
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞
Pagi ini terjadi ketibutan antara joko dan tini, berawal dari joko yang meminta tini untuk menyetrikakan pakaian kerja nya namun tini menolak dengan alasan masih mengantuk. Joko kesal dan merasa tidak di hargai oleh istri, karena semua keperluan nya dia sendiri yang menyiapkan nya. Bahkan jarang sekali joko sarapan di rumah karena memang sering tidak ada makanan untuk sarapan.
Joko benar - benar sudah habis kesabaran nya sehingga kata cerai untuk tini keluar dari mulut joko.
" Apa ? Mas mau menceraikan ku?" Tanya tini tidak percaya dengan ucapan joko.
Joko sudah kuat lagi hidup dengan tini, apalagi tinggal dengan ibu dan adik ipar nya. Joko memilih segera keluar dari rumah itu agar terbebas dari orang - orang yang julit dan sirik dengan kehidupan orang. Disamping itu joko memang sudah muak dengan semua kebohongan tini.
" Iya hari ini aku mentalak mu !!" Seru joko dengan penuh keyakinan.
" Apa salah ku mas ? " Tanya tini yang tetap mencoba mencari penjelasan dari joko.
Mendengar ribut - ribut dari kamar tini, ibu siti pun mencoba melihat nya. Takut terjadi sesuatu dengan tini atau pun joko.
Kebetulan pintu kamar mereka memang terbuka setengah sehingga ibu siti pun langsung masuk ke dalam kamar mereka.
" Ada apa ini tin pagi - pagi sudah ribut?" Tanya ibu siti yang sudah berdiri di depan pintu.
"Buk mas joko menceraikan ku bu" Seru tini sambil memeluk ibu nya.
" Kenapa bisa ? " Tanya ibu siti bingung.
Joko pun lamgsung mendekati ibu mertua nya dan menjelaskan semua yang dia lihat selama ini. Dan semua kebohongan tini joko ceritakan semua nya, dia juga menunjukan fota dan video saat tini kencan dengan pelanggan nya.
" Jadi kamu sudah tahu semua nya ?" Seru ibu siti tanpa sadar mengakui jika dia tahu semua nya.
__ADS_1
" Jadi ibu sudah tahu jika tini kembali lagi pada pekerjaan haram nya ?" Tanya joko seakan tak percaya dengan kenyataan yang baru saja dia terima.
Joko benar - benar muak dengan semua kebohongan keluarga istri nya. Dengan menceraikan tini semoga saja hidup joko jauh lebih baik dan hidup bahagia bersama rahma dan anak laki - laki nya.
" Maaf ibu tidak bermaksud menutupi nya darimu nak joko. Ibu hanya tidak mau kalian ribut dan bercerai. Tapi ternyata ibu salah, kamu sudah tahu lebih dulu. " Ucap ibu siti.
" Aku tidak akan kembali ke pekerjaan ku itu jika kamu bisa memenuhi semua kebutuhan ku ! Kamu itu suami tidak berguna, tidak bisa membahagiakan istri jadi wajar kalau aku mencari pekerjaan lain di luar sana. Pekerjaan itu lebih menghasilkan hanya sekali kencan aku bisa membeli barang yang aku inginkan " Seru tini tidak memperdulikan perasaan joko.
Plak Plak
Tamparan joko mendarat di dua pipi tini, dada joko bergemuruh dan nafas nya pun tersengal - sengal menahan amarah yang sudah meluap. Begitu sakit hati joko mendengar semua perkataan tini, seakan sebagai suami dia tidak ada harga dirinya sama sekali.
" Joko !! " Teriak ibu siti.
" Berani kamu menampar anak ku !! Dasar lelaki sialan, tidak tahu diri ! Menyesal aku selama ini baik dengan mu. Kamu itu hanya pria cacat yang tidak bisa memberi keturunan " Sentak ibu siti dengan lantang sampai menggema di dalam kamar.
Joko tersenyum tipis mendengar cacian dari mertua nya, ternyata semua kebaikan nya selama ini hanya palsu belaka. Dan justru menuduh nya jika dialah yang tidak bisa memberi keturunan.
Sedangkan tini tersenyum dengan pembelaan dari ibu nya.
" Sudah jelas kamu yang tidak bisa punya anak, kenapa aku harus tanya sama tini ?" Jawab ibu siti.
