Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Cerita tentang delia


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


" Dek kamu habis belanja barang - barang dapur? Ini kok kompor nya sudah ganti ?" Tanya amar saat melihat kompor di dapur sudah ganti.


Amar membantu asti untuk menyiapkan makan malam, beginilah kegiatan amar jika dia pulang dari kantor menyempatkan diri untuk membantu istri nya menyiapkan makan malam sederhana.


" Iya mas, tadi aku kan sudah kirim pesan sama kamu mas izin kalau aku mau belanja " Jawab asti.


" Iya sih dek, mas kira kamu belanja kebutuhan kamu mas tidak tahu kalau belanja barang - barang dapur. Kamu pulang naik apa belanja ini itu, tidak mungkin naik ojek kan ?" Tanya amar lagi ingin tahu.


" Tadi aku di antar sama pegawai toko nya mas, kebetulan dia keluar dan searah jadi dia ngasih aku tumpangan mas. " Seru asti sambil mengulek sambal terasi.


" Lelaki apa perempuan ?" Tanya amar singkat.


Asti langsung menghentikan pekerjaan nya lalu menatap amar yang sedang menggoreng ikan dengan mulut mengerucut.


" Idihhh kenapa itu mulut ? Cemburu ya ? Tenang saja mas, aku tidak akan macam - macam kok. Tadi itu yang nganterin aku pulang itu perempuan tapi sopir nya laki - laki jadi jangan mikir yang aneh - aneh. Lagi pula mbak nya tadi baik banget kok, dia yang nawarin tumpangan terlebih dahulu. Masih muda , cantik, baik lagi " Ucap asti memuji kebaikan delia.


" Oh.. begitu mas kira cuma karyawan laki - laki yang ada dalam mobil. " Seru amar sambil mengangkat ikan yang sudah matang.


" Laki - laki bagaimana nama nya saja Delia masak dia laki - laki !" Seru asti sambil terkekeh.


Delia ?


Amar langsung mematikan kompor nya dan menghadap ke arah asti. Asti pun heran kenapa wajah sang suami langsung berubah tegang , apa ada yang salah dengan perkataan nya.


" Kamu belanja di DL Shop dek ?" Tanya amar ingin memastikan.


Amar memang sudah pernah menceritakan jika dia sudah dua kali menikah dan gagal, bahkan pernikahan pertama nya hancur karena keluarga nya dan perselingkuhan yang dia lakukan. Namun amar tidak menceritakan siapa mantan istri nya, yang penting amar sudah menceritakan masa lalu nya.


" Iya mas memang nya kenapa ?" Tanya asti yang sudah menyelesaikan sambal trasi nya.

__ADS_1


" Delia mengantarkan mu sampai rumah ?" Tanya amar lagi.


" Iya mas dia juga turun dari mobil membantu menurunkan belanjaan saya. Memang nya kenapa mas ? Apa mas mengenal mbak delia? Dia tadi buru - buru jadi tidak bisa mampir " Seru asti lagi.


Hufftt...


Sepertinya asti memang belum tahu jika delia adah mantan istri amar. Setelah makan malam nanti amar akan menceritakan semua nya siapa delia yang sebenarnya kepada asti, agar asti tidak salah paham. Bagaimana pun tidak menutup kemungkinan dirinya akan bertemu lagi dengan delia.


" Ikan nya sudah matang yuk kita makan malam dulu dek, nanti keburu malam " Ucap amar mengalihkan topik pembicara.


" Iya mas " Jawa asti singkat.


Asti dan amar pun melaksanakan makan malam nya dengan menu sederhana. Ikan goreng , sambal terasi dan tumis sawi hasil tanaman amar.


" Dek mas mau bicara." Seru amar saat sudah berada di ruang Tv.


Asti tiduran dengan paha amar di jadikan bantalan, mereka saat ini sedang menonton TV siarang kontes dangdut di salah satu stasiun TV.


" Bicara apa mas ? Sepertinya serius sekali ?" Seru asti yang sudah duduk dan memandangi wajah suami nya yang mulai tumbuh kumis tipis.


