
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Tini akhirnya pulang juga, dia ingin melihat keadaan ibu nya. Apalagi setelah mendapat kabar jika amar sudah tidak mau menanggung ibu nya lagi dengan alasan tabungan terkuras untuk biaya rumah sakit. Tini sebenar nya malas untuk pulang, tapi sang ibu selalu memaksa nya pulang akhirnya tini menyempatkan diri nya pulang.
" Ibu harus menuntut mertua delia, ini semua karena ulah nya sampai ibu bisa seperti ini " Ucap tini mempengaruhi ibu nya.
" Tapi... kamu kamu tahu kalau ibu juga ada cerita masalalu yang tidak mengenakan dengan wanita itu. Kalau kita melaporkan nya ke polisi ibu juga pasti akan di tuntut balik. " Seru ibu siti dengan cemas.
Huuffftt...
Tini hanya menghela nafas dengan kasar, yang di katakan ibu nya benar juga. Tidak mungkin mama juna akan diam saja, tentunya dia akan melakukan pembelaan. Tini sudah tahu semua cerita masalalu antara ibu nya dan mama juna.
" Iya juga sih bu. " Jawab tini dengan suara lemas.
" Tin, obat ibu habis. Tolong kamu belikan ibu obat. Contoh nya ada di laci kamar ibu. " Ucap ibu siti.
Tini pun langsung mengambil contoh obat - obatan untuk ibu nya yang harus dia beli di apotik. Setelah mengambil nya tini pun langsung pergi ke apotik mengendarai motor nya sendiri.
Tidak butuh lama tini sudah kembali dari apotik dengan wajah kesal. Dia meletakkan obat di pangkuan ibunya sambil menggerutu.
" Wajah kamu kenapa di tekuk begitu Tin. ?" Tanya ibu siti heran.
" Aku kesal bu, kenapa ibu tidak bilang kalau obat ibu itu mahal ? " Seru tini berucap sambil menyerahkan struk pembelian obat.
" Ibu tidak tahu kalau harga nya mahal karena waktu keluar dari rumah sakit, amar yang membelikan nya. Sekarang amar kan sudah tidak mau lagi mengurus ibu, dia sudah durhaka dengan ibu. " Ucap ibu siti pura - pura sedih.
Tiba - tiba harun datang dengan terseok - seok. Kening harun berdarah dan lututnya pun berdarah. Bahkan tangan nya pun lecet - lecet. Ibu siti dan tini langsung membeeondong segudang pertanyaan.
" Kamu kenapa run ?" Tanya ibu siti.
" Iya kamu kenapa ? Ini sekujur tubuh kamu lecet - lecet begini, habis jatuh kamu ?" Tanya tini melihat harun dari atas sampai bawah.
" Aku jatuh dari motor mbak, bu. Motor ku rusak parah " Seru harun sambil meringis kesakitan.
Tini kasihan melihat adik nya yang kesakitan, dia langsung mengambil kapas dan obat. Tini membantu harun membersihkan luka nya dan memberi nya obat. Setelah selesai baru tini meminta harun untuk menceritakan kejadian nya.
" Kenapa bisa sampai jatuh?" Tanya tini.
" Aku melamun mbak makanya sampai nabrak pohon pinggir jalan dan aku terpental sampai nyungsep di tengah jalan, beruntung jalanan sepi kendaraan. " Ucap harun bercerita sambil sesekali meringis menahan sakit dan perih pada luka nya.
" Lagi pula apa yang kamu lamunin ? Rosa ?" Tanya ibu siti.
__ADS_1
" Entahlah bu... harun mau istirahat dulu tolong jangan ganggu harun. " Ucap harun sambil berlalu masuk kamar nya.
" Tin apa kamu mau kembali ke kota lagi? Kalau kamu kembali ke kota siapa yang akan merawat ibu ? Harun sendiri tidak bisa di andalkan, amar sudah tidak perduli bahkan para menantu juga tidak punya. Harapan ibu cuma kamu tin" Ucap ibu siti .
Hahhh....
Tini langsung menatap ke wajah ibu nya, wajah nya yang semakin menua sangat terlihat jelas garis - garis keriput yang sudah bermunculan.
" Tenang bu, uang ku cukup banyak. Kalau pun aku tidak dikota besar, di kota kecil ini aku juga bisa menghasilkan uang. Tapi uang yang kuhasilkan tidak sebanyak di kota besar dulu. Oh iya bu, ibu mau makan apa? Aku mau keluar cari makan ?" Ucap tini penuh percaya diri.
" Ibu mau ayam goreng , jangan lupa untuk harun " Ucap ibu siti.
Tini mengangguk lalu keluar untuk membeli makanan yang di inginkan ibu nya.
******
Sepulang kerja amar mampir ke mini market untuk membeli keperluan kamar mandi yang sudah habis. Dia membelokkan motor nya ke mini market, setelah motor terparkir amar langsung berjalan menuju pintu mini market dengan sedikit tergesa - gesa karena dia juga ingin buang air kecil terlebih dahulu.
Brukk..
Amar menabrak seseorang yang baru saja keluar dari mini market. Barang belanjaan bertaburan di depan pintu mini market.
" Maaf,, maaf " Seru amar lalu ikut membereskan barang belanjaan yang berantakan.
