
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Rosa terbangun dan pandangan nya mengelilingi ruangan yang serba putih. Tanpa bertanya pun rosa sudah tahu ini ada dimana. Di kursi terlihat seorang wanita yang tersenyum ke arah rosa, wanita itu pun mendekati rosa.
" Mbak sudah bangun ?" Tanya wanita yang bernama indri. Indri tinggal tepat di samping kontrakan rosa.
" Kenapa aku bisa ada disini ?" Tanya rosa heran.
" Oh... tadi saat aku baru pulang kerja pintu kontrakan mbak terbuka dan aku melihat mbak tidur di lantai. Saat aku hampiri ternyata mbak pingsan, lalu aku minta tolong yang lain nya juga untuk membawa mbak ke rumah sakit " Ucap indri dengan jelas.
" Oh terimakasih. Sekarang kamu bisa tinggalkan aku sendiri !" Seru rosa mengusir indri secara halus.
" Baik mbak, semoga lekas sembuh ya mbak. Saran ku jangan lupa jaga pola makan dan minum vitamin, stop dulu urusan ranjang nya " Seru indri dengan senyum tipis di bibir nya.
" Sudah sana pergi. " Seru rosa.
Sakit nya rosa pasti sudah di ketahui oleh pihak kontrakan, rosa khawatir jika penghuni kontrakan yang lain nya beserta ibu kontrakan tidak mau menerima nya tinggal di kontrakan itu lagi.
" Tunggu !!" Panggil rosa menghentikan langkah indri yang hendak membuka pintu .
" Iya mbak ada apa ?" Tanya indri ramah.
" Jangan bilang sama yang lain nya tentang sakit ku. Apalagi ibu kontrakan, karena aku tidak tahu lagi mau tinggal dimana jika aku di usir. " Ucap rosa sambil mengatupkan ke dua tangan nya.
" Tapi sayang nya ibu pemilik kontrakan sudah tahu " Jawab indri lalu keluar daru kamar rawat rosa.
Rosa terdiam, dia merenungkan keadaan nya. Apalagi jika dia di usir dari kontrakan nya, tidak tahu lagi harus tinggal dimana. Apalagi soal biaya rumah sakit, beruntung dia punya uang pemberian budi. Dan sisa uang milik nya juga masih ada, masih cukup untuk biaya rumah sakit.
" Selamat sore bu. " Sapa dokter dengan ramah.
__ADS_1
" Sore dok. Apa saya sudah boleh pulang? " Tanya rosa.
" Belum bu, tunggu sampai infus nya habis dulu ya. Sakit yang ibu derita bukan sakit biasa, sakit itu menyerang imun tubuh ibu. Kenapa ibu tidak mendengarkan apa yang saya sarankan waktu itu. Rutin minum obat dan vitamin, jaga pola makan. Pola hidup sehat dan jangan melakukan hubungan ranjang dulu bu, tapi ibu melanggar nya sampai ibu drop begini. " Ucap dokter sedikit kesal karena rosa tidak mengindahkan saran dokter.
" Ya sudah ibu dokter keluar saja, saya mau istirahat " Ucap rosa.
Dokter hanya menggelengkan kepala nya, baru kali ini menangani pasien yang sombong dan keras kepala. Tidak bisa di nasehati, dokter pun keluar dari kamar rawat rosa tentu nya setelah selesai memeriksa kondisi rosa.
Sepeninggalan ibu dokter , rosa mengambil tas yang ada di atas nakas. Beruntung indri tadi sempat membawa tas rosa , di dalam tas itu ada dompet ponsel dan alat mek up rosa. Karena tadi rencana nya rosa dan budi memang akan pergi jalan - jalan.
" Uhhh... beruntung semuanya masih aman " Seru rosa sambil memeriksa isi dompet nya.
" Apa aku harus menghubungi orang tua ku ? Aku ini masih punya orang tua, tapi apa mereka mau menerima keadaan ku yang seperti ini. Lagi pula mereka memang bukan orang tua kandung ku. Seperti nya mustahil jika mereka mau menerima ku. " Ucap rosa pada diri nya sendiri.
Segala perbuatan pasti ada timbal balik nya, siapa yang menabur dia juga yang akan menuai.
