Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Pengasuh si kembar


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Mama silvi memang bisa di andalkan, dia begitu gerak cepat mencari babby siter untuk cucu kembar nya. Dan hari ini babby siter untuk si kembar sudah mulai bekerja. Mama silvi mencari babby siter langsung dari yayasan yang terpercaya. Dia tidak mau asal cari , demi menghindari hal - hal yang tidak di inginkan.


Yayasan tempat nya mencari pengasuh juga pemilik nya sudah dia kenal . Delia memang menyerahkan soal pencarian sang pengasuh kepada mama mertua nya, karena sang mama yang memang ingin mencari nya sendiri demi menjaga perasaan sang mama delia pun menerima saran mama mertua .


" Delia ini yang bernama novi yang akan bekerja membantu kita menjaga si kembar. " Seru mama silvi saat novi datang ke rumah.


" Iya ma " Jawab delia.


Delia pun berkenalan dengan novi dan sedikit berbincang - bincang. Delia menananyakan pengalaman kerja novi, ternyata novi terakhir bekerja dengan keluarga orang kaya. Dia berhenti bukan karena di pecat tapi karena keluarga itu pindah ke luar negeri dan novi tidak mau ikut kesana.


" Mbak novi selamat bekerja ya, semoga betah kerja sama kami. Kalau ada apa - apa langsung sampaikan kepada kami ya mbak. Saya harap mbak bisa bekerja dengan baik " Ucap delia.


" Iya bu, insya allah semoga saya betah kerja sama keluarga ibu. Apalagi si kembar nya lucu - lucu begini " Seru novi dengan senyum ramah nya.


" Saya memang hanya mencari satu orang pengasuh saja Nov, karena saya tidak melepas anak - anak saya 100 persen kepada pengasuh nya. Pengasuh hanya membantu saya saja mbak, di rumah ini ada saya, mama dan bibik yang selalu siap membantu menjaga si kecil. " Ucap delia lagi.


" Iya bu" Jawab novi sambil menganggukkan kepala nya dengan sopan.


Delia mengajak novi masuk ke kamar si kembar, mulai hari ini si kembar sudah mempunyai kamar sendiri. Dari dulu memang sudah ada kamar sendiri tapi lebih banyak tidur di kamar delia. Juna tidak tega melihat anak - anak nya tidur di kamar sendiri. Kamar si kembar ada di samping kamar delia.


" Ini kamar si kembar ya Nov, selama ini si kembar kalau malam sering tidur di kamar kami. Jadi kamar nya hanya di pakai untuk main sama kadang tidur siang juga disini. " Seru delia.


" Apa kamar saya juga di sini bu? tapi kalau saya boleh minta, saya kamar sendiri ya bu jangan satu ruangan dengan kamar si kembar. Maaf, bukan nya lancang cuma biar sama - sama nyaman bu. Bagaimana pun di rumah ini ada suami ibu, kalau suami ibu pas main sama si kembar di kamar ini terus ada saya kan tidak nyaman bu " Ucap novi dengan sopan .

__ADS_1


Delia sangat setuju dengan apa yang di katakan novi. Bagaimana pun baik suami nya atau novi pasti tidak nyaman jika bermain di kamar yang sama. Akhirnya delia pun menyiapkan kamar untuk novi yang letak nya berseberangan dengan kamar anak nya.


" Ma, seperti nya novi itu anak nya ulet dan sopan ya ma. " Ucap delia saat ikut berkebun dengan mama mertua nya.


" Iya del, menurut teman mama yang punya yayasan novi itu memang rajin , ulet dan sopan. Dia tidak pernah di pecat oleh majikan nya, karena memang dia kerja nya bagus. " Tambah mama silvi sambil menggunting daun - daun kering pada tanaman mawar nya.


" Iya ma, ssmoga novi betah ya ma kerja sama kita dan semoga si kembar juga betah sama novi. Oh iya ma, kata nya mama mau menjenguk ibu siti ? apa tidak jadi ?" Tanya delia mengingatkan mama mertua nya.


Mama silvi langsung meletak kan gunting nya lalu menepuk kening nya, dia benar - benar lupa jika hari ini ingin menjenguk ibu siti.


" Mama lupa del,mama bener - bener lupa. Soal nya mama asik berkebun " Seru mama silvi sambil terkekeh.


" Mulai nih rada - rada pelupa, tapi kalau sama pak hartawan tidak lupa kan ma " Seru delia menggoda mama mertua nya.


