Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Jual Kosmetik


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


💞💞💞💞💞


Saat jam istirahat seperti biasa delia menjaga toko seorang diri karena ke dua karyawan yang ada sedang melaksanakan sholat dan makan siang. Ada beberapa pelanggan yang masih berbelanja , mereka masih memilih - milih barang yang cocok dan hendak mereka beli.


Dari beberapa pelanggan yang ada , ternyata ada dua orang yang delia kenali yaitu harun dan calon istri nya, Rani. Mereka berdua ada di rak bagian sandal dan sepatu, terlihat rani sedang mencoba beberapa sepatu dan heels.


* Ada harun, emmh tak masalah lah aku tidak perlu takut. Lagi pula mas amar memang sudah tahu jika aku bekerja di toko ini, yah walaupun sedikit berbohong karena aku bilang disini bekerja bukam sebagai pemilik * Gumam delia.


" Mbak bayar " Ucap rani yang tiba - tiba membuyarkan lamunan delia.


" Ehh.. iya, yang mana aja mbak " Tanya delia sedikit kaget.


" Ini heels sama sepatu ini, sepertinya aku pernah liat mbak deh tapi dimana ya aku kok lupa. Pokok nya wajah kamu ini tidak asing, iya kan sayang" Ucap rani meminta persetujuan harun.


Harun yang fokus dengan ponsel nya pun langsung mengalihkan pandangan nya ke arah rani lalu beralih menatap seseorang yang ada di meja kasir.


" Loh mbak delia ? Ngapain disini ?" Tanya harun terkejut.


" Oh iya kamu ini kan istri nya mas amar, aku baru ingat. Kerja disini ya mbak ? jadi pelayan toko ?" Ucap rani seperti sedang mengejek pekerjaan delia.


" Jadi mbak delia bekerja sebagai pelayan toko disini ? apa mas amar tahu mbak bekerja disini ? Pekerjaan ini memang cocoklah buat mbak delia, pekerjaan rendahan sesuai dengan ijazah yang mbak punya. Coba mbak itu sarjana mbak bisa bekerja kantoran, atau setidak nya pekerjaan yang lebih layak lah daripada sebagai pelayan toko. " Seru harun sambil menatap sinis delia.


Delia mencoba menguatkan kesabaran nya, dia tidak mau membuat keributan di toko nya. Apalagi masih ada beberapa pelanggan di dalam toko, sebisa mungkin delia bersabar dan tenang menghadapi adik ipar nya.


" Mas amar sudah tahu kok, oh iya belanjaan nya sudah ini aja. Saya total dulu ya, jadi semua total nya 375 ribu " Seru delia mencoba bicara setenang mungkin.


Rani langsung mengeluarkan dompet dari dalam tas nya, dan membayar barang belanjaan nya sendiri. Setelah urusan pembayaran selesai rani mengajak harun keluar dari toko.


" Jangan bangga karena sudah bekerja, apalagi hanya sebagai pelayan toko !!" Seru harun sebelum pergi meninggalkan meja kasir.


" Bukan urusan mu " Jawab delia singkat.

__ADS_1


Harun dan rani benar - benar sudah ke luar dari toko, dan delia mulai melayani pembeli yang lain nya sampai yuni datang menggantikan nya untuk sholat dan makan siang.


******


Toko makin hari makin ramai dan hari ini tepat satu bulan delia menjalankan udaha nya tanpa ada nya dorongan dan suport dari keluarga dan suami nya. Amar akhirnya sudah memberi kan izin untuk delia dengan syarat delia harus sudah ada di rumah sebelum amar pulang bekerja.


Pernikahan harun dan rani juga tinggal satu bulan lagi, semua persiapan sudah mulai di siapkan dari mulai cetak undangan, sewa tenda dan segala nya sudah di urus oleh orang tua rani lebih tepat nya anak buah orang tua rani. Maklum lah orang tua rani kan seorang lurah jadi banyak uang dan punya anak buah untuk membantu nya.


Delia juga sudah memperkerjakan tiga karyawan baru, untuk karyawan mona sudah di tarik kembali. Tapi hanya satu karena yuni tetap bekerja di toko delia dan resmi menjadi karyawan di DL Shop.


" Mbak delia ini nota belanjaan barang yang datang kemarin. Sudah saya cek dan semuanya sesuai dengan barang yang datang " Ucap yuni memberikan catatan nota cukup banyak kepada delia.


" Terimakasih ya yun " Jawab delia ramah.


" Oh iya mbak, kenapa sih mbak tidak bilang sama keluarga mbak atau yang lain nya kalau toko ini sebenar nya milik mbak delia " tanya yuni.


" Belum saat nya yun, biar kan suatu saat mereka semua tahu sendiri. " Jawab delia tidak sepenuh nya berbohong.


[ Hallo mas ] Seru delia menganggkat telepon dari amar.


[ Dek, nanti kamu pulang cepat bisa atau tidak ?]


[ Memang nya ada apa mas ?]


[ Nanti malam ada acara dengan teman - teman kantor dan harus membawa pasangan nya. Mas mau ngajak kamu tapi kalau kamu tidak bisa ya tidak apa - apa , mas mungkin tidak akan datang ]


[ Oh.. Nanti aku pulang cepat ya mas. ]


[ Baiklah ,mas tutup ya telepon nya ]


Tut.. tut... tut...


Belum sempat delia menjawab amar sudah langsung mematikan sambungan telepon nya. Sekarang amar lebih sensitif, dikit - dikit dia akan marah apalagi jika ucapan nya di bantah. Namun delia masih menganggap nya wajar mungkin penyesuaian karena sekarang delia bekerja dan amar awal nya tidak menyetujui nya.

__ADS_1


Delia kembali melanjutkan pekerjaan nya, dia membantu karyawan nya melayani pelanggan yang datang. Delia juga membantu menyusun pakaian yang di berantakin oleh pelanggan. Di kasir ada yuni yang sedang melayani pembayaran pelanggan, kasir hanya di pegang yuni dan delia saja. Bukan delia tidak percaya dengan karyawan yang lain nya, namun setiap karyawan sudah memliki tugas dan bagian nya masing - masing.


" Mbak ini harga berapa ?" Tanya salah satu pelanggan kepada delia.


" Ini harga 135 ribu mbak, pilihan warna nya lengkap " Jawab delia dengan senyum ramah.


" Saya mau yang warna hitam sama kuning mbak, oh iya mbak apa disini jual perlengkapan kosmetik ?" Tanya pelanggan.


" Maaf mbak untuk kosmetik kami belum ada, sementara hanya peelengkapan fashion saja. " Jawab delia ramah.


" Wah padahal kalau mbak sekalian jual kosmetik toko mbak akan semakin ramai, apalagi disini kan memang tidak ada toko kosmetik ada pun satu tapi jauh banget. " Ucap pelanggan.


Delia tersenyum ramah sambil memikirkan apa yang di ucapkan oleh pelanggan nya , memang benar sih jika di sekitar sini tidak ada toko kosmetik dan tidak ada salah nya delia juga menjual kosmetik. Apalagi kosmetik makin di minati oleh para kaum hawa.


" Terimakasih atas saran nya mbak. Nanti kami sampaikan saran mbak kepada pemilik toko " Seru delia pura - pura padahal dia sendiri pemilik toko.


" Oh iya mbak sama - sama, saya ke kasir dulu ya mbak mau bayar ini " Ucap pelanggan.


" Silahkan mbak " Seru delia singkat.


* Yang di katakan mbak itu benar juga, aku harus bisa memanfaatkan keadaan ini dengan toko ini menyediakan kosmetik, pasti banyak kaum hawa yang datang ke sini. Kenapa aku tidak kefikiran dari dulu ya, padahal kosmetik itu penting dan bisa di bilang surganya para wanita * Seru delia dalam hati.


Delia sudah mantap akan menjual kosmetik juga, semakin lengkap yang di jual semakin ramai pelanggan yang datang. Delia akan meminta pendapat dari mona juga karena bagaimana pun delia bisa seperti sekarang ini berkat dukungan dan suport dari mona.


Mona adalah sahabat terbaik dan saksi kunci dalam hidup delia. Apa pun yang terjadi pada diri delia mona tahu semuanya, mona bukan hanya seorang sahabat tetapi mona sudah delia anggap saudara nya sendiri. Keluarga bisa menjadi orang lain dan orang lain juga bisa menjadi keluarga dan saudara.


Itulah hidup ❤❤


******


Tinggalkan Like dan komentar nya ya kak ❤❤ Jangan lupa untuk Vote novel Author agar novel author di kenal oleh para pembaca yang lain nya 🙏🙏


TERIMAKASIH 🙏❤

__ADS_1


__ADS_2