
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Hari pernikahan mama silvi pun tiba, acara di gelar di kediaman juna. Tidak ada acara mewah atau pesta mewah , acara hanya di gelar secara sederhana yang di hadiri oleh beberapa keluarga dan para saksi saja. Tidak ketinggalan ibu siti juga hadir menyaksikan acara sakral ke dua sahabat nya.
Baru dua hari yang lalu ibu siti pulang dari rumah sakit, itu semua karena dia yang memaksa untuk pulang. Dia mencoba untuk menahan rasa sakit nya demi bisa menyaksikan ijab qabul ke dua teman nya.
" Siti kamu baik - baik saja ?" Tanya mama silvi menghampiri ibu siti yang duduk di kursi roda.
" Akk.. aku baik silvi " Jawab ibu siti pelan.
Ibu siti pun semakin susah untuk berbicara, karena sebagian tubuh nya sudah mati rasa. Sehingga mempengaruhi saraf - saraf yang ada di tubuh nya. Bibir ibu siti pun sedikit miring.
" Kamu kalau memang tidak kuat, bisa beristirahat di kamar saja " Ucap mama silvi.
Namun ibu siti menolak dengan menggekengkan kepala nga pelan - pelan. Tini yang ada di sebelah nya hanya mengusap punggung ibu nya dengan lembut. Amar , harun pun ikut hadir di acara pernikahan mama silvi.
Acara ijab qabul pun di mulai, dengan sekali tarikan nafas pak hartawan secara lantang mengucapkan ikrar janji suci nya di hadapan keluarga dan para saksi.
Sah
Sahhhhhhhh
Seruan suara sah sudah menggema di ruang keluarga, akhirnya mama silvi resmi menikah dan menjadi istri pak hartawan. Senyum bahagia terpancar di bibir kedua pengantin yang sudah tidak muda lagi,begitupun juna dan delia. Mereka bahagia sang mama akhirnya bisa menemukan kebahagiaan nya, semoga pak hartawan bisa menemani mama silvi sampai ajal menjemput mereka.
" Alhamdulillah sayang, akhirnya mama ada yang menemani di hari tua nya. Selain ada kita dan cucu nya mama juga ada suami yang selalu ada di samping nya, semoga mama dan pak hartawan selalu bahagia " Ucap juna sambil menggenggam tangan delia dengan erat.
" Aamiin " Jawab delia dengan senyum mengembang.
Ibu siti pun ikut bahagia, bahkan dia meneteskan air matanya menyaksikan ke dua sahabat nya yang kini sudah resmi menjadi sepasang suami istri.
* Berbahagialah kalian berdua,maaf aku sudah membuat kalian terpisah. Sekarang aku sudah tenang sudah menyaksikan kalian bersatu. Sekali lagi maafkan aku silvi, hartawan. * Gumam ibu siti dalam hati nya.
__ADS_1
Kedua pengantin menghampiri ibu siti, mama silvi memeluk sahabatnya itu dan mengucapkan terimakasih.
" Terimakasih siti,aku berterimakasih karena berkat kejujuran mu lah aku dan mas hartawan bisa bersatu kembali. Sebenar nya waktu itu aku tidak ada niat untuk bersatu dengan mas hartawan tapi hanya ingin meluruskan kesalah pahaman. Tapi ternyata Allah berkehendak menyatukan kami, dan hari ini atas izin Allah aku dan mas hartawan sudah menjadi sepasang suami istri " Ucap mama silvi dengan mata berkaca - kaca menanahan tangis bahagia nya.
" Iya siti, terimakasih " Pak hartawan ikut berucap.
" Sssee.. selamat " Ucap ibu siti dengan nafas yang mulai tersengal.
Tiba - tiba ibu siti merasakan sakit yang teramat sakit di kepala nya. Sakit yang sedari tadi dia tahan kini sudah tidak bisa lagi dia tahan. Ibu siti kesakitan sampai dia pingsan.
" Siti..siti.. " Teriak mama silvi.
Amar dan tini juga sangat cemas dan khawatir, akhirnya mereka memutuskan untuk membawa ibu siti ke rumah sakit. Amar meminta mama silvi untuk melanjutkan acara nya, karena bagaimana pun mama silvi yang punya acara.
* Semoga ibu baik - baik saja * Gumam delia dalam hati nya.
********
Rosa akhirnya tetap bekerja dengan ibu menik, mau bekerja pun dia tidak tahu harus membawa anak nya kemana. Sedangkan tidak mau mengurus tegar, dia mau ikut membantu mengurus tegar asal rosa tetap bekerja dengan nya dan tidak kerja jauh ke kota.
Siang ini rendi dan rani datang ke warung makan ibu menik, rani menginginkan makan makanan masakan ibu menik. Salah satu menu favorite rani adalah ayam bakar bumbu rujak buatan ibu menik.
Sedangkan rosa saat tahu rani dan rendi datang langsung memilih pergi ke belakang. Dia malas melihat mantan suami nya dan mantan adik madu nya itu, hati nya sakit melihat keharmonisan rani dan reni.
