Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Sakit nya rosa


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Hari ini terakhir delia dan karyawan nya liburan, karena malam nanti semua rombongan akan pulang. Besok delia masih memberikan waktu satu hari untuk istirahat para karyawan nya. Sebagai atasan delia selalu memberi yang terbaik untuk para karyawan nya.


" Mama dan papa terasa honey moon ini Jun. Tahu sendiri kan setelah menikah mama sama papa langsung di sibukkan dengan kegiatan masing - masing. Ini semua berkat delia, karena dia mengadakan liburan dengan karyawan nya akhirnya mama dan papa ikut liburan juga " Ucap mama silvi di saat sedang sarapan bersama.


" Nanti kapan - kapan kita liburan ber dua ya Ma " Ucap pak hartawan.


" Cieeee.... yang mau liburan berdua. Nah kalau berdua iti yang nama nya honey moon. Kalau ramai - ramai begini mah bukan honey moon Ma " Ucap delia dengan senyum menggoda mama silvi.


" Apaan sih del mama kan jadi malu, iya kan pa ?" Seru mama silvi.


Pak hartawan tersenyum dan hanya menganggukkan kepala nya saja. Setelah sarapan mereka kembali sibuk dengan aktifitas liburan nya kembali. Juna dan delia setelah sarapan mau jalan - jalan di pantai, sedangkan si kembar untuk sementara sama mbak novi dan mama silvi. Mama silvi sengaja meminta juna dan delia jalan - jalan ber dua tanpa mengajak si kembar.


Kartika setelah sarapan jalan ke seputaran resort dengan teman - teman nya untuk membeli oleh - oleh yang akan mereka bawa pulang nanti. Saat di toko pusat oleh - oleh kartika kembali bertemu dengan pria yang kemarin bertemu dengan nya.


" Ehh.. ketemu lagi " Seru kartika menyapa pria itu.


" Iya mbak " Jawab sang pria singkat.


" Cari oleh - oleh juga mas ? Ohh... buat istri nya ya ? ehh atau pacar nya ?" Tanya kartika beruntun.


Pria itu hanya mengangguk sekilas sambil terus memilih tas hasil kerajinan tangan hasil karya tangan penduduk seputaran resort. Pria itu memilih satu tas cantik berwarna hijau muda.


" Buat kakak saya " Jawab nya dengan senyum mengembang.


Pria itu berjalan ke arah lain dimana kaos - kaos dengan motif pemandangan resort tersusun dengan rapi. Pria itu pun mengambil 3 kaos dengan warna yang berbeda - beda.


" Kartika sini " Panggil teman nya karena kartika sedari tadi hanya bengong.

__ADS_1


Dia masih memperhatikan pria tadi dan terus mengingat -ingat sebelum nya pernah bertemu dimana. Sebelum bertemu di pantai kartika memang sudah pernah bertemu tapi dia bingung dan lupa tempat nya dimana.


" Ohh.. iya " Seru kartika lalu menghampiri teman nya.


Waktu berjalan cukup cepat akhirnya malam pun tiba, selesai sholat magrib delia dan rombongan meninggalkan resort. Semua mengucap alhamdulillah sudah bisa merasakan liburan secara gratis dan makan minum pun sudah terjamin, dengan mengucapkan doa delia dan rombongan kini sudah berada di dalam bus dan sang sopir mengendarai nya dengan kecepatan standar.


********


" Apa ? "


Sontak rosa kaget dengan penjelasan yang di sampaikan oleh dokter. Rosa sengaja ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan nya, karena badan nya tidak kunjung sehat. Mudah lelah, lemas padahal sedang tidak melakukan aktifitas yang berat.


Mata rosa hampir saja copot karena keterkejutan nya, dokter memprediksi jika rosa terkena virus HIV. Dari gejala - gejala yang rosa rasakan memang bisa mengarah ke HIV , dokter menyarankan rosa untuk melakukan pengobatan secara rutin dan tidak melakukan hubungan suami istri. Di takutkan akan menular keoada pasangan atau suami.


" Tidak mungkin dokter, dokter pasti bohong " Seru rosa dengan suara bergetar.


" Iya bu, dari hasil pemeriksaan dan gejala - gejala yang ibu alami memang mengarah kesana. Badan mudah lelah padahal tidak beraktifitas berat, mual, sering pusing dan sakit kepala, nyeri sendi. Ada juga yang daerah s3l@n9k@n9@n nya bengkah dan bernanah. " Ucap dokter memperjelas.


Deg..


" Apa bisa di sembuhkan dok ? " Tanya rosa dengan mata yang berkaca - kaca.


" Insya Allah bisa. Dengan pengobatan rutin dan pola hidup yang sehat. Maaf, lebih baik jangan melakukan hubungan suami istri terlebih dahulu sampai ibu sembuh. Ini semua demi menjaga penularan virus tersebut. Ibu bisa bicarakan baik - baik dengan suami ibu tentang masalah ini, agar suami anda bisa memahami kondisi ibu. Bila perlu ajak suami ibu periksa juga." Jawab dokter dengan ramah.


Suami ?


