
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
Saat sedang sarapan tini tiba - tiba menanyakan soal suara - suara yang tadi malam dia dengar dari dalam kamar harun.
" Run, semalam kamu bawa masuk perempuan ya ? Soal nya aku mendengar suara - suara permainan dari dalam kamar kamu " Tanya tini di sela - sela sarapan nya.
Uhuk.. Uhuk.. Uhuk..
Rosa dan harun batuk secara berbarengan sehingga amar dan ibu nya langsung memberikan segelar air putih kepada mereka.
" Kok kalian batuk bisa bareng begitu sih?" Tanya tini penuh selidik.
Amar langsung menatap istri nya yang terlihat salah tingkah.
" Hanya kebetulan saja mbak. Tadi saya hanya merasa aneh saja kalau ada suara seperti itu di kamar harun, padahal harun kan tidur sendiri " Ucap rosa mencari alasan.
Beruntung mereka pun percaya dengan alasan yang di berikan rosa.
" Hehee.. maaf tadi malam aku nonton film dewasa sampai ketiduran dan lupa untuk di matikan" Ucap harun mencari alasan.
* Dasar lelaki ada saja alasan nya untuk menghindar. Tapi tidak masalah, yang penting hubungan ku dan harun tidak ketahuan. * Gumam rosa sambil mengunyah nasi goreng nya.
Ting notifikasi masuk ke ponsel harun.
[ Sayang mulai sekarang kita harus hati - hati, sepertinya mbak tini sedang mencurigai kita ] Tulis rosa.
[ Iya honey. Tapi kita masih bisa tetap seperti biasa kan ?] Balas harun.
[ Tentu dong sayang ]
[ Terimakasih honey ]
[ Honey aku pinjam duit dong ] tulis amar.
[ Untuk apa sayang ? ] Balas rosa.
[ Aku ingin ganti ponsel baru, tidak banyak kok 3 juta saja. Bisa kan ? Lagi pula baru kali ini aku pinjam duit ]
[ Iya sayang aku transfer 3 juta ya, kamu kirim nomor rekening nya sekarang ]
[ Ini honey, 178xxxxxxx ]
__ADS_1
Rosa pun langsung mentrasfer sejumlah uang sesua yang di pinjam oleh harun. Selama menjalin hubungan dengan harun, harun memang tidak pernah meminta uang ataupun pinjam uang. Tapi jika mereka kencan untuk cek in hotel semua rosa yang membayar.
[ Sudah masuk honey, terimakasih ]
[ Sama - sama sayang ku. Love you ]
*Apa mbak rosa benar-benar mencintai ku ya ? Karena dia sering sekali mengucapkan i love you. Mbak rosa memang wanita yang cantik, baik dan pekerjaan nya pun bagus. Seandai nya dia bukan istri mas amar pasti sudah aku nikahi tidak apa - apa juga pria beristri lebih dari satu* Gumam harun sambil memainkan ponsel di tangan nya.
******
Semenjak tahu jika delia tidak memiliki suami dan seorang janda, juna semakin sering mengajak delia untuk bertemu walaupun hanya untuk sekedar makan siang ataupun jalan - jalan ke alun - alun kota. Delia tidak menolak saat juna mengajak nya jalan, karena delia menilai jika juna lelaki yang baik dan sopan.
" Mama tadi titip salam untuk mu. Dia bilang kapan - kapan kamu di suruh main ke rumah " Ucap juna.
Delia langsung menghentikan kegiatan makan nya dan langsung menatap juna.
" Mas juna bilang kalau mas jalan dengan ku?" Tanya delia dengan mata melotot.
" Kondisikan dong itu mata nya, kan aku jadi takut. Hehee... Iya mama tahu dong, karena aku kan yang bilang. " Jawab juna santai lalu menyuapkan sendok ke mulut nya.
" Tante silvi tahu kalau mas juna sering ketemu atau makan siang dengan ku ?" Tanya delia lebih menyakinkan lagi.
" Iya delia mama tahu semua nya. " Jawab juna lagi.
Delia tersenyum aneh sambil memandang juna yang sedang fokus dengan makanan nya. Dia tidak mau jika tante silvi mengira delia mengejar - ngejar juna, apalagi juna bilang sering ketemu dan makan dengan nya. Bagaimana pun delia masih trauma dengan hinaan dari keluarga mantan suami nya dulu.
" Ohh iya mas " Jawab singkat delia.
Saat mereka sedang fokus dengan makanan nya masing - masing, tiba - tiba ada seseorang yang datang menghampiri mereka.