" Iya mas tidak apa - apa " Ucap orang yang amar tabrak.
Amar langsung mendongakkan kepala nya, dan orang itu pun tersenyum manis ke arah amar. Amar terpesona dengan senyum manis itu.
" Tidak kok mas. Maaf saya duluan ya mas , permisi " Ucap wanita itu lalu berjalan menuju motor yang terparkir di depan mini market.
Amar masih saja bengong menatap punggung wanita pemilik senyum manis itu. Sampai dia lupa jika dia masih berdiri di depan pintu, sehingga mengganggu orang yang hendak keluar masuk mini market.
" Mas jangan berdiri di depan pintu dong " Ucap ibu- ibu yang hendak keluar mini market.
" Ehh.. iya bu maaf, silahkan" Ucap amar sambil nyengir kuda.
Amar pun masuk ke mini market dan langsung menuju rak tempat barang - barang yang hendak dia beli. Setelah semua nya lengkap amar langsung membawa nya ke kasir dan membayar nya.
Amar kembali pulang masih dengan rasa penasaran nya karena dia masih saja tetingat dengan wanita yang memiliki senyum manis tadi.
Tiba - tiba amar menghentikan laju motor nya karena melihat seorang wanita di pinggir jalan yang sedang mengotak - atik motor.
" Motor nya kenapa mbak ?" Tanya amar.
" Eh.. mas yang tadi. Tidak tahu mas, tiba - tiba mogok. Padahal bensin juga masih full" Ucap wanita yang amar tabrak di mini market tadi.
" Mbak yang di mini market tadi ya. Saya coba bantu perbaiki motor nya ya mba semoga saja bisa " Ucap amar yang sudah turun dari motor.
" Iya mas silahkan " Jawab nya singkat.
__ADS_1
Amar langsung mendekati motor wanita manis itu dan mencoba memperbaiki nya. Cukup lama amar memperbaiki motor itu dengan menggunakan alat - alat yang selalu dia bawa dai bagasi motor nya.
" Alhamdulillah sudah bisa ini mbak " Ucap amar senang.
" Alhamdulillah terimakasih mas... " Wanita itu menjeda ucapan nya karena belum tahu nama amar.
" Amar. Panggil saja saya amar mbak " Ucap amar sambil membereskan peralatan nya.
" Oh iya terimakasih mas amar. Emh.. mas bisa panggil saya Asti. " Ucap wanita itu memperkenalkan nama nya.
Amar mengangguk lalu memasukan peralatan bengkel nya tadi ke dalam bagasi motor nya. Sedangkan asti mengambil dompet dan menarik uang selembar merah untuk di berikan nya kepada amar sebagai ucapan terimakasih nya.
" Mas ini sebagai ucapan terimakasih saya " Ucap asti sambil memberikan uang kepada amar.
" Aduh mbak asti tidak usah repot - repot saya ikhlas membantu mbak nya. Saya juga bukan tukang bengkel kok, sudah mbak simpan saja uang nya " Amar menolak secara halus uang yang di berikan asti.
" Kalau begitu terimakasih banyak ya mas. Semoga Allah yang membalas kebaikan mas amar. " Ucap asti.
" Aamiin " Jawab amar.
Setelah obrolan singkat antara asti dan amar, mereka pun sama - sama menaiki motor nya kembali dan menuju pulang ke rumah nya masing - masing. Pertemuan nya dengan asti tadi memberi kesan tersendiri di hati amar. Ada rasa bahagia saat amar mengingat senyum manis milik asti tadi.
" Kenapa aku bisa memikirkan wanita itu ? Hemm...ini tidak bisa di biarkan. Aku tidak boleh memikirkan wanita yang aku sendiri belum tahu status nya. Jangan - jangan dia sudah mempunyai pacar atau bahkan suami " Seru amar pada diri nya sendiri.
Amar masih saja melamunkan pertemuan nya dengan wanita yang bernama asti tadi. Tapi tiba - tiba lamunan nya ambyar karena notifikasi pesan masuk di ponsel nya.
Ting...
Amar langsung mengambil ponsel nya dan membaca nya. Dahi nya mengernyit saat membaca pesan yang masuk di ponsel nya.
[ Amar maukah kamu aku kenalkan dengan kakak ipar ku ? Dia memang kakak ipar ku tapi dia belum menikah, dia terlalu lama kerja di luar negeri jadi telat menikah. Umur nya juga seumuran kita kok, mau ya ? ] Tulis diki .
Amar langsung membalas pesan dari diki.
[ Jangan aneh - aneh deh dik. Kamu fikir aku tidak bisa mencari calon istri sendiri. ] Balas amar.
[ Kamu ini kalau tidak di paksa mana mau kenalan sama cewek. Move on dong Amar ]
[ Mumpung besok weekend kamu bisa ketemuan dengan nya. ]
[ Sudah lah dik kamu ini bikin aku malas saja. Jangan bahas soal wanita, aku bisa mencari calon istri sendiri. ]
[ Huhh... dasar duda kawak ]
[ Teman tidak ada akhlak ]
Amar cukup terhibur dengan chatt yang dikirim oleh diki. Setidak nya diki bisa mengalihkan ke galauan nya tadi.
*******
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK. 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