Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Menasehati tini


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


" Dasar perempuan j@l@n9, l@cur kalau mau mengobral tubuh jangan sama suami orang. Cari pria yang masih single !!" Seru seorang wanita memarahi tini.


Plaakk


Plaakk


Dua tamparan mendarat di pipi tini. Saat ini tini ada di sebuah hotel, baru saja mereka akan cek in tapi istri sang pelanggan memergoki nya dan langsung melabrak tini dan menghajar tini. Tini tidak sempat menghindar tamparan demi tamparan sudah mendarat di wajah nya.


" Ma sudah,, sudah ma " Seru sang pria mencoba melerai.


" Papa membela wanita murahan ini, apa ini pekerjaan papa yang di bilang lembur dan ada kerjaan di luar kota. Papa tidur dengan j@l@ng ini" Seru sang wanita berteriak dengan lantang.


Beberapa pengunjung dan karyawan hotel pun langsung menatap dan berkumpul untuk menyaksikan keributan yang sedang terjadi. Bahkan ada beberapa pengunjung yang merekam kejadian itu dengan ponsel nya. Keributam itu terjadi di lobby hotel sehingga banyak orang yang mengetahui nya.


" Jaga mulut ibu ! Jangan saya saja yang anda salahkan ! Kalau anda bisa melayani suami anda dengan baik dia tidak akan pernah jajan di luar. Lagi pula aku belum pernah tidur dengan suami anda " Bentak tini dengan kesal.


Dia memang belum pernah tidur dengan lelaki yang saat ini bersama nya, tini baru saja bertemu dan hendak cek in hotel namun sudah di labrak duluan.


" Ma sudah sekarang kita pulang ya , aku dengan dia memang tidak ada hubungan apa - apa. Papa tidak tidur dengan dia, papa ada kerjaan dengan dia jadi papa bertemu dengan nya. Jadi mama jangan salah paham dulu " Ucap pria itu sengaja menutupi dan membela tini.


" Jangan bohong pa ! Sudah jelas - jelas papa ada di hotel dengan wanita ini masih mencoba mengelak. Kerjaan apa malam - malam begini di hotel dengan wanita , wanita baik - baik tidak akan pernah mau berdua - duaan dengan suami orang di hotel pa. " Sentak wanita itu dengan emosi.


" Mama bisa tanyakan sama resepsionist apa papa sudah cek in. Papa dan dia kesini belum tentu mau cek in ma, di hotel ini juga ada restoran jadi kami hanya ingin makan dan membicarakan pekerjaan" Ucap pria itu mencoba memberi alasan yang masuk akal.


Wanita itu langsung menatap tini yang terlihat berantakan karena amukan nya tadi.


" Awas kamu sampai aku lihat jalan dengan suami ku lagi " Ancam wanita itu.


Wanita itu pun langsung menarik suami nya pergi, sedangkan tini harus mendapat malu karena kejadian tadi. Ada beberapa yang merekam keributan tadi, sudah bisa di pastikan rekaman itu akan cepat beredar di kalangan masyarakat, apalagi zaman sekarang serba canggih dalam sekejab video itu pasti akan viral.


" Mbak tidak apa - apa ? Sabar ya mbak, mungkin wanita itu tadi hanya takut suami nya macam - macam di luaran. Makanya nanti kalau mau membicarakan pekerjaan jangan di hotel,pilih saja di cafe atau restoran yang tidak ada di hotel nya. Jangan sampai salah paham seperti tadi, aku percaya mbak itu wanita baik - baik. Kalau pun mau bekerja, bekerjalah yang baik - baik dan halal. " Ucap sang wanita menghampiri tini bicara dengan lembut.


Tini tidak menyangka masih ada orang yang baik bahkan tahu membela tini. Tini meneteskan air mata nya saat wanita itu mengusap punggung tini. Padahal tini dengan sang pria tadi memang akan cek in kamar hotel tapi sudah ketahuan istri pria itu terlebih dahulu.


" Terimakasih bu. " Jawab tini singkat.


