
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Seminggu kemudian.
Brugh....
" Aauuoooowww .... " Teriakan lantang keluar dari mulut ibu siti.
Harun yang mendengar teriakan ibu nya pun langsung lari ke arah sumber suara. Harun melihat sang ibu tergeletak di depan kamar mandi sambil memegangi kaki kanan nya yang terlihat memar.
" Ibu ada apa ?" Tanya harun yang sudah jongkok di depan ibu nya.
Ibu siti meringis kasakitan sampai mata nya mengeluarkan air mata. Dia pun tambah kesal karena harun bukan nya cepat menolong nya justru banyak bertanya.
" Sudah tahu ibu jatuh masih saja tanya ada apa ? dasar anak bodoh !!" Sentak ibu siti.
Cekkk...
Harun berdecak kesal karena di katakan bodoh oleh ibu nya. Harun pun langsung menolong ibu nya untuk berdiri dan hendak membawa nya ke kamar.
" Aouuwww... sakit run sakit " Teriak ibu siti sampai menangis.
" Kaki ibu memar bu. Memang nya tadi kenapa sampai bisa jatuh begini ?" Tanya harun ingin tahu.
" Ibu mau masuk kamar mandi tapi justru terpeleset dan kaki ibu menghantam tembok cukup kuat. Ini kaki ibu dua - dua nya sakit run, pinggang ibu juga sakit banget. Ibu tidak bisa jalan. " Ucap ibu siti sambil menangis.
Harun terpaksa menggendong ibu nya dan membawa nya ke dalam kamar.
" Ibu kenapa mas ?" Tanya rosa yang baru saja pulang dari rumah tetangga kontrakan sebelah.
" Jatuh di kamar mandi " Jawab harun singkat.
Ibu siti terus memegangi kaki nya yang sakit sambik memijit - mijit dengan pelan. Mulut nyq tidak henti - henti nya mengucapkan kata sakit.
" Sakit.. sakit run " Seru ibu siti.
__ADS_1
" Mungkin ibu kesleo mas. Coba mas cari tukang pijit saja " Ucap rosa menyarankan tukang urut.
" Ibu tidak mau ! Lebih baik kita ke rumah sakit saja, ibu tidak mau gara - gara di pijit kaki ibu semakin parah. Pokok nya ke rumah sakit titik. " Ucap ibu siti menolak di pijit dan justru meminta dibawa ke rumah sakit.
Harun bukan nya tidak mau membawa sang ibu ke rumah sakit, ke rumah sakit pasti juga butuh uang. Sedangkan uang di dompet harun saat ini sudah tidak sampai 100 ribu lagi. Tidak ada pilihan lain selain memanggil tukang pijit seperti yang di sarankan oleh rosa.
" Rosa kamu temani ibu saja jangan kemana - kemana lagi, aku mau cari tukang pijit. " Ucap harun lalu keluar dari kamar ibu nya.
Ibu siti memandang kepergian harun dengan tatapan tidak suka. Dia kesal karena harun tetap akan memanggil tukang pijit.
" Maka nya bu sudah tua itu tidak usah banyak tingkah. Nurut apa kata anak nya, kalau sudah begini kan nyusahin saja. " Ucap rosa memandang sinis ke arah ibu mertua nya.
" Dasar menantu kurangajar, aku jatuh bukan karena banyak tingkah. Tapi karena aku ke kamar mandi mau pipis terus terpeleset. Punya menantu satu tapi mulut nya tidak punya etika. " Seru ibu siti marah sambil menahan rasa sakit nya.
" Bagaimana tidak punya menantu cuma satu, menantu yang lain sudah pada pergi meninggalkan anak mu karena tidak tahan dengan perlakuan mu. Jadi mertua itu jangan judes bu, jangan sayang pas ada uang nya saja. Yang nama nya mertua itu harus bisa nengayomi para menantu nya." Ucapan rosa tumben benar. Mungkin saat main ke tempat tetangga tadi si rosa dikasih vitamin.
" Diam !! Kamu tidak pantas mengurui ku !" Sentak ibu siti lantang.
Bertepatan dengan teriakan ibu siti harun pun datang dengan seorang perempuan paruh baya yang di yakini ibu siti pasti tukang pijit.
" Ibu tidak mau di pijit. " Ibu siti tetap menolak.
" Sudah bu biarkan mak ijah memijit kaki ibu, dia ini tukang pijit yang terkenal. " Seru harun mencoba merayu ibu nya.
" Auowwwww sakiitttt " Ibu siti menjerit sekuat tenaga nya.
Harun dan rosa sampai menutup telinga nya karena jeritan ibu siti benar - benar membuat telinga sakit.