Wajah mama asti langsung berubah memerah, mama asti terlihat malu - malu saat delia menyebut nama hartawan. Memang mama silvi dan pak hartawan saat ini sering berkomunikasi, entah itu hanya pesan singkat atau sambungan telepon secara langsung.


" Apaan sih del " Seru mama asti sambil tersenyum malu.


" Huhh...mama tidak tahu del, kami ini sudah sama - sama tua del. " Jawab mama silvi lagi.


" Delia dan mas juna sangat mendukung apa pun yang menjadi kelutusan mama. Bahagia nya mama, bahagia nya kami juga ma. Kami ingin mama selalu bahagia dan bahagia " Seru delia lagi.


Mama silvi pun memeluk delia dan mencium pucuk kepala delia. Semenjak juna menikah dengan delia mama silvi semakin bahagia, tidak pernah merasa kesepian lagi di tambah kehadiran dua cucu kembar nya yang membuat kebahagiaan semakin lengkap.


* Mas hartawan memang sudah membicarakan soal ingin menikahi ku, tapi aku bum membicarakan nya sama juna dan delia. Apa pantas wanita setua aku menikah lagi ? * Gumam mama silvi dalam hati nya.


Sementara itu asti terus berusaha mencari pekerjaan tapi belum juga mendapatkan nya. Panas - panas asti terus mendatangi toko dan cafe untuk mencari pekerjaan.


" Huhhh... capek banget. Kenapa tidak ada yang mau menerima aku bekerja sih, kalau begitu enak saat aku di luar negeri kerja cuma jadi pelayan cafe dan gaji juga besar. Padahal pengalaman ku juga sudah banyak, dasar mereka saja yang memang tidak profesional cari orang kerja " Gerutu asti kesal.


Asti terus memijit kaki nya, asti terlihat sangat lelah sehingga dia memilih duduk di kursi depan mini market.


" Kalau aku ada modal mungkin lebih baik aku buka usaha aja kali ya, tapi aku tidak ada modal. Uang hasil aku kerja bertahun - tahun juga entah kemana, habis tak berbekas. Huhh... sekarang aku menyesal kenapa dulu uang nya tidak aku tabung dan pulang dari luar negeri aku bikin usaha cafe atau mini marker gitu. " Gumam asti.

__ADS_1


Tiba - tiba ada ajeng yang menghampiri asti. Kebetulan ajeng dari mini market dan melihat asti yang duduk di depan mini market.


" Mbak asti ngapain disini ?" Tegur ajeng saat hendak mengbil motor di parkiran.


" Eh ajeng. Lagi istirahat saja jeng" Ucap asti.


Ajeng ikut duduk di kursi samping asti lalu meletakkan barang belanjaan nya di atas meja.


" Memang nya mbak asti darimana ? Kok tumben panas - panas keluar, biasa nya mbak kan paling malas panas -panasan begini. " Seru ajeng heran.


" Mbak habis cari pekerjaan jeng tapi sampai sekarang belum dapat juga. Ternyata cari pekerjaan itu susah banget ya jeng, sudah 3 hari mbak cari pekerjaan tapi belum membuah kan hasil. " Jawab asti jujur.


Hah...


Pekerjaan ?


Mbak asti cari pekerjaan. ? Ajeng kaget saat asti mengatakan sedang mencari pekerjaan dan ingin bekerja. Bukan nya ajeng tidak setuju, karena setahu ajeng asti menikah karena dia yang memang sudah tidak mau bekerja dan akan menggantungkan hidup nya sama suami, tapi kenapa jadi cari kerja ?


" Bukan nya mbak asti memang tidak mau bekerja lagi , terus kenapa mbak asti mau bekerja ? Memang nya suami mbak mengizinkan ? Dan bukan nya mertua mbak sedang sakit, kenapa mbak tidak bantu jaga mertua saja mbak. Mas amar gaji nya lumayang besar, tapi ya terserah mbak asti juga sih kerja atau tidak itu hak nya mbak asti. " Ucap ajeng panjang lebar.


" Iya tapi aku jenuh di rumah terus, oh iya kamu darimana ?" Tanya asti mengalihkan pembicaraan.


" Oh ini dari belanja " Jawab ajeng.


Asti menganggukkan kepalanya , cukup lama asti dan ajeng berbincang. Perbincangan mereka berakhir karena ajeng harus segera pulang, dan asti pun harus pulang untuk menemani ibu mertua nya.


********


LIKE, KOMEN,VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤


DUKUNGAN DARI KAKAK SEMUA SANGAT BERARTI UNTUK AUTHOR 🙏❤


TERIMAKASIH 🙏❤

__ADS_1


__ADS_2