Tanpa menjawab lagi joko mengambil kertas dalam tas ransel nya dan menyerahkan nya kepada ibu mertua nya.
" Ini apa ? " Tanya ibu siti.
" Ibu baca saja " Seru joko.
Wajah tini memucat dia sudah tahu kertas apa yang ada di tangan ibu nya.
* Kenapa kertas itu ada sama mas joko bukan nya aku sudah membuang nya * Gumam tini.
" Jadi... jadi tini mandul ?" Seru ibu siti tak percaya.
" Iya dan sekarang aku sudah menceraikan nya. Bukan karena dia mandul tapi karena dia sudah menjadi wanita murahan lagi " Seru joko.
__ADS_1
" Aku tidak mau bercerai mas, tolong maafkan aku. Aku janji tidak akan mengulangi nya lagi, aku khilaf mas. " Seru tini memohon dab bersimpuh di kaki joko.
" Percuma kamu meminta maaf, sampai kapan pun aku tidak mau lagi kembali dengan mu. Hari ini aku sudah menceraikan mu. Aku akan mengurus semua perceraian kita, permisi aku harus pergi dari sini " Ucap joko lalu mengambil tas ransel nya dan keluar dari kamar.
Di ruang keluarga ada harun dan rani yang sedari tadi mendengar keributan di kamar tini. Mereka tidak mau mendekat karena suasana memang tidak memungkinkan. Setahu harun, joko tidak pernah marah atau pun berantem dengan tini. Kali ini bisa marah - marah pasti ada masalah yang serius sehingga harun tidak mau mendekat.
" Mas ada apa ? mas mau pergi kemana?" Tanya harun penasaran.
" Maaf aku harus pergi dari rumah ini. Maaf kalau selama ini kehadiran ku sudah membuat kalian susah. Mulai hari ini aku akan keluar dari rumah ini. Aku sudah menceraikan kakak mu, aku tidak sanggup lagi hidup dengan wanita yang tidak bisa menghargai suami. " Ucap joko lalu benar - benar pergi dari rumah.
******
" Kamu memang bodoh !! Ibu sudah mengingatkan mu jangan kamu kembali lagi pada dunia haram mu itu. Kamu lihat kan akibat ulah kamu, joko menceraikan mu dan sudah pasti tidak ada lagi pria yang mau menikahi mu. Dasar bodoh !!" Umpat ibu siti.
Tini masih menangisi perceraian nya, dari lubuk hati nya dia sangat mencintai joko. Namun keadaanlah yang membuat nya menempuh jalan haram, dia tidak mau hidup pas - pasan.
" Ibu selama ini sudah pura - pura baik dan menyayangi joko itu karena agar joko tetap ada di sisimu. Agar dia tidak menceraikan mu. Dan ternyata kamu yang mandul, kenapa kamu bilang jika joko yang mandul. Dasar bodoh.. bodoh !!" Ucap ibu siti.
" Sudah bu.. jangan ngomel terus. Kepala ku pusing bu, ibu bisa diam tidak " Seru tini.
Ibu siti keluar dari kamar dan menghampiri harun dan rani.
" Kenapa mas joko menceraikan mbak tini bu?" Tanya rani ingin tahu yang sebenar nya.
" Ibu tidak tahu ran. Mereka tidak mau bilang apa masalah nya, biarkanlah saja mereka bercerai mungkin ini yang terbaik untuk mereka " Ucap ibu siti.
Ibu siti tidak memberi tahu alasan yang sesungguh nya, dia tidak mau masalah tini menjadi konsumsi publik. Bagaimana pun dia juga malu dengan kelakuan tini, dia malu sampai orang tahu jika tini bekerja sebagai wanita panggilan.
Sebagai ibu pasti akan melindungi anak nya, tapi cara ibu siti salah. Dari awal dia sudah membiarkan tini bekerja sebagai wanita panggilan, sehingga sekarang dia menuai akibat nya.
*******
UNTUK PART INI AUTHOR TULIS KHUSUS PART TINI DAN JOKO.
AUTHOR MOHON DUKUNGAN NYA DARI PARA PEMBACA SEMUA NYA. LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH SERTA RATE BINTANG 5 NYA YA KAK.❤🙏
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