" Ini kaki kiri nya memang kesleo parah. Jangan banyak gerak dulu bu, biar saya pijit dulu. " Ucap mak ijah sembari membaluri kaki kiri ibu siti dengan minyak gosok yang bau nya sangat menyengat.
" Lepas kan kaki ku, kamu bukan nya mengobati tapi justru menyakiti ku. Harun bawa orang tua ini keluar " Ucap ibu siti.
Namun mak ijah tetap tidak melepaskan kaki ibu siti. Dia terus memijat dan memijat nya. Teriakan dan segala makian yang ibu siti lontarkan tidak membuat mak ijah menyudahi memijit nya justru mak ijah semakin memijat dengan kuat.
" Ini kesleo nya parah. Ini mungkin tidak bisa di buat jalan sekitar seminggu, dalam dua hari lagi nanti akan saya pijit lagi biar kaki ibu cepat sembuh. Dan untuk kaki kanan nya saya tidah berani memijit nya, ini memar dan seperti nya ada tulang yang retak " Ucap mak ijah menjelaskan.
Mata ibu siti langaung melotot, dia tidak percaya jika kaki kanan nya nya tulang bisa retak. Dia pun teringat tadi saat jatuh kaki kanan nya menghantam pinggiran tembok, apa karena hantaman itu kaki nya bisa retak.
" Terus bagaimana mak ?" Tanya harun khawatir.
" Yang kanan di obatin dokter saja ya, sepertinya tulang nya bermasalah. Emak tidak berani asal pijit, kalau soal keseleo mak sanggup karena memang sudah keseharian emak. Seperti nya kaki yang kanan harus di pasang gips " Ucap mak ijah lebih jelas.
" Run.. bagaimana ini. Kaki kanan ibu semakin sakit ? Bagaimana kalau ibu tidak bisa jalan ?" Ucap ibu siti ketakutan.
__ADS_1
Harun sendiri bingung karena dia juga tidak ada uang, ke rumah sakit tidak cukup uang sedikit. Harun akan mencoba menghubungi kakak nya, semoga saja amar tidak sibuk.
" Harun coba hubungi mas amar dulu bu " Seru harun .
" Iya , cepat kamu hubungi amar dan minta uang yang banyak untuk biaya berobat ibu. Ibu mau kaki ibu sembuh seperti dulu, ibu tidak mau pincang " Ucap ibu siti sambil tetap menahan sakit di kaki nya.
Harun mengangguk lalu mengambil ponsel di kantong celana nya dan berjalan keluar kamar. Harun memilih kebelakang rumah untuk menelpon amar.
Setelah dua kali panggilan akhir nya amar mengangkat telepon harun.
[ Hallo... ada apa run ?] Tanya amar dari seberang sana.
[ Mas amar dimana ?] Tanya harun.
[ Jam segini aku ya masih di kantor, memang nya ada apa kamu tanya seperti itu ? Apa ada yang penting ?]
[ Ibu sakit mas dan harus di bawa ke rumah sakit. Tadi ibu jatuh di kamar mandi, kaki kiri nya hanya keseleo tapi kaki kanan nya memar dan menurut tukang pijit nya harus di bawa ke rumah sakit karena tulang kaki ibu bisa jadi retak. ]
[ Hah.. serius ? ]
[ Serius mas, kalau mas tidak percaya mas bisa datang ke kontrakan. Ini ibu sedang menangis kesakitan ]
[ Baiklah kamu bawa ibu ke rumah sakit, satu jam lagi sudah jam istrirahat kantor nanti mas kesana. ]
[ Uang nya mana ? transfer saja ke harun sekitar 15 juta ] Ucap harun seenak nya dan memanfaatkan keadaan.
[ Masalah administrasi nanti mas langsung yang mengurus nya , sudah mas mau menyelesaikan pekerjaan lagi. ]
Tutt... Tutt...
Tanpa persetujuan harun amar langsung mematikan sambungan telepon. Harun menggerutu dengan kesal karena amar tidak mau nemberikan uang langsung ke harun, tapi justru akan mengurus nya langsung ke pihak rumah sakit.
Akhirnya harun pun membawa ibu siti ke rumah sakit dengan menaiki taksi online yang sudah di pesan kan oleh rosa. Rosa sendiri memilih tidak ikut , dia beralasan capek dan ingin istirahat saja.
******
Kira - kira ibu siti bakalan pincang tidak ya ? Author kasih balasan nya sedikit - sedikit dulu ya, karma instan nya nanti pasti ada kok.
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN BERIKAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤
MAAF BARU BISA UP 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤
__ADS_1