Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Apakah sudah gila


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Drettt... Dreeetttt


Ponsel harun bergetar, tanda ada panggilan masuk. Harun langsung mengambil ponsel nya dan melihat siapa yang menghubungi nya.


* Mas amar* Gumam harun langsung menggeser tombol berwarna hijau.


[ Hallo ada apa ] Seru harun ketus.


[ Apa kamu kenal dengan perempuan yang bernama silvi ?] Tanya amar langsung.


[ Silvi ?? Silvi siapa ? Apa itu calon istri mas amar ?]


[ Bukan. Ini soap ibu, ibu tadi seperti orang kebingungan dengan menyebut - nyebut nama silvi. Dia bilang habis ketemu dengan wanita yang bernama silvi. Sekarang ibu di kamar dan menangis ]


[ Hahh.... ? Kenapa begitu? Siapa itu silvi ?]


[ Kalau kamu juga tidak tahu ya sudah]


Tut.... tut.... tut....


Tanpa menunggu jawaban dari harun, Amar langsung mematikan sambungan telepon nya , bertanya kepada harun juga percuma karena harun juga tidak tahu siapa itu wanita yang bernama silvi.


" Aku harus mencari tahu siapa wanita yang bernama silvi. Sebenar nya ada masalah apa antara ibu dan wanita itu. Dari cerita mas amar, ibu sampai seperti orang bingung dan sampai menangis " Seru harun pada dirinya sendiri.


" Ada apa run ? Seperti nya ada yang sedang kamu fikirkan ?" Tanya bagio yang baru saja mengantar penumpang.


Harun menggeleng kan kepala nya, pasti ada yang tidak beres sehingga dia tidak mau bercertia kepada bagio, meskipun bagio bukan mulut ember. Harun tidak mau sembarangan bercerita.


" Tidak ada apa - apa bang. Emhh bagaimana kalau nanti malam kita nongkrong di warung nya mbak ani ngopi sambil main catur. " Ucap harun mencoba mengalihhkan pembicaraan nya.


" Tidak bisa, daripada nongkrong lebih baik aku isturahat di rumah biar besok pagi nya badan segar. Biat tidak boros juga, nongkrong begitu pasti juga keluar uang run. Sesekali si tidak apa - apa run, tapi kalau terlalu sering yang ada bini ku pasti mengamuk. Baru juga dua hari yang lalu kita dari san" Ucap bagio.


Harun hanya mendengus kesal karena bagio sama saja sudah menyindir nya.

__ADS_1


" Oh iya run, tadi aku melihat mantan istri mu si rani. Dia tambah cantik" Ucap bagio memberitahu.


" Jangan bahas soal mantanlah, bikin aku pusing saja. " Jawab harun ketus.


Bagio terkekeh mendengar jawaban ketus daru harun. Dia tahu pasti harun sangat menyesal sudah menyia - nyiakan rani.


* Amar dan harun sama saja, sama - sama bodoh nya. Meninggalkan istri nya demi wanita seperti rosa * Gumam bagio dalam hati nya.


*******


Pertemuan nya dengan mama juna beberapa hari yang lalu membuat ibu siti sering merasa ketakutan. Dia lebih banyak diam di dalam rumah.


" Bu, kenapa ibu cuma di dalam rumah saja ? Biasa nya ibu main ke tempat tetangga ?" Tanya amar heran.


" Ibu lagi malas saja keluar rumah mar. Bagaimana kabar mbak mu Mar apa sudah ada kabar ?" Tanya ibu siti menanyakan keberadaan tini.


" Amar belum tahu mbak tini ada dimana bu" Seru amar terlihat pasrah.


Sudah berhari - hari dirinya mencari keberadaan tini namun tetap saja nihil. Sepertinya tini memang sengaja pergi jauh.


Tok Tok Tok...


Pintu kontrakan amar di ketuk dari luar. Amar bergegas membuka kan pintu kontrakan nya.


" Iya mar, terimakasih " Jawab mpok onah.


Mpok onah masuk dan langsung duduk di kursi yang ada di ruang tamu. Pandangan mpok onah tertuju kepada ibu siti yang masih saja diam, seperti sedang melamun.


* Tumben banget nenek sihir ini tidak cerewet, biasa nya kalau ketemu pasti ada saja yang dia ucapkan. * Gumam mpok onah heran.


" Emhh... ada apa ya mpok ? Apa ada yang perlu saya bantu?" Tanya amar memulai pembicaraan nya.


" Oh iya mar.. hampir saja lupa. Begini mar, kemarin saya datang ke rumah ibu mu. Disana cuma ada harun dan istri nya. Saya mau minta uang iuran bulanan tapi si rosa malah marah - marah sama saya. " Ucap mpok onah menyampaikan maksud kedatangan nya.