" Duhh yang lagi kencan sampai lupa sama teman nya " Seru orang itu.
" Eh.. mona , mas Heri " Ucap delia.
Mona dan suami nya ada di restoran yang sama dengan delia, saat mereka sedang mencari meja yang kosong tidak sengaja mata mona memandang ke arah delia, jadi dia berinisiatif menghampiri delia.
" Loh Juna " Seru heri suami mona.
" Wahh ada pak komandan. Mimpi apa aku semalam bisa bertemu dengan pak komandan" Ucap juna berdiri lalu memeluk heri.
Juna dan heri dulu adalah teman sekolah dari SMP sampai SMA di sekolah yang sama, karens cita - cita heri ingin menjadi polisi jadi saat lulus SAM dia memilih meneruskan ke pendidikan kepolisian.
" Mas juna kenal sama mas Heri ?" Tanya delia .
" Kenal dong, bahkan kenal banget kami dari SMP sampai SMA satu sekolahan bahkan satu kelas. Setelah lulus SMA saja kami memang jarang bertemu, karena dia sekolah di kepolisian. Eh sampai lupa, silahkan duduk her dan ini pasti istri nya heri " Ucap juna sambil menunjuk mona.
Mereka pun duduk bersama dan saling bercerita, apalagu juna dan heri mereka bercerita tidak ada habis nya sampai delia dan mona hanya menjadi pendengar setia saja.
__ADS_1
" Ternyata bukan hanya wanita saja ya yang suka bergosip. Pria pun suka juga bergosip" Ucap mona melirik suami nya.
" Ehh jangan salah .. kita ini tidak bergosip. Kita bercerita tentang masa - masa sekolah dulu. " Jawab juna.
" Sama saja " Jawab mona.
" Eh del kamu kenapa bisa kenal dengan si juna ini. ?" Tanya heri ingin tahu.
Mona juga sebenarnya ingin tahu darimana delia bisa mengenal teman suami nya padahal selama ini juna tinggal di kota lebih tepat nya satu daerah dengan rumah mona.
" Aku kenal mas juna saat aku pulang menemui saat aku tidak bawa mobil. Aku kejebak hujan di halte bus dan saat itu mobil mas juna berhenti dan dia mengantarkan aku pulang " Ucap delia jujur.
" Memang kamu pulang kemana Jun, rumah kamu kan di kota satu daerah sama kami ?" Tanya heri bingung.
" Aku sudah pindah di daerah X ini her, mama yang minta. Sebagai anak yang berbakti aku ikuti keinginan orang tua ku, kebetulan di sini juga ada usaha cabang ku. Belum lama kok pindah nya sekitar 3 bulan yang lalu. " Jawab juna.
Heri dan mona mengangguk paham, juna memang hanya memiliki ibu saja. Ayah juna sudah meninggal saat juna kelas 2 SMA dan juna juga penerus usaha yang di miliki orang tua nya.
" Terus showroom yang di kota siapa yang bertanggung jawab" Tanya heri.
" Untuk sementara ya masih saya her, di bantu orang kepercayaan ku. Kalau kamu mau ganti mobil mobil lah beli di tempat ku, biar usaha teman mu ini lancar " Ucap juna sambil terkekeh.
" Itu soal mudah yang penting ada dana nya " Jawab heri.
Cukup lama mereka berbincang, bahkan makanan mona dan heri pun sudah tak tersisa lagi. Tepat pukul 2 siang mereka keluar dari restorant, mona dan heri langsung pulang ke kota. Butuh waktu dua jam untuk sampai ke kota.
" Mau pulang atau ke toko ?" Tanya juna.
" Ke toko saja mas, ada barang masuk yang harus aku cek. Kasihan karyawan ku kalau tidak di bantu mana banyak banget." Ucap delia.
" Baiklah kita langsung ke toko aja ya." Seru juna melajukan mobil nya ke arah toko.
" Memang mas juna tidak kerja?" Tanya delia.
" Ini hari minggu del, showroom kan tutup. " Jawab juna sambil mengulas senyum.
* Jadi mas juna ini punya usaha showroom mobil. * Ucap delia pada diri nya sendiri.
Setelah tiga puluh menit mobil yang di kendarai juna sampai di depan toko milik delia. Delia pun turun dan tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada juna, setelah delia turun juna langsung melajukan mobil nya menuju ke rumah nya.
*******
TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK. ❤❤🙏🙏
JANGAN BOSAN KASIH, LIKE DAN KOMEN SERTA HADIAH DAN RATE BINTANG 5 NYA ❤🙏🙏
TERIMAKASIH ❤❤🙏
__ADS_1