
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Juna dan dua anak kembar nya sedang bermain di halaman belakang. Hana dan Haikal tumbuh menjadi anak yang tampan dan cantik, kini usia mereka sudah 1 tahun, tepat nya 14 bulan dan sudah pandai berjalan. Meskipun juna dan delia terbilang orang yang mampu, tapi mereka tidak mau memanjakan anak- anak nya dengan barang - barang mahal dan branded.
" Hana sini " Panggil juna karena hana lebih suka bermain dengan masak - masakan ya.
" dak au pa, nana au ain acakan " Jawab hana dengan suara khas anak kecil yang belum lancar berbicara.
Hana memang lebih suka dengan mainan masak-masakan nya ketimbang main bola dengan kakak dan papa nya.
" Hana sayang kenapa tidak mau main sama papa dan kak Haikal ?" Tanya delia mendekati anaknya.
" Dak au ma , ain ola anas apek " Jawab hana menggemaskan.
" Oh main bola panas dan capek ?" Tanya delia memperjelas ucapan anak nya.
Hana hanya mengangguk dengan tetap fokus pada mainan nya. Delia dan juna juga tidak pernah mau memaksakan kehendak nya terhadap ke dua anaknya . Terlebih hana dan haikal memang masih balita dan sibuk dengan dunia nya sendiri. Mereka akan bermain apa yang mereka sukai dan mereka inginkan.
" Ya sudah hana main saja sama mama, mama temani disini ya. " Seru delia sambil mengusap kepala hana dengan lembut.
" Iya ma " Jawab hana tersenyum sambil memperlihatkab deretan giginya yang sudah penuh.
Juna dan haikal masih saja sibuk dengan bola nya, juna begitu sabar dan telaten mengajari haikal. Setelah dirasa capek juna dan haikal menghampiri delia dan hana.
" Ma, aital aus " Ucap haikal.
" Kakak haus, bentar ya mama tuang dulu. " Ucap delia lalu menuangkan air kedalam gelas.
" Ini kak " Ucap delia .
" Acih ma " Ucap haikal berterimakasih.
" Sama - sama kakak haikal " Seru delia.
Setelah minum haikal bergabung dengan hana dan bermain dengan hana. Sesekali terdengar teriakan hana karena sang kakak mengacaukan mainan nya. Juna dan delia hanya memandangi kedua anak nya dengan senyum terukir indah pada bibir keduanya.
" Semua itu akan menjadi kenangan saat mereka dewasa nanti. " Ucap juna sambil memandang ke arah kedua anak nya.
__ADS_1
" Iya mas. Tanpa terasa mereka sudah sebesar ini ya mas, sudah bisa bermain sendiri. Sudah bisa jalan, seperti baru kemarin aku mengandung nya " Ucap delia sambil mengusap perutnya.
" Apa tidak ada rencana untuk memberikan adik Hana dan Haikal. Mereka pasti senang punya adik bayi, papa nya juga senang " Ucap juna sambil nyengir kuda.
Mata delia langsung melotot , bukan dia tidak mau menambah anak. Tapi nanti tunggu sampai haikal dan hana besar dulu. Haikal dan hana masih terlalu kecil untuk punya adik , apalagi sekarang delia juga sudah mulai aktif datang ke toko.
" Tunggu anak - anak besar ya mas. Sekarang kita fokus dulu besarin haikal dan hana, aku takut jika nambah anak dari sekarang, kasih sayang kita terbagi - bagi apalagi haikal dan hana sedang ada dimasa aktif - aktif nya. " Ucap delia memberi pengertian suami nya.
" Iya sayang" Jawab juna lalu memeluk istrinya dari samping.
" Ada anak - anak jangan seperti ini. " Seru delia melepaskan tangan suaminya.
" Iya istri ku sayang. " Jawab juna sambil memainkan alis nya.
Delia mencubit kecil pinggang juna sampai juna meringis kesakitan.
*******
SAH
SAH
Hari ini Tini dan Joko menggelar pernikahan nya di KUA setempat. Dan tepat saat saksi menyerukan kata Sah, tini dan joko telah resmi menjadi sepasang suami istri lagi. Harun selaku saudara kandung sebagai wali nikah tini.
" Terimakasih Mar. Sebentar lagi kamu juga akan menikah. Mbak harap kita semua bahagia dengan keluarga baru kita. " Ucap tini.
" Itu pasti mbak" Jawab Amar singkat.
Mama silvi dan Delia mendekat kearah pengantin baru itu , lalu mama silvi memeluk Tini.
