Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Rosa di usir


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Rosa dan budi kini di arak keliling kampung, pak Rt tidak bisa membendung amarah warga , sehingga warga pun mengarak rosa dan pak budi. Selama ibu menik tinggal di kampung ini, baru pertama kali ini ada pasangan yang berzina. Rosa ternyata membawa pengaruh yang buruk. Ibu bidan sendiri sudah pasrah dengan apa yang di lakukan warga, dia tidak mau membela suami nya .


" Dasar pasangan mesum !!" Teriak para warga.


" Usir mereka dari kampung ini... usir.. usir... usir " para warga berteriak dengan lantang.


Rosa dan pak budi hanya bisa menunduk, masih beruntung mereka di arak dengan memakai baju. Walaupun dengan baju ala kadar nya. Tadi nya warga meminta di arak dengan tidak berbaju, tapi banyak anak - anak yang di bawah umur sehingga pak RT tidak menyetujui nya.


" Pak Rt usir wanita dan pria ini dari kampung " Teriak salah satu ibu - ibu yang seperti nya memang tidak menyukai rosa.


" Iya pak Rt. Jangan sampai kampung ini hancur karena ulah mereka berdua !!" Teriak yang lain nya.


Kini rosa dan pak budi sudah berada di balai desa, malam ini kampung XX benar - benar gempar dan heboh akibat perselingkuhan yang di lakukan oleh pak budi dan rosa.


" Pak Rt, untuk semua ini saya serahkan sama pak Rt. " Seru ibu menik.


" Iya buk ... untuk menghindari amukan warga sepertinya kita memang harus mengusir mbak rosa dari kampung ini. Kalau pak budi nanti nunggu keputusan buk bidan, karena bagaimana pun pak budi dan buk bidan masih terikat pernikahan. Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka dulu " Ucap pak Rt.


" Iya pak. " Jawab ibu menik.


Akhir nya di putuskan rosa pergi dari kampung ini malam ini juga. Tanpa ada alasan apapun itu , rosa harus segera pergi.


" Maaf... bapak - bapak dan ibu - ibu, berhubung rosa tinggal dengan saya jadi saya pribadi meminta maaf yang sebesar - besar nya atas perbuatan rosa. Saya berjanji malam ini juga akan meminta rosa meninggalkan rumah saya. Biarkan saya membawa rosa pulang, agar dia bisa membereskab barang - barang nya dan mengambil anak nya terlebih dahulu " Ucap bu menik kepada warga.

__ADS_1


" Iya buk menik, kami tidak masalah. Yang penting rosa segera pergi dari kampung ini " Ucap para warga dengan lantang.


* Sialan !! kalau malam ini juga di usir aku mau tinggal dimana ? terus anak ku bagaimana ? Aahhhh...benar - benar brengsek. Kenapa harus seperti ini.* Gumam rosa dalam batin nya.


" Mas bagaimana ini ? masak aku di usir malam - malam begini ? Mas tolongin dong " Rengek rosa kepada pak budi.


" Diam kamu !!" Bentak pak budi kesal.


" Rosa ayo kita pulang dan bereskan barang - barang mu aku sudah tidak mau lagi menampung mu. Di tolong bukan nya menjaga sikap tapi malah mencoreng muka ku. Ternyata sudah 3 kali kamu tidur dengan pak budi, benar - benar menjijikan" Seru ibu menik geram.


Ibu menik menarik rosa dan tidak lupa ibu menik membawa tas , baju dan sandal rosa yang dia masukkan ke dalam plastik. Saat ini rosa hanya memakai daster yang kebesaran, tadi tanpa berfikir panjang ibu menik langsung menyambar daster yang ada gantungan kamar ibu bidan dan memakaikan nya kepada rosa.


Rosa mengikuti langkah ibu menik sambil menundukkan kepala nya. Banyak cacian dan hujatan yang dia terima dari para warga. Sedangkan pak budi juga sudah pulang ke rumah ibu bidan , tentu nya bu bidan juga akan mengusir nya dan akan meminta cerai dari pak budi.


" Wanita gila... bisa - bisanya berzina dengan suami orang. Dasar tidak tahu diri !!" Teriak salah satu warga.


" Maaf.. " Lirih rosa sambil menunduk.


Ibu menik menarik tangan rosa agar mereka cepat sampai rumah. Setelah sampai rumah ibu menik memarahi rosa sejadi - jadi nya. Bahkan tamparan mendarat di pipi rosa.


