Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Aku bukan parasit


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


💞💞💞💞💞


Besok nya saat siang hari ibu siti dan tini mendatangi rumah kontrakan delia, mereka sengaja datang siang hari saat amar sedang bekerja. Jika ada amar mereka tidak leluasa untuk memarahi delia, karena saat ini keluarga amar ingin bersikap baik kepada amar agar amar bisa di mintai tolong untuk membantu biaya pernikahan harun.


Siang ini di rumah kontrakan delia ada mona yang sengaja datang berkunjung. Mona baru saja pulang dari luar negeri dan datang kerumah delia untuk mengantarkan oleh - oleh dan melepas rindu dengan sahabat nya, Delia.


" Bu kok ada mobil bagus di depan kontrakan amar ? mobil siapa ya bu ? apa mobil teman amar atau temen nya delia ?" Tanya tini saat sudah berada di dekat rumah kontrakan delia.


" Delia si wanita miskin dan kampungan itu mana punya teman kaya , teman - temen dia itu pasti ya tukang sayur atau para pekerja kasar. " Ucap ibu siti dengan ketus nya.


Mereka ber dua terus berjalan dan masuk ke halaman rumah delia, tanpa permisi mereka langsung masuk ke dalam rumah. Delia dan mona terkejut dengan kedatangan ibu siti dan tini secara tiba - tiba.


" Eh ibu, mbak tini bikin kaget saja. Kebiasaan kalau masuk tidak permisi dulu" Ucap delia dengan wajah terkejut nya.


" Buat apa aku permisi lagi pula pintu memamg terbuka dan rumah ini kan kamu ngontrak bayar tidak pakai uang mu. Tapi pakai uang amar, amar itu kan anak ku " Jawab ibu siti tidak mau di salahkan dan tetap merasa benar.


Tatapan ibu siti beralih ke arah mona yang duduk di sebelah delia. Walaupun bisa di bilang orang kaya fashion mona tidak lah berlebihan, dia memakai baju kaos oblong putih dan celana jeans hitam. Membuat ibu siti dan tini menatap sinis juga ke arah mona.


" Siapa dia ? Jangan sembarangan memasukan orng ke dalam rumah apalagi orang asing. " Ucap ibu siti sinis.


" Iya nih kamu itu harus waspada, lagi pula suami kamu capek-capek kerja kamu di rumah cuma bersantai - santai sambil nonton Tv begini ? Huhh dasar istri parasit bisanya ngabisin uang suami saja " Seru tini sok bicara bijak padahal dirinya sendiri juga pengangguran yang kerjaan nya cuma makan , tidur, dan menghabiskan uang suami nya. Lebih baik delia walaupun di rumah saja penghasilan nya tiap bulan bisa mencapai 5 sampai 7


juta sebulan.


Delia dam mona saling pandang , ingin rasa nya mereka menertawakan tini. Namun mereka hanya menahan nya, tidak mau di bilang tidak sopan karena menertawakan orang yang lebih tua.


" Emhh.. ini Mona bu, mbak. Dia teman sekolah ku dulu" Ucap delia memperkenalkan mona kepada mertua dan ipar nya.


" Oh teman sekolah kamu. Pasti juga cuma sampai tamat SMP" Seru tini merendahkan.

__ADS_1


" Tapi di luar itu ada mobil bagus , bukan mobil kamu kan ?" Tanya ibu siti sambil menunjuk ke arah mona.


" Itu mobil nya..." Belum sempat delia melanjutkan ucapan nya, mona sudah memotong terlebih dahulu.


" Itu mobil majikan saya, kebetulan tadi majikan saya sedang ada acara arisan di perumahan komplek depan sana. Daripada saya menunggu disana jenuh saya memilih ke tempat delia, maaf kalau misal mengganggu ibu atau mbak " Ucap mona malah berbohong jika itu mobil majikan.


Tini dan ibu nya tersenyum sinis ke arah mona, ternyata tebakan mereka benar jika teman delia juga wanita miskin dan kampungan. Sepertinya suasana juga sudah tidak nyaman lagi untuk delia dan mona saling bercerita jadi mona berpamitan dengan alasan majikan nya sudah mau selesai arisan.


*******


" Del, kata tini kemarin kamu habis beli perhiasan ? Betul tidak ?" Tanya ibu siti ingin segera tahu jawaban dari delia.


Delia paham betul karakter dua wanita beda usis yang saat ini ada di dekat nya. Pasti mereka ingin tahu apa saja yang delia beli, tapi delia tidak bodoh dan tidak mungkin dia akan bilang jika kemarin dia beli satu set perhiasan, walaupun di beli dengan uang nya sendiri dan tambahan 5 juta dari amar.


" Iya aku kemarin memang beli perhiasan bu " Jawab delia jujur.


