
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞
Harun bertemu delia di showroom mobil tempat nya bekerja. Hari ini jadwal mobil delia melakukan service rutin bulanan. Sebenar nya delia malas jika bertemu dengan harun si lelaki bermulut lemes seperti wanita, tetapi karena keterpaksaan lah yang mengharuskan bertemu.
" Ngapain kamu disini ?" Tanya harun saat melihat delia ada di kursi tunggu.
" Lagi nunggu mobil ku yang lagi di servis" Jawab delia tanpa melihat ke arah harun.
" Kalau di ajak bicara itu lihat ke arah orang nya, bukan malah main ponsel. Beginilah orang kalau tidak pernah kuliah dan pendidikan nya rendah, tidak punya sopan santun sama sekali." Ucap harun tetap merendahkan delia.
Harun memang belum tahu jika delia pemilik Toko DL shop, hanya amar , tini dan ibu siti saja yang tahu tanpa memberitahu harun. Menurut mereka tidak penting juga harun tahu, karena harun selalu sibuk dengan pekerjaan nya dan tidak dapat di andalkan.
" Tidak ngaruh juga melihat ke arah mu atau tidak " Jawab delia.
" Lama - lama ngelunjak juga kamu , delia " Ucap harun kesal.
" Aku disini itu pelanggan dan kamu sebagai pekerja disini harus yang sopan dan ramah dengan pelanggan. Jangan sok seperti ini, aku bisa saja melaporkan mu kepada menejer disini. " Ucap delia mulai menunjukan taring nya.
Harun kesal dengan ancaman delia, kalau benar dia di laporkan sudah pasti dia akan di tegur oleh atasan dan bisa juga sampai di pecat, harun tidak mai jika semua itu terjadi.
Harun duduk di samping delia, dengan mata lurus menatap delia. Sedangkan delia tidak perduli dia kembali fokus dengan ponsel di tangan nya.
" Tidak ada rencana untuk menikah lagi ? Sudah lama menjanda kan ? Pasti tidak ada pria yang mau dengan janda miskin dan tak berpendidikan seperti mu. " Cibir harun merendah kan delia.
" Biar pun aku hanya tamatan SMP aku punya etika dan tata krama, tidak seperti mu. Lulusan sarjana tapi sikap menunjukan seperti tidak pernah sekolah. Cara bicara mu seperti anak TK yang baru bisa belajar membaca" Balas telak delia membuat harun semakin geram, namun dia tetap mencoba mengendalikan emosi nya agar tidak menimbulkan keributan.
* Jangan cari masalah dengan ku lagi run, aku bukanlah delia yang polos dan lugu seperti dulu * Gumam delia sambil melirik harun.
" Bukan nya ini masih jam kerja ? Kenapa kamu sudah duduk santai disini sambil main ponsel ! Kalau mau chattingan ya nunggu jam istirahat saja,sana minggir aku malas dekat dengan lelaki tidak punya malu seperti mu " Seru delia mungusir harun.
Harun langsung berdiri dan memasukkan ponsel nya kedalam kantong celana nya.
" Masih bagus tidak tahu malu daripada tidak berpendidikan? Fikiran nya kolot dan tidak bisa berkembang " Seru harun.
" Ternyata pendidikan tinggi tidak menjamin seseorang berprilaku baik. Contoh nya ada yang selingkuh dengan istri kakak kandung nya sendiri" Sindir delia sambil melirik harun.
__ADS_1
Uhuk.. Uhukk
Harun tiba - tiba batuk, dia terkejut saat delia mengatakan tentang perselingkuhan. Apalagi dia bilang soal istri dari kakak kandung.
" Maksud kamu apa bicara seperti itu ,?" Tanya harun sedikit takut.
Dia takut jika delia mengetahui jika dirinya dan rosa ada hubungan yang lebih dari sekedar adik dan kakak ipar. Hubungan harun dan rosa sudah seperti sepasang suami istri.
" Tidak ada. Kenapa wajah mu ketakutan seperti itu ?" Tanya delia.
" Tidak, siapa yang ketakutan. Jangan sembarangan kalau bicara. Bisa aku tuntut kamu mbak " Ucap harun takut - takut.
Delia tersenyum sinis dalam hati nya dia menertawakan harun.
" Mbak delia mobil nya sudah beres. Sudah ada di parkiran depan ya, ini kunci nya. " Ucap salah satu mekanik yang tadi menangani mobil delia.
" Iya mas, terimakasih " Jawab delia ramah.
Delia menyelesaikan adminstrasi biaya servis mobil nya. Setelah selesai delia pergi dari showroom namun sebelum keluar showroom delia menghampiri harun
" Jangan main api kalau kamu tidak mau terbakar, sudahi hubungan mu dengan istri kakak mu " Ucap delia pelan tepat di samping harun.
Deg.