" Iya mpok, biar nanti saya saja yang bayar uang iuran nya. Sama saya juga belum kan mpok ? Sebentar saya ambil kan uang nya dulu ya mpok " Ucap amar lalu bangkit dari duduk nya dan masuk ke kamar.


Saat amar masuk kamar, mpok onah terus memperhatikan ibu siti yang sedari tadi diam tanpa ikut berbicara.


" Orang ini kenapa , apa dia sudah gila ?" Gumam mpok onah pelan namun masih bisa terdengar oleh ibu siti.


" Hehhh.... !!! Kamu bilang saya gila !!" Bentak ibu siti sampai mpok onah kaget dan hampir saja jantungan.


" Nah kalau begini bener ibu siti. Tidak gila sih cuma mungkin agak stress saja ya bu" Seru mpok onah malah semakin membuat ibu siti marah.

__ADS_1


Ibu siti bangkit dari duduk nya dan langsung mengambil sapu yang ada di pojokan dan memukul kan nya kepada mpok onah. Mpok onah sendiri menjerit kesakitan.


" Sakit... Heee... sakit. Dasar orang tidak waras !!" Teriak mpok onah.


" Aku aku bunuh kamu, dasar wanita sialan. !! Silvi sialan !!" Seru ibu siti dengan menyebut nama silvi.


Amar yang melihat ibu nya mengamuk dan memukuli mpok onah langsung berlari menolong mpok onah dan mengambil sapu yang di gunakan ibu nya untuk memukuli mpok onah tadi.


" Ibu kamu ini sudah tidak waras mar, masak dia memukuli ku hanya karena aku bilang gila. Tapi aneh nya dia menyebut nama silvi ? Silvi siapa itu ? Apa itu orang yang sudah dia sakiti ?" Ucap mpok onah ada benar nya juga.


" Mpok juga kenapa bilang ibu gila ? Jelas ibu marah mpok " Seru amar heran dengan kelakuan nya mpok onah.


" Biasa nya juga begitu mar. Ibu kamu paling cuma ngomel, dia juga sering mengatai ku wanita gila, wanita miskin. Aku biasa aja, ini kok tadi langsung ngamuk - ngamuk. Bawa berobat saja ibu mu, siapa tahu dia sudah mulai tidak waras " Ucap mpok onah semakin ngawur.


Amar pun mengambil uang di kantong nya dan menyerahkan nya kepada mpok onah.


" Ini uang iuran bulan nya mpok, sekalian punya harun. Sudah sana mpok pulang, bikin aku kesel juga mpok ini " Seru amar mengusir mpok onah.


" Yee... dasar aneh lu mar " Seru mpok onah.


Mpok onah pun perig dari rumah kontrakan amar.


" Bu kenapa harus mengamuk seperti itu sih bu. Mpok onah kan juga sering ibu hina, ibu di bilang begitu saja langsung main hajar. Kalau mpok onah kenapa- lenapa bagaimana ?" Ucap harun menasehati ibu nya.


" Onah itu yang gila Mar, dia pasti sudah bersekongkol dengan silvi untuk membalas ku. Silvi masih dendam dengan ibu Mar. Makanya dia menyuruh mpok onah untuk menghina ku " Ucap ibu siti semakin aneh dan tidak jelas.


" Silvi lagi... silvi lagi !! Sebenar nya silvi itu siapa sih bu ? Coba ibu bicara jujur sama amar, agar amar bisa mencari solusi nya. " Seru amar sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Ibu siti mendengus, dia tidak mau bicara jujur dengan amar. Dia tidak mau anak - anak nya mengetahui kejahatan masa lalu nya. Cukup dia sendiri saja yang tahu apa yang pernah dia lakukan di masalalu.


" Ibu mintak duit dulu, ibu mau jalan - jalan. Pusing ibu di rumah terus " Ucap ibu siti seenak nya meminta uang lagi dan lagi.


" Bukan nya 3 hari yang lalu amar sudah memberi ibu uang 1 juta ? Ibu makan sudah amar tanggung loh bu, 1 juta itu ibu kemanakan ?" Tanya amar ingin tahu.


Bukan nya menjawab ibu siti malah menggerutu karena amar tidak langsung memberi nya uang.


*******


Ibu siti sudah mulai tidak waras kah ?


KLIK LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH SERTA RATE BINTANG 5 NYA YA KAK ❤❤❤


HARI SENIN NIH, YUK KLIK TOMBOL VOTE NYA 🙏🙏

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤


__ADS_2