" Selamat ya Tini. Tante harap kalian selalu hidup bahagia, jadikanlah kegagalan kalian di masalalu sebagai cerminan agar menjadi lebih baik lagi. Joko tante titip tini ya, dia sudah tante anggap anak tante sendiri. " Ucap mama silvi menasehati sepasang pengantin baru
" Terimakasih ya Tante sudah mau dateng kesini. " Ucap tini.
" Iya tante, saya janji akan menjaga dan menyayangi tini sampai kita menua bersama " Ucap joko berjanji.
" Mama, papa kok sepelti pengantin. Mama tantik " Ucap lala datang menghampiri joko dan tini.
Joko dan tini hanya saling pandang lalu tersenyum, lala tidak salah memang saat ini mama dan papa nya adalah sepasang pengantin. Lala sendiri belum tahu apa itu arti pengantin, yang dia tahu hanya dandanan seperti pengantin.
Acara di KUA pun selesai kini mereka pulang ke kontrakan tini. Tini sengaja meminta acara makan - makan di kontrakan nya, dia ingin berbagi juga kepada tetangga sekitar tempat tinggalnya.
Ada Novi, kartika, mpok onah dan beberapa tetangga yang membantu menyiapkan semua nya. Mereka tidak memasak, karena semua makanan sudah di pesan catering oleh Joko.
" Apa semua nya sudah siap Nov ?" Tanya mpok onah.
__ADS_1
" Sudah mpok, semua sudah tertata di meja prasmanan. Kita tinggal siapkan air panas untuk teh kopi saja mpok. " Jawab Novi.
" Ok... Kita tunggu raja dan ratu yang sebentar lagi sampai , mereka sudah dekat kok " Ucap mpok onah memberitahu.
" Siaap mpok " Jawab novi sambil mengacungkan jempol nya.
Rombongan yang dari KUA sudah sampai di halaman rumah kontrakan tini. Tenda sederhana pun berdiri kokoh di halaman rumah kontrakan tini. Sepasang pengantin di sambut oleh Novi dan Kartika, sedangkan mpok onah sibuk dengan teh kopi.
" Semua nya sudah siap kan mpok ?" Tanya delia menghampiri mpok onah di belakang.
Di belakang juga ada beberapa ibu-ibu yang membantu mpok onah.
" Sudah beres del" Ucap mpok onah.
" Terimakasih ya mpok dan ibu - ibu sudah mau di repotkan dengan acara mbak tini ini. Setelah ini kita makan sama - sama , tidak adalagi yang di belakang. Semua kedepan untuk menikmati makanan yang sudah terhidang. " Ucap delia.
Mpok onah dan ibu - ibu lain nya tersenyum dan mengangguk.
Delia kembali bergabung dengan yang lain nya, dia langsung menghampiri mama mertua nya dan mengambil hana yang tertidur di pangkuan sang mama.
" Tidurkan di kamar saja Del " Ucap tini.
" Tapi jangan di kamar pengantin ya del " Ucap mama silvi sambil terkekeh.
" Jelas jangan dong ma, kamar pengantin itu khusus untuk pengantin unboxing nanti malam. Kalau hana tidur di sana bisa berantakan itu kamar. Hahaaaa " Seru Delia tertawa cukup keras.
" Ssstt... Jangan keras - keras. Nanti di dengar sama yang lain nya. Tuh lihat, pengantin nya malu - malu kucing. " Ucap mama silvi sambil menunjuk ke arah tini.
" Tante sama delia ini bisa aja sih. Apa nya yang mau di unboxing , sudah bolong dari dulu jadi tidak perlu unboxing segala. " Jawab tini sedikit berbisik.
" Tidak usah bisik - bisik begitu, disini cuma ada kita - kita saja. Memang lagi ngomongin apa sih ?" Tanya mpom onah yang tiba - tiba saja datang.
Rombongan para pria duduk di tenda yang ada di depan, ada yang sedang mengambil makan siang juga. Para tetangga juga sudah mulai menikmati makanan yang sudah di sediakan.
" Lagi bahas malam pertama mpok, unboxing mbak tini " Jawab delia absurd.
" Hemmm... Kalau soal itu aku nyerah deh. Kalau aku ikut bahas masalah itu, bisa - bisa aku ngompol disini. Aku tidak tahan kalau membicarakan masalah itu, mau nya ngencing terus " Ucap mpok onah.
Semua wanita yang ada di ruangan itu pun menertawakan ucapan mpok onah. Menurut mereka mpok onah terlalu bicara apa ada nya tanpa malu - malu. Tapi orang seperti mpok onah ini biasa nya orang yang dapat di percaya dan tingkat kepedulian nya tinggi.
********
LIKE, KOMENTAR , VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN RATE BINTANG 5 NYA DAN HADIAH YANG BANYAK 🙏❤️❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️
__ADS_1