" Iya buk.. Kebetulan hari ini saya sangat menginginkan ayam bakar bumbu rujak buatan ibu. Sampai ileran membayangkan ayam bakar bumbu rujak nya. " Jawab rani ramah.
" Oh...alhamdulillah kalau mbak rani menyukai dan kangen dengan masakan saya. Mau makan disini atau di bungkus mbak ?" Tanya ibu menik ramah.
" Makan sini saja bu, oh iya mas. Mas mau makan pakai apa ?" Tanya rani.
" Samakan saja dek " Jawab rendi singkat.
Ibu menik pun langsung menyiapkan dua piring makanan lengkap dengan sayuran dan lauk ayam bakar bumbu rujak spesial yang masih hangat karena baru saja di angkat dari panggangan nya.
" Wah masih baru matang ya bu " Seru rendi yang melihat masih ada asap mengepul.
" Iya pak,kebetulan baru selesai di bakar. Yang bakar tadi pagi sudah habis, alhamdulillah hari ini lumayan ramai pak. Walaupun makanan warteg masakan saya memang tidak kalah dengan restoran mahal " Ucap ibu menik sedikit membanggakan diri.
" Bu , saya mau dong di bungkus tapi ayam nya saja ya buk. Saya minta 10 potong " Ucap rani di sela - sela makan nya.
__ADS_1
" Alhamdulillah.. saya bakar kan dulu ya mbak " Ucap ibu menik senang.
Rani mengangguk lalu melanjutkan makan nya. Terdengar ibu menik memanggil rosa yang sedari tadi hanya di belakang tanpa mau menunjukan batang hidung nya. Rendi maupun rani tidak mau memperdulikan nya ,lagi pula mereka tidak ada urusan dengan rosa.
" Rosa tolong dulu kamu bakar kan ayam 10 potong " Ucap ibu menik menyuruh rosa.
" Aku capek buk. Baru saja aku duduk " Jawab rosa kesal.
" Rosa, saya juga capek. Yang nama nya kerja itu juga capek. Lagi pula anak kamu juga masih tidur, ayok cepat kerjakan jangan malas " Seru ibu menik geram karena rosa bermalas - malasan.
Tidak mau menjawab lagi akhirnya rosa pun mengerjakan apa yang di suruh oleh ibu menik. Selesai makan rani mencoba menghampiri rosa di belakang yang sedang menyiapkan ayam bakar pesanan rani.
" Mbak rosa apa kabar ? Anak mbak rosa mana ?" Seru rani bertanya dengan ramah.
" Kamu lihat sendirikan bagaimana keadaan saya ? Jadi jangan basa - basi lagi. Sudah lebih baik kamu kesana, jangan mengganggu ku. Kamu kan senang melihat ku hidup susah begini, pasti kamu dan delia itu sudah mendoakan yang jelek - jelek untuk ku " Ucap rosa ketus.
" Jangan berburuk sangka mbak, walaupun kamu sudah menyakiti ku dan menghancurkan rumah tangga ku. Tapi aku tidak pernah sedikitpun mendoakan mu yang jelek - jelek. Aku justru bersyukur bisa terlepas dari mas harun dan keluarga nya, sekarang aku bisa mendapatkan suami dan keluarga yang bisa menerima ku dan menghargai ku. " Ucap rani membuat rosa semakin tersenyum sinis.
Melihat rosa yang sama sekali tidak bisa bersikap baik dengan nya, rani pun kembali ke depan dan duduk bersama suami nya lagi.
" Setelah ini mau apa lagi dek ? Ayok ngomong saja biar anak aku tidak ileran " Ucap rendi.
" Ohh... mbak rani sedang hamil, jadi tadi cerita nya ngidam ya ?" Ucap ibu menik sambil membereskan piring bekas orang makan.
" Alhamdulillah bu.. Iya bu, sebenar nya ngidam nya dari tadi malam dan baru kesampaian siang ini. " Jawab rani jujur.
" Besok - besok kalau mau ada yang di pesan hubungi nomor ibu saja biar ibu buat kan. Mau malam atau pun siang ibu siap sedia " Ucap ibu menik senang memiliki pelanggan seperti rani dan rendi.
Orang kaya tapi tidak malu dan tidak gengsi makan di warteg dalam gang seperti ini. Biar pun warteg dalam gang masakan ibu menik memang enak dan banyak pelanggan nya. Bahkan sudah 5 bulan ini bisa di pesan melalui aplikasi online, tentu nya tari sang anak yang punya ide jual secara online juga.
" Ini buk sudah selesai " Seru rosa sambil memberikan ayam pesanan rani.
Rosa melirik ke arah rani dan rendi, rendi hanya menganggukkan kepala nya. Biar pun hanya bekerja di warung nya ibu menik, rosa selalu tampil rapi dan dandan seperti biasa nya. Baju - baju rosa memang banyak dan bagus - bagus, apalagi setelah melahirkan tubuh nya pun mengecil kembali jadi baju lama nya bisa di pakai kembali.
********
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤
__ADS_1