
🌹🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
💞💞💞💞💞
Obrolan nya dengan diki saat makan siang tadi membuat amar semakin bersalah kepada delia, selama ini dia tak memikirkan nafkah pribadi untuk delia. Yang amar tahu hanya memberi uang 1,5 juta untuk biaya keperluan dapur dan rumah selama sebulan. Sedangkan untuk kepeeluan pribadi delia ? amar benar - benar melupakan keperluan pribadi delia.
Amar terlihat murung dan malu jika ingat obrolan nya tadi siang, betapa dzolim nya dia kepada istri nya sendiri.
" Mas kenapa kok diam saja ?" Tanya delia yang baru saja selesai mencuci piring bekas makan malam mereka.
Saat ini amar dan delia ada di dalam kamar, sedari pulang kantor tadi sore amar memang terlihat murung sepertinya amar sangat menyesali perlakuan nya kepada delia.
" Maaf " Hanya kata itu yang keluar dari mulut amar.
" Maaf untuk apa mas? Apa mas punya salah atau melakukan kesalahan kepada ku ?" Tanya delia yang memang tidak tahu arah pembicaraan suami nya.
Amar langsung turun dari ranjang dan membuka tas kerja nya dan mengambil amplop coklat dari dalam tas dan memberikan nya kepada delia.
" Uang , ini uang apa mas ?" Tanya delia bingung sambil melihat uang yang ada di dalam amplo yang jumlah nya delia taksir sekitar 5 juta.
Sepulang kerja tadi amar sengaja mampir ke ATM dulu untuk mengambil uang, lebih tepat nya uang tabungan nya sebanyak 5 juta untuk di berikan kepada delia sebagai ucapan permintaan maaf nya karena selama ini sudah mengabaikan nafkah untuk keperluan pribadi delia.
" Itu uang 5 juta untuk mu dek, maafin mas selama ini mas mengabaikan nafkah untuk keperluan pribadi mu. Mas benar - benar suami yang dzolim tolong maafkan mas ya dek " Seru amar sambil memeluk delia.
Delia tetharu dan bahagia akhirnya suami nya bisa menyadari kekeliruan nya. Sebenarnya tanpa amar memberikan uang untuk keperluan delia, delia bisa memenuhi nya sendiri. Tetapi amar suami delia jadi wajib bagi amar untuk menafkahi delia.
" Mas serius uang ini untuk delia ?" Tanya delia.
__ADS_1
" Iya dek, terserah kamu mau beli apa. Pakai uang itu untuk membeli keperluan mu. Dan mulai bulan depan mas akan memberikan nafkah untuk keperluan pribadi mu " Ucap amar serius.
" Terimakasih mas. Uang ini mau delia pakai untuk beli emas saja ya mas, kalau emas kan kapan kita butuh bisa kita jual " Ucap delia.
" Iya dek tidak apa - apa. Cincin mu yang pernah di jual dan uang nya di pinjam mbak tini nanti kalau ada rezeki mas ganti dek. Uang ini sudah jadi hak mu jadi terserah kamu mau beli apa " Ucap amar lagi.
Delia memeluk erat amar, pelukan mereka pun lama - lama berubah dan berganti ke adegan yang lebih serius. Tidak perlu Author ceritakan ya, para pembaca pasti sudah tahu sendiri.
******
Siang nya delia langsung pergi ke toko perhiasan untuk membeli emas seperti yang dia katakan semalam kepada amar. Namun saat dia keluar dari toko perhiasan delia bertemu dengan kakak ipar nya, tini.
" Ngapain kamu ada di toko perhiasan ? mau maling ?" Ucap tini merendahkan delia.
" Siapa yang maling , aku kesini untuk membeli perhiasan. " Jawab delia.
" Haha.. haaa beli perhiasan ? dapat duit darimana kamu beli perhiasan oh aku tahu kamu pasti pakai uang amar untuk beli perhiasan. Kamu itu jangan foya - foya kasihan amar dia sudah kerja banting tulang dan kamu hanya menghabiskan uang nya saja. Kamu itu seperti parasit yang bisa nya menggerogoti amar " Ucap tini.
Tini mengangkat tangan nya ingin menampar delia namun dengan sigap delia menangkap tangan tini dan mencengkram tangan tini dengan erat sampai tini kesakitan.
" Kalau kamu bukan kakak dari suami ku sudah dari dulu aku menampar wajah dan mulut busuk mu itu. " Ucap delia sambil menghempaskan tangan tini.
Tini meringis sambil mengusap - usap tangan nya yang tadi di cengkram oleh delia.
" Awas kamu del, akan aku adukan kepada ibu ku biar kamu di marah sama ibu. Dasar adik ipar kurangajar, adik ipar tidak berpendidikan , rendahan. Beruntung harun akan menikah dengan rani, wanita terhormat yang sudah jelas pendidikan dan pekerjaan nya jadi aku tidak akan malu mempunyai adik ipar seperti rani " Ucap tini.
" Oh silahkan sekarang kamu berbangga hati, tapi lihat saja nanti apa yang akan terjadi yang ada kalian akan lebih malu lagi " Seru delia lalu pergi meninggalkan tini.
__ADS_1
* Beruntung tadi ketemu lampir itu saat sudah seslesai, kalau belum selesai bisa kejang dia lihat emas yang aku beli. * Gumam delia dalam hati.
Delia memang membeli 1 set perhiasan, uang dari amar dia belikan cincin. Dan delia membeli kalung dan gelang masing - masing 10 gram. Delia tidak bermaksud untuk boros, delia hanya ingin punya emas saja jika suatu saat ada acara kantor suami nya bisa di pakai dan setidak nya tidak akan membuat amar malu.
Selama ini delia memang tidak memakai perhiasan, hanya anting itu pun cuma 1 gram dan sudah sekitar 5 tahun yang lalu dia beli. Cincin sudah di jual karena untuk menambahi uang beli motor kakak ipar nya, janji nya pinjam tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan nya juga.
" Delia " Panggil joko.
" Loh mas joko kok ada disini ?" Tanya delia heran melihat joko ada di luar bukan nya bekerja.
" Oh iya del tadi ada keluarga pasien yang minta tolong belikan sesuatu, jadi ya harus keluar begini kamu tahu sendiri del sekarang aku hanya seorang OB " ucap joko.
" Apa pun pekerjaan nya di syukuri saja mas yang penting halal " ucap delia ramah.
Joko memang baik kepada delia dan amar, meskipun terkadang joko bikin kesal tapi dia bisa menghargai delia dan amar.
" Iya del, kalau begitu aku duluan ya del ini sudah di tungguin. " Ucap joko.
" Oh iya mas, aku juga sudah mau pulang itu angkot nya juga sudah datang kok mas. " Jawab delia.
Delia masuk ke dalam angkot sambil melihat ke arah luar , di jalanan banyak ruko - ruko yang kosong dan di sewakan. Delia berkeinginan untuk menyewa ruko untuk membuka usaha , selain di jual online bisa juga secara off line.
* Apa aku ikuti saran mona saja ya untuk mulai usaha sendiri, lagi pula uang ku juga sudah cukup untuk buka usaha. * Gumam delia dalam hati.
💞💞💞💞💞💞
********
__ADS_1
Masih semangat kan kak ? Tinggalkan jajak nya ya, Like Komen Vite Favirie Berikan hadiah nya dan Rate bintang 5 nya ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