" Tapi bukan perhiasan yang wah atau mahal, aku cuma tuker tambah anting - anting saya ini bu. Karena anting yang lama patah jadi aku tukar tambah " Jawab delia berbohong jika dia jujur amar memberinya uang 5 juta dan di belikan perhiasan sudah pasti akan terjadi keributan besar.


Ibu siti dan tini nampak percaya dengan apa yang di ucapkan delia. Terbukti mereka tidak memprotes perkataan delia.


Delia langsung bangkit dari duduk nya dan berjalan ke dapur untuk membuatkan minuman untuk mertus nya dan kakal ipar nya.


" Diminum bu,mbak !" Ucap delia sambil meletak kan dua gelas es teh manis.


" Hemmmm " Jawaban serempak ibu siti dan tini.


Mereka berdua langsung meminum es teh itu hingga tandas dan hanya menyisakan batu es nya saja. Perjalanan dari rumah nya ke kontrakan delia membuat mereka berdua lelah dan kehausan.


" Ibu minta kamu bicara sama amar agar dia mau membantu biaya pernikahan harun, ibu minta amar bisa membantu setengah dari biaya pesta pernikahan harun. Beruntung cuma setengah nya, karena pihak rani juga akan menanggung setengah nya. " Ucap ibu siti dengan mudah nya.


" Kamu juga jadi istri jangan boros - boros, harus berhemat karena sekarang kebutuhan kalian itu dobel. Harus menanggung uang dapur di rumah ibu dan harus membayar setengah biaya pernikahan harun." Seru tini menambahi.

__ADS_1


" Kenapa mas amar harus menanggung uang dapur di rumah ibu ? Emhh.. Oke lah kalau untuk ibu mas amar atau pun saya tidak keberatan, karena bagaimana pun ibu yang melahirkan mas amar. Tapi kalau mbak tini kan sudah ada mas joko, dan harun sudah dewasa dan sudah bekerja dengan gaji lumayan besar. Apa masih tetap mas amar yang menanggung uang makan mbak tini dan harun ?" Tanya delia dengan berani.


Delia sudah tidak memperdulikan tatapan penuh kebenciam dari bola mata mertua dan kakak ipar nya , sebisa mungkin dia tetap berusaha tenang menghadapi mereka ber dua.


" Punya hak apa kamu mengatur hidup keluarga ku ?" Tanya ibu siti dengan menatap tajam delia.


" Mau amar menafkahi keluarga besar nya itu bukan urusan mu, amar itu anak ku dan dia bagian dari keluarga ku. Kamu disini itu hanya orang luar, kamu bagai debu yang menutupi pandangan ku. Kamu itu menantu yang tidak di harapkan, menantu yang tidak di anggap, wanita parasit !!" Seru ibu siti lantang, dia benar - benar tidak terima dengan perkataan delia tadi. Dia beranggapan delia ikut campur dalam urusan keluarga nya.


" Oh aku tahu kenapa kamu bicara seperti itu , pasti karena kamu ingin menguasai uang adik ku kan ? " Seru tini ikut memojokan delia.


" Mbak mas amar itu suami ku, dia berkewajiban menafkahi ku sebagaimana mas joko suami mbak menafkahi mbak dengan layak. Apa salah kalau mas amar menafkahi ku atau memberi aku uang ?" Tanya delia tidak mau kalah.


" Salah " Jawab ibu mertua delia dengan lantang sambil bangkit dari duduk nya.


" Amar itu anak ku, dia bisa seperti sekarang ini karena doa ku dan didikan ku. Jadi tidak salah dia menafkahi keluarga nya, masalah uang joko itu sepenuh nya untuk tini dan keperluan joko, begitupun dengan uang harun. Jadi untuk biaya dapur amar wajib menafkahi kami. " Seru ibu siti.


Delia benar - benar di buat heran dengan jalan pemikiran ibu mertua nya. Segitunya dia memperlakukan amar, padahal amar anak kandung nya. Sempat delia berfikir jika amar bukanlah anak kandung ibu siti, namun kenyataan nya amar tetap anak kandung ibu siti.


" Kalian keterlaluan !! Kalian kira suami ku sapi perah kalian ?" Sentak delia.


Plak....


Ibu siti langsung menampar pipi delia hingga memerah, delia langsung mengusap pipi yang baru saja di tampar oleh mertua nya.


" Kamu tidak ada hak untuk mengatur keluarga ku, amar itu anak ku . Aku yang akan mengatur hidup nya !! Walaupun kamu istri amar , tetap sampai sekarang aku tak menganggap mu keluarga atau menantu ku. Kamu itu hanya menjadi Parasit !! " Ucap ibu siti.


" Aku bukan parasit.... !!"


*********


Up lagi ya kak, masih semangat baca kan ? Jangsn bodan - bosan baca karya Author ya kak.

__ADS_1


Tinggalkan Like dan Komen nya agar Author semangat untuk menulis nya.


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2