*********
Amar baru pulang dari kantor , sebelum pulang ke rumah kontrakan nya amar melajukan motor nya ke sebuah toko kue . Rencana nya kue itu nanti malam akan amar bawa kekontrakan harun dan tini. Hari ini adalah ulang tahun tini, sebagai adik amar ingin memberi kejutan kecil untuk kakak nya, kejutan sederhana berupa kue ulang tahun.
" Semoga mbak tini suka denga kue nya" Ucap amar sambil menunggu karyawan membungkus kue dalam kotak.
" Hai ... mas ini yang pernah ketemu di resort minggu lalu kan ?" Tanya seorang wanita yang ternyata bernama kartika
Amar mengingat - ingat wanita yang ada di samping nya , setelah ingat amar pun tersenyum dan menganggukkan kepala nya.
" Oh iya mbak." Jawab amar singkat dengan senyum ramah nya.
" Kita jodoh kali ya bisa tiga kali ketemu secara kebetulan begini " Ucap kartika membuat amar melotot.
Percaya diri sekali kartika bilanh jika dia dan amar berjodoh, tapi amar tidak ambil pusing dia tahu pasti kartika hanya bercanda. Yang amar lihat kartika ini tipe wanita yang ceplas- ceplos.
" Oh iya mas beli kue ?" Tanya kartika.
Belum sempat amar menjawab tiba - tiba karyawan toko memanggil amar karena kue nya sudah selesai di bungkus. Amar mengambil kue nya,lalu berjalan mendekati pintu keluar.
" Tunggu mas " Seru kartika.
__ADS_1
" Iya mbak " Ucap amar.
" Kalau boleh tahu mas namanya siapa ya ? Soalnya sebelum pertemua kita di pantai itu aku merasa sudah pernah ketemu mas, tapi lupa dimana. " Ucap kartika menyampaikan rasa penasaran nya.
" Amar " Jawab amar singkat lalu keluar dari toko .
" Oh amar... ganteng dan senyum nya bikin hati adem. Oh hampir lupa aku kan kesini mau ambil kue pesenan mbak delia. Bisa ngamuk dia kalau aku kuenya telat nganter. Kartika apa yang kamu fikirkan , fokus dong " Seru kartika pada diri nya sendiri.
Kartika langsung ke kasir menanyakan kue pesenan delia beruntung kue nya memang sudah di siapkan oleh karyawan jadi tidak perlu menunggu lama lagi. Setelah urusan di toko kue selesai, kartika langsung melajukan mobil delia ke toko. Di toko delia sudah menunggu, karena kue itu pesanan mama silvi dan kebetulan mama silvi memang menginap di rumah delia.
" Lama amat sih kamu kar, sudah di tungguin mbak delia loh. Keburu magrib, mbak delia kan mau pulang. " Cerocos yuni menyambut kedatangan kartika.
" Maaf tadi antri " Bohong kartika sambil tersenyum.
" Pasti ngecengin cowok dulu, ayo ngaku kamu " Seru yuni menaruh curiga kepada kartika.
" Heheee ... usaha yun " Jawab kartika santai.
" Sudah sana bawa ke ruangan mbak delia itu kue nya " Ucap yuni.
" Ehh... kue nya ada di mobil. Kan mau di bawa mbak delia pulang, jadi tidak aku turunkan " Ucap kartika lagi.
Kartika berjalan menuju ruangan delia untuk menyerahkan kunci mobil.
Sementara itu saat sampai kontrakan nya amar meletakkan kue di atas meja, selesai sholat magrib dia berencana datang ke kontrakan harun dan tini.
" Wanita itu siapa ya? Kok sok kenal begitu, memang sih pernah bertemu tapi aku hampir saja lupa. Dia kan karyawan di toko nya delia " Seru amar pada diri nya sendiri.
" Suara nya cempreng, lucu dan kelihatan ceria. Tidak... !! Aku tidak bisa menilai orang secepat ini, dulu saat pertama kali mengenal asti juga seperti ini. Tapi ternyata semua nya salah, aku tertipu dengan kelemah lembutan yang di miliki asti. Setelah menikah semua tabiat asti baru aku ketahui " Ucap amar lagi.
" Aku tidak mau kejadian yang sama terulang lagi" Ucap amar pada diri nya sendiri.
Adzan magrib berkumandang, amar langsung mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu. Selesai mandi amar langsung mengambil air wudhu, selesai sholat magrib baru amar akan ke kontrakan kakak nya.
********
Nah terjawav kan siapa pria yang di maksud kartika ?
__ADS_1
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5NYA KAK 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