Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Keributan di toko


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞


Braakk..


Delia memukul meja kasir dengan kuat sehingga menimbulkan suara cukup keras. Banyak pasang mata yang langsung tertuju ke arah keributan. Sebenarnya sedari tadi keributan mereka sudah di dengarkan oleh para pelanggan yang datang, namun mereka hanya membiarkan nya dan masa bodoh.


" Aku bukan istri parasit bu !! Aku tidak pernah menghabiskan uang suami ku, bahkan gaji suami ku berapa saja aku tidak tahu. Jadi jangan seenak nya kalian bilang aku parasit, lagi pula apa salah nya seorang suami memberi uang kepada istri nya ? Suami itu berkewajiban menafkahi istri nya dan memenuhi semua kebutuhan istri. " Ucap delia dengan penuh emosi.


Kali ini delia sudah tidak bisa lagi membendung emosi nya, Ibu mertua dan ipar - ipar nya sudah keterlaluan. Mereka terang - terangan menghina dan menginjak harga diri delia di depan umum.


" Berani kamu bicara kasar dengan ku ? Dasar menantu kurangajar , tidak punya sopan santun !! Apa begini sikap seorang menantu kepada mertua nya !!" Ucap ibu siti lantang.


Para pelanggan sudah mulai berbisik - bisik membuat delia merasa tidak enak dan takut para pelanggan akan merasa tidak nyaman dengan situasi yang terjadi.


" Kamu disini cuma pelayan, ingat ya hanya pelayan jadi kamu tidak pantas bicara kasar seperti itu kepada kami. Ingat kami ini pembeli dengan berarti pembeli itu adalah raja. Kamu akan aku laporkan kepada pemilik toko ini, dan sudah pasti kamu akan di pecat ! Hah... " Seru tini lalu tertawa puas dan di ikuti ileh rani dan ibu siti.


" Toko ini tidak butuh pembeli seperti kalian, sekarang cepat tinggalkan toko ini sebelum aku berbut lebih kasar lagi. ! " Usir delia dengan suara cukup lantang.


" Kamu tidak ada hak untuk mengusir ku, aku disini datang untuk berbelanja. Aku punya uang dan kamu hanya pelayan, jangan sok seperti yang punya toko " Seru tini menatap sinis delia.


" aku memang pemilik toko ini !!" Seru delia


Hahhaaaa Hahhaaaaa


Ibu siti, tini dan rani tertawa bersama, mereka tertasa cukup keras sehingga orang - orang semakin terus berbisik - bisik. Delia menatap sekeliling nya, dia melihat pelanggan sudah mulai tidak nyaman dengan keributan yang terjadi.

__ADS_1


" Jangan mimpi di siang bolong delia " Sinis tini yang tidak percaya jika toko ini adalah milik delia.


" Terserah kalian, sekarang lebih baik kalian pergi dari sini. Jangan buat keributan lagi, lihat para pelanggan terganggu dengan keributan yang kalian ciptakan " Ucap delia mencoba memelankan nada suara nya.


" Kamu..... " Baru juga tini mau menjawab perkataan delia tiba - tiba ada salah satu pelanggan yang menyela ucapan tini.


Pelanggan itu maju beberapa langkah sambil menenteng tas nya dan menatap sinis ke arah tini dan keluarga nya.


" Hai kalian bertiga !! Segera pergi dari sini ? kalian mengganggu ketenangan kami, kami jadi tidak nyaman berbelanja karena mendengar keributan kalia. Mendingan pergi dech !" Seru salah satu pelanggan.


Delia merasa tidak enak dengan pelanggan nya, gara - gara keributan itu semua pelanggan menghentikan aktifitas nya. Mereka semua memandang ke arah delia dan 3 orang lain nya.


" Mbak bagaimana ini , mereka pasti marah karena keributan tadi ?" Seru yuni berbisik di telinga delia.


" Maaf ya buk atas keributan ini " Ucap delia.


" Syukurin makanya jadi pelayan itu yang ramah sama pembeli, baru juga jadi pelayan sudah sok - sokan kamu del. Gaji tidak seberapa tapi sombong nya selangit, masih besaran juga gaji menantu baru ku si rani " Ucap ibu siti masih terus menghina delia.


" Yakin gaji pelayan toko lebih kecil daripada gaji seorang honorer !" Seru delia berbicara terlihat serius. Rani langsung gugup dan wajah nya memucat setelah delia mengatakan soal gaji honorer.


" Rani itu PNS bukan honorer " Seru ibu siti marah.