Ibu itu mengangguk dan langsung meninggalkan tini dan berjalan keluar lobby hotel. Hati tini tersentuh dengan perkataan wanita tadi, baru kali ini ada wanita yang bicara dengan lembut bahkan tidak memandang rendah tini. Mata tini berkaca - kaca mengingat semua kejadian buruk yang menimpa nya barusan, di saat yang lain hanya bisa merekam dan mencibir ternyata ada seorang wanita yang masih perduli dengan tini.

__ADS_1


*******


Video keributan tini tadi sudah menyebar di kalangan masyarakat. Ada yang berfikir negatif ada juga yang berfikir positif. Bahkan ada beberapa netijen yang kasihan dengan tini, karena belum tentu ingin cek in tapi sudah di hajar oleh istri teman pria nya.


Sudah jam sepuluh malam amar dan asti belum juga tidur, mereka baru saja menjalankan kewajiban sebagai sepasang suami istri. Asti mencoba bermain dengan ponsel nya membuka sosial media milik nya, namun tiba - tiba mata asti membulat menyaksikan video yang heboh di aplikasi biru.


" Mbak tini " Gumam asti lirih namun masih bisa di dengar oleh amar.


" Mbak tini ? Kenapa mbak tini dek ?" Tanya amar penasaran.


Asti langsung menunjukan video itu kepada amar, amar pun kaget saat mendapati video itu beredar di aplikasi biru, bahkan sudah banyak komenan, like dan yang membagikan nya.


" Kenapa mbak tini seperti ini mas? apa mbak tini wanita nakal ?" Tanya asti ingin tahu lebih tentang tini.


" Mas tidak tahu dek, tapi kamu bisa lihat sendiri kan pria itu tidak mengakui jika mereka ingin cek in. Pria itu menjelaskan jika ada pekerjaan yang ingin di bicarakan, mungkin saja memang mereka ingin membicarakan pekerjaan karena mbak tini memang ingin cari pekerjaan " Ucap amar mencoba menutupi aib sang kakak dari istri nya.


" Iya juga sih, tapi kalau benar mbak tini wanita seperti itu bikin malu juga mas " Ucap asti.


" Sudah sekarang kita istirahat ini sudah malam, bukan nya besok kamu mau ke rumah ibu mu. Besok mas antar, tapi mas tidak bisa lama. Mas mau menjenguk ibu semenjak ibu pulang dari rumah sakit mas belum kesana. Atau mau ke jenguk ibu dulu baru kerumah mu ?" Tanya amar.


" Emmm... tidak mas. Aku antar ke rumah ibu ku lsngsung saja ya. Lagi pula kemarin lusa aku sudah dari jenguk ibu" Jawab asti menolak ajakan amar.


Amar mengangguk, lalu mengajak asti tidur. Tidak perlu menunggu lama mereka berdua sudah hanyut dalam alam mimpi nya masing - masing.


********


" Mana istri mu mar ? Kok tidak ikut ?" Tanya tini saat melihat amar masuk hanya seorang diri saja.


" Asti kerumah ibu nya mbak, dia kangen ibu nya semenjak pindah belum kesana lagi " Jawab amar.


Tini hanya mengangguk lalu masuk ke dapur untuk membuatkan amar minuman.


" Ibu apa kabar ? " Tanya amar mendekati ibu nya yang terbaring di kamar.


" Baik " Jawab ibu siti singkat.


Walaupun suara ibu siti tidak jelas , namun amar masih bida mengerti apa yang di ucapkan ibu nya.


" Ibu ini amar bawakan makanan kesukaan ibu. Ibu makan ya, biar amar yang suapin " Ucap amar lembut.


Ibu siti hanya menggelengkan kepala nya saja.


" Ibu sudah tiga hari ini memang begitu mar, dia jadi pendiam dan jarang mau makan. Aku saja sampai pusing dengan tingkah ibu ini, sudah di beri hukuman berupa sakit seperti ini tapi tetap saja tidak sadar diri. Mau gerak saja susah, jangankan gerak buka mulut saja sudah susah tapi banyak tingkah. " Seru tini yang tiba - tiba masuk kamar .


" Mbak bisa kita bicara di luar ?" Tanya amar mengalihkan pembicaraan tini.