Suami siapa ? Bahkan pras saja sudah rosa usir dari kontrakan nya . Karena rosa tidak mau mempunyai suami miskin dan pengangguran, menikah pun hanya secara siri saja.


**HIV adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh. Jika dibiarkan tanpa penanganan, infeksi HIV dapat berkembang menjadi AIDS yang berbahaya. Meski belum bisa di sembuhkan, beberapa langkah sederhana bisa dilakukan para ODHA guna memperpanjang harapan hidup sekaligus meningkatkan kualitas hidupnya. ( Sumber Google). **


Setelah berkonsultasi dengan dokter , rosa pun keluar dari ruangan dokter. Dokter langsung memberikan obat sehingga tidak harus mengambil di apotik rumah sakit. Dengan langkah kaki lunglai rosa menyusuri lorong rumah sakit. Hati nya sangat hancur saat mengetahui jika dirinya mengidap HIV dan bila tidak di tangani dengan baik bisa berkembang menjadi AIDS.


* Aku harus kuat, aku harus semangat. Aku harus semangat mengumpulkan uang untuk biaya aku berobat. Aku kuat, aku bisa * Gumam rosa mencoba menguatkan hati nya.


" Tapi kalau aku tidak boleh bermain ranjang , terus aku dapat uang darimana? Sedangkan uang dari pras yang 10 juta kemarin tinggal 7 juta, belum untuk buaya makan ku dan untung menyambung kontrakan " Ucap rosa terus bermonolog dengan diri nya sendiri.


Rosa menunggu taksi online yang sudah dia pesan di depan rumah sakit. Dari arah parkiran berjalan dua orang perempuan yang sangat rosa kenal, siapa lagi kalau bukan mantan kakak ipar nya dan mpok onah. Tini dan mpok onah baru saja datang karena mereka mendapat sif siang.

__ADS_1


" Rosa kamu ngapain disini ? ternyata masih hidup juga ya kamu ? aku kira kamu sudah ikut hilang tertelan bumi." Seru mpok onah dengan ketus.


" Bukan urusan mu , lagi pula ini rumah sakit kan tempat umum jadi siapa pun bisa datang dan ada disini. Cuma OB saja jangan sok kamu " Jawab rosa dengan ketus.


" Tetnyata dunia ini sempit ya, padahal banyak loh rumah sakit kenapa mesti ketemu kamu di rumah sakit ini juga " Seru tini ikut berbicara.


" Duhh mantan kakak ipar sekarang juga bekerja jadi OB ya, seragam itu cocok sekali buat mu kak ipar. Upshh... tapi di rumah sakit ini kamu beneran bekerja kan ? bukan untuk menggoda pasien atau dokter, secara kamu kan wanita gampangan. Upsshh.. sorry aku keceplosan " Seru rosa pura - pura menutup mulut nya.


Tini dan mpok onah geram dengan sifat sombong rosa, tapi mereka memilih meninggalkan rosa karena saat ini mereka ada di depan rumah sakit. Tidak mau menanggapi ocehan rimosa terlalu lama karena bisa menimbulkan keributan.


" Cieee.... yang dulu nya musuhan sekarang jadi bestie ni ye. Di bayar berapa kamu mpok untuk jadi teman ni perempuan ? Kalau aku sih ogah berteman dengan perempuan murahan seperti dia mpok, sudah miskin murahan lagi. " Ucap rosa membuat telinga tini panas.


Tini pun menghentikan langkah nya dan berbalik menghadap ke arah rosa berdiri. Tini maju dua langkah dan...


Plakkk


Plaakk


Dua tamparan mendarat di pipi rosa, rosa tidak tahu jika tini tadi akan menampar nya karena gerakan tini begitu cepat dan tidak di ketahui oleh rosa.


" J@l@n9 teriak j@l@n9 !! Sekali lagi kamu menghina mpok onah dan menghina ku akan aku sumpal mulut mu menggunakan kepalan tangan ku ini " Seru tini dengan tatapan penuh amarah.


" Masih kurang ? apa mau aku tambahin lagi ?" Tanya mpok onah yang sudah kembali mendekat.


" Sialan !! Kamu berani menampar ku tini !! Aku aku balas perbuatan mu ini, Tini ! Dan kamu onah ! Jangan ikut campur urusan kami " Ucap rosa menunjuk ke arah mpok onah.


" Kamu tadi membawa - bawa nama ku jadi jangan sakahkan aku kalau aku juga ikut campur. Itu baru tamparan dari tini, bagaimana kalau kamu merasakan tendangan ku. Ehhh... ngomong - ngomong kamu kan sudah melahirkan ? Mana bayi mu ? Kamu kasih ke orang atau kamu buang ?" Tanya mpok onah.


Mendengar pertanyaan mpok onah rosa langsung gugup dan menelan saliva nya sendiri. Dia tidak mungkin bilang jika anak nya di berikan kepada orang lain, terlebih orang itu hanya pemilik warteg yang penghasilan nya tidak seberapa, bisa tensin dong rosa.


" Bukan urusan mu " Jawab rosa ketus lalu pergi begitu saja dan memilih menunggu taksi online di pinggir jakN saja.


********


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2