Harun langsung menatap delia dan penuh tanda tanya ? Dia tidak menyangka jika delia mengetahui hubungan nya dengan rosa.
" Aku tahu semua tentang kamu dan rosa, kamu sering ke hotel berkencan dengan rosa aku pun tahu. Jadi jangan pernah merendahkan wanita yang hanya tamatan SMP ini, satu lagi apa kebohongan istri mu sudah kamu ketahui? Sehingga kamu memilih selingkuh dengan kakak ipar mu sendiri. Bagaimana ? Apa masih percaya jika rani itu sarjana dan PNS ? " Ucap delia lalu pergi menuju parkiran.
Harun menatap kepergian delia dengan rasa takut nya, dia takut jika sampai delia memberitahu tenang hubungan nya dengan rosa kepada amar. Sudah bisa di pastikan amar akan menghajar nya sampai babak belur.
Harun meringis membayang kan di pukuli oleh kakak kandung nya itu.
* Jangan sampai mas amar tahu soal hubungan ku dengan rosa, aku harus bisa membungkam mulut mbak delia . Dan kenapa dia bisa tahu soal rani ? Dulu dia memang bilang soal rani, dia bilang suatu saat kami akan tahu semua nya ? Berarti dari dulu mbak delia sudah tahu kalau rani itu bohong. Siall....!!* Gumam harun sambil mengepalkan kedua tangan nya.
*******
" Apa ?? Delia mengetahui hubungan kita ?" Seru rosa terkejut saat harun mengatakan nya.
Harun dan rosa saat ini ada di sebuah cafe, setelah lulang bekerja mereka janjian di cafe.
" Iya honey " Jawab harun singkat.
Rosa terlihat sangat kesal karena delia selalu tahu tentang kehidupan nya. Dulu saat dengan amar pun begitu, delia lebih tahu dulu daripada kejujuran amar dan rosa.
__ADS_1
" Kenapa wanita itu selalu tahu tentang ku " Seru rosa.
" Lebih baik kita tidak usah mengusik nya, aku tahu bagaimana sifat mbak delia. Dia tidak akan mengusik orang kalau dia tidak di usik duluan" Ucap harun memberi saran.
" Kamu yakin sayang ?" Tanya rosa .
" Setahu ku mbak delia memang tidak mau ikut campur dengan urusan orang lain " Jawab harun.
Saat mereka sedang serius berbincang tiba - tiba mereka di kejutkan oleh kedatangan seseorang.
" Rosa, harun " Panggil seseorang yang sangat mengenali mereka berdua.
" Mbak tini " Seru harun dan rosa berbarengan.
Tini ikut duduk di kursi samping rosa sambil mata nya menatap rosa dan harun bergantian.
" Kenapa mbak tini menatap kami seperti itu?" Tanya harun di buat setenang mungkin.
" Kalian ngapain berduan disini ?" Tanya tini heran dan penuh selidik.
" Kami tidak berduaan mbak, tadi aku sama teman kerja ku. Suntuk seharian di kantor jadi aku dan teman ku nongkrong disini, baru saja teman ku pulang sama suaminya. Dan kebetulan ada harun disini jadi ya sebagai kakak ipar yang baik aku traktir harun." Ucap rosa berbohong.
Tapi bodoh nya tini dia percaya dengan alasan klasik dari rosa.
" Aku kira kalian janjian. Kalau soal di traktir aku juga mau dong " Seru tini senang.
" Boleh mbak pesan saja apa yang mbak mau. Oh iya aku mau ke toilet dulu ya mbak " Seru rosa lalu bangkit dan berjalan menuju toilet.
Sedangkan tini sibuk memilih menu makanan yang akan dia pesan. Mumpung di traktir rosa, dia akan memesan banyak menu.
" Saya mau cumi saus tiram nya 1, terus ayam bakar 1 , udang crispy 1, sup iga 1, sayuran nya brokoli daging 1 sama minum nya air putih dan lemon tea dingin 1. Jangan lupa nasi nya 2 porsi " Ucap tini.
Setelah pelayan pergi harun langsung menegur kakak nya yang terlihat memanfaatkan kebaikan rosa.
" Mbak pesan sebanyak itu apa habis ? Tidak enak dengan mbak rosa loh mbak. " Ucap harun.
" Tidak perduli yang penting malam ini aku makan enak dan kenyang. Aku lapar banget karena seharian cuma makan roti dua lembar saat sarapan tadi pagi dan ini sudah jam 7 malam " Ucap tini sambil melihat jam yang melingkar di tangan kiri nya.
Harun hanya menggelengkan kepala nya melihat sikap rakus dari sang kakak.
******
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤
__ADS_1
TERUS DUKUNG KARYA AUTHOR AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT MENULIS BAB BARU NYA ❤❤
TERIMAKASIH 🙏🙏❤🥰