" Soal wanita yang tadi nganterin kamu pulang . Tapi jangan marah ya dek, mas hanya ingin mengetahui wanita itu siapa ?" Ucap amar serius.


Asti sudah tidak sabar lagi ingin tahu siapa delia yang sebenarnya.


" Delia itu pemilik DL Shop, bukan karyawan seperti yang kamu kira. Dan delia itu juga mantan istri mas yang pertama. " Ucap amar akhirnya berkata jujur tentang sosok delia yang sebenar nya.


Deg ..


Mantan istri ?


Asti menatap lekat wajah suami nya, dari wajah suami nya sama sekali tidak ada kebohongan.


" Jadi wanita itu mantan istri pertama mas? " Tanya asti ingin lebih menyakinkan dirinya.


" Iya dek.. Tapi kamu tidak usah khawatir sekarang cinta ku dan sayang ku kan hanya untuk mu. Kamu sekarang masa depan ku dek " Ucap amar lalu memeluk asti.


* Ternyata mantan istri pertama mas amar cantik dan baik banget. Bahkan sekarang dia sudah sukses, aku ingat mas amar pernah cerita jika pernikahan pertama nya tidak di restui oleh ibu nya dan bahkan keluarga mas amar sangat membenci delia karena delia miskin dan tidak berpendidikan. Tapi nyata nya sekarang dia menjadi wanita yang sukses * Gumam asti dalam hati nya.


" Mas apa mbak delia sudah menikah lagi ?" Tanya asti ingin tahu.

__ADS_1


" Sudah, bahkan sekarang dia juga sudah di karuniai anak kembar. Aku tahu semua itu dari diki, waktu sukuran anak nya ajeng sama diki kan di undang. " Jawab amar.


Asti ingat jika ajeng pernah cerita mau ke acara syukuran anak teman nya. Saat itu ajeng bilang jika bayi yang mau dia datangi kembar lelaki dan perempuan. Berarti saat itu delia yang ajeng maksud.


* Ternyata dunia ini sempit juga, mantan istri suami ku ternyata teman adik ku * Gumam asti di dalam hati nya.


********


Ibu siti dan tini sudah berhari - hari tidak saling tegur sapa. Tini masih marah dan kecewa dengan sikap ibu nya. Seharus nya sebagai ibu bisa mengayomi anak nya dan bisa memberi contoh yang baik, bukan nya menghina anak nya sebagai j@l@n9 sudah tahu anak nya j@l@n9 tidak perlu di perjelas lagi.


" Mbak kenapa ibu beberapa hari ini hanya diam saja ?" Tanya harun kepada tini.


" Mbak tidak tahu " Jawab tini singkat.


" Apa ibu sakit ya mbak ?" Tanya harun lagi.


" Iya mungkin " Jawab tini singkat.


Huffftt...


Harun hanya membuang nafas dengan kasar. Dia memang tidak tahu keributan yang terjadi beberapa hari yang lalu. Karena dia memang sedang tidak ada di rumah.


" Ya sudah aku mau ngojek dulu mbak " Ucap harun berpamitan kepada tini.


Tini hanya mengangguk sambil menatap kepergian harun. Sebenarnya tini kasihan melihat nasib harun, dua kali menikah semua nya berantakan bahkan pekerjaan saja tidak punya. Seorang sarjana yang menjadi kebanggaan ibu nya, anak kesayangan ibu nya sekarang hanya bekerja menjadi tukang ojek yang penghasilan nya tidak menentu.


* Mungkin ini balasan Allah karena selama ini kami selalu menghina dan merendahkan delia. Selama delia hidup dengan amar dia hanya mendapatkan cacian dan hinaan dari keluarga ku, namun sekarang delia sudah menjadi wanita yang sukses dan hidup bergelimang harta. Mempunyai toko yang besar, apa aku harus meminta maaf kepada delia ?* Gumam tini dalam hati nya.


Namun tiba - tiba terdengar suara seperti seseorang terjatuh.


Brruukk...


Tini langsung berlari mencari sumber suara, tini langsung menuju ke kamar dimana sang ibu yang tadi sedang berbaring.


********


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤

__ADS_1


__ADS_2