Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Ajakan untuk rujuk


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Seperti yang sudah di bicarakan dengan amar tempo hari, joko akhirnya mendatangi rumah kontrakan tini tanpa membawa lala. Ada yang ingin joko bicarakan serius dengan Tini.


" Tumben datang tidak membawa lala mas ? Lala nya kemana ?" Tanya tini sambil menghidangkan teh.


" Lala tadi ikut bibik yang mengsuh nya ke mini market. " Jawab joko.


" Terus nanti kalau dia nyariin mas joko bagaimana ? Apa tidak nangis tuh saat dia pulang tapi mas tidak ada. " Ucap tini lagi.


" Tadi dia tahu kok kalau aku mau pergi. Pasti dia mengira aku ke toko. " Seru joko sambil terkekeh.


Tini diam dan tidak banyak bertanya lagi, begitupun dengan joko. Beda dengan hari - hari yang sebelum nya, biasa nya dia nampak terbiasa namun kali ini dia gugup bahkan grogi berhadapan langsung dengan tini.


" Tin , emm... Aku ingin bicara penting sama kamu. " Ucap joko mulai memberanikan diri membuka percakapan.


" Iya mas ada apa ? Bicara saja aku akan mendengarkan nya. " Ucap Tini terlihat tenang.


Huuuhhhh....


Joko terlihat membuang nafas dengan panjang untuk membuang rasa gugup dan groginya. Bahkan saat ini jantung nya berdetak lebih cepat dari biasa nya.


" Apakah kamu mau rujuk dengan ku ?" Tanya joko begitu gamblang.


Hahhh......


Rujuk ?


Tini terkejut dengan ajakan rujuk Joko, Karena sebelum nya joko tidak ada bicara apa - apa dulu. Dia langsung saja mengucap kata rujuk.


" Rujuk mas ? " Tanya tini ingin memperjelas lagi.

__ADS_1


" Iya , apa kamu mau rujuk dengan ku dan menjadi mama untuk Lala. Sebelum nya aku sudah membicarakan masalah ini kepada amar, dan amar bilang aku harus bicara langsung sama kamu. Amar sih setuju - setuju saja karena dia juga menginginkan kamu bahagia , dan kamu juga pasti mau rujuk dengan ku." Ucap joko menjelaskan dengan begitu percaya diriny.


* Apa yang di bicarakan Amar sama mas joko ? Sehingg mas joko begitu yakin jika aku mau rujuk dengan nya. Ini pasti amar sudah bicara yang aneh - aneh. Hemm... Awas kamu mar !* Gerutu tini dalam hatinya.


Tini masih terdiam dan mencoba berfikir agar tidak salah mengambil keputusan. Jujur dia memang masih mengharap untuk bisa hidup dengan joko, tapi tini merasa rendah diri dan malu. Apakah wanita seperti tini pantas untuk joko, apalagi sekarang joko sudah menjadi orang berada dengan memiliki toko mebel dan elektronik yang lumayan besar.


" Bagaimana tin ? Apa kamu mau menerima ku kembali menjadi suami mu. ? Tapi sekarang aku sudah mempunyai satu anak. " Ucap joko .


" Tapi apa aku masih pantas bersanding dengan mu mas ? Kamu tahu bagaimana masalalu ku dulu, dan sekarang kamu juga sudah menjadi pria berada. Berbeda dengan ku yang hanya seorang OB, bahkan dulu saat kamu bekerja menjadi OB aku malu" Ucap tini mencoba mengingatan joko agar joko tidak salah pilih pendamping hidup dan mama untuk lala.


" Kalau aku memandang masalalu mu, mungkin dulu kita tidak akan pernah menikah Tin. " Ucap joko dengan memandang tini tajam.


Joko tidak suka dengan alasan yang disampaikan oleh tini. Apalagi joko memang serius ingin rujuk dan tidak mempermasalahkan soal masalalu tini yang kelam. Yang penting sekarang tini sudah meninggalkan dunia kelam nya.


" Aku memang sekarang sudah bisa di bilang mapan, maaf bukan bermaksud untuk sombong. Tapi aku tetaplah joko yang dulu kamu kenal, masalah apa yang aku miliki ini hanya titipan dan suatu saat bisa diambil. Jadi aku tidak pernah bangga denga apa yang saat ini aku punya. Harta dan tahta tidak akan membedakan manusia, yang membedakan hanya ketaatan nya kepada sang pencipta. " Seru joko bicara dengan serius.


Tini sangat terharu dengan penjasan joko, dia bisa melihat jika joko benar serius ingin menjalin hubungan dengan nya lagi.


" Apa semua ini serius mas ?" Tanya tini lagi.


" Aku serius tin, jika kamu mau malam ini juga aku akan menikahi mu." Jawab joko dengan yakin.


