya ?" Seru Delia kaget mendengar cerita dari juna.
" Itu karena selama ini dia tidak nengikuti saran dokter untuk mengkonsumsi obat dan pola hidup sehat. Agar imun tubuh nya terus terjaga, karena penyakit ini pasti yang di serang imun tubuh si penderita. " Ucap Juna menjelaskan.
" Aku dulu memang sangat membenci Rosa,bahkan aku sangat mengutuk perbuatan nya. Tetapi dengan seiring berjalan nya waktu aku memafkan nya karena Allah saja maha pemaaf. Aku kasihan mas dengan rosa, mana keluarga nya juga tidak ada disini. Sepertinya aku harus meminta mas amar untuk menghubungi keluarga nya. " Seru delia berpendapat.
__ADS_1
" Kamu benar sayang. Apapun kesalahan rosa di masalalu kita harus bisa memaafkan nya. Tapi justru mas berterimakasih , karena Rosa kamu dan Amar berpisah dan aku bisa menikahi mu" Ucap juna sambil terkekeh .
" Apaan sih mas " Seru delia malu - malu.
" Tapi memang benar kan ?" Jawab juna serius.
" Hemmm.... " Jawab Delia hanya berdehem saja. Suami nya itu memang senang membuat dia tersipu malu.
Setelah cukup lama berada di rumah sakit delia dan juna pun akhirnya pulang tanpa berpamitan kepada Rosa. Rosa masih terlelap tidur, mungkin karena pengaruh obat yang diminum nya. Tetapi delia sudah menitip pesan kepada suster dan delia juga sudah meminta suster menjaga rosa dan menghubungi nya jika terjadi sesuatu dengan rosa.
Dalam perjalanan pulang Delia meminta izin kepada Juna untuk menghubungi Amar. Setelah mendapat izin dari Juna , Delia langsung menghubungi Amar bertepatan saat ini juga jam istirahat kantor.
[ Hallo .. Assalamualaikum Delia ] Seru Amar dari seberang sana.
[ Waalaikumsalam mas Amar. Maaf aku mengganggu istirahat makan siang mu ] Jawab Delia.
[ Oh tidak apa - apa Del. Ada apa kamu menghubungi ku ? ]
[ Soal rosa mas ]
[ Rosa ? Kenapa dengan Rosa ? ]
Akhirnya Delia menceritakan semua nya tentang apa yang dia ketahui tentang rosa dan penyakit rosa kepada Amar. Delia juga meminta agar Amar menghubungi keluarga Rosa.
[ Baiklah nanti aku akan menghubungi keluarga Rosa, semoga saja mereka masih mau untuk menemui Rosa. Karena setahu saya keluarga rosa memang sudah tidak mau berhubungan lagi dengan Rosa. Apalagi orang tua nya yang ternyata hanya orang tua angkat saja ] Ucap Amar.
[ Iya mas, tolong hubungi saja mereka. Siapa tahu mereka mau menemui Rosa. Kasihan sekali Rosa keadaan nya sangat memprihatinkan ]
[ Iya delia ]
[ Ya sudah itu saja yang ingin aku sampaikan. Assalamualaikum ]
[ Terimakasih delia, waalaikumsalam ]
Delia mematikan sambungan telepon nya dan kembali memasukan ponsel ke dalam tas nya.
" Apa amar mau menghubungi keluarga rosa ?" Tanya juna.
" Iya mas, tapi dia tidak bisa berjanji jika keluarga rosa bisa datang. Karena memang rosa dan kuarga nya hubungan nya sedang tidak baik " Jawab Delia.
" Semoga saja keluarga Rosa bisa menemui rosa, bagaimanapun rosa itu butuh dukungan dari keluarga nya " Ucap Juna tetap fokus dengan setir mobil nya.
" Aamiin... " Seru Delia pelan.
**********
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN JANGAN LUPA UNTUK KLIK TOMBOL RATE DAN KLIK BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️