Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Makan bakso


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Motor yang di kendarai amar berhenti tepat di kedai bakso dekat rumah kartika. Bakso di tempat ini memang sangat enak sehingga amar rela jauh - jauh datang untuk menikmati bakso. Kebetulan memang saat ini malam minggu, tapi mau malam minggu atau tidak bagi amar tetaplah sama saja.


Menikmati semongkuk bakso sendirian membuat amar teringat dengan kartika. Berkat kartika dia tahu tenpat penjual bakso terenak yang saat ini dia makan.


" Hemmm... kenapa jadi ingat kartika ? Apa dia ada di rumah ya ? Ini jam 8 malam, tapi sepertinya kartika masih di toko. Coba aku hubungi dia saja, siapa tahu dia sudah pulang karena biasa nya malam minggu bisa pulang lebih cepat. " Gumam amar dalam hati nya.


Amar mengambil ponsel dari kantong celana nya, di ingin menghubungi kartika. Namun tiba - tiba amar mendenngar suara yang sangat tidak asing di telinga nya sedang memesan bakso.


" Bakso makan disini satu ya mang terus yang di bungkus 2 ". Ucap seorang wanita memesan bakso.


Pucuk di cinta ulam pun tiba, pepatah itu yang saat ini pas untuk menggbarkan suasana hati amar pada malam ini.


" Kartika " Panggil amar ramah.


Kartika memang tidak memperhatikan sekitar nya, sehingga dia tidak tahu jika amar juga ada di tempat yang sama sedang menikmati bakso nya.


" Mas amar " Seru kartika terkejut.


" Hemm... duduk sini kartika " Ucap amar sembari menepuk bangku kosong yang ada di samping nya.


Kartika tersenyum sambil mengangguk kan kepala nya. Dengan malu - malu kartika duduk tepat di samping kanan amar.


" Kamu baru pulang kerja Kar?" Tanya amar mulai mencairkan suasana hening yang mencekam.


" Iya mas,biasa dua minggu sekali setiap malam minggu pasti pulang lebih awal. Ya untuk yang punya pasangan lumayan bisa ngajak pasangan nya jalan - jalan menikmati malam mingguan. Tapi yang tidak punya pasangan seperti saya ini pilih cepat pulang dan beristirahat saja " Ucap kartika.


" Kenapa kamu tidak cari pasangan ?" Tanya amar tidak peka.


" Mas amar mau tidak jadi pasangan ku ?" Tanya kartika tiba - tiba.

__ADS_1


Haahh... ?


Amar hampir saja tersedak bakso yang sedang dia kunyah , beruntung dia langsung menelan nya sehingga tidak jadi tersedak.


" Hemmm.... kamu bicara apa sih Kartika ?" Tanya amar tampak salah tingkah.


" Ihh... mas amar orang di ajak bicara serius malah di tanggapi dengan bercanda. Aku itu serius loh mas, bila perlu tujuh rius deh " Ucap kartika sambil menunjukan angka tujuh dengan jari nya.


Bakso pesanan kartika pun sudah terhidang di meja dan untuk yang di bungkus belum di buatkan. Di buatkan nanti jika kartika sudah mau selesai makan bakso nya agar bakso nya tetap panas. Kartika bethenti mengoceh karena mulut nya sedang menikmati bakso panas dan pedas hasil racikan nya.


Uhuukk... uhukkk...


Kartika tiba - tiba terbatuk - batuk karena kuah panas dan pedas nya.


" Hati - hati kartika, tidak akan yang meminta nya. " Ucap amar sambil terkekeh.


" Ini sudah hati-hati mas, cuma kuah nya panas dan pedas banget sampai aku tersedak , heheew... Maaf ya mas. " Jawab kartika sambil menahan rasa pedas di bibirnya.


" Makanya kira - kira kalau makan cabai. Lihat tuh mangkuk sambal yang ada di hadapan mu saja kosong, sambal itu sudah berpindah ke salam mangkuk bakso mu itu. ' Ucap amar sambil menggelengkan kepala nya pelan.


" Heheee... " Kartika hanya meringis saja.


" Biar saya yang bayar " Ucap amar mencegah kartika nembayar nya.


" Tapi ini ada 3 loh mas, masak mas bayarin semua " Seru kartika lagi mencoba menolak secara halus.


" Sudah tidak apa - apa. Hirung - hitung traktir kamu , lagi pula kamu kan belum pernah aku traktir " Ucap amar lupa.


" Pernah dong, saat baru pulang dari acara pernikahan ya harun. Mas amar kan mengantar kan aku pulang lalu kita makan bakso ini. Ini bakso terenak yang pernah aku makan mas " Seru kartika lagi.


" Og iya juga " Jawab amar singkat.


Amar membayar tagihan bakso yang dia makan berikut dengan yang dimakan dan di bungkus oleh kartika. Setelah selesai membayar bakso, amar pun menawari mengantar kartika pulang.


" Saya antar ya ?" Gumam amar sambil menghidupkan mesin motor nya.


" Boleh asal tidak merepotkan saja " Jawab kartika dengan wajah yang merona menahan malu.


" Tidak merepotkan kok, ya sudah ayuk sini naik ke atas motor nanti keburu malam " Seru amar.

__ADS_1


Kartika yang memang bar - bar langsung saja naik ke atas jok motor. Motor amar melaju dengan pela menuju rumah kartika.


" Mampir dulu mas" Ucap kartika menawari amar untuk mampir.


" Ada siapa saja di rumah ?" Tanya amar ingin tahu.


" Ada bapak , ibu dan adik ku yang masih kelas 3 SMP. " Jawab kartika.


Akhirnya amar pun memutuskan untuk mampir terlebih dahulu, dan sepertinya ke dua orang tua kartika juga mengetahui keberadaan amar. Jadi tidak enak jika dia tidak jadi mampir.


" Kartika kamu pulang di antar siapa ?" Tanya ibu kartika serius.


" Di antar mas amar bu, itu orang nya juga mau masuk kok. Oh iya bu ini ada bakso, kuah dan mie nya di pisah kok bu , jadi tidak takut bonyok mie nya dan bisa di makan nanti - nanti buk. " Seru kartika menjelaskan.


" Assalamuakaikum.... " Seru amar mengucapkan salam terlebih dahulu.


" Waalaikumsalam " Seru semua nya serempak menjawab salam dari amar.


" Pak ,buk kenalkan ini yang namanya mas Amar. Itu tadi kita tidak sengaja ketemu di mang bakso depan gang itu, selain di antarkan pulang mas amat juga memberikan saya bakso secara gratis " Ucap kartika dengan senyum mengembang nya .


Orang tua kartika mengucapkan terimakasih dan mempersilahkan amar untuk segera duduk, dia baru ingat jika dia sedari tadi tidak mempersilahkan amar untuk mas.


" Minum teh nya mas" Ucap kartika sambil meletak kan tiga cangkir teh di hadapanan mereka.


" Terimakasih " ucap amar.


Obrolan amar dan orang tua kartika berlangsung cukup lama, mereka berhenti memgobrol saat malam sudah semakin larut. Amar pun berpamitan untuk pulang kepada ke dua orang tua kartika.


" Besok-bezok mampir lagi ya nak amar. " Ucap bapak kartika.


" Insya Allah ya pak " Jawab amar sambil mengulas senyum ramah nya.


Setelah berpamitan amar pun langsung melajukan motor nya meninggalkan rumah kartika. Ada perasaan aneh saat berkumpul dengan keluarga kartika. Seperti sudah mengenal lama orang tua kartika, amar pun merasa nyaman berada di tengah - tengah keluarga kartika.


********


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2