" Jika memang ini sudah menjadi yang terbaik untuk kita berdua. Aku mau untuk rujuk dengan mu mas, dan aku juga bersedia menjadi Mama untuk lala. Satu lagi mas, kamu tidak lupakan jika aku ini tidak akan pernah bisa memberimu keturunan. " Ucap tini.


" Terimakasih tini,bila perlu malam ini atau besok pagi aku akan menikahi mu." Ucap joko dengan bahagia sambil menggenggam tangan tini.


" Tidak segampang itu menikah mas, meskipun kita sudah pernah menikah tetap semua itu ada proses nya. Bukan seperti kucing yang langsung bisa di tiduri tanpa dinikahi. " Ucap tini sambil terkekeh.


" Heheehee... Iya tin , maaf. Aku tadi hanya mengungkapkan rasa bahagia ku saja kok. " Ucap joko sambil nyegir kuda.


" Tapi kamu mau kan rujuk dengan ku ?" Tanya joko lagi mengulangi pertanyaan nya.


" Iya mas. Insya Allah aku mau dan siap rujuk dengn mu. " Ucap tini lebih menyakinkan Joko.


" Alhamdulillah " Seru joko pelan.


Joko dan tini terlibat obrolan persiapan pernikahan mereka, dan mereka sepakat jika akan menikah di KUA saja. Karena sebelumnya mereka sudah pernah menjadi suami istri jadi malu jika harus mengadakan pesta. Cukup di KUA saja yang penting sah dan sakral.


" Tin, sepertinya sudah semakin malam aku izin pulang dulu ya. Tidak enak di lihat tetangga jika pulang malam - malam apalagi saat ini kita cuma berdua di dalam kontrakan mu ini." Ucap joko dengan sopan.

__ADS_1


" Iya mas, maaf aku juga tidak bermaksud mengusir. Memang sudah lumayan malam mas dan tidak baik jika kita berdua - duan begini." Ucap tini menyetujui ucapan joko.


" Iya , kalau begitu aku pulang dulu ya tin. Soal pernikahan secepat nya akan aku urus kamu siapkan saja surat atau data - data kamu. " Ucap joko.


Tini tersenyum sambil mengangguk patuh, mungkin lebih cepat lebih baik sehingga tidak menimbulkan fitnah dan zina.


Setelah joko pulang, tini masuk ke kamar nya dan mengambil ponsel nya untuk menghubungi amar. Sedari tadi bibir nya sudah gatal untuk menceramahi amar. Tepat saat panggilan pertama amar langsung mengangkat telepon nya.


[ Hallo mbak ] Seru amar dari seberang sana.


[ Iya.. Mar kamu bicara apa sama mas Joko ? Sehingg dia sangat percaya diri sekali mengutarakan keinginan nya untuk rujuk dengan ku. ? Pasti kamu sudah bicara macam - macam ya ? Awas kamu kalau sampai buat mbak malu. ] Seru Tini secara beruntun.


[ Apaan sih mbak, kalau bertanya itu satu - satu dulu. Kalau beginikan amar jadi bingung mbak. ]


[ Katanya joko kemarin menemuimu ? Kamu bicara apa sama joko ?]


[ Aku hanya bilang jika mbak tini sampai sekarang belum menikah lagi karena belum bisa move on dari mas joko hahaaa ]


[ Dasar kamu, pantas saja mas joko percaya diri sekali mengajak mbak rujuk dan yakin jika mbak mau. Tapi sebenarnya mbak juga mau sih ]


[ Wahh... Jadi mbak dan mas joko mau rujuk ?. Aku ikut bahagia jika mbak juga bahagia ]


[ Iya mar mbak memutuskab untuk rujuk dengan mas Joko. ]


[ Bagaimana kalau pernikahan kita di barengkan saja mbak ]


[ Tidak mar, kita hanya mau menikah di KUA saja. Kamu sama kartika kan mau mengadakan pesta. Sudahlah nanti kita bicarakan lagi saat kita bertemu. Sudah malam mbak mau istirahat ]


[ Oh ya sudah, aku juga mau mengantar kartika pulang. Ini masih menunggu kartika keluar dari tempat kerja nya. ]


[ Ya sudah, salam untuk kartika ]


Setelah sambungan telepon terputus , tini pun langsung berbaring untuk beristirahat, menghilangkan penat yang ada di tubuh nya karena seharian beraktifitas.


* Bismillah semoga apa yang aku putuskan sudah menjadi keputusan ku yang terbaik. Dan insya Allah kali ini menikah untuk selamanya. Sampai akhir hayat ku, cinta ku tetap untuk mas joko dan tidak tergantikan lagi. Semoga mas joko tetap sabar menghadapi ku . Aamiin * Gumam tini dalam hatinya.


********


YUK BERIKAN RATE BINTANG 5 NYA DULU KAK 🙏❤️❤️

__ADS_1


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE , SERTA BERIKAN HADIAH NYA 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️


__ADS_2