Tini dan amar pun keluar dan kini mereka duduk di ruang depan yang hanya di alasi karpet saja. Rumah kontrakan ini memang tidak mempunyai kursi.

__ADS_1


" Harun mana mbak ?" Tanya amar sambil meletak kan teh yang baru saja dia minum.


" Masih tidur " Jawab tini singkat.


" Ohh... hemmm... mbak, apa mbak sudah melihat video mbak yang viral itu ?" Tanya amar hati - hati agar kakak nya tidak tersinggung.


" Sudah. Jadi kamu juga sudah melihat nya. Biarkan saja orang berkata apa mar, mbak tidak mau menutupi nya dan mbak tidak mau ambil pusing. Memang kenyataan nya mbak ini seorang p3l@cur , mbak sama sekali tidak marah dengan video itu. " Seru tini dengan tenang.


Huffttt...


Amar membuang nafas dengan kasar, seperti nya tini sama sekali tidak ambil pusing dengan video itu. Dia sama sekali tidak terganggu, mental tini sudah seperti mental baja.


" Apa mbak tini tidak ada keinginan untuk berubah? Meninggalkan dunia malam mbak, apa mbak tidak ingin hidup lebih baik lagi ? " Tanya amar mencoba menasehati sang kakak.


" Aku tidak tahu mar " Jawab tini singkat.


" Jangan bilang tidak tahu begitu mbak, mbak harus berubah. Tidak selama nya mbak harus seperti ini terus. Apa mbak tidak punya keinginan untuk berumah tangga kembali ?" Tanya amar lagi.


" Apa ada pria yang mau dengan wanita mandul dan kotor seperti ku mar. Aku ini wanita mandul dan sudah pasti aku tidak bisa memberikan keturunan. " Jawab tini dengan mata yang berkaca - kaca.


" Mbak Allah itu maha pemurah mbak, dia pasti memberikan jalan yang terbaik untuk mbak. Allah pasti sudah menyiapkan jodoh untuk mbak, sekarang amar minta tolong tinggalkan dunia yang penuh makdiat itu mbak. Perbaikilah semua nya dari nol, tobat dan berserah diri sama Allah mbak. " Ucap amar membuat tini semakin terisak.


Amar memeluk kakak nya dengan hangat sambil mengusap punggung nya. Walaupun amar tahu jika dia bukanlah saudara sekandung, tapi amar tetap menyayangi dan menghormati tini seperti kakak kandung nya sendiri.


" Terimakasih mar, semoga mbak bisa berubah untuk lebih baik. Kenapa kamu masih baik sama mbak mar ? padahal mbak ini selama ini sudah jahat dan bahkan sudah memanfaatkan uang mu demi kesenangan mbak sendiri. Apa kamu tidak dendam dengan mbak mar ?" Seru tini sambil mengusap air mata nya.


" Yang berlaly biarlah berlalu mbak, amar sudah melupakan semua nya. Sekarang yang amar minta, mbak berubah untuk lebih baik. Amar juga bukan orang baik mbak, amar juga pendosa tapi amar belajar dan mencoba untuk berubah lebih baik. Masa lalu amar jadikan pelajaran mbak. " Seru amar jujur.


" Mar, maaf kan mbak ya. Oh iya mar.. Mbak ingin minta maaf sama delia dan tante silvi. Selama ini mbak sudah banyak salah sama delia, mbak juga ingin membawa ibu minta maaf kepada mereka mar. Maaf, bukan nya mbak mau mendahului sang pencipta. Mbak ingin saat ibu di panggil sang pencipta ibu sudah tidak ada beban masalah lagi, orang - orang yang pernah ibu sakiti bisa memaafkan ibu. " Seru tini dengan suara serak karena habis menangis.


" Mbak ! Kenapa mbak bicara seperti itu ?" Tanya amar tidak suka dengan ucapan tini.


Tini hanya tersenyum tipis sambil menggengkan kepala nya.


" Mbak, jujur sebenar nya ada apa ?" Tanya amar memaksa.


" Ibu mengidap kanker otak stadium 3 " Ucap tini jujur kepada amar.


Haahhh ?


Kanker otak..... ?


*********


LIKE, KOMEN, VOTE , FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤

__ADS_1


__ADS_2