Plaakk


Plaakk


Ibu menik sudah tahu semua masalaly rosa dari rani dan rendi,bagaimana dia bisa bercerai dari rendi. Dan bagaimana dia bisa menikah dengan amar dan harun. Rani mengingatkan ibu menik untuk menasehati rosa agar berubah menjadi manusia yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.


" Sekarang pergi dari rumah ku !!" Bentak ibu menik.


" Ok... aku akan pergi dari sini. Aku juga tidak sudi tinggal di rumah reot seperti ini. Dasar orang kampung masalah seperti ini saja di besar - besarin " Seru rosa sambil membereskan pakaian nya.


Tegar yang mendengar keributan antara rosa dan ibu menik pun terbangun dan menangis dengan kuat. Dia seperti mengetahui apa yang terjadi dengan ibu nya. Rosa tidak menghiraukan tangisan tegar, dia tetap membereskan barang - barang nya lalu berganti pakaian. Tangisan tegar mulai mereda karena tari menggendong nya dan memberikan susu dalam botol.


" Mau kemana kamu ?" Tanya ibu menik heran.

__ADS_1


" Kamu tadi kan mengusir ku , jadi aku mau pergi dari sini. Kenapa kamu bertanya lagi ?" Seru rosa menghentikan langkah kaki nya.


" Aku memang mengusir mu, tapi kenapa anak mu tidak kamu bawa. Bawa anak mu, aku tidak bisa mengurus anak mu !" Seru ibu menik.


Rosa berbalik dan menatap ibu menik dengan tatapan bingung. Kalau dia mengajak tegar bagaimana nasib anak itu selanjut nya ? sedangkan rosa juga tidak tahu harus kemana , bahkan karena punya anak bayi rosa tidak bisa kemana-kemana.


" Anak itu pembawa sial !! Gara-gara dia aku tidak bisa bebas. Sudahlah kamu urus saja anak itu, aku berikan anak itu pada mu." Ucap rosa seenak nya lalu pergi begitu saja.


" Rosa !!" Teriak ibu menik sambil mengambil tegar dalam gendongan tari dan membawa nya berlari ke arah rosa.


" Buk... adek tegar mau di bawa kemana ?" Tanya tari dengan mata berkaca - kaca.


Tari sangat menyayangi tegar seperti adik nya sendiri, mungkin karena tari tidak punya saudara jadi saat tegar lahir dia merasa ada teman.


" Tari.. tegar ini anak nya rosa jadi rosa harus membawa nya juga. Sekarang kamu bereskan barang - barang tegar. " Ucap ibu menik.


" Sudah lah.. anak itu kalian urus saja, daripada anak itu saya buang atau saya kasihin ke panti asuhan. Jadi lebih baik kalian saja yang mengurus nya, kapan - kapan kalau saya ingat saya akan menjenguk lah. Sudahlah saya mau pergi itu taksi online yang saya pesan sudah datang. " Ucap rosa lalu pergi begitu saja dan masuk ke dalam mobil taksi online.


" Rosa... Rosa ... !! " Teriak ibu menik lantang sambil menggendong tegar yang masih berumur dua bulan.


Para tetangga heran melihat kelakuan rosa yang begitu tega meninggalkan anaknya yang masih bayi. Para tetangga pun mendekati ibu menik dan mengusap punggung nya ibu menik dengan lembut.


" Sudah bu jangan teriak - teriak, biarkan dia pergi. Anak ini tidak salah, jika ibu merawat nya kami semua tidak mempermasalahkan nya. Kami tidak akan membenci anak rosa " Ucap salah satu tetangga.


" Iya bu, lebih baik ibu rawat saja anak ini. Lagi pula tari juga sangar menyayangi anak ini. " Tambah tetangga yang lain nya.


" Ibu... yang di katakan mereka benar. Biar adik tegar sama kita, tari sudah menganggap nya adik tari. " Seru tari .


Ibu menik bimbang , dia hanya takut suatu hari rosa datang lagi dan membuat keributan di kampung ini. Ibu menik akhirnya menyetujui permintaan tari. Tapi tidak menutup kemungkinan jika suatu hari nanti rosa datang dan meminta anaknya, ibu menik pasti akan memberikan nya. Karena bagaimana pun tegar anak kandung rosa.


*******


Dua bab khusus untuk rosa, kita tinggal menunggu hidup rosa di jalanan.

__ADS_1


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2