" Hai ... ibu - ibu cerewet, sombong dan julit mendingan sekarang kamu pergi dari sini dan ajak ke dua anak mu itu. Kalau tidak mau pergi kami hajar kalian bertiga ramai - ramai" Ancam salah satu pelanggan.


" Kedatangab kalian ber tiga sudah mengganggu kami. ! " Tambah pelanggan yang lain.


" Hhuuu.. " Sorak para pelanggan beramai - ramai, mereka ada sekitar 15 orang yang kebanyakan ibu - ibu.


Tahu sendiri bagaimana kalau ibu - ibu sudah bergerak, bakalan kelar.


Ibu siti di ikuti tini dan rani pun langsung berjalan ke luar toko, mereka berjalan sedikit tergesa - gesa. Ternyata mereka takut dengan ancaman para pelanggan. Sorakan dari para pelanggan mengiringi kepergian ke tiga wanita pengacau tadi.


******

__ADS_1


" Mar , malam ini bisa temani saya datang ke pesta pernikahan teman kuliah saya ? Tempat nya lumayan jauh jadi saya takut malam - malam datang sendirian. " Ucap rosa bicara dengan suara di buat semanja mungkin.


Amar masih terdiam, dia tidak langsung mengiyakan permintaan rosa. Tapi mau menolak tidak enak, karena rosa sudah baik dan akhir - akhir ini sudah banyak membantu pekerjaan nya. Jika permintaan rosa dia terima berarti dia harus berbohong lagi dengan delia, amar merasa kasihan kepada istri nya yang terus dia bohongi.


" Baiklah.. jam 7 nanti aku jemput. Oh iya kamu bawa mobil kan ? jadi sore ini aku tidak mengantar mu pulang" Ucap amar sambil membereskan meja kerja nya, karena memang sudah waktu nya jam pulang kantor.


" Oke, aku tunggu di rumah. Aku akan dandan cantik agar kamu tidak malu jalan dengan ku uang status nya seorang janda. Biarpun janda aku ini janda yang cantik dan terawat, iya kan ?" Seru rosa menggoda amar.


Amat hanya mengangguk dan melempar senyum nya, amar memberskan barang - barang nya lalu segera pulang agar dia lebih cepat bersiap - siap mengantar rosa.


" Mas, malam ini kita makan di luar yuk. Sudah lama kita tidak jalan berdua, karena kamu terlalu sibuk " Ajak delia.


Amar bingung, malam ini dia sudah berjanji untuk mengantar rosa. Kalau dia menolak rosa, dia tidak enak dengan rosa pasti rosa akan kecewa. Sedangkan kalau dia menolak ajakan delia, delia juga akan kecewa. Amar dilema antara rosa atau delia yang status nya sebagai istri.


" Tapi maaf ya dek.. sepertinya malam ini mas tidak bisa. Malam ini mas ada acara dengan teman - teman kantor untuk menghadiri pesta salah satu teman di kantor. Dan maaf mas tidak mengajak mu, karena memang ini hanya khusus untuk teman kantor saja. Maaf ya dek, mas janji besok malam kita keluar jalan - jalan dan makan di tempat favorite kamu " Ucap amar akhirnya berbohong dan nemilih menemani rosa ketimbang pergi dengan istri nya.


Delia nampak kecewa dengan jawaban amar, namun delia tetap mencoba untuk tersenyum. Dia tidak mau menampakan kesedihan nya di depan amar.


" Apa aku tidak boleh ikut ?" Tanya delia.


" Ehh.. emm gimana ya dek, tempat nya lumayan jauh dan memang ini acara di buat hanya untuk teman kantor saja. Kami lelaki semua kok dek dan tidak ada yang bawa pasangan. " Ucap amar berbohong.


" Baiklah mas, aku malam ini makan di rumah saja. Ya sudah mas bersiap sana. " Seru delia lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam nya.


Amar menatap kepergian delia dengan tatapan yang sulit di artikan, ada rasa kasihan untuk sang istri. Hanya demi mengantar rosa dirinya harus membohongi istri tercinta nya.


* Maafin mas ya dek karena sudah berbohong, mas tidak enak menolak permintaan rosa karena dia sudah baik dan sudah membantu pekerjaan mas di kantor. * Ucap amar dalam hati nya.


*******


Akhirnya uploud sepagi ini ❤❤ Tetap dukung semua karya AUTHOR ya kak. 🙏❤


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, DAN BERIKAN HADIAH NYA